Khudsheye Bedstviye

Khudsheye Bedstviye
#030



[09.27 RMT 26 Oktyabr’ tahun 738]


[Gunung Aberoon]


Tyler menghadapi banyak monster selama di gunung Aberoon. Semua monster yang menyerang Tyler ditebas dengan sebilah pisau dan bisa merobek tubuh monster-monster itu hingga bagian dalam. Hanya dengan memakai pisau untuk melawan serangan monster di Aberoon Tyler telah membunuh 67 monster dan terus bertambah seiring serangan monster terus berdatangan menghampiri Tyler. Mereka semua ditebas dengan mudah oleh Tyler dan mayat-mayat monster berendetan tergeletak di sepanjang jalan gunung saking banyak monster yang telah mati dibunuh.


[16.38 RMT 26 Oktyabr’ tahun 738]


Lagi dan lagi Tyler terus membunuh setiap monster di hadapannya hingga ada beberapa monster yang takut mendekati Tyler sehingga lari terbirit-birit menghindari Tyler yang telah membantai 103 monster. Tyler berniat menyelidiki makhluk yamg disebut monster itu tapi Tyler tak mengetahui apa-apa mengenai monster-monster tersebut dan baru pertama kalinya menghadapi makhluk seperti itu karena di bumi yang merupakan tempat asal Steiner tak ada makhluk seperti itu begitu pula di dalam game Freusiegner, tak ada monster-monster seperti itu. yah tentunya karena Freusiegner bukanlah game Fantasy melainkan game action open world bertemakan pertempuran yang menggunakan senapan.


“(Fuhhh....mungkin aku akan menggunakan ‘itu’ untuk mempercepat perjalanan dan tidak terlalu memakan banyak waktu apalagi harus terus-terusan menghadapi monster-monster ini)”Ucap Tyler dalam benak pikirannya sambil terus menebas dan melempar pisau ke para monster.


“(Karena sejauh ini tak ada satupun manusia yang nampak berada di area gunung ini, mungkin aman untuk menggunakannya karena tak ada orang yang melihat)”. Ucap Tyler dalam benak pikirannya.



Muncul sebuah mobil LAV hitam yang dilengkapi dengan berbagai armaments seperti auto turret. Tyler pun berjalan ke LAV itu dan masuk ke dalam LAV tersebut. Untuk kendali kemudi mobil dicontrol oleh Nexus sehingga Tyler bisa mengamati para monster yang berdatangan mendekati Tyler.


“LAV K433 has been controled”.


LAV yang dinaiki Tyler telah menyala dan siap untuk jalan. Guna untuk memudahkan Tyler dalam perjalanan yang saat ini berada di gunung Aberoon maka Tyler memutuskan untuk menggunakan LAV Car. Dengan LAV Car maka Tyler bisa mempersingkat waktu yang diperlukan untuk pergi ke Andine Kingdom dan lebih menghemat waktu daripada berjalan yang mana akan memakan waktu lebih banyak. Serta dengan LAV Car maka Tyler bisa menghindari para monster yang terus berdatangan menyerang Tyler.


“(Menurut pak kepala desa itu, area di sekitar gunung banyak sekali monsternya, oleh karena itu penduduk desa memasang banyak pembatas pagar agar para monster tak turun dan datang menyerang desa)”. Ucap Tyler yang menaiki mobil LAV dan terus berjalan pada kecepatan 40-50 mil per hours.




Tyler yang sedang melihat keluar jendela mobil kemudian membuka jendela mobil dan memunculkan sebuah Sniper Rifle di tangan Tyler. Tyler melihat para monster yang mengejar LAV Tyler lewat Scope Sniper dan jari telunjuk tangan kanan Tyler berada di pelatuk senapan sehingga jari telunjuk Tyler menyentuh pelatuk Sniper. Tyler membidik melalui Scope dan saat telah tepat pada target maka Tyler pun menarik pelatuk Sniper.


Tyler terus menembak dan setiap selang ati tembakan Tyler menarik Bolt Handle Sniper. Satu per satu monster yang mengejar Tyler mati tertembak. Para monster berguguran mati tertembak oleh tembakan Sniper Tyler. Untuk bullet capacity magazine dari SVG 100 adalah 78 peluru. Sehingga setiap Tyler telah menenbak sebanyak 78 peluru maka Tyler melepas magazine yang sebelumnya dan menggantinya dengan Sniper Magazine yang baru.


Sembari LAV nya berjalan Tyler menembaki para monster yang mengejar di belakang Tyler dan sedikit demi sedikit tak ada monster yang mengejar Tyler karena mati tertembak SVG 100 Tyler.


SVG 100 dilengkapi dengan macam-macam gunfire attachments diantaranya ada Extended Mags untuk amount capacity dari ammo SVG 100 yang bisa menyimpan 36 hingga 78 peluru, Varix 3 Scope, Suppresor, Ballistics CPU, FMJ, Rapid Fire dan Stock Gun. Ada juga Recon Sight Scope yang mana meningkatkan 4 kali zoom magnification saat membidik di Scope sehingga area yang dapat dilihat user Sniper lebih luas dan lebih jelas tapi Tyler tak menggunakan Recon Sight tapi dengan Varix 3 Scope maka Optik magnification yang bervariasi itu dapat beralih antara magnification dari Recon dan Reflex hanya dengan menekan tombol.


Untuk Firing Rate dari SVG 100 adalah 42 Rpm. Ukuran dari peluru SVG 100 adalah 12.7x99 milimeter RAR dan panjangnya 1370 milimeter adapun berat dati SVG 100 sekitar 12 Kilogram. SVG 100 adalah senapan Sniper yang berasal dari negara Jerman. Dengan attachment Suppresor setiap tembakan SVG 100 tak terdengar oleh orang lain sehingga sangat cocok digunakan saat menyusup. Jadi jika SVG 100 dilengkapi Suppresor maka suara tembakan dari Sniper tak terdengar dan tak ada orang yang tau jika ada seorang Sniper sehingga membuat Tyler tak terdeteksi karena suara tembakannya senyap.