
[25 Oktyabr’ tahun 738]
[Gunung Aberoon]
“(Dari yang dikatakan Gospodin kepala desa, tak ada orang tinggal di gunung Aberoon dan yang ada di gunung Aberoon hanya hewan dan monster yang akan menyerang siapapun yang masuk ke area pegunungan tersebut)”. Ucap Tyler dalam benak pikirannya mengutip apa yang dikatakan seorang pria paruh baya yang bertemu dengan Tyler di sebuah desa yang berada di dekat kaki gunung Aberoon dan pria tersebut adalah kepala desa dari desa terpencil yang berada dekat kaki gunung.
Tyler berjalan masuk ke area gunung dan melewati pagar pembatas yang dibuat penduduk desa untuk menghalau dan menghalangi monster di gunung datang menyerang desa.
Penduduk desa juga membuat parit yang cukup besar nan luas yang dipasang di sekitar area kaki gunung agar monster dari gunung tak dapat menyerang desa.
[16.40 RMT 26 Oktyabr’ tahun 738]
Matahari hampir terbenam dan Tyler telah masuk cukup dalam ke area gunung Aberoon. Sudah beberapa kali Tyler diserang oleh monster dan Tyler melawan semua monster tersebut hanya dengan pisau.
“(Aku sudah masuk cukup dalam dan mencapai pada ketinggian 835 meter dan tak terlihat ada satupun manusia di gunung, Mungkin yang dikatakan kepala desa itu benar)”. Ucap Tyler dalam benak pikirannya sambil terus berjalan dan menebas dengan pisau setiap monster yang menerjang Tyler.
“(Sejauh ini tak ada satupun manusia yang nampak di area gunung ini semenjak aku masuk hutan gunung, mungkin aman untuk menggunakannya karena tak ada orang yang melihat, dan dengan menggunakan itu akan menghemat waktu dan mempercepat aku untuk mencapai lokasi tujuan)”. Ucap Tyler dalam benak pikirannya.
Sebuah mobil LAV (Light Armoured Vehicle) berwarna hitam muncul di hadapan Tyler. Dengan menggunakan LAV maka Tyler bisa menghindari para monster dan bisa sangat menghemat waktu saat perjalanan.
Tyler pun mendekat ke pintu kiri mobil LAV dan pintu tersebut otomatis terbuka lalu Tyler masuk ke dalam mobil walaupun agak sempit karena tubuh Tyler yang cukup besar. Kemudian pintu kiri LAV itu otomatis tertutup kembali dan LAV Tyler segera jalan pergi melanjutkan perjalanannya. Untuk kendali kemudi mobil LAV akan dikontrol langsung oleh Nexus.
“LAV K 433 has been controled”.
“Turn On the Engine”.
“Memulai berkendara”. Ucap Nexus melalui saluran advanced radio di LAV K433 mengambil alih kemudi mobil.
Mobil LAV berjalan melaju pada kecepatan 40 hingga 50 mil per hours. Sementara itu para monster terus berdatangan dari segala arah tuk menyerang Tyler yang berada di dalam LAV.
Tyler memunculkan sebuah senapan Sniper yang merupakan senapan yang diproduksi pada era Cybernatics yang dia keluarkan dari Inventory nya. Dengan menggunakan SVG 100 Tyler akan membasmi setiap monster yang berdatangan menyerang Tyler dan menghalangi perjalanan Tyler untuk pergi ke Andine Kingdom.
Tyler mulai membidik dengan mendekatkan tatapan matanya ke lensa Varix 3 Scope SVG 100 dan menargetkan monster-monster di sekitar mobil walaupun mereka agak tertinggal jauh karena tak bisa menyusul LAV Tyler yang melaju pada kecepatan 40 hingga 50 mil per hours dan bagi para monster tersebut kendaraan Tyler terlalu cepat untuk mereka kejar.
Telunjuk jari tangan kanan Tyler bersentuhan dengan pelatuk Sniper SVG 100 dan siap menembak monster. Tyler pun menarik pelatuk SVG 100 dan monster yang terkena tembakan tersebut mati hancur karena terkena tembakan SVG 100. SVG 100 dengan attachment normal didesain untuk menembus titanium yang tidak terlalu tebal sedangkan SVG 100 yang dilengkapi attachment Muzzle Brake bisa menembus titanium hanya dalam sekali tembak.
