
" arrggghhhhhh...... sialann " gumam nadia.
.mereka menatap kepergian om wahyu yang meluncur begitu memecah jejalanan kota.nampak raut kesal di wajah nadia dan anaknya.
" mama pernah ketemu sama istri om wahyu?" tanya anita.
" belum ketemu langsung, tapi dari foto sudah " jawab mamanya.
" kamu tenang saja, nanti juga om wahyu bakalan klepek klepek sama mama" timpalnya.
" dari kemaren kemaren mama ngomong itu terus mana buktinya" jawab anita yang pergi
" eh kamu mau kemana kita kan belum makan siang ! " panggil mamanya.
" anita mau cari angin jawabnya " sambil menyetop taksi yang lewat.
disisi lain di tepian danau.
byuar,, byuar,, byuar. suara gemercik air saat di lemparkan ke batu. suasana tepian danau yang sejuk, memberikan sensasi yang berbeda dari tiap tempat. disini lah nando dan rizal duduk di tepi danau sambil melemparkan batu ke dalam air.
" bro,,gue ngak tau sama perasaan gue sendiri, gue kayaknya masih ada rasa sama nina, bahkan gue aja ngak rela dia kuliah di amerika " ujar nando dengan tatapan sendu.
" hahahahaha,,,aaaa,,aaaa,,,, lo lucu kali bro, gue yakin perasaan yang elo maksud itu bukan perasaan cinta lagi , tapi itu hanya sebuah obsesi mu aja pada nina " sergah rizal.
" engak zal, justru perasaan cinta aku sama susi itu hanya sekedar cinta penasaran aja, mungkin dulu gue penasaran aja sama dia, tapi dengan beraninya gue nembak dia, dan pada waktu bersamaan gue juga bosan sama nina, tapi gue nyesal sekarang " jelas nando.
" gilakk lo nando, lo ngelawak aja sono, gak ngerti gue jalan cerita idup lo" kesal rizal.
" ARRGGHHH,,,,SIALLLLLLLLLL" teriak nando.
di kantor david.
lengak lengok langkah kaki berjalan memasuki kawasan kantor david, anita menebarkan senyumanya melihat gedung nan megah di hadapanya, dia berjalan menuju meja resepsionis.
" permisi saya ingin ketemu sama david" kata anita.
" mohon maaf apa kah anda sudah ada janji sebelumnya" jawab mbak yang menunggu meja resepsionis.
" apa kah saya perlu janjian? saya ini kekasihnya " jawab anita sombong.
" mohon maaf mbak tapi pak david lagi sibuk" jawab pelayannya sopan.
iyan yang baru saja dari luar melihat perdebatan di meja resepsionis langsung menuju ke arah mereka.
" ada apa ini ? " tanya iyan.
" eh iyan, ini mbak ini tidak mengijinkan aku masuk menemui david" adu anita.
" maaf pak, saya bekerja sesuai aturan saya tidak akan mengijinkan orang asing menemui tuan direktur tanpa janji " jelas pelayan meja resepsionis dengan santai.
" APAAAA!!! KAMU PIKIR AKU ORANG ASINGGG YANG NYELONONG MASUKK!!! " bentak anita.
" mohon maaf anda tidak memberikan kartu identitas anda" jawab mbak nya santai.
" sudah, sudah,,,anita ayo masuk jangan buat keributan disini" kata iyan menyudahi perdebatan itu.
iyan berjalan dulu di susuli anita, baru beberapa langkah anita berjalan dia kemudian berbalik di meja resepsionis dan memberi ancaman pada mbak nya.
" lo liat aja, ngak bakalan lo bisa bekerja lebih lama disini paham!!!!" ujar anita berbisik pada mbak penjaga meja resepsionis itu. kemudian anita berjalan menyusul iyan.
" baru aja pacar belagunya minta ampun, positif thingking aja, dia belum pernah ngerasa jadi orang kaya beneran " gumam mbak nya.
anita berjalan di belakang iyan, mereka menuju ruangan david, dengan penampilannya yang sangat modis seperti seorang model di tambah lagi jalannya yang lengak lengok.
" lo masuk aja keruangannya, gue mau keruangan gue " ujar iyan.
ceklek,,suara pintu terbuka terlihat david sedang bekerja yang tengah menatap layar laptopnya, david yang mendengar suara pintu terbuka langsung menoleh.
" sayang,,," panggil david. yang seraya berdiri menghampiri anita.
" hemm" jawab anita yang berada di pelukan david.
" sengaja kan suprise " jawab anita
'cup' satu kecupan mendarat di pipi david yang di beri oleh anita, david hanya tersenyum dan membalas mencium kening anita.
