
di rumah nina.
jam sudah menunjukkan pukul 17.45. di ruang tengah nampak sepasang suami istri yang sedang menunggu anaknya turun ke bawah karena sebentar lagi mereka akan pergi ke pesta.
" ma nina kok lama sekali " kata papanya, yang melihat ke arah tangga namun nina tak kunjung datang.
" sabar pa, nina pasti lagi siap siap kok " ujar istrinya.
sementara di kamar nina, nina nampak telaten mendadani dirinya, dia menghiasi dirinya dengan sebaik mungkin.
' huh ' nina menarik nafasnya.
" aku adalah salah satu pewaris tunggal keluarga gerceon, tidak mungkin aku mengecewakan mama papa di depan para kolega bisnis lainnya yang notaben sebagai sahabat mereka" gumam nina.
nina yang memakai gaun pesta desain dari amerika dengan warna maroon, di padukan dengan heels kaca, dengan tas kecil yang di jinjing berwarna maron. tak lupa nina memakai kalung termahal yang di beli papanya sebagi hadiah ulang tahunnya ke - 17 tahun kemarin, kalung itu adalah kalung berlian yang di pesankan pada seorang penjuru berlian di negara rusia. dengan rambut di gulungkan, bak seorang putri kerajaan.
di sisi lain.
nampak dua mobil mewah yang sudah di siapkan untuk berangkat ke pesta.
" ma, pa kalian ngak mau nih kita satu mobil?" tanya david.
" iya sayang, kami akan di supiri pak mamat supir pribadi papa mu " jelas mamanya.
" ya, udah kalau itu mau mama papa" jawab david.
" ya udah ayuk berangkat sekarang ntar telat" ajak papanya.
mereka pun berjalan menuju tempat dimana peresmian perusahan exsplor group.
di sisi lain.
" aduh ma,,kita hampir telat loh nih,," kata papanya yang nampak kesal.
" ya udah, mama akan,,,,,,,,,,,,,," pembicaraan istrinya terpotong.
di saat bersamaan nina turun ke bawah.
" ma, pa " panggil nina di ujung tangga
mereka langsung menolah ke arah suara nina yang berdiri di ujung tangga. mata mereka tak berkedip melihat putri semata wayangnya, yang baru kali ini menghiasi diri dengan penampilan layaknya bagai seorang putri kerajaan.
" wow,,tonight will be your best night dear" ujar papanya.
" thank you pa " jawab nina.
" kamu cantik sekali sayang, malam ini, dan mama baru kali ini melihat kamu pake kalung berlian pemberian papa mu setahun yang lalu " kata mamanya.
" ya udah ayuk kita berangkat" timpal papanya.
mereka memasuki mobil mewah yang sudah di siapkan dan di supiri oleh pak ahmad supir pribadi di keluarga gerceon. mereka melalui lalu lalang jalan yang di padati dengan kemacetan, hampir 45 menit mereka menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai. pak ahmad langsung membuka pintu untuk tuan besarnya.
mereka memasuki ruangan pesta tersebut, dengan menunjukan kartu undangan, karena tidak sembarangan orang yang hadir dalam pesta besar ini. langkah demi langkah kaki mereka berjalan menyusuri ruangan, banyak mata yang menatap ke arah mereka, banyak kekaguman, dan pertanyaan yang ada di benak para tamu yang melihat keluarga nina memasuki ruangan pesta, pasalnya mereka tak mengenali nina. nina bukan anak yang sombong, dia tidak pernah mengunggah identitas dirinya sebagai keluarga gerceon, dia hanya berpenampilan layaknya orang orang biasa. dan selama pesta besar para pembisnis nina tidak pernah ikut, dan baru kali ini dia hadir atas dasar permintaan papanya.
keluarga david pun melihat kedatangan mereka yang menjadi sorotan setiap tamu, papa david menghampiri papa nina.
" selamat malam pak wahyu, marga gerceon" jabat pak wisnu.
" selamat malam juga, pak wisnu twins wijaya" ucapa pak wahyu.
sementara di waktu bersamaan, iyan tak berkedip memandang nina, sama hal nya dengan david penampilan nina malam ini dapat di acungkan jempol.
" bro,,,itu kan anak magang yang gue temui tempo hari yang lalu di perusahann,,,,," iyan belum sempat melanjutkan kata katanya.
" iya dia nina, anak satu satunya pak wahyu, pewaris tunggal marga gerceon" sanggah david.
" namanya nina?????,,, bukannya nina ituuu yang,,......" belum sempat iyan melanjutkan ucapannya.
"iya, nina itu yang gue ceritain tempo hari yang lalu,," sanggah david lagi.
