I Love You Uncle

I Love You Uncle
Di toko buku



mata mereka saling mengunci satu sama lain, namun david bukanlah orang bodoh yang menampakan ke gugupannya di depan nina, dengan alih-alih nya dia tersenyum kepada nina dan berkata ;


" lain kali harus di pakai seat belt itu penting untuk keamanan " nasihat david pada nina.


" iya uncle " jawab nina dengan senyum malu.


nina yg teringat akan isi pesan susi dan nando pun langsung angkat bicara.


" uncle,,boleh temani nina mampir bentar ke toko buku di toko x jalan y? nina mau cari buku buat tugas sekolah" kata nina beralasan, padahal niat aslinya hanya penasaran ada apa hubungan antara susi dan nando.


" boleh kok nina, asalkan beritahu dulu mama mu, nanti mama mu nyarin tlat pulang nya " kata david memberi saran pada nina.


" makasih uncle " ucap nina senang.


dirumah nina.


bu sri yang tengah menonton sambil mengecat kuku, sambil menunggu kedatangan anaknya.


drttt,,,drtt,,drt,,, getaran panggilan masuk dari nina.


๐Ÿ“žmama : hallo sayang, kenapa?


๐Ÿ“žnina. : ma, nina pulangnya telat ya, nina mau mampir ke toko buku bentar.


๐Ÿ“žmama : ouh iya sayang, selesai dari toko ajak papa mu langsung pulang ya.


๐Ÿ“ž nina. : ma, nina pergi sama uncle david (sambil melihat kearah david, yg disebut nama pun langsung senyum pada nina)


๐Ÿ“ž mama : cieee,,,cieeee,,,ya udah jangan lama ya pulang nya๐Ÿ˜


๐Ÿ“ž nina. : apaan sih maa cie cie nya ( wajah nina memerah, karena david juga mendengar pembicaraannya dengan mamanya) daaa maa nina tutup telponnya.


tutt,,,tut,,tut,,, sambungan terputus.


setelah sampai di toko buku, nina belum melihat mobil nando, jadi nina mengurungkan niatnya turun mobil.


david terheran-heran nina tidak turun dari mobil padahal toko bukunya udah sampai.


" nina ngak mau turun nih? " tanya david.


nina hanya diam, tanpa menjawab pertanyaan david.


" ehemm,,," david berdehem.


" nina pengen berduaan ya di dalam mobil sama uncle" goda david.


nina yang mendengar pun langsung tertawaa


" ahahahaha,,,,,kalau iya gimana uncle?" tanya nina yang mengoda balik.


david hanya tersenyum sambil melirik nina..


selang beberapa menit, ada sebuah mobil, yang memasuki kawasan parkiran toko, mobil itu tidak asing lagi bagi nina, ya, benar mobil itu punya nando kekasihnya. tak lama kemudian terlihat susi dan nando keluar dari mobil. perasaan nina bercampur aduk, sedih, marah, benci. nina menatapi punggung mereka berdua yang memasuki ke dalam toko buku, dengan mata berkaca-kaca, tangan meremas ujung rok nya. nina pun keluar dari mobil dan mengutit dari belakang mereka, david yang melihat gerak gerik nina pun, membuntut nina dari belakang.


nina melihat nando membantu susi mencari buku di rak-rak buku, dengan canda tawa, nina sudah bisa menyimpulkan ada hubungan apa sebenarnya. karena tak tahan, air mata nina jatuh membasahi pipi, david yang membuntuti nina juga sudah bisa menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi.


" huh.,,,dasar cinta anak labil " gumam david sambil geleng kepala.


david kemudian memilih untuk menunggu di mobil dari pada harus melihat kisah cinta anak SMA.


nina melihat bagaimana susi dan nando berpegang tangan, sambil tatap tatapan mata layaknya seperti orang yang lagi kasmaran. nina benar-benar muak melihat kemunafikan yang tersembunyi dari persahabatan mereka. saat nina berbalik, tangannya tanpa sengaja menyentuh tumpukan buku, alhasilnya, tumpukan itu terjatuh ' brukkk,,,,,'


suara jatuhan buku itu menarik perhatian pengunjung toko tersebut, semua mata memandang ke arah nina yang cepat-cepat menyusun buku. kaget bukan kepalang , cepat-cepat susi berlari ke arah nina dan di susuli nando.


