I Love You Uncle

I Love You Uncle
bertemu di taman kota



susi yang mendengar cerita mega, bahwa nina yang memutuskan janji, dia hanya diam, dia sudah memikirkan pasti nina akan membencinya, dan akan berakibat fatal dengan persahabatan mereka yang sudah terjalin lama selama 6 tahun.


mega yang melihat respon susi hanya diam tanpa menunjukan ekspresi apa lagi mengeluarkan sepatah kata, dia pun penasaran dibuatnya.


" lu kenapa diam aja?" tanya mega.


" emmm,,,,,gue penyebab semuanya meg" jawab susi dengan mata berkaca kaca


" maksud lu apaan? gue ngak ngerti" jawab mega.


" gue jadian sama nando di belakang nina, dan nina juga udah tau meg" ucap susi dengan linangan air mata.


"gilaaa lu siiiii,,,,gue ngak nyangka lu setega itu" ujar mega pada susi.


" lu tau kn nina sama nando punya hubungan, kok bisa-bisa nya lu hadir di tengah mereka " ujar mega.


" gue tau, gue salah tapi ijinin gue kali ini egois " kata susi yang nangis sesegukan.


mega juga merasa kasian dengan susi, tapi dia juga bingung harus gimana, berada di jalan tengah membuat dia serba salah.


"meg, bantuin gue, biar nina maafin gue" pinta susi.


" gue gak janji, tapi gue usahakan juga ya" ujar mega.


usai sudah jam istirahat, nina langsung balik ke kelas, dia memainkan ponsel miliknya, dilihat ada pesan masuk dari uncle david


๐Ÿ“ฉ uncle : okeh, gpp, cemungutt๐Ÿ˜๐Ÿ˜


nina tersenyum membaca pesan dari uncle david.


di perusahan twins group.


david terlihat masih sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk di depannya. diliriknya jam sudah pukul 13.45 wib, david baru menyadari, kalau dia ada pertemuan rapat dengan om wahyu Ceo perusahan gerceon group di kantor om wahyu.


" astagaaaaa,,,,gue ada janjian dengan om wahyu" kata david seraya melihat jam tangannya.


" tapi ini berkas masih banyak, apa gue suruh iyan aja yang pergi ? " tanya david pada dirinya sendiri.


david pun menelpon iyan


drttt, drttt,,,panggilan tersambung.


๐Ÿ“žiyan : ada apa bro?


๐Ÿ“ždavid : keruangan saya sebentar.


iyan pun berjalan menuju ruangan david.


" ada apa bro ? "tanya iyan


" hari ini ada rapat dengan ceo gerceon group tentang kerjasama perusahan di amerika, lu bisa gantiin gue kan" pinta david


" baik boss " kata iyan.


"bro gue dengar-dengar om wahyu punya anak gadis yg cantik ya " tanya iyan sambil menyunging senyuman.


" apann sih lu, sok tau " kata david, yang engan membahas pertanyaan iyan. walaupun dia tau sebenarnya yang di katakan iyan benar.


" ya udah lu berangkat gih sana, takutnya om wahyu lama nunggu " titah david.


" lu ngusir gue " sewot iyan.


" menurut lu?" ujar david.


" gile lu jahat amat lu jadi atasan " ucap iyan dengan kesal.


"emmmm" ucap david.


" ya udah deh gue cabut dulu ya, gak enak juga sama om wahyu kelamaan nunggu nantinya " kata iyan seraya melihat jam tangannya.


iyan pun meninggalkan ruangan david, dia pergi langsung ke perusahan papa nina gerceon group.


di waktu bersamaan


setelah pulang sekolah, dalam perjalanan nina melihat jam tanganya " hemm masih awal juga " gumam nya.


" pak, kita kekantor papa aja ya " pinta nina pada supirnya.


" baik non " jawab pak ahmad.


tak beberapa lama mereka tiba di perusahan papanya, memasuki kawasan yang besar, nan megah, perusahana gerceon group memang termasuk perusahaan yang terbilang maju dan kaya, dari desain bangunannya nan megah, apa lagi di tambah ceo nya yang baik hati dan bijaksana, banyak perusahaan yang mengajak untuk kerjasama.


" pak ahmad, pulang duluan aja, nanti nina pulangnya bareng papa aja" ucap nina pada supirnya.


" baik non" jawab pak ahmad.


nina pun keluar berjalan memasuki kantor papanya, dia berjalan mendekati meja resepsionis. si resepsionis pun tersenyum melihat nina.


" hy mbak,,," sapa nina.


" silahkan langsung masuk aja non" kata resepsionis pada nina,


nina berjalan menuju ruangan papanya,,,


di sisi lainnya;


sekolahan nampak mulai sepi, hanya sisa para guru dan beberapa orang siswa yang berkepentingan lainnya yang belum pulang. mega duduk di bangku ujung sekolah, dia memikirkan bagaimana caranya membantu susi, bagaimana pun juga, susi dan nina sahabatnya dan dia ngak mau di hadapi kata memilih antara keduanya. kalau dia sekali berteman dengan nina dan sekali berteman dengan susi, sama halnya dia juga munafik dihadapan kawannya.


