Khudsheye Bedstviye

Khudsheye Bedstviye
#021



[15 Sentyabr tahun 738]


[Lorong kecil sunyi di kota Deutcher]


Beatrice dengan cepat berlari menuju ke Catedral kita Deutcher. Namun tak terduga Navyk Beatrice yaitu Nerazborchivo dan Nevidimyy tiba-tiba nonaktif karena telah habis waktu aktif Navyk Nerazborchivo dan Nevidimyy. Sehingga Beatrice yang sedang berlari dan ingin menyusup secara diam-diam tak diketahui siapapun terlihat oleh empat pria yang sedang nongkrong-nongkong berbicara di tengah lorong gang kecil tempat Beatrice berada.


Keempat pria itu terkejut melihat ada seseorang yang tiba-tiba muncul di lorong tanpa disadari mereka sebelumnya bahkan tak terdengar jika ada suara orang mendekat ke arah mereka.


Pria yang ditemui Beatrice di lorong mengira bahwa orang yang tiba-tiba muncul di lorong itu bisa menggunakan magic.


Empat pria di lorong itu mencurigai Beatrice lalu menyerang Beatrice. Namun Beatrice yang merupakan orang yang tiba-tiba muncul dan dikira penyusup oleh keempat pria di lorong tiga diantaranya dikalahkan Beatrice. Dua pria mati terbunuh oleh Beatrice sedangkan satu pria pingsan dengan keadaan terluka parah setelah terlempar ke dinding ditendang oleh Beatrice dengan kuat hingga membuat dinding yang terhantam pria yang ditendang Beatrice itu retak.


Dengan dikalahkannya tiga orang. Pria terakhir berjalan ke arah Beatrice dan akan melawan Beatrice yang telah mengalahkan ketiga bawahannya. Pria bertubuh besar dan berotot itu saat berjalan mendekati Assassin K 083 atau Beatrice ternyata adalah seorang Hunimal Fox.


“lumayan juga kau bisa mengalahkan tiga bawahanku sendiri dengan cepat”. Ucap Pria Hunimal Fox sambil berjalan mendekati Beatrice dan menyombongkan diri.


“(Hoo...Hunimal kah?)”. Ucap Beatrice dalam brain circuit nya.


Pria Hunimal itu kemudian tiba-tiba menyerang Beatruce dengan memukulnya menggunakan kepalan tangan kanannya. Pukulan pria Hunimal Fox itu mendarat di wajah Beatrice dan tak membuat Beatrice terluka sedikitpun.


“(tak terluka sedikitpun bahkan setelah terkena pukulan itu? Siapa dia sebenarnya)”. Ucap pria Hunimal Fox itu terkejut orang dihadapannya yang dia pukul dengan kuat dan cepat tak terluka sedikitpun.


“Aku Kasell akan mengalahkanmu tidak peduli siapapun kau!”. Ucap pria Hunimal Fox dengan suara kencang di depan Beatrice setelah memukul Beatrice.


Beatrice melihat tampilan waktu di screennya dan waktu telah menunjukkan jam dua puluh satu lebih tujuh. Berfikir harus segera menyelesaikan masalah yang Beatrice dengan cepat Beatrice memunculkan sebilah pisau tajam.




Sebuah pisau muncul digenggaman tangan kanan Beatrice dan bersiap untuk menyerang Kasell yang menghalangi jalan lewat Beatrice.


“(Dia bisa memunculkan sebuah pisau dengan sekejap. Apakah dia benar-benar seorang witch yang bisa menggunakan magic tapi aku tak pernah melihat magic seperti itu sebelumnya?)”. Ucap Kasell dalam benak pikirannya melihat Beatrice tiba-tiba memunculkan sebuah pisau di tangannya dan mengira Beatrice adalah pengguna magic.


[22:00 RMT Sentyabr tahun 738]


[Lorong di sebuah gang kecil – kota Deutcher]


Tiba-tiba ada suara seseorang dari sisi lain loring berteriak mendengar suara keributan pertarungan Beatrice dan Kasell “Hei,siapa disana?!”.


“(Gawat!! Ketahuan, aku harus segera pergi dari sini menghindari timbulnya lebih banyak masalah)”. Ucap Beatrice dalam brain circuit nya terkejut mendengae ada suara orang dari sisi lain gang berteriak kencang.


