
" ninaaa..."
nina yang mendengar suara memanggil namanya langsung kaget, karna melihat sosok pria yang iya khawtirkan tuan rindu dan cinta yang mendatangkan kesedihan baginya.
" eh eh uncle, ada apa?" tanya nina.
" kamu ngapain sendirian di taman" tanya david yang menatap manik mata nina untuk mencari jawabanya.
" tatapan ini sangat indah uncle, aku menyukai tatapan indah ini" batin nina.
" hey, kok diem ngak di jawab? " ujar david
" eh, eh maaf uncle nina sekedar cari angin aja kok " ujar nina berbohong.
" ngak baik cewek kalau malam berkeliaran " kata david.
" iya uncle, nina juga mau pulang sekarang " jawab nina yang beranjak dari tempat duduknya.
" nina...." panggil david.
nina langsung menoleh kebelakang ke arah david, sambil menaikan alisnya tanda tanya.
" kita makan malam aja dulu yuk, ini kan belum terlalu larut malam ngak ada salahnya kan?" tanya david.
nina nampak berpikir sejenak untuk mengiyakan ajakan david, nina kemudian menerima ajakan david, toh dia juga belum makan malam saat di party tadi.
" nina kita satu mobil aja ya, biar uncle iyan yang bawa mobil mu " kata david.
" uncle iyan ada ?" tanya nina.
"ya tentu" jawab david.
mereka berjalan menuju mobil david yang berada di pinggir taman, setelah sampai david langsung berbicara dengan iyan agar membawa mobil nina mereka akan makan malam di restoran.
" dasar tukang php lo broo, pacaran sama anita tapi masih bisa nya elo ngajak nina jalan, awas nanti kalau terjebak dalam dua cinta baru tau rasa lo,,emang kampret luu, " maki iyan pada david
"kesel gue coba nina buat gue aja hehehe" ucap iyan cengengesan.
" uncle kok bisa liat nina di taman?" tanya nina yang memulai pembicaraan.
" ya bisa lah, kan uncle juga mau pulang lewat jalan itu " jawab david santai.
" uncle pulang ngantor ?" tanyanya lagi.
" hem " jawab david.
mobil mereka terpakir di sebuah restoran mewah, mereka masuk dan menduduki meja di tengah tengah, mereka memesankan makanannya masing masing, sambil menunggu makanan datang mereka bertiga berbincang bincang ringan.
" nina kamu kapan berangkat ke amerika " tanya iyan.
" lusa uncle, nina akan pergi ke amerika " jawabnya.
" oh ya kah? bukan kah itu begitu cepat ?" timpal david.
" engak uncle, perkuliahannya akan segera di mulai kok" jawab nina.
makanan mereka terhidang rapi di meja, mereka memulai menyantap makanan mereka tanpa mengeluarkan suara, setelah selesai makan, david dan iyan mengantarkan nina pulang. mobil nina di bawa iyan dan nina satu mobil dengan david.
" hem,, bentar lagi kamu akan ke amerika, uncle pasti bakalan rindu " ujar david.
'mata nina langsung melotot mendengar kata david, ada rasa bahagia di balik terselip tatapannya. nina menetralkan perasaan nya agar tenang.
" hem bukannya uncle ada kekasih? mengapa mesti merindukan ku?" tanya nina yang berharap dapat jawaban lebih dari david.
" dasar gadis bodoh,,," jawab david sambil mencubit hidung nina.
" maksud nya ?" tanya nina.
" aku akan merindukan mu, karena aku merasa kamu seperti adik ku sendiri " jawab david tersenyum.
' deg,,deg,,,' bahkan secuil kalimat itu mampu mengoncangkan sesak dadanya, nina menetralkan gumuruh dadanya.
" astaga,,apa yang aku pikirkan sejauh ini " batin nina.
" nina, uncle akan datang menemui mu di bandara, uncle harap kamu bisa jaga diri di amerika " ujar david.
" uncle begitu perhatian dengan aku, tapi aku terlalu bodoh untuk mengartikan kebaikan mu uncle, jangan buat aku salah paham dengan perhatian mu " batin nina dalam hati.
mobil mereka masuk ke halaman besar rumah nina, nina keluar dari mobil dan mengucapkan terimakasih pada uncle iyan dan david. nina langsung berjalan menuju kamarnya, dia merebahkan diri dan terlelap tidur.
matahari yang menembus dari kaca jendela kamarnya, membuat terusik tidurnya, ' whommm',,,sambil mengucek ngucek matanya.
" mama..." sapa nina yang melihat mama menyibak gorden jendelanya.
" hmm.." jawabnya yang melihat ke arah nina.
" tumben mama pagi pagi ke kamar nina " ujar nina pada mamanya.
" emm,,,mendingan kamu liat jam dulu deh sayang" jawab mamanya.
nina mengambil ponsel di sampingnya ternyata sudah jam 08.23 wib. nina tercengang melihat jam di ponselnya, sambil mengaruk garuk kepalanya dia tidak habis pikir bisa setelat ini dia bangun.