" gue ajak nina ketemuan aja " gumam mega.


๐Ÿ“žnina : ada apa meg ?


๐Ÿ“ž mega : bisa ketemuan bentar ngak? ada yang pengen gue bahas,,


๐Ÿ“žnina : emmmmm boleh,,,dimana?


๐Ÿ“žmega : ditaman kota aja, gue sekarang lagi di sekolah, tapi ngak lama kok nyampe ke taman.


๐Ÿ“ž nina : okeh gapapa gue juga masih di kantor bokap gue.


๐Ÿ“ž mega : oke


tut,,tut,,tut,, panggilan terputus


selesai menelpon, mega langsung beranjak dari tempat duduknya, dia menuju parkiran mobil, dan langsung menginjak gas, menuju taman kota.


nina yang sudah berada di perusahaan papa nya pun, langsung putar arah, dia berjalan balik keluar kantor.


di waktu bersamaan iyan yang memasuki perusahaan gerceon group langsung menuju meja resepsionis. setelah berbasa basi di meja eesepsionis iyan langsung berjalan menuju ruangan om wahyu Ceo mereka.


nina yang berjalan sambil melihat layar ponsel dengan langkah buru-burunyaa, tidak sengaja menabrak seseorang 'brukkkk' hp nina terjatuh.


" ahh sial " kata nina yang terjatuh dan langsung mengambil ponselnya.


orang yang nina tabrak adalah iyan, walaupun nina berbicara pelan namun masih kedengaran jelas di pendengaran iyan.


" siapa yang sial? " tanya iyan yang menatap nina.


" ehh anu,,,itu tuann,, hp saya sial " jawab nina asalan.


" ouh,,," kata iyan.


" sekali lagi saya minta maaf tuan," ucap nina.


" kamu anak magang kan, lain kali kalau bersifat di kantor harus profesional jangan gegabah dan jangan terlalu berleha leha " nasihat iyan pada nina.


" eh anak magang ?" , kok bisa gue dibilang anak magang? apa karena gue pake seragam sekolah .di kantor kali ya?" gumam nina dalam hatinya.


" baik tuaan, kalau gitu saya permisi dulu " pamit nina.


setelah nina pergi, iyan memperhatikan nina berjalan keluar kantor yang hanya menampakkan punggung belakangnya


"uwuuu seger banget anak magang itu hehehe" batin iyan.


" yahh gue ngak bawa mobil nih, pesan taksi aja deh " gumam nina yang sudah berada di luar kantor papanya


setelah beberapa menit menempuh perjalanan dari kantor ke taman kota akhirnya sampe juga di tempat tujuan. dari kejauhan nampak mega duduk di bangku di tengah taman yang menunggu nya, nina langsung menghampiri.


" sorry gue tlat, tadik macet di jalan " ujar nina yang duduk di sebelah mega.


" gapapa kok, gue juga blom lama nyampe nih " kata mega.


" kita bahas apa meg?" tanya nina yang langsung to the point nya.


" emm sorry kalau gue ikut campur urusan pribadi lu, tapi gue sebagai sahabat lu, ngak mau persahabatan kita jadi renggang " ucap mega.


" langsung to the point aja" kata nina pada mega, yang sepertinya bertele-tele menjelaskan.


mega menarik nafas dalam-dalam, dan mengeluarkannya


" lu bisa kan maafin susi? " tanya mega.


" emang buat apa?" tanya nina balik.


" gue ngak mau persahabatan kita hancur gara-gara hal sepele" jawab mega.


" emang lu tau apa yang dia perbuat?" tanya nina lagi.


mega menggangukan kepalanya.


" lu tau, sekali pengkhianat, tetap pengkhianat " ujar nina dengan senyum sinisnya.


" lu kok ngomong gitu? gimana pun gitu dia tetap sahabat kita " jawab mega karena merasa tidak terima susi di bilang pengkhianat.


" seorang sahabat tuh ngak bakalan mengkhianati, gue beri air susu, di balas air tuba, apa seperti itu di katakan sahabat?" tanya nina dengan nada penekanan.


" pleaseee,,,lu ngak usah egois nin " pinta mega.


" gue egois lu bilang ? trus bagaimana mereka yang bermain di belakang gue!!!, tanpa mikir perasaan sakit hatii gue!!! apa seperti itu bukan egois!!?? " tanya nina dengan buliran air mata.


" ninnn,,,,,," kata kata mega terpotong


" lu ngak ngerasa jadi gue,,lu berkata ke gue seolah-olah gue yang menindas, dan susi korbannya!!! lu salah meg,,," kata nina yang berlari meninggalkan mega.


" kenapa jadi begini" gumam mega.


sementara di tempat lain.


di perusahan gerceon group.


setelah 1 jam lebih rapat pertemuan iyan dan pak wahyu, akhirnya selesai juga, dengan membuat beberapa keputusan hasil dari rapatnya, yang di buat sebagai berita acara tanda kesepakatan kedua belah pihak. mereka berjabatan tangan tanda rapat berakhir.


" om " panggil iyan


" ada apa ?" jawab pak wahyu.


" disini ada anak magang ya?" tanya iyan