
[24 Oktyabr tahun 738]
Dalam perjalanan ekspedisi menuju ke Andine Kingdom Tyler menemukan sebuah desa terpencil yang sangat terpelosok dekat kaki gunung Aberoon dan desa tersebut bukan bagian dari negara manapun. Saat Tyler tiba di desa tersebut, para penduduk desa setempat nenyambut kedatangan seorang pengunjung.
Para penduduk desa setempat menyambut kedatangan Tyler dengan sambutan hangat dan meriah bahkan mereka menyajikan jamuan untuk pengunjung. Para penduduk desa tersebut sangat senang ketika ada orang yang datang berkunjung ke desa terpencil mereka karena sangat jarang dan sudah lama sejak terakhir kali desa mereka kedatangan pengunjung.
Jadi ketika ada orang yang datang berkunjung ke desa maka mereka akan menyambut pengunjung dengan senyuman sambutan hangat dan jamuan bermacam-macam hidangan. Para penduduk desa sangat antusias dalam menjamu tamu yang datang berkunjung dan sangat bahagia ketika ada orang yang mengunjungi desa mereka yang terpencil ini.
Para penduduk setempat menyajikan jamuan untuk Tyler dan mengatakan pada Tyler agar jangan ragu-ragu dan sungkan menerima jamuan yang mereka sajikan. Tapi dengan tegas Tyler harus menolak jamuan yang mereka sajikan karena dia harus segera pergi.
Tyler meminta maaf sebesar-besar nya karena telah menolak mentah-mentah dan membuat para penduduk desa kerepotan menyajikan jamuan untuk seorang pengunjung yang kebetulan datang ke desa ini.
Lalu seorang pria paruh baya berkulit putih sedikit kecoklatan yang merupakan kepala desa itu berjalan ke arah Tyler dan menghampiri Tyler. Saat kepala desa tersebut bertatap muka tepat di hadapan Tyler, kepala desa tersebut mengatakan agar Tyler menerima jamuan yang telah mereka sajikan dan tak perlu sungkan untuk menerima nya.
Akan tetapi Tyler sekali lagi dengan berkata bahwa dia semaaf-maafnya dengan berat hati harus menolak tawaran jamuan yang mereka sajikan karena dia hatus segera pergi melewati gunung yang berada di dekat desa tersebut.
Kemudian kepala desa tersebut mengatakan agar Tyler tak perlu minta maaf dan mereka tidak merasa kerepotan saat menyajikan jamuan sambutan untuk para pengunjung yang datang kemari. Kepala desa mengatakan justru mereka senang saat ada orang yang datang berkunjung ke desa mereka.
Tyler mengatakan pada kepala desa bahwa dia harus segera pergi ke gunung Aberoon yang berada di timur dari desa tersebut. Lalu kepala desa tersebut bertanya kenapa harus terburu-buru segera pergi, siapa orang ingin Tyler temui di gunung Aberoon.
Pak kepala desa tersebut memberi taukan pada Tyler bahwasanya tak ada manusia yang tinggal di gunung tersebut. Dan yang tinggal di gunung tersebut hanya hewan-hewan dan monster yang berbahaya.
Tanpa menghiraukan apa yang diberitahukan kepala desa Tyler langsung berbalik badan menghadap ke arah gunung Aberoon dan langsung berjalan pergi meninggalkan desa yang ada di dekat gunung.
[25 Oktyabr tahun 738]
Setelah pergi meninggalkan desa yang berada di dekat kaki gunung Aberoon sisi barat. Tyler melanjutkan ekspedisi nya dan mulai mendaki gunung Aberoon serta menelusuri gunung hingga pada height 837 meter.
Pada saat Tyler berada di dalam wilayah gunung Aberoon makhluk dunia Renelvon yang disebut monster selalu terus berdatangan menyerang Tyler. Untyk melawan para monster yang menyerang Tyler menghabisi mereka semua hanya dengan menggunakan pisau.
Tyler semasa World War III mengasah keahlian nya dalam bertarung menggunakan pisau guna mengantisipasi jika pada saat berada di medan perang dia kehabisan peluru dan satu-satunya cara untuk bertahan hidup di medan perang yang keras hanya dengan bertempur menggunakan pisau nya. Seorang Sergeant yang bertempur dalam regu yang sama dengan Tyler terkagum dan memuji keterampilan Tyler dalam menggunakan pisau untuk bertarung. Keterampilan dalam menggunakan pisau Tyler seperti saat slash dan throwing knife sangatlah bagus.