" nin,,lu ngak papa kan?" tanya susi gugup.


nina memilih diam dan berlari meninggalkan mereka.


nina berlari keluar tepat di halaman parkiran,,


susi mencekal tangan nina, dan di balas dengan penolakan dari nina.


"gue ngak sudi punya sahabat munafik," ...dengan isakannya nina berbicara.


" lu bahkan ngak patut di sebut sahabat" penuh penekanan nina berkata.


" nin dengerin gue dulu , gue bisa jelasin " kata susi sambil menangis.


" apa yang mau lu jelasin?!!!! lu mau jelasin kalau gue salah paham?!! mau jelasin kalau elu tidak ada hubungan apa-apa sama dia!!!! kata nina yg penuh emosi sambil menunjukan nando.


" dan luu kak nando, lu ********, brengsek lu,,sekarang kita putuss!! ucap nina dengan berlinang air mata.


nina langsung berlari memasuki dalam mobil david. nina menangis sesegukan di dalam mobil, david hanya bisa melihat, dengan tatapan kasihan.


" uncle " ucap nina.


" hemm" jawab david.


" nina ngak mau pulang ke rumah, nina mau kepantai " ucap nina dengan tangisannya.


.david melihat jam di pergelangan tangannya masih jam 15.08 wib...


" oke tapi jangan lama ya nanti papa mu sama mama ku khawtir " kata david sambil mengelus pucuk pala nina.


deg,,,,jantung nina langsung berpacu hebat, merasa sentuhan david.


setelah beberapa menit, mereka sampai di pantai, nina langsung berlari ke arah tepian sungai, dia berteriak sekeraas-kerasnya.


" gue benci kemunafikan!!!"


" gue benci kebohongan!!!


" Tuhan, mengapa gue dan dia berdiri di jalan yang sama namun tak beriringan"!!!


" sesakit ini kah rasanya ketulusan di balas kepalsuan,!! gue bisa terima semua ini, tapi yang ngak bisa gue terima, kenapa harus dengan sahabat gue!!!!" teriak nina dengan rasa sakit hati nya.


david hanya melihat dari belakang, dia merasa iba juga melihat kondisi nina yang berantakan, lalu david menghampiri nina, dia mengelus pucuk pala nina. nina refleks dan langsung memeluk david.


" nina, gimana kita main kejar-kejaran aja yang kalah dia yang akan mentraktir makan " usul david.


" boleh juga tuh uncle " jawab nina.


" yang kalah dia akan mentraktir makan di restoran x, gimana?" tantang david.


" oke, deal " jawab nina yang menerima tantangan dari david.


mereka membuat batasan garis start, dan finish.


" bersedia, siap, ya!!!" teriak david yang memberi aba-aba.


nina lari sekuat tenaga nya, begitu pun dengan david, ternyata nina bukan lah anak labil yang lemah seperti yang pernah dia bayangkan. padahal david lari sekuat tenaga, tapi tetap saja david berada di belakang nina.


" yeeee,,,gue menang" sorak nina.


david mengakui kekalahannya,


david melirik jam di tangan sudah pukul 16.35 wib.


" nin, kita makan dulu yuk, sebelum pulang " ajak david.


" ayuk uncle," jawab nina semangat. karena memang dia juga merasa lapar dan haus.


mereka duduk di tepi pantai sambil menikmati angin sore, dengan melihat para pengunjung yang mandi berenang.


setelah memesan makanan, selang beberapa menit, makanan pun sudah terhidang di meja mereka.


" nina, traktir atas kemenangan mu, tunggu waktu weekend aja ya" kata david.


" okeh uncle " sambil tersenyum dengan mengacungkan jari jempolnya.