
" hah anak magang ?" tanya pak wahyu. yang mengkerutkan keningnya tidak paham kearah pembicaraan iyan.
" hehehehe ah om, pura-pura ngak paham aja,,ya udah saya pamit dulu ya om " pamit iyan.
" oke, senang bekerja sama dengan kalian " ucap pak wahyu sambil berjabat tangan.
jam 19.15 wib.
suara riuh dari para pengunjung yang memasuki area wahana permainan terdengar ramai sekali,,,,
" mau naik ? tanya nando pada susi.
" emm engak deh, lagi gak pengen " tolak susi.
" ya udah kita kesana yuk " ajak nando ke arah taman bermain.
nando dan susi menghabiskan weekend mereka dengan berjalan-jalan kepasar malam, refreshing sebelum memulai UN senin nanti.
sementara, di rumah nina.
" yesss sudah terkumpul semua materi buat belajar saat UN nanti " gumam nina yang merebahkan diri di kasur empuknya. nina memang anak yang rajin belajar, dia akan mempersiapkan sesuatu dengan matang hal yang berkaitan dengan urusan sekolahnya apa lagi berkaitan dengan Ujian.
" whoammm,,,,,ngantuk, tidur aja ah" batin nina yang terus menguap.
sementara di tempat lain.
di restoran z.
ramai sekali suara ibu sosialita yang mengadakan arisan, karena bertepatan weekend day, jadi para ibu-ibu memilih arisan di luar....
" eh, jeng tau ngak, di mall x, sudah ada tas branded pengeluaran terbaru loh, harganya cukup menguras dompet " kata bu tini mami mega.
" ouh ya kh " timpal ibu ibu yang lain.
'huhh,,' mega menarik napas kasarnya.
" membosankan " batin mega yang sedari tadi menyimak pembicaraan ibu ibu sosialita.
ya, begitulah mami mega akan mengajak mega untuk menemani dia, arisan dengan teman-temannya, tak jarang juga mega menolak, karena dia tau, mengikuti maminya arisan adalah hal yang paling membosankan bagi mega.
disisi lain.
'tok,,tok,,tok',,,,,suara orang mengetuk pintu apartemen milik david. david yang mendengar ketukan pintu pun berjalan untuk membukakan pintu.
" siapa sih yang bertamu malaam kayak gini " batin david, yang memegang handle pintu.
" hallo ",,,,sapa iyan yang berdiri di depan pintu apartemen david.
" ngapain lu malam-malam kesini? "tanya david yang berjalan ke arah ruang tengah diikuti iyan.
" mau ngantar ini " kata david yang menyerahkan berkas berita acara hasil pertemuannya dengan papa nina sore tadi di kantor gerceon group.
" gue tuh ngantar berkas ini, ya kali gue ngapelin lu najis amat " sewot iyan.
david hanya terkekeh mendengar kekesalan temannya, sambil membacakan berkas yang di serahkan iyan.
" bro tadik gue ketemu anak magang SMA di perusahan gerceon group, bening amat " cerita iyan sambil mengingat kejadian tadi.
" ett,,,tunggu, tapi rasanya gue pernah ngeliat anak SMA itu, tapi dimana ya?" ujar iyan sambil mengingat.
" anak magang????" tanya david.
" setau gue ngak ada anak magang di sana " ujar david.
" emang lu tau seluk beluk para karyawan di sana?" tanya iyan.
david hanya mengeleng kepala seraya tersenyum kikuk.
detik, demi detik, jam, demi jam telah berlalu. hari-hari terlewatkan begitu saja.
di rumah nina.
tring,,,tring,,tring,,,suara alaram di pagi hari,
nina mengucek ngucek matanya, dan
mengembang senyum di bibirnya. ya, hari ini adalah hari pertama nina UN, dia sengaja menyetel alaram 04.00 Wib, untuk belajar.
nina tidak pernah berdandan jika pergi kesekolah, dia hanya berpenampilan natural, hal ini tidak mengurangi kecantikkanya. lain hal nya dengan hari ini, dia justru menggunakan bedak, dan make up dengan polesan tipis tak lupa juga dia menggunakan liptin. setelah selesai dia turun ke bawah bergabung dengan orang tuanya untuk sarapan.