Dalam game Freusiegner yang dimainkan Tyler dikatakan bahwa kemampuan bakat dan berbagai keterampilan seorang player di dunia nyata akan sangat berpengaruh dalam bermain. Seperti jika seorang player di dunia nyata dia adalah seorang atlet beladiri maka Character Avatar tersebut akan seperti mensinkronisasikan kemampuan player yang dikuasai di dunia tak peduli apapun Job Character nya. Jadi Sposobnost’ yang dimiliki seorang player di dunia nyata nya akan sangat berpengaruh dalam game.
Karena game Freusiegner ini seperti mensinkronisasikan dalam segala aspek real life ke dalam game dan di transfer ke player seperti Pain Absorber dimana rasa sakit yang diterima character avatar Player akan ditransmisikan langsung ke otak Player sehingga esenisi rasa sakit yang dirasakan character game nya akan juga bisa dirasakan Player tapi tidak akan membahayakan nyawa Player. Hanya merasakan feel rasa sakit yang dirasakan charactet avatar player seolah character avatar player dalam game adalah tubuh fisik asli Player in real life.
Pada saat sudah tengah malam Tyler membuat camp dengan Camp Pouch semacam tools Camp Portable yang bisa dibawa kemana-mana. Walaupun Tyler berkemah sebenarnya dirinya yang saat ini seorang B.H.W tak memerlukan tidur, istirahat, makan dan minum. Tetapi Tyler berkemah hanya untuk break time sebentar dan mengevaluasi serta merancang rencana untuk ke depannya nanti apa saja yang diperlukan untuk rencana tersebut.
Karena setelah masuk cukup dalam ke dalam gunung Aberoon dengan berjalan kaki dan benar-beanr sudah dipastikan tak ada manusia yang tinggal di gunung tersebut yang akan melihat apa yang dilakukan Tyler. Maka Tyler memutuskan memakai LAV Car untuk menuruni gunung. Dan untuk kendali kemudi LAV Car dioperasikan oleh Nexus.
Sembari berjalan menaiki LAV. Tyler mengeluarkan sebuah senapan Sniper yaitu SVG 100 yang dilengkapi attachment Suppresor untuk menghabisi para monster yang terus mengejar Tyler walaupun Tyler sudah menggunakan LAV Car pada kecepatan 40 hingga 50 mil per hours. Walaupun para monster itu tak bisa mengejar LAV Tyler karena terlalu cepat sehingga mereka tertinggal jauh. Tapi para monster itu keras kepala benar-benar ingin mengejar LAV Tyler padahal tak bisa menyusul LAV Tyler.
SVG 100 Tyler pun barrel Sniper nya dikeluarkan saat jendela mobil sebelah kiri Tyler terbuka. Mata Tyler pun mendekat ke lensa Scope SVG 100 dan mulai membidik para monster sebagai target tembakan SVG 100. Jari telunjuk tangan kanan Tyler diletakkan di dekat pelatuk SVG 100 dan siap menarik pelatuk tersebut.
Pelatuk SVG 100 pun ditarik jari telunjuk tangan kanan Tyler dan monster yang menjadi target sasaran tertembak dan tubuh monster tersebut hancur berkeping-keping seperti meledak. Melihat hal tersebut Tyler agak terkejut dan berfikir sepertinya SVG 100 terlalu kuat untuk digunakan melawan monster seperti itu. Bahkan tembakan pertama membuat Piercieng Shoot dan menghancurkan monster yang berada di belakangnya juga. Kedepannya jika ingin melakukan serangan jarak jauh dengan Gunfire Sniper maka Tyler memutuskan untuk menggunakan Sniper semacam MSR dan jika MSR masih terlalu kuat Tyler akan menggunakan KAR 98K. KAR 98K adalah Sniper Rifle yang diproduksi dan sering dipakai pada saat World War II.
Tapi jika dengan KAR 98K juga masih terlalu kuat untuk melawan monster seperti itu. Tyler tak tau harus menggunakan apa lagi bahkan mungkin Tyler hanya akan memakai Pistol untuk menghadapi monster seperti itu kedepannya nanti. Karena Tyler tak memiliki panah di Inventory nya.
