
Pihak Catedral memberikan pengumuman ke seluruh kota di Alysria Holy Empire. Mereka menyebarkan kabar melalui papan pengumuman,lembaran kertas dan sebagainya kepada semua orang yang berada di Alysria Holy Empire bahwa mereka telah berhasil menangkap pelaku penyebar berita palsu dan ajaran sesat.
Baik pihak Imperial Catedral maupun penduduk setempat menginginkan agar orang yang menyebarkan yang mereka anggap itu suatu kebohongan yaitu tentang dewa palsu yang pelaku kejahatan penyebar ajaran sesat yang orang itu sebut “Razrushitel bogov”di berikan hukuman. Dan orang yang menyebarkan berita itu adalah seorang kakek tua yang berasal dari Korostelvo Kingdom bernama Dumbarton.
Beberapa pemuka agama di Alysria Holy Kingdom telah memutuskan hukuman yang akan diberikan kepada Dumbarton. Bentuk hukuman yang diberikan oleh pihak Imperial Catedral adalah hukuman eksekusi mati.
[15:00 RMT 15 Sentyabr tahun 738]
[Dira - Capital City of Alysria Holy Empire]
Oracle bernama Dumbarton dikabarkan akan dieksekusi di hadapan publik pada esok tepatnya saat tengah hari. Berita hal tersebut dengan cepat menyebar ke seluruh tempat Alysria Holy Empire. Para pendatang dari negeri lain yang datang ke Alysria Holy Empire pun mengetahui akan hal tersebut.
Sementara itu Beatrice yang mengetahui hal itu dan berfikir bahwa mungkin ini bisa jadi merupakan informasi penting yang berharga yang harus diketahui oleh Master.
Beatrice langsung bergegas menuju lokasi yang tertera di papan pengumuman. Beatrice berjalan menuju kota Deutcher tempat pelaku akan dieksekusi.
Setelah mencapai tempat yang sepi Beatrice mengaktifan Assassin mode sehingga dapat dengan cepat sampai ke kota Deutcher tanpa diketahui siapapun dan menjadi perhatian.
< Activate Neobnaruzhivayemyy >
< Activate Nevidimyy >
“Telah mengaktifkan Navyk Neobnaruzhivayemyy dan Navyk Nevidimyy “. Ucap Beatrice sedang posisi sedia di sebuah lorong sepi kota.
Woosh (Suara hembusan angin kencang)
“Assassin K 083 dalam perjalanan menuju lokasi”.
Sebagai unit Assassin sudah sepastinya Beatrice atau Assassin K 083 memiliki Navyk Neobnaruzhivayemyy dan Nevidimyy walaupun Navyk Nevidimyy milik Beatrice hanya bisa aktif selama beberapa menit.
Assassin K 083 yang menjadi Beatrice berlari melesat dengan cepat seperti hembusan angin kencang. Keramaian orang – orang yang berada di lorong kota terkena lesatan hembusan saat Beatrice berlari dan ada yang bajunya tersingkap karena terhempas angin dari lesatan lari Beatrice.
Beatrice saat berlari menghindari setiap orang yang berada di hadapannya dengan sangat cepat seperti mobil sport yang melaju di tengah lorong kota. Dengan kecepatan 62 mil/jam Beatrice terus berlari menuju kota Deutcher lokasi Oracle bernama Dumbarton berada.
Karena terus membuat orang orang terhempas saat Beatrice berlari kemudian Beatrice melompat ke atap-atap bangunan kota. Terus berlari dan melompati dari satu bangunan ke bangunan lain dengan cepat akhirnya Beatrice tiba di kota Deuther lokasi Oracle bernama Dumbarton akan dieksekusi.
Sesampainya Beatrice di dekat dinding benteng masuk kota Deutcher Beatrice berhenti berlari di balik pohon dan kemudian menonaktifkan Navyk Neobnaruzhivayemyy dan Nevidimyy nya.
