
Tyler memunculkan sebuah mobil LAV dari Inventory nya. Kemudian pintu mobil sebelah kiri otomatis terbuka lalu Tyler masuk ke dalam mobil. Setelah Tyler sudah masuk ke dakam mobil, pintu kiri mobil tertutup kembali secara otomatis.
Tyler memberi perintah pada Nexus untuk mengambil alih kendali kemudi LAV Car yang Tyler naiki. Mesin pun dinyalakan dan mobil berjalan melanjutkan perjalanan untuk pergi ke Andine Kingdom.
Sembari mobil berjalan, Tyler mengeluarkan sebuah Sniper SVG 100 dan senapan Sniper pun muncul di tangan Tyler. Jendela sebelah kiri Tyler terbuka otomatis dan laras dari SVG 100 dikeluarkan ke luar jendela dan Tyler siap membidik para monster yang sedang mengejar LAV Tyler.
Tyler membidik ke target dengan mendekatkan matanya ke lensa Scope SVG 100 untuk melihat monster-monster yang menjadi target tembakan SVG 100 Tyler. Jari telunjuk tangan kanan Tyler menyentuh pelatuk SVG 100 dan siap menembak target.
Pelatuk pun ditarik oleh Tyler dan monster yang menjadi target tembakan Tyler seketika mati dan hancur karena daya serang dan daya hancur SVG 100 yang terlalu kuat bagi monster.
Melihat monster yang hancur seperti meledak saat terkena tembakan SVG 100, Tyler terkejut akan hal tersebut bahwa monster yang menjadi target serangan SVG 100 Tyler hancur berkeping-keping seperti meledak hanya dalam satu kali tembakan dan itu bukan tembakan ke bagian vital.
Tyler yang melihat hal tersebut berfikir bahwa dia salah menilai agar memakai SVG 100 untuk melawan monster yang terus berdatangan menyerang dan Tyler berfikir agar lain kali saat ingin melakukan serangan jarak jauh dengan menggunakan sniper mungkin lebih baik memakai Sniper seperti MSR kalaupun MSR masih berlebihan maka Tyler mempertimbangkan untuk menggunakan KAR saja.
Tapi karena sudah terlanjur maka Tyler tetap memakai SVG 100 untuk melawan para monster dan hanya akan menggunakannya saat itu saja selama di gunung Aberoon. Untuk setelahnya Tyler berfikir dan mempertimbangkan agar tak lagi menggunakan SVG 100 untuk melakukan serangan jarak jauh kecuali jika memang benar-benar diperlukan karena Sniper sekelas Dragunov dan MSR kurang dan perlu yang lebih kuat lagi maka mungkin Tyler akan memakai SVG 100.
SVG 100 adalah senapan yang merupakan item yang berada pada tingkat Legendary Class Rank S+. Dan untuk mendapatkan SVG 100 cukup sulit dan bagi player tingkat menengah ke bawah mungkin cukup kesulitan jika ingin mendapatkan SVG 100 walaupun ada cara lain selain mendapatkannya saat Special Event yaitu dengan Gacha akan tetapi meskipun Gacha SVG 100 tersedia setiap hari namun waktu pada satu hari tersebut sangatlah terbatas terkadang Gacha tersebut mulai pada jam 07.00 pm hingga 10.00 pm dan terkadang juga mulai bisa Gacha di waktu jam tidur. Serta pernah dalam satu hari itu waktu bisa melakukan Gacha hanya dua jam semisal dari jam 08.00 am hingga 10.00 am dan itu menyulitkan player yang ingin mendapatkan SVG 100.
Dan tentunya harga dari SVG 100 tidaklah murah jika dengan uang game walaupun bisa menggunakan real money.
[06.44 RMT 27 Oktyabr’ tahun 738]
Dengan mengendarai mobil LAV selama di gunung Aberoon Tyler berhasil turun gunung dan keluar dari area gunung. Tinggal 2 mil, Tyler akan keluar dari area gunung Aberoon.
Karena tinggal sedikit lagi keluar maka Tyler memutuskan untuk turun dari mobil dan melanjutkan menuruni gunung dengan berjalan kaki dikarenakan kemungkinan akan ada orang yang melihat LAV Tyler sehingga itu akan menimbulkan masalah lain yang tak diinginkan. Lagipula sudah tak ada monster yang mengejar dan menyerang Tyler karena mereka semua yang mengejar Tyler sudah dibasmi dengan menggunakan SVG 100 sewaktu di LAV.