Dikarenakan sudah terlanjur Tyler memakai SVG 100 jadi Tyler harus melanjutkannya dengan memakai SVG 100 hanya selama di gunung Aberoon ini. Setelahnya mungkin Tyler tak akan lagi menggunakan SVG 100 saat melakukan serangan jarak jauh untuk menghabisi musuh kecuali jika musuh tersebut memang diperlukan SVG 100 untuk membunuh musuh tersebut maka Tyler akan menggunakan SVG 100 ketika Sniper seperti KAR 98K ataupun MSR sudah tak mempan lagi.
[06.44 RMT 27 Oktyabr tahun 738]
Sudah satu setengah jam semenjak matahari terbit. Akhirnya Tyler akan keluar dari daerah gunung Aberoon kurang dari 2,1 mil mil lagi. Tyler pun memberi tau Nexus bahwa dia memutuskan untuk turun di point ini dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Kemudian setelah Tyler keluar dari mobil LAV yang tadi dia kendarai LAV tersebut menghilang perlahan-lahan dan menjadi butiran partikel bercahaya yang berhamburan terbang di udara. Lama kelamaan partikel-partikel bercahaya yang berterbangan itu lenyap tanpa sisa dan LAV Car Tyler masuk kembali ke dalam Inventory nya.
Tyler tiba di sebuah dataran yang nampak dari luar menunjukkan pemandangan alam yang indah. Tapi ketika Tyler masuk ke dalam wilayah dataran bernama Fendelwis tersebut ada sangat banyak mayat bergelimpangan tergeletak di tanah. Ada juga yang sudah menjadi tylang belulang dan para mayat itu dikerumuni oleh belatung dan lalat. Vulture juga hinggap di sekeliling mayat-mayat itu untuk memakani mayat-mayat itu.
Selama beberapa saat Tyler menulusuri sekitar Fendelwis Plains tetapi hanya menemukan hal yang sama yaitu mayat, belatung, lalat dan senjata abad pertengahan yang tergeletak dan tertancap di berbagai tempat di dalam Fendelwis Plains.
Karena tak dapat menemukan hal bermutu di Fendelwis Plains maka Tyler memutuskan untuk berpindah tempat ke luar daerah Fendelwis Plains dengan Sposobnost’ Teleport Point. Dengan Teleport Point Tyler pun dalam sekejap berpindah tempat ke luar wilayah Fendekwis Plains dan lokasi tujuan Tyler berada sudah dekat.
Dari point Tyler terteleportasi keluar dari Fendeleis Plains di sisi timur laut, Tyler melakukan pengintaian dari jauh ke Andine Kingdom agar nengetahui seperti apa Andine Kingdom. Sehingga dari informasi yang didapatkan sehingga Tyler bisa menemukan solusi untuk menghadapi mereka.
[00.26 RMT 30 Oktyabt’]
Ketika sudah tengah malam Tyler yang tadinya mengintai dari Hiding Spot dekat Andine Kingdom Tyler pun berjalan mengendap-endap memasuki hutan kota Weliss untuk memasang Zheleznaya golova di dalam hutan.
Di saat sebelum memasuki hutan kota Weliss Tyler menggunakan Sposobnost’ Neobnaruzhivayemyy agar dia tak bisa dideteksi oleh orang lain dan sekaligus mengatifkan Night Vision mode serta Bio Sensor pada Advanced Google Tyler. Kemudian Tyler mengeluarkan Zheleznaya golova dari Inventory nya.
Muncullah satu Zheleznaya golova di depan Tyler dan Tyler menyegel Zheleznaya golova dengan Chain Seal pada kedua tangan dan kaki Zheleznaya golova sehingga Zheleznaya golova kesulitan bergerak. Dengan rantai itu maka Zheleznaya golova tak akan bisa lepas kendali sehingga sesuai yang telah direncanakan Tyler.
[06.47 RMT 30 Oktyabr’ tahun 738]
Setelah usai meletakkan Zheleznaya golova di dalam hutan kota Weliss, Tyler pun kembali ke point tadi Tyler melakukan pengintaian dan melanjutkan aktivitas mengintai nya.