" pagi, ma, pa,,," sapa nina yang sudah duduk sebelah papanya..
" uluhh,,,uluhh,,,anak papa cantik amat hari ini ma, ngak seperti biasanya ya? " goda papa nina.
mama nina hanya tersenyum menangapi godaan suami nya pada nina.
" apaan sih paa,,,nina hanya semangat aja " cemberut nina.
" hahahahaa,,,,iya, iya papa paham sayang, semangat yaa " ujar papanya yang mengedipkan mata pada nina.
" udah, udah,,ngobrol nya nanti aja, sekarang sarapan dulu " sergah mama nina sambil menyodorkan piring berisi roti yang sudah di olesi selai nanas.
" sarapan gih, nanti kalian tlat " kata mamanya yang notaben nya sebagai ibu rumah tangga yang perhatian, peduli dengan suami dan anaknya.
selesai sudah sarapan, nina dan papanya berangkat menuju sekolah dan kantor. seperti biasa nina di antar supir pribadinya ke sekolah. setelah melewati kemacetan di jakarta, sampai sudah mobil yang di pakai nina di sekolahan.
di tempat lain.
nampak dua pasang kaki yang berjalan masuk menuju kantor mereka.
" bro ini undangan, peresmian perusahan explor group " ujar iyan yang memberikan undangan
" okeh, thank ya " ucap david.
" acaranya semingguan lagi, nyokap ama bokap lu hadir gak nanti " tanya iyan.
" pasti datang," jawab david.
" nanti kita datang ya, bareng nyokap dan bokap gue " timpal david.
sementara, di sekolahan nina, setelah sampai di halaman sekolah, nina langsung turun dan berjalan menuju kelasnya. banyak mata yang menatap nina kagum, dengan polesan make up dan bedak yang tipis.
" lu ngak nyesal kan, nyelingkuhin nina?" selidik rizal pada nando. karena sedari nina keluar dari mobil, hingga berjalan menyusuri koridor rizal melihat mata nando tak lepas menatap nina, dari taman sekolah. ya, memang sedari sampai ke sekolah nando dan rizal duduk di bangku taman.
" menurut lu ?" tanya nando balik.
"hahahaha,, lah mana gue tau," jawab rizal.
" dengar ya bro, sedalam dalam apa pun laut, masih bisa di selam, namun sedangkal dangkal nya hati orang, ngak bisa di selam " timpal rizal yang menaikan alisnya menatap nando.
'huhh' nando menarik nafas kasarnyaa.
" gue ngak nyesal kok, cuma gue heran aja, setelah jadi mantan kok kelihatan cantik " ujar nando jujur.
' hahahahaaa,,,,' ketawa rizal yang sambil memukul pundak nando.
" mata lu aja yang katarak, bukannya dia dari dulu memang siswi populer di sekolahan " jelas rizal.
" sekarang lu nyesal ya " goda rizal.
" paan sih lu " kesal nando yang pergi meninggalkan rizal.
nina masuk kedalam ruangannya, kebetulan nina satu ruangan dengan mega, dan susi. nina yang melihat mega dan susi duduk di bangku mereka masing masing sesuai nomor urutan peserta ujian, hanya melewati seoalah olah saling tak kenal satu sama lain.
semenjak pertemuan nina dan mega di taman, nina menyimpulkan bahwa mega berpihak pada susi, dia juga sering melihat mega bersama susi bercanda di sekolah maupun di luar. nina memilih untuk tidak menegur sapa mereka jika bertemu.
ujian di mulai, ruangan nampak sunyi, setiap ruangan di tempati pengawas 3/4 orang. nina dengan tenang menjawab ujiannya.
hari, demi hari telah di lalui, senin berganti selasa, selasa berganti rabu, rabu berganti kamis, ujian nasional pun sudah di lalui.
" ujian sudah selesai, dan tinggal menunggu hasilnya " batin nina yang duduk di balkon kamarnya.
di tempaat lain.
david yang duduk menyandar di bangku kebesarannya, segera membuka ponsel setelah mengingat sesuatu.
" huh,,hhampir lupa " gumam david.
dia kemudian mencari nomor kontak telpon yang akan dia hubungi.
drtt,,drtt,,,drtt panggilan tersambung, dan terdengar suara sambungan di seberang sana.