“Deactivate Neobnaruzhivayemyy. Deactivate Nevidimyy “. Ucap Beatrice dengan suara kecil menonaktifkan Navyk Neobnaruzhivayemyy dan Nevidimyy nya.
Setelah menonaktifkan Navyk Beatrice berjalan keluar dari balik pohon ke gerbang masuk kota Deutcher.
“Sangat banyak orang yang berdatangan ke kota ini. Padahal kota ini hanya sebuah kota biasa dekat dengan kota yang berada di perbatasan Alysria Holy Empire”. Ucap Beatrice dengan suara kecil sambil berjalan memasuki gerbang batas kota Deutcher.
Jalan masuk kota Deutcher sangat ramai. Banyak macam orang berdatangan ke kota. Tidak hanya manusia. Hunimal, Dwarf, Wooden Elf, Lizardman juga datang ke kota Deutcher.
[17:00 RMT 15 Sentyabr tahun 738]
[Kota Deutcher – Alysria Holy Kingdom]
Beatrice berhasil masuk kota dan melewati Knights penjaga gerbang masuk kota. Kemudian Beatrice berjalan ke lorong sepi kota Deutcher ke Catedral.
Saat melewati lorong sepi Beatrice mengaktifkan Navyk Nerazborchivo dan Nevidimyy sehingga Beatrice bisa diam-diam menyusup ke Catedral tanpa diketahui oleh siapapun.
Setelah Beatrice mengaktifkan Assassin mode Beatrice langsung berlari menuju ke Catedral kota Deutcher tempat Oracle bernama Dumbarton ditahan.
Beatrice berlari dengan kedua tangan ke belakang dan kepalanya fokus menatap ke depan seperti ninja ke Catedral.
“Hampir sampai. 200 meter sampai lokasi target”. Ucap Beatrice sambil berlari di lorong kota yang sepi nan sempit.
Keempat pria yang nampak seperti tak ramah dan brandalan itu terkejut melihat seorang gadis dengan kain hitam menutupi wajah.
“Siapa kau?”. Tanya pria bertubuh besar dengan tinggi 172cm dengan suara keras bertanya pada gadis yang tuba-tiba muncul dengan penutup wajah yang adalah Beatrice.
“Cih. Ketahuan?!”. Gumam Beatrice
“ Kalian tidak perlu tau siapa aku. Jikalau kalian menghalangiku maka akan kubunuh kalian”. Ucap Beatrice mengintimidasi keempat pria yang menghalangi Beatrice.
“Bunuh?. Kau pikir kau siapa, hah?”. Dengan sombong pria bertubuh besar yang tadi bertanya pada Beatrice meremehkan Beatrice.
“Kau pikir kau bisa mengalahkan kami”.
“Gadis manusia lemah sepertimu mengalahkan kami berempat? Ha..ha..haa...lucu sekali”.
“Dasar gadis angkuh tidak tau diri”.
Pria berusia 30an tahun berjalan ke arah Beatrice dengan mengepalkan telapak tangan kanan dan mengerahkan pukulannya ke Beatrice. Beatrice dengan mudah mengelak pukulan pria itu. Lalu pria yang berada di sebelah kiri pria bertubuh besar juga menyerang Beatrice dengan sebilah pisau.
Pria dengan pisau itu mengarahkan pisaunya ke Beatrice namun tangan kanannya yang menggengam pisau ditangkap Beatrice demgam tangan kanannya lalu mencengkram tangan kanan bagian hasta sehingga pria itu kesakitan dan menjatuhkan pisaunya ke tanah. Pisau itupun terjatuh ke tanah lalu dengan cepat Beatrice mengunci tangan kanan pria yang tadi menyerang Beatrice dengan pisau ke belakang pundak pria itu.
“Empat lawan satu. Selain itu lawan kalian hanya seorang gadis, apa kalian tak punya rasa malu?”. Ucap Beatrice memprovokasi keempat pria itu dan membuat mereka menjadi semakin marah.