“(Apakah itu Knights yang berpatroli? Aku harus memberi tau mereka)”. Ucap Kasell dalam benak pikirannya.


Beatrice langsung pergi membawa dua pria yang telah dia bunuh dan satu pria yang sedang pingsan dan terluka. dengan kedua tangan Beatrice membawa tiga pria yang telah dia kalahkan kemudian berbalik arah dan segera pergi lari meninggalkan Kasell agar tak ketahuan Knights yang berpatroli.


Beatrice membawa tiga pria itu dengan kedua tangannya seperti membawa benda di dekat pinggangnya.



Pisau yang tadi digenggam Beatrice menghilang dan muncullah sebuah jarum di tangan kanan Beatrice. Beatrice melemparkan jarum di tangannya itu ke arah tengkuk leher Kasell dan berhasil mengenai tengkuk leher bagian kanan Kasell.


Kasell yang terkena jarum tepat di tengkuk lehernya tiba-tiba tubuhnya menjadi lemas mati rasa dan kesadarannya mulai menghilang seperti akan pingsan. Kasell pun jatuh tergeletak di tanah dan kehilangan kesadaran seperti pingsan.


Para Knights yang tadi berteriak “ada siapa disana?!” berlarian datang masuk lorong gang kecil tempat tadi Beatrice dan Kasell bertarung. Para Knights yang baru datang itu kaget melihat ada seorang Hunimal Fox terkapar di tanah.


Seorang Knights perempuan mengecek nadi lehernya dengan menyentuh leher pria Hunimal Fox yang terkapar di tanah dengan jari telunjuk tangan kanannya.


“Dia sudah mati”. Ucap Knight perempuan yang menyentuh leher Kasell dengan jarinya untuk mengecek apakah orang yang tergeletak di tanah itu masih hidup atau sedah mati.


[07:06 RMT 16 Sentyabr tahun 738]


[Sebuah Inn sederhana di kota Deutcher]


Sementara itu Beatrice membawa seorang pria yang telah dia kalahkan dan sedang terluka sedangkan dua pria yang terbunuh telah dibuang dan dibakar hingga menjadi abu oleh Beatrice.


Pria yang terluka parah yang ditangkap Beatrice mulai siuman. Saat bangun siuman dia melihat kakinya terikat oleh rantai logam dan kedua tangannya terborgol dengan bergol logam milik Beatrice.


“Dimana ini? Lepaskan aku!”. Ucap pria terluka yang ditangkap Beatrice berteriak memberontak namun tetap tak bisa melepaskan diri.


Mendengar teriakan di kamarnya Beatrice berjalan ke kamar Inn yang dia sewa. Beatrice pun sampai ke depan kamarnya dan membuka pintu masuk kamar lalu berjalan masuk.


Beatrice melihat pria yang dia tahan telah siuman dan masih terikat rantai serta borgol.


“Kau sudah bangun ya”. Ucap Beatrice kepada pria terluka yang ditahan Beatrice dengan tatapan sinis.


“Hiii...lepaskan aku! Dimana aku?!”. Ucap pria terluka yang terborgol sambil memberontak berusaha melepaskan diri dan ketakutan saat melihat gadis dihadapannya yang adalah Beatrice.


Beatrice berjalan mendekati pria itu lalu melakukan Kabedon dengan tatapan marah ke pria itu.


“hiii....ampuni aku,jangan bunuh aku”. Ucap pria itu terus mundur-mundur menjauhi Beatrice dengan ketakutan hingga terpojok oleh tembok.


Pria yang terluka itu ketakutan dan terus memohon ampun kepada Beatrice agar tidak dibunuh ileh Beatrice seperti dua temannya semalam di lorong gang.


“Selama kau bisa diam dan tidak berteriak membuat bising, aku tidak akan membunuhmu”. Ucap Beatrice yang saling bertatapan muka dengan pria itu.


“Iya..iya, baiklah”. Jawab pria itu sambil mengangguk anggukan kepala dan berekspresi ketakutan.


[08:58 RMT Sentyabr tahun 738]


[sebuah Inn di kota Deutcher]