Khudsheye Bedstviye

Khudsheye Bedstviye
#022



Pada saat malam hari di sebuah lorong gang kecil kota Deutcher, Beatrice ketahuan oleh empat orang laki-laki saat Navyk Nevidimyy dan Nerazborchivo tiba-tiba nonaktif karena sudah mencapai batas waktu aktif penggunaan Navyk tersebut. Pria bertubuh besar yang merupakan Hunimal Fox bertanya siapa sebenarnya dia yang mana saat itu Beatrice mengenakan sebuah kain hitam untuk menutupi bagian wajah.


Namun Beatrice tak menjawab pertanyaan pria Hunimal Fox itu. Tiga laki-laki bawahan pria Hunimal Fox menyerang Beatrice. Terpaksa harus bertarung menghadapi tiga bawahan pria Hunimal Fox karena sudah terlanjur dirinya ketahuan.


Beatrice berhasil mengalahkan ketiga bawahan pria Hunimal Fox, dua diantaranya terbunuh oleh Beatrice dan satu terluka parah terhempas saat ditendang oleh Beatrice ke tembok dengan sangat kencang lalu pingsan.


Melihat semua bawahannya telah dikalahkan, pria Hunimal Fox melangkah perlahan mendekati Beatrice. pria Hunimal Fox itu memperkenalkan diri sebagai Kasell dan berkata akan mengalahkan Beatrice.


Kasell memulai menyerang Beatrice. Dia pun melancarkan pukulan dengan mengepalkan tangan kanannya ke arah wajah Beatrice dan mengenai wajah Beatrice.


Setelah terkena pukulan Kasell, Beatrice sama sekali tak terluka dan bergeming bahkan tak terhempas setelah menerima pukulan kuat Kasell yang merupakan seorang Hunimal.


Lalu Beatrice melihat tampilan waktu di screennya dan waktu di screennya telah menunjukkan jam dua puluh satu lebih tujuh. Berfikir harus segera mengakhiri masalah ini Beatrice memunculkan sebuah pisau tajam.



Seketika sebuah pisau muncul di genggaman Beatrice. Melihat orang yang dia lawan tiba-tiba memunculkan sebuah pisau enath darimana di tangannya, Kasell berfikir bahwa orang yang dia lawan ini bisa menggunakan magic.


“(tapi aku tak pernah melihat magic seperti itu sebelumnya)”. Ucap Kasell dalam benak pikirannya saat terkejut melihat lawannya memunculkan sebuah pisau entah darimana.


Dengan pisau di genggaman tangan kanannya Beatrice bersiap menyerang Kasell dengan pisaunya, namun tiba-tiba terdengar ada suara dari sisi lain lorong gang berteriak “Siapa disana?!”.


“(Gawat! Seperti aku akan ketahuan, ini akan menimubulkan masalah lain lagi, aku harus segera pergi dari sini!)”. Ucap Beatrice dalam brain circuit nya berfikir harus segera kabur agar tak menimbulkan masalah baru yang lainnya.


Kemudian Beatrice berbalik badan sambil membawa tiga orang laki-laki bawahan Kasell dengan kedua tangannya.



Beatrice melempar Hao Zhen needle berukuran 3,6 milimeters ke bagian tengkuk Kasell, karena ukurannya yang tipis dan kecil Kasell tak tau mengapa orang yang dia lawan yaitu Beatrice tiba-tiba mengayunkan tangan kanan ke arahnya seperti melemparkan sesuatu tapi Kasell tak tau apa yang dilempar dikarenakan ukurannya yang kecil nan tipis dan juga pada saat malam hari.


Hao Zhen needle yang dilemparkan Beatrice mengenai tengkuk leher Kasell, Kasell tiba-tiba merasa tubuhnya melemas dan perlahan-lahan kesadarannya menghilang seperti akan pingsan.


Kasell mulai menutup kelopak matanya merasa tubuhnya melemah dan terjatuh ke tanah. Tubuh Kasell sama sekali tak bisa digerakkan seperti dilumpuhkan. Kelopak mata Kasell pun tertutup dan detak jantungnya terhenti dalam keadaan tubuh Kasell yang tergeletak di tanah.


Beberapa Knights laki-laki dan perempuan yang berpatroli di sekitar tempat Beatrice bertarung berlari berlari ke tempat tadi mereka mendengar kegaduhan.


Namun saat sampai ke tempat terdengarnya kegaduhan tak ada siapa-siapa melainkan seorang Hunimal Fox yang terkapar di tanah. Seorang Knight perempuan berjalan .elangkah mendekati Kasell yang terkapar di tanah lalu menunduk.


Perempuan Knight yang mendekati Kasell dan berada di sisi kiri Kasell mengangkat tangan Kasell dan menyentuh bagian pembuluh nadi di pergelangan tangan kiri yang diangkatnya dengan jari telunjuk tangan kanannya.


“dia sudah mati”. Ucap perempuan Knight yang mengecek nadi pada pergelangan tangan kiri Kasell dengan jari telunjuk tangan kanannya.


[16 Sentyabr tahun 738]


[Sebuah Inn di kota Deutcher]


Pria yang terluka dibawa Beatrice ke sebuah Inn kota Deutcher dan meletakkan pria itu di kamar yang Beatrice sewa.


Kemudian pria yang sedang terluka itu mulai siuman, dia melihat dirinya terikat rantai dan kedua tangannya di borgol dengan sebuah borgol logam yang tak pernah dia ketahui sebelumnya.