“Kau pikir sudah menang?!”. Ucap pria bertubuh besar
“Serang dia!”. Ucap pria bertubuh besar memerintahkan pria di belakangnya menyerang Beatrice.
Pria yang berada di belakang Beatrice dan yang tadi berada di belakang pria bertubuh besar bersamaan menyerang Beatrice.
“(dari dua sisi?)”. Ucap Beatrice dalam pikirannya sambil sedang mengunci pria yang tadi menyerangnya dengan pisau.
Beatrice melepaskan pria yang dia kunci dan menendang pria yang menerjangnya dari belakang dengan kaki kiri. Lalu dengan kaki kanan Beatrice melemparkan pisau yang tergeletak di tanah lalu menangkap pisau melayang itu dengan tangan kanan Beatrice dan menikam dari belakang tepat bagian jantung pria yang tadi menyerang Beatrice dengan pisau.
Pria yang ditusuk Beatrice itupun tertusuk dan jatuh ke tanah dan mati terkapar di tanah dengan darah yang mengalir keluar di tanah saat terkapar di tanah. Lalu pria yang tadinya di belakang pria bertubuh besar mengepalkan tangan kanannya untuk memukul Beatrice dengam raut wajah marah.
“Aaa, mati kau!”. Pria yang menyerang dari depan Beatrice dengan mengarahkan pukulannya ke Beatrice sambil berteriak.
Beatrice kemudian melakukan tendangan dari samping dengan kaki kirinya ke kepala pria yang akan memukul Beatrice. Tendangan Beatrice mengenai kepala pria itu dan kepala terputus saat terkena tendangan Beatrice.
Dua pria yang menyerang Beatrice telah mati terbunuh dan pria yang menyerang dari belakang Beatrice dan ditendang Beatrice terhempas ke tembok dengan kencang. pria yang terhempas ke tembok itu terluka parah dan pingsan.
“Lumayan kuat juga. aku tak menyangka kau mengalahkan tiga orang bawahanku”. Ucap pria bertubuh besar dan berjalan ke arah Beatrice.
“(Hoo..Hunimal kah?)”. Ucap Beatrice dalam pikirannya saat melihat pria bertubuh besar itu berjalan mendekati Beatrice dan ternyata pria itu adalah Hunimal Fox.
Pria Hunimal Fox itu dengan cepat memukul Beatrice dengan tangan kanannya dan mengenai wajah Beatrice. Kain yang menutupi wajah Beatrice pun terlepas saat terkena pukulan pria Hunimal Fox itu.
“(Sesuai data yang diberikan Master. Ras Hunimal memiliki kecepatan dan kekuatan fisik melebihi manusia)”. Ucap Beatrice dalam brain circuitnya setelah terkena pukulan tangan kanan pria Hunimal Fox.
“Hee..kalau orang biasa setelah terkena pukulan itu akan terhempas dan terluka. Tapi kau bahkan tak terhempas san juga terluka setelah terkena pukulan itu”. Ucap pria Hunimal Fox setelah memukul wajah Beatrice.
“Begitu?”. Ucap Beatrice dengan tenang menghadapi pria Hunimal Fox di hadapannya.
“(waktu telah menunjukkan jam 21:56 RMT. Sepertinya aku terlalu lama hanya untuk menghadapi empat orang)”. Ucap Beatrice dalam pikirannya saat melihat tampilan waktu di visual screennya.
Sebuah combat knife muncul di tangan Beatrice. Pria Hunimal Fox itu terkejut saat melihat Beatrice tiba-tiba memunculkan sebuah pisau.
“(Dia bisa magic? Tapi aku tak pernah melihat magic memunculkan benda sebelumnya)”. Ucap pria hunimal fox dalam pikirannya terkejut melihat gadis di hadapannya bisa menggunakan magic.
[21:57 RMT 15 Sentyabr tahun 738]
[Lorong kecil sepi di kota Deutcher]