
[29 Oktyabr tahun 748]
Setelah Tyler menuruni ke kaki gunung Aberoon di depan Tyler ada sebuah dataran yang mana ketika dari luar terlihat sebuah pemandangan alam yang indah.
[29 Oktyabr tahun 738]
[Fendelwis Plains]
Saat tiba di daerah perbatasan Fendelwis Plains bagian timur laut. Lokasi tujuan ekspedisi Tyler sudah dekat setelah Tyler melewati perbatasan wilayah antara Fendelwis Plains dan Andine Kingdom maka Tyler akan memasuki wilayah Andine Kingdom.
Di point Tyler berada saat ini yaitu didekat perbatasan antara Fendelwis Plains dan Andine Kingdom Tyler melakukan pengintaian dari kejauhan untuk mengamati lokasi target Tyler yaitu Andine Kingdom.
[00.26 30 Oktyabr tahun 738]
Ketika sudah tengah malam dan kota Weliss sepertinya sudah sepi serta keamanan kota yang dijaga oleh Knights Kerajaan mulai mengendur sehingga ada celah untuk menyusup ke dalam kota.
Sesuai yang telah direncanakan Tyler untuk masuk ke dalam hutan kota Weliss pada tengah malam. Tyler pun mengendap-endap masuk ke dalam hutan kota. Sebelum masuk ke wilayah Andine Kingdom Tyler mengaktifkan Sposobnost’ Neobnaruzhivayemyy lalu mengaktifkan Night Vision mode dan Bio Sensor Advanced Googles nya.
Tyler berasumsi bahwa Andine Kingdom memiliki semacam pelindung yang salah satu kegunaan nya mendeteksi jika ada orang asing atau penyusup memasuki area Andine Kingdom.
“(Karena di dunia ini ada magic, jadi ada kemungkinan Kingdom ini memiliki pelindung dari magic dan terpasang di perbatasan Kingdom)”. Ucap Tyler bersumsi bahwa Andine Kingdom ini memiliki semacam pelindung magic yang terpasang dan diaktifkan di seluruh tempat di perbatasan Andine Kingdom.
“(dengan Sposobnost’ Neobnaruzhivayemyy mungkin bisa membuat diriku tak terdeteksi saat melewati pelindung magic di sekitar Kingdom, walaupun aku tak tau pasti apakah bisa berhasil membuatku undetectable atau tidak, tapi lebih baik mencoba daripada tidak mencoba sama sekali. Dengan mencoba aku bisa tau apakah berhasil bisa membuatd diriku untouchable atau tidak)”. Ucap Tyler dalam benak pikirannya.
Night Vision Tyler membuat Tyler bisa melihat apa saja yang ada di sekitarnya di kegelapan malam seperti ini. Bio Sensor digunakan untuk mendeteksi apabila ada makhluk di sekitar Tyler baik itu makhluk hidup ataupun makhluk hidup yang dalam keadaan sekarat atau sudah mati bahkan dengan menggunakan Bio Sensor bisa mendeteksi makhluk yang berhubungan dengan hal mistis semacam makhluk Supranatural contohnya seperti Spirit.
Tyler sudah masuk hutan sedalam 3,8 kilometer sambil mengendap-endap guna mengantisipasi jika ada yang akan melihat Tyler kalau Tyler tidak menngedap-endap di hutan kota. Di point ini Tyler mengeluarkan Zheleznaya golova dari Inventory nya. Zheleznaya golova pun muncul di depan Tyler dalam keadaan kedua tangan dan kaki nya terikat rantai seal.
Usai meletakkan Zheleznaya golova di point tersebut Tyler pun segera pergi keluar dari hutan dan lagi-lagi Tyler harus mengendap-endap untuk keluar dari hutan kota Weliss. Tyler harus extra berhati-hati dalam segala kemungkinan hal yang yang bisa terjadi. Dan Tyler tak ingin menimbulkan masalah yang tak diinginkan dan tak perlu.
Setelah keluar dari dalam hutan kota Weliss dengan selamat tanpa ketahuan oleh siapapun. Tyler kembali ke hiding spot dimana dia melakukan reconnaissance.
[14.26 RMT 02 noyabr’ tahun 738]
[Hutan kota Weliss — Andine Kingdom]
Zheleznaya golova pun akhirnya melepaskan diri dari belenggu Chain Seal yang Tyler pasang pada nya sehingga rantai yang terpasang pada kedua tangan dan kaki nya guna untuk menahan Zheleznaya golova hancur.