" sayang besok pagi aku akan berangkat ke belanda lagi, besok mama kerja jadi gk sempat ngantarin, jadi aku mau kamu yang anterin aku ya " pinta anita dengan manja.
" iya sayang " jawab david tanpa pikir panjang.
di rumah om wahyu.
kelihatannya 2 koper yang sudah siap untuk di bawa nina besok. nina membawa apa saja yang penting untuk iya bawa ke amerika.
" ahh,,,,akhirnya selesai juga" ujar nina yang melihat kearah koper koper nya.
saking lelahnya nina berbaring di lantai kamar hingga tertidur pulas dalam keadaan masih memegang ponselnya.
" ma,, nina mana ?" tanya suaminya
" ada pa, diatas " jawab istrinya.
" papa mau kasik ini pada nina " sambil mengangkat tiket pesawat.
" ouh, tunggu makan malam aja pa, kasik sama nina " ujar istrinya.
jam menunjukan pukul 20:15 wib nina dan keluarganya sudah makan malam, mereka duduk di ruang tengah, dan berbicara bicara hangat sebagai malam terakhir keluarga mereka.
" sayang ini tiket mu buat besok " ucap papanya sambil menyerahkan tiket.
" makasih banyak pa, nina sayang papa dan mama " ucap nina sambil memeluk mama papanya.
" kamu jaga diri di sana ya sayang, kalau ada apa-apa kabarin kami segera mungkin " kata mamanya dengan linangan air mata.
" mama jangan sedih dong, nina pasti bakalan kabarin mama dan papa kok " jawab nina meyakinkan mamanya.
" mama jangan sedih, kalau kangen nina kan kita bisa terbang ke amerika ketemu nina" usul papanya.
"he'eh" jawab istrinya.
" ya udah sekarang istirahat gih, ntar besok kesiangan lagi loh" kata papanya.
" baik pa. ma, pa nina naik keatas duluan ya, selamat malam " sambil mencium pipi mama papanya, nina berjalan meninggalkan orang tuanya yang duduk di ruang tengah.
nina mencuci muka dan mengosok gigi, kemudian iya langsung merebahkan diri di kasur empuknya, sambil mengendus endus kan kepalanya. " aku bakalan kangen dengan suasana kamar ku " gumam nina. tak lama kemudian nina pun terlelap.
'ceklek' pintu kamar nina terbuka, mamanya masuk dengan membawa nampan berisikan susu. " sudah tidur aja " ujar mamanya.
mamanya berjalan meletakan nampan keatas meja, kemudian duduk di samping nina. "kamu memang sudah besar nak, tapi bagi kami kamu tetaplah anak kecil dan manja" gumamnya sambil mengelus pucuk pala nina.
jam menunjukan pukul 05.30 wib
' whoamm,,,' nina mengucek ngucek matanya, kemudian nina mandi dan lain lainya dia bersiap dengan senyuman mengembang di bibirnya."i am coming amerika" gumam nina yang turun kebawah untuk sarapan. mereka duduk di meja makan. setelah selesai sarapan mereka berangkat ke bandara karena jam 07.30 wib pesawat yang nina tumpangi akan terbang. di dalam perjalanan tak henti henti mamanya menasihati nina agar jaga diri di amerika,, tak terasa mereka sudah sampai di bandara tepat jam 07.00 wib.
di sisi lain..
anita berjalan memasuki kawasan apartemen yang mewah, dia menelpon david bahwa dia sudah di lantai bawah, david yang baru selesai mandi langsung tergesa gesa berpakaian kemudian turun menemui anita di bawah. anita kebandara diantar oleh david karena mamanya tidak bisa tlat pergi kekantor.
" sayang hari ini jam 08.00 wib pesawat yang aku tumpangi akan terbang ke belanda" kata anita.
" hem,,iya sayang" jawab david. yang menyetir mobil di sebelahnya.
saat dalam perjalanan david menyetir mobil dengan santai, tiba tiba dia baru teringat hari ini nina akan terbang ke amerika, dia teringat akan janjinya pada nina. david kemudian meraba saku celananya untuk mengirim pesan untuk nina, namun ponselnya tidak ada,,,
" siall,,,gue kelupaan membawa ponsel, kalau balik ke apartemen ngak mungkin, ini sudah hampir sampai bandara, nyurun iyan yang antar gue ngak ingat juga nomor iyan, nomor nina apa lagi...AARRGGHH,,,,,SIALL. gue kenapa bisa lupa sih" batin david kesal yang memukul setir mobil.
anita yang melihat keganjalan pada sikap david yang kemudian memukul setir mobil langsung menanyakan perihal sebabnya.
" kamu kenapa tiba tiba keliatannya kesal " tanya anita.
" ahhh ,,,engak kok " jawab david.