" oke mama " jawab nina.
setelah mamanya keluar nina langsung berjalan menuju kamar mandi dia memulaikan acara ritual mandinya, dia berendam dalam bath up menikmati aroma sabun lavender, menyengat di indra penciumannya. dia nampak berpikir tentang keberangkatannya besok ke amerika
" aku harus sedih atau senang di hari esok?" tanya nina pada dirinya.
setelah hampir dua puluh menit nina menyudahkan acara ritual mandinya. setelah berganti pakaian nina bersiap turun ke bawah untuk sarapan.
di sisi lain.
📩 anita : Ma, nanti mama makan siangnya sama om wahyu kan?
📩 mama : iya sayang, jam 12.00 kamu tunggu aja di depan kantor mama.
📩 anita : oke.
di kantor david.
dua pasang kaki berjalan menuju meja meeting, hari ini perusahaan mereka akan ada rapat evaluasi pada kinerja setiap karyawan masing masing. meeting ini di pimpin langsung oleh direktur mereka david. hampir 2 jam lebih akhirnya selesai juga rapat evaluasinya. mereka keluar dari ruangan dan berjalan menuju ruangan masing masing.
" bro gimana perkembangan perusahaan di amerika " tanya david pada iyan.
" siip aman bos " jawab iyan.
" bro gue mau nanya nih ama elo, sebenarnya elo suka sama siapa anita atau nina? " tanya iyan to the point pada david.
" maksud elo " tanya david yang seketika memberhentikan langkahnya.
" ya kali cinta elo sama anita hanya sebuah obsesi bukan benaran cinta, sedangkan elo cinta sama nina tapi tidak bisa meyakinkan ke diri lo sendiri bahwa lo tuh sebenarnya ada perasaan " jawab iyan.
" ngaco lo ngomong, ya engak mungkin kayak gitu " bantah david.
" heheheh kan gue cuma nebak sorry bro ,,kalau begitu gue masih ada harapan dekatin nina,, yess!!" kata iyan.
malas mendengar ocehan iyan lebih lama david bergegas berjalan menuju ruangannya dan merebahkan diri di bangku kebesaranya. kata kata iyan terus terngiang di telinganya antara obsesi dan cinta benaran.
" arrrggghhhh,,,,,kurang ajar iyan " erang david.
jam menunjukan pukul 12.09 Wib.
anita sudah berada di di depan kantor tempat mamanya bekerja dia menunggu di luar sesuai perintah mamanya.
" wow,,megah sekali kantor ini, hem ngak kebayang deh kalau aku jadi anak om wahyu semua ini pasti jadi warisan ku " gumamnya berkhayal.
tap,,tap,,tap,, suara sepatu dan high hells mamanya dan om wahyu berjalan mendekati ke arahnya, anita menoleh ke arah mereka yang berada di belakangnya.
" hallo om " sapa anita.
" hemm,," jawab papa nina yang mengkerutkan dahinya tanda tanya.
" saya anita om, putri mama nadia " jelas anita.
" oh ini anak kamu nadia?" tanya papa nina.
" iya mas, anak saya semata wayang " jawab nadia.
belum sempat papa nina berbicara ada panggilan masuk di ponselnya drtt,,,drtt,,drt,, papanya membaca nama si pemanggil ternyata panggilan masuk dari nina papanya langsung berjalan kebelakang bentar untuk mengangkatnya
di rumah nina
di waktu yang bersamaan.
semua makanan telah dihidangkan di meja makan, terlihat mama, bi imah dan bi siti sedang sibuk masak bi ayu sibuk bolak balik menghidangkannya di atas meja. nina meminta pada mamanya untuk masak masakan kesukaannya dan papanya agar papanya makan siang di rumah mereka hitung hitung terakhir makan siang bersama, toh besok pagi nina juga berangkat ke amerika. nina mengambil ponsel dan mencari kontak papanya dia kemudian langsung menelpon.
tutt,,tuttt,,tut,,, panggilan tersambung.
📞 papa : Hallo sayang.
📞 nina : hallo papa, papa udah istirahat.
📞papa : ini mau makan siang di kantin.
📞 nina : papa makan siang di rumah aja hitung hitung makan siang terakhir kita pa.kan besok nina akan ke amerika.
📞papa : boleh juga, oke papa pulang sekarang.
tut,,,tut,,tut,, panggilan terputus.
om wahyu berjalan menuju tempat anita dan mamanya yang menunggu di depan.
" om bolehkan anita makan siang bareng om sama mama" pinta anita.
" kenapa? tapi kayaknya om tidak makan bareng kalian om akan makan siangnya di rumah saja" jawab om wahyu.
" tapi mas, anak saya pengen makan siang bareng mas, dia ingin bertanya tentang dunia kantor, soalnya anak saya tertarik sama kewibawaannya mas, dan juga besok dia akan berangkat kebelanda makanya dia pengen makan bareng " sergah nadia.
" benarkah ? " tanya om wahyu sambil menatap anita.
" tapi maaf anak dan istri saya juga ingin makan siang bareng saya, saya akan makan siang bersama mereka " jawab om wahyu yang kemudian berlalu meninggalkan nadia dan anaknya