“(Eeeh...sepertinya SVG 100 terlalu kuat untuk digunakan pada makhluk seperti mereka, lain kali aku akan menggunakan Sniper semacam MSR mungkin untuk menghadapi target seperti mereka)” Ucap Tyler dalam benak pikirannya agak terkejut melihat monster yang dia tembak hancur dengan mudahnya dengan SVG 100 dan hanya dengan sekali tembak saja.
Setelah menembak sekali Tyler menarik Bolt Handle Sniper dan bersiap menembak lagi. Setiap selang sekali menembak, Tyler menarik Bolt Handle Sniper dengan tangan kanannya dan setelah menembak monster sebanyak 78 kali maka Tyler melepas Magazine SVG dan menggantinya dengan Clip Ammo Magazine yang baru dan seterusnya.
Mayat monster-monster yang telah Tyler bunuh tergeletak di tanah dan berserakan di berbagai penjuru hutan gunung sepanjang jalan yang Tyler lalui dan sudah ribuan monster yang Tyler bunuh selama berada di gunung Aberoon dengan menggunakan SVG 100 dan pisau pada hari pertama di gunung Aberoon.
“(Yosh, tinggal 2 mil lagi menuruni gunung dan keluar. Aku akan turun disini dan melanjutkan perjalanan dengan kembali berjalan kaki karena jika tetap memakai LAV sepertinya akan mencolok dan bisa saja ada yang melihatnya. Lagipula sudah tak ada monster yang datang mengejar jadi aman)”. Ucap Tyler dalam benak pikirannya.
“Cukup sampai sini saja, dari sini aku akan berjalan kaki lagi”. Ucap Tyler memberi tau Nexus yang mengontrol kendali kemudi LAV yang Tyler gunakan.
Mobil LAV yang dinaiki Tyler pun berhenti. Kemudian pintu sebelah kiri Tyler otomatis terbuka dan Tyler keluar dari mobil lalu menutup kembali pintu mobil. LAV yang tadi digunakan Tyler berkendara selama berada di gunung Aberoon pun menghilang menjadi butiran partikel berkilauan yang berterbangan di udara lalu lenyap dan LAV itupun kembali ke dalam Inventory Tyler.
Tyler mengevaluasi hal yang terjadi selama dia di gunung Aberoon “(Sudah kuduga ada yang aneh, selama aku menembak menggunakan SVG 100 untuk menghabisi semua monster yang akan menyerangku, aku sama sekali tak kehabisan peluru dan bisa terus menembak sebanyak apapun, sepertinya ini ada keterkaitannya dengan sebuah kata ‘Beskonechnyy’ yang tiba-tiba muncul terlintas dalam pikiranku saat aku mengeluarkan Invisible Spy Drone dari Inventory yang kugunakan untuk mengamati dan mengikuti rombongan Knights dari Andine Kingdom yang waktu itu datang untuk menyerang salah satu kota Regalia Country yaitu kota Maneda)”. Ucap Tyler dalam benak pikirannya sambil terus berjalan kaki menuruni gunung dan keluar dari area gunung Aberoon.
[06.44 RMT 27 Oktyabr’ tahun 738]
[Dataran Fendelwis]
Tyler pun berhasil keluar dari area gunung Aberoon dan sampai di sebuah dataran yang ada berbagai macam tanaman, pepohonan dan bunga yang nampak seperti sebuah tempat yang indah nan tentram.
“(Sebuah tempat yang tentram, ya)”. Tyler agak terkagum melihat pemandangan dataran yang terdapat hewan yang bisa bebas makan dan minum apapun yang ada di tempat tersebut serta burung-burung berkicauan.
“(Sepertinya saat era Cybernatis di bumi hampir tak ada tempat seperti ini)”. Ucap Tyler dalam benak pikirannya tiba-tiba teringat kampung halaman tempat Tyler berasal.