“(No Chert, sesuai yang direncakan)”. Ucap Tyler dalam benak pikirannya reaksi Tyler saat melihat Zheleznaya golova melepaskan diri dari rantai yang membelenggu kedua tangan dan kaki Zheleznaya golova.
[16.24 07 Noyabr tahun 738]
[Kota Weliss — Andine Kingdom]
Sebuah kereta kuda tumpang masuk ke dalam kota Weliss lewat gerbang utama jalan masuk yang terbuka lebar. Kereta kuda tumpang tersebut berhenti setelah berjalan 1,2 kilometer dari gerbang masuk tadi. Seorang Avantyurist pria manusia dengan tubuh setinggi 174 cm dan mengenakan armor kulit turun dari kereta kuda tersebut.
“Uwagghhh....akhirnya kita tiba di Andine”. Ucap Louff yang merupakan seorang Avantyurist yang menjadi leader party Avantyurist’ Railbolt.
“Hei Louff, ingat Louff kita kemari untuk mengerjakan Quest yang diberikan Count Weliss bukan untuk main-main dan bersantai”. Ucap Callico turun dari kereta kuda dan dengan tegas memberitahu Louff yang terlalu santai saat akan melakukan Quest.
“itu benar, sesekali bersikaplah seperti seorang pemimpin”. Ucap Nora seorang Zhenshchina elf knight yang merupakan salah satu member party Railbolt menegaskan apa yang dikatakan Callico kepada Louff.
“Sudah dibawa rileks saja, jangan kaku kaku begitu”. Ucap Louff menatap ke Callico dan membalas perkataan Callico dan Nora padanya.
“ighh...kau ini, kau terlalu meremehkan!”. Callico menjadi kesal dan marah dengan kelakuan Louff yang meremehkan Quest tersebut lalu berniat menghajar Louff karena mengesalkan.
“Sudah..sudah...hentikan pertengkaran konyol kalian, Louff juga jangan meremehkan perkataan Callico dan Nora”. Melia berusaha menghentikkan Callico yang ingin menghajar Louff dan melerai pertengkaran antara Louff, Callico dan Nora.
“Cih..”. Callico dengan ekspresi kesal berbalik badan pergi meninggalkan Louff.
“Ya..ya...aku akan berhenti”. Ucap Nora yang juga sedikit jengkel dengan kelakuan Louff karena tidak berperilaku layaknya seorang pemimpin.
[17.01 RMT Noyabr tahun 738]
[Sebuah Inn sederhana di kota Weliss]
“Untuk sekarang kita akan beristirahat dulu karena sudah malam, kita akan bermalam di penginapan ini untuk sementara”. Ucap Melia dengan suara lembut dan nada cukup rendah kepada Louff, Callico, Connor dan Nora.
“Baiklah”.
“Baik..”.
“Baiklah”.
“Oke”. Ucap Louff sambil memberi jempol dengan ibu jari tangan kanan nya saat mengatakan oke.
Louff dan Melia pergi ke bagian resepsionis penginapan untuk memesan kamar sewa. Louff mengeluarkan kantung kulit yang berisi uang party untuk kebutuhan party.
“Tolong kami pesan lima kamar untuk lima orang atas nama party Railbolt”. Ucap Louff kepada seorang perempuan resepsionis penginapan berusia 30an tahun.
“Baiklah...ini kunci empat kamar yang kalian pesan, kamar-kamar nya ada di lantai dua. Kamar untuk kalian kamar 23, 24, 25, 26”. Ucap perempuan resepsionis tersebut kepada Louff sambil tersenyum dan mempersilahkan Louff dan Melia untuk pergi ke kamar yang mereka pesan.
“Um...kami pesan lima kamar, kenapa saya hanya diberi empat kunci untuk empat kamar?”. Louff bertanya pada resepsionis tersebut dengan tegas.
“Ah...untuk hunimal kucing itu menggunakan ruangan bertuliskan 00 di pintu ruangan nya di basement”. Jawab perempuan resepsionis itu pada Louff sambil tersenyum memberikan kunci yang tadi dia katakan di pintunya terdapat tulisan 00 dan mempersilahkan mereka untuk pergi ke kamar mereka masing-masing sesuai yang mereka pesan.
“Oo..baiklah, terima kasih”. Ucap Louff menerima kunci ruangan bertuliskan 00 dengan tangan kanan nya setelah itu pergi meninggalkan resepsionis dan memberikan kunci kamar 00 itu kepada Connor.