Mendengar suara gaduh di kamar yang Beatrice sewa, Beatrice segera berjalan ke kamarnya. Sesampainya di depan pintu kamar, Beatrice memegang gagang pintu kamar Inn yang terbuat dari kayu lalu membuka pintu kamarnya.


Saat pintu terbuka Beatrice melihat pria yang dia tangkap telah siuman dan memberontak berusaha melepaskan diri dari ikatan rantai dan borgol namun tak bisa.


Pria yang terluka dan diikat rantai oleh Beatrice itu kaget melihat orang yang dia lawan semalam berada di hadapannya. Pria itu ketakutan melihat Beatrice dan berjalan mundur menjauhi Beatrice dengan raut wajah panik dan ketakutan.


“Kau sudah bangun rupanya”. Ucap Beatrice sambil tangan kannya memegang gagang pintu setelah dia buka.


“Hiiii...dimana aku?! Lepaskan aku!”. Ucap pria itu meminta dibebaskan.


Beatrice melangkah ke arah pria itu yang menghindari Beatrice dengan terus mundur-mundur menjauhi Beatrice dengan raut wajah ketakutan, lalu saat pria itu telah terpojok belakangnya tembok Beatrice sudah berada di depannya. Beatrice melakukan Kabedon ke tembok dengan tangan kanannya dan wajah Beatrice yang mendekat ke pria yang ketakutan dan terpojok itu.


“Hiii....tolong ampuni aku,jangan bunuh aku!”. Pria itu ketakutan di hadapan Beatrice dan memohon ampun kepada Beatrice serta agar dirinya jangan dibunuh okeh Beatrice.


“Selama kau bisa diam dan tidak berteriak membuat gaduh, aku tidak akan membunuhmu”. Ucap dengan lantang Beatrice sedang melakukan Kabedon dengan pria di hadapannya yang terikat rantai dan terborgol.


“iya...iya, baiklah aku tidak akan membuat kegaduhan”. Jawab pria yang terpojok dalam keadaan dirinya terikat rantai logam dan diborgol.


“baguslah kalau kau tidak membuat masalah”. Ucap Beatrice berhenti melakukan kabedon dan melangkah mundur.


Pria itu menghela nafas lega mendengar dirinya tidak akan dibunuh oleh orang di hadapannya yang telah membunuh dua temannya semalam.


“(Chert, aku harus kabur dari dia, bagaimana dengan Gospodin)”. Dalam benak pikiran pria yang terikat rantai dan terborgol dalam keadaan terluka ingin kabur dari Beatrice.


“Hoi! Bagaimana dengan Gospodin Kasell?”. Ucap pria yang terikat rantai dan terborgol bertanya kepada Beatrice dengan suara lantang.


“Kasell? Oh maksudmu pak tua besar Hunimal itu, dia sudah kubuat mati”. Beatrice menjawab pertanyaannya dengan datar dan seperti tidak merasa bersalah (well namanya juga mesin ya kagak ngerti)


“Bohong! Katakan kalau itu bohong! Kau pasti hanya bercanda”. Ucap pria terluka yang terborgol dan dirantai itu terkejut mendengar apa yang dikatakan Beatrice tentang Kasell.


“tidak, aku tidak bohong. Pak tua itu aku yang membuat dia mati dan itu bukan candaan”. Ucap Beatrice dengan nada datar mengatakan tentang apa yang telah dia lakukan pada Kasell kepada pria itu.


Pria yang terluka dan diikat rantai serta diborgol itu berteriak menggila dalam keputusasaan “tidak, tidak, itu tidak mungkin. Tolong katakan itu bohong”.


Dengan ekspresi sedih tercampur putus asa dan marah pria itu menggila mengetahui bahwa Kasell telah mati.


Kasell sebenarnya hanya dibuat mati sementara alias mati suri. Dengan menggunakan Hao Zhen needle atau bisa juga Chang Zen dapat mematikan sistem sirkulasi darah di Arteri karotis yang ada di leher. Karena leher juga bagian fatal jika terjadi sesuatu pada bagian leher dapat mengakibatkan stroke atau TIA yang dikenal juga dengan mini stroke bahkan bisa mengakibatkan kematian karena arteri karotis pengubung yang menyalurkan darah dan oksigen ke otak dan kepala dari jantung.


Oleh karena itu jika terjadi pengendapan dan tertahan darah dan oksigen tidak dapat terkirim ke otak yang hasilnya dapat membuat otak malfungsi. Jika salah satu diantara otak ataupun jantung tak berfungsi secara otomatis akan membuat seluruh organ tubuh tak bekerja karena tak mendapat transmisi darah dan oksigen.


Jadi dengan Beatrice menghambat bagian Arteri karotis akan membuat Kasell mengalami kematian namun yang dilakukan Beatrice hanya membuat kematian sementara. Jika Beatrice mencabut Hao Zhen needle itu dari Kasell maka setelah beberapa dari jarum dicabut seluruh organ akan berfungsi kembali dan Kasell seolah hidup kembali.


Tapi jika pencabutan needle dilakukan sembarangan tanpa memiliki pengetahuan akan hal tersebut daoat memungkinkan kematian benar-benar terjadi.


“(Begitulah, tapi jelas aku tak bisa menjelaskan hal tersebut padanya tentang apa yang kulakukan)”. Ucap Beatrice atau Assassin K 083 dalam brain circuit nya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Kasell dan apa yang telah Beatrice lakukan pada Kasell.