Kemudian Tyler memberi tau Nexus bahwa dirinya akan turun di point tersebut dan melanjutkan menuruni gunung hingga keluar area gunung Aberoon dengan berjalan kaki. Pintu sebelah kiri Tyler pun terbuka otomatis lalu Tyler keluar dari mobil LAV. Setelah Tyler keluar LAV maka LAV pun menghilang menjadi butiran partikel berkilauan yang berterbangan di udara lalu hilang lenyap tak ada sisa pertikel dan LAV tersebut telah kembali ke dalam Inventory Tyler.
[07.36 RMT 27 Oktyabr’ tahun 738]
Sesampainya di kaki gunung, Tyler pun berhasil meninggalkan gunung Aberoon yang banyak monster di dalamnya. Dan Tyler tiba di sebuah dataran yang memanjakan mata dengan pemandangan alamnya yang indah dan terasa tentram. Dataran tersebut bernama dataran Fendelwis dan daerah tersebut adalah daerah netral, bukan milik siapapun dan bagian negara manapun jadi semua orang boleh bebas di daerah tersebut walaupun berbeda ras.
Tapi saat masuk kaki Tyler menginjak daerah Fendelwis tak ada satupun manusia yang hidup di tempat tersebut. Namun yang ada adalah mayat-mayat orang yang berserakan dimana-mana. Ada juga yang sudah menjadi tulang belulang dan hanya tergeletak dan tersebar di tanah.
Kemudian ketika Tyler berjalan memasuki daerah Fendelwis dia hanya melihat mayat-mayat dengan belatung di tubuh mayat dan tulang belulang di sekeliling Tyler. Tyler melihat adanya manusia yang hidup. Lalu kaki kiri Tyler tiba-tiba menginjak sebuah benda yang tergeletak di tanah yang mana ternyata itu adalah pedang.
Tyler kemudian menunduk ke bawah untuk melihat lebih dekat pedang yang tadi dia injak dan terlihat di pedang tersebut ada bekas darah yang telah mengering dan pedang tersebut sudah sedikit berkarat. Tyler pun melihat sekitar dan ada banyak panah dan anak panah di tanah dan tertancap di pohon serta tombak dengan gagangnya kayu dan ujung tombaknya sebuah besi lancip yang telah berlumuran darah.
“(Ada apa dengan tempat ini? Kenapa ada banyak senjata tergeletak di segala tempat dan mayat-mayat yang membusuk serta tulang belulang dari mayat yang sudah lama)”. Ucap Tyler agak bingung sebenarnya tempat apa itu. tak ada tanda kehidupan di tempat tersebut kecuali hewan-hewan.
“(Tempat ini nampak seperti sebuah medan perang dan pernah terjadi perang disini)”. Tyler terus berkeliling ke berbagai tempat di Fendelwis dan tetap tak melihat adanya manusia yang hidup di tempat tersebut.
Bahkan banyak Vulture di Fendelwis yang hinggap di segala penjuru Fendelwis. Dari luar nampak seperti tempat yang memiliki pemandangan indah namun menipu. Saat berada di dalam yang ada hanya pemandangan mayat-mayat yang dihinggapi Vulture dan belatung serta senjata bekas.
Muncul sebuah Binocular di tangan kanan Tyler dan Tyler menggunakannya untuk melihat sekitar Fendelwis dengan pandangan yang lebih jauh. Tyler mendekatkan Binocular tersebut ke mata nya dan melihat ke sekitar. Dengan Binocular Tyler melihat dengan jangkauan pandangan hingga 5 kilometer dan tetap tak melihat ada satupun manusia hidup di Fendelwis.
Binocular yang tadi dikeluarkan Tyler dari Inventory menghilang menjdai pertikel berkilauan dan bertebangan di udara kemudian lenyap tak ada sisa. Binocular Tyler pun sudah kembali masuk ke dalam Inventory nya.
“(Seperti tak ada yang dapat hal penting yang bisa kutemukan disini selain mayat-mayat dan senjata abad pertengahan seperti pedang, tombak, panah, perisai kayu dan besi yang ditempa)”. Ucap Tyler kecewa dia tak menemukan apapun di Fendelwis selain mayat-mayat bergelimpangan walaupun tak menunjukkan ekspresi apapun.
Tyler menggunakan Sposobnost’ Teleport point untuk keluar dari daerah dataran Fendelwis sehingga lebih menghemat waktu daripada berjalan kaki di tempat tak penting dan tak ada yang bisa ditemukan di tempat tersebut selain mayat-mayat dan senjata bekas sehingga membuang banyak waktu hanya untuk melewati tempat tak berguna.
Dengan Sposobnost’ miliknya yaitu Teleport Point. Tyler berteleportasi ke ujung bagian timur laut dataran Fendelwis dan lokasi tujuan Tyler sudah berada di depan.
[13.53 RMT 29 Oktyabr’ tahun 738]