Para member Avantyurist Railbolt pergi turun ke basement untuk ke ruangan yang di pintunya terdapat tulisan ‘00’ yang ditujukan untuk menjadi kamar sementara Connor menginap di Inn ini. Louff yang diberikan kunci ruangan dengan tulisan ‘00’ di pintu telah sampai di depan ruangan yang resepsionis itu maksud.
“Ini dia...kita sudah sampai, ruangan ini pasti yang resepsionis itu maksud. Aku akan membuka pintu nya dengan kunci yang resepsionis itu berikan padaku”. Ucap Louff kepada teman-teman party nya yang berdiri di belakang Louff.
Louff menggunakan kunci ruangan ‘00’ itu dan memasukkan kunci tersebut ke dalam lubang kunci gagang pintu. Setelah kunci nya masuk ke dalam lubang maka Louff pun menggerakkan kunci yang terpasang ke dalam lubang gagang tersebut ke kiri.
Pintu ruangan dengan tulisan ‘00’ di pintu itupun terbuka dan keluarlah debu menghembus keluar ruangan. Louff dan teman-temannya yang terkena debu-debu ruangan yang bertebangan menghembus ke arah mereka pun batuk-batuk dan mengibas ngibaskan tangan mereka untuk menghalau dan menyingkirkan debu yang terhembus ke arah mereka.
Louff, Callico, Melia, Nora dan Connor melihat ke dalam ruangan yang resepsionis penginapan maksud. Mereka melihat ke dalam ruangan dan terlihat ada banyak barang-barang usang berdebu dan berantakan serta banyak jaring laba-laba dan sawang di dinding-dinding dan atap ruangan. Banyak sekali barang yang berserakan nan kotor di dalam ruangan tersebut.
“apa-apaan ini, ini bukanlah kamar, ini gudang. Apa maksud resepsionis itu memberikan Connor ruangan gudang?!, DASAR SVOLOCH”. Ucap Callico memaki-maki dan marah menanggapi resepsionis yang memberikan ruangan bertuliskan ’00’ di pintu nya yabg ternyata adalah gudang Inn yang sangat berantakan dan kumuh.
“tenanglah, Callico”. Ucap Melia ingin menenangkan Callico yang sedang marah karena perihal ruangan yang diberikan untuk digunakan Connor ternyata adalah gudang Inn.
“Bagaimana mungkin aku tenang jika mereka memperlakukan temanku seperti ini”. Ucap Callico dengan suara keras dia marah-marah terhadap perlakuan pihak penginapan terhadap Connor.
“Tenanglah, dari yang kudengar penduduk Andine Kingdom sangat membenci ras Hunimal dan mendeskriminasi ras Hunimal”. Ucap Nora menepuk pundak kanan Callico dan memberi tau Callico mengenai diskriminasi ras yang biasa dilakukan penduduk Andine Kingdom.
“Apa-apaan itu?! Bagaimanapun aku tak terima mereka memperlakukan Connor seperti ini”. Ucap Callico dengan suara keras sambil marah-marah dan ingin komplen kepada pihak Inn.
Callico kemudian menepuk pundak Connor lalu mengatakan pada Connor “untuk sementara kau akan menginap bersama aku di kamarku”.
“Umm...terima kasih banyak, Callico”. Ucap Connor dengan ekspresi datar tapi nampak seperti sedih dia berterima kasih kepada Callico yang mempebolehkan nya menginapa bersama Callico di kamarnya walaupun hanya sementara.
“tidak perlu berterima kasih, sesama teman haruslah saling membantu”. Ucap Callico dengan nada cukup rendah sambil menepuk pundak Connor.
“Aku tidak tau Callico sangat sensitif dan friendly sekali dengan Connor atau jangan-jangan Callico sedang sakit. Apa mungkin hanya imajinasiku saja Callico jadi seperti ini”. Louff menyentuh dahi Callico dengan telapak tangan kanan nya.
“Tch...ada apa kau ini! Jangan main pegang-pegang aku, menjijikan”. Ucap Callico kesal dengan yang dikatakan Louff dan menyingkirkan tangan Louff tang menyentuh dahi Callico untuk mengecek apakah Callico sakit atau tidak.
Connor pun pada malam itu dia menginap sekamar dengan Callico setelah diizinkan Callico bahwa Connor akan menginap untuk sementara ini di kamarnya. Louff masuk ke kamar 23 dan Nora masuk ke kamar 25 sedangkan Melia masuk ke kamar 26. Ke empat kamar itu berada di lantai dua penginapan yang ada di kota Weliss.
[23.54 RMT 07 Noyabr tahun 738]
[Sebuah penginapan di kota Weliss — Andine Kingdom]