" lu pernah bilang elu ngak bakalan suka kan sama dia??" tanya iyan.
' deg ' jantung david berdetak dua kali lebih cepat, yang mendengar pertanyaan iyan.david hanya diam pertanyaan iyan membuat lidahnya kaku.
" apaan sih, ayok kesana " ajak david menghampiri papanya, dia tidak ingin menjawab pertanyaan iyan.
mereka bercakap-cakap sekedar basa basi di meja tempat mereka duduk.
" iya jeng, ini putri kami satu satunya " jawab bu sri.
" putri nya cantik sekali loh " kata mama david yang melihat ke arah nina.
" emm makasih tante " jawab nina senyum.
" nama mu siapa? dan kamu sekarang udah lulus SMA?" tanya papa david.
" pa,,ngak baik nanyain hal yg bersifat pribadi loh " timpal mama david.
" papa kan cuma nanya ma" sahut papa david.
nina dan kedua orang tuanya hanya tersenyum mendengar pembicaraan papa dan mama david.
" ngak papa tante, om kan cuma nanya " ujar nina, yang mendengar pembicaraan sepasang suami tadi.
" nama putri kami nina angreani gerceon, dan dia sudah lulus SMA tahun ini, rencananya sebulan lagi dia akan berangkat ke amerika, untuk melanjutkan pendidikan di Harvad" jelas papa nina, yang kemudian tersenyum menatap putri satu satunya.
'ekhemmmn...' david dan iyan berdiri di samping kemudian duduk di sebelah papanya nina.
" selamat malam tante, om, nina " sapa iyan dan david.
bu sri dan pak wahyu tersenyum membalas sapaan mereka.
" malam juga uncle david,,dan uncle,,,,,," nina tidak melanjutkan kata katanya.
" uncle iyan " jawab iyan yang mengerti bahwa nina tidak mengetahui namanya.
" ouh " jawab nina.
nina menatap iyan, kemudian dia teringat kejadian tempo hari yang lalu dia menabrak iyan di perusahan papanya, waktu dia mau ketemu sama mega.
" uncle kan,,,,,,,,,," nina tidak melanjutkan omongannya, merasa tidak enak kalau membahas kejadian itu.
" ada apa nina?" tanya papa david.
" heheheh,,,ngak ada kok om" jawab ninaa dengan senyum kikuk menampilkan gigi putih rapinya.
" eh, tunggu tunggu,,,tadi nina panggil saya sebutan om, terus panggil david dan iyan uncle, jadi ceritanya david sama iyan seumuran dengan om dong " goda papa david.
" ehh,,,ehh,,,anuu,,engak gitu juga om hehehe " jawab nina bingung harus jawab apa dia mengaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
' ahhahahahahahahahahaa ' mereka tertawa melihat tingkah nina. pipi nina sudah memanas dan berwarna merah merona karena menahan malu.
pesta peresmian perusahaan exsplor group di mulai, para tamu berantusias mengikuti dan mendengarkan acara tersebut. beda halnya dengan nina, dia begitu gerah dan risih dengan penampilannya dan suasana di ruangan mewah itu. david yang sedari tadi mencuri pandangan nina hanya mengkerut kan kening nya.
" ma, pa, nina kebelakang bentar ya " bisik nina.
" mau mama temani?" tanya mamanya.
" engak ma" jawab nina.
" ya udah kalau gitu jangan lama ya, kalau ada apa apa hubungi mama" pinta nya.
" nina permisi ke belakang dulu ya semuanya" pamit nina.
tak beberapa lama, david pun berdiri hendak berjalan kebelakang, dengan tangannya memegang ponsel miliknya.
" loh ,,,mau ke mana kamu nak ? " tanya papanya.
" david mau angkat telpon dulu pa, ada telpon masuk dari klien " jawab david.
tentu saja alasan david itu hanyalah berbohong saja, dia sengaja ingin mengikuti nina ke belakang.
" ya udah jangan lama ya nak " kata mamanya.
" iya, ma" jawab david.
" om, tante david kebelakang bentar mau angkat telpon dulu ya " pamitnya pada mama papa nina, takutnya mereka mengira david membuntuti putrinya, ya,,walaupun david memang mengikuti nina.
david berjalan kebelakang, dia mencari nina di kawasan toilet, tetapi tidak ada, mencari ke balkon pun tidak ada menemukan. kemudian david berjalan ke arah taman belakang, dia melihat seseorang yang duduk di tepi kolam dengan menggunakan gaun warna maroon, david tersenyum melihat nina dari kejauhan, dia kemudian berjalan mendekati nina.
' ekhemm.....' david berdehem di belakang nina. nina pun langsung menoleh kebelakang.
" uncle david " sapa nina.