
" sejak kapan uncle berdiri disitu " tanya nina.
" emm barusan " jawab david.
david duduk di sebelah nina, dia menatap manik mata nina yang indah.
" kamu ngapain duduk di luar ?" tanya david.
" nina merasa gerah di dalam " ujar nina.
" apakah AC nya kurang dingin ?" tanya david.
" bukan begitu uncle, nina bising dengan suasana seperti itu " jelas nina.
mereka bersenda gurau dengan obrolan yang santai, sekali dua kali terdengar ketawa mereka.
drttt,,,drttt,,,drt,,, panggilan masuk di ponsel david. mata david nampak berkaca kaca nerima panggilan itu. ternyata yang menelpon david adalah anita.
📞anita : hallo,,
terdengar suara dari seberang sana,yang menyapa.
📞david : hallo,,,,aku sangat merindukan mu sayang, cepatlah kembali ke indonesia.
' deg ' terasa menyakitkan bagi nina mendengar kata kata itu dari david kepada orang di seberang sana. karena tak ingin mendengar pembicaran itu lebih lama, nina memilih masuk ke dalam ruangan tanpa pamit pada david.
📞anita : saat ini belum bisa pulang sayang, tunggu aja, kita pasti ketemu.
nina berjalan menuju meja di mana tempat orang tuanya duduk. dengan matanya yang memerah menahan tangisan sakit hati dan kecewanya.
" ma, pa kita pulang duluan aja yuk, nina ada urusan ma " ajak nina.
" sayang, jangan sekarang pulang nya, ini baru jam 19.58 wib " kata papanya yang melihat arah nina.
" sayang, kenapa matamu merah " tanya mamanya yang menatap nina.
" tadi mata mina kenak debu ma " jawab nina berbohong.
" ya udah nina pulang naik taksi ngak papa kan pa " tanya nina.
" jangan sayang, kita suruh pak ahmad aja yg anterin pulang " ujar papanya.
" pa kasian pak ahmad, bolak balik nantinya " sanggah nina.
david, yang sedang bertelpon dengan anita, tak mebghiraukan nina di sampingnya, ketika nina beranjak dari tempat duduknya, david tidak mengejar atau memanggil nina, karena sedang telponan dengan kekasihnya anita. setelah selesai telponan, david berjalan ke ruangan menuju meja di mana keluarganya dan keluarga nina sedang duduk menikmati pesta.
" kalau tidak keberatan biar saya aja antarin nina om" pinta david, yang sudah berdiri di samping nina.
david yang mendengar pembicaraan nina dan papanya dia berinisiatif mengajukan diri mengantari nina.
tidak ada jawaban dari papa dan mama nina mengenai pernyataan david. mereka hanya saling pandang.
" emm saya dan iyan akan mengantaari nina pulang sampai rumah om " david meyakinkan orang tua nina dengan mengajak iyan.
iyan yang merasa namanya disebut antusias menjawab.
" iya engak papa om, nanti kita antarin, dari pada naik taxsi," timpal iyan.
" ya udah kalau gitu, maaf ya ngerepotin kalian" ucap papa nina.
" engak kok om, kalau gitu kami pamit dulu ya" pamit david pada orang tua nina dan orang tuanya.
mereka berjalan keluar menuju tempat parkiran mobil david.
" kok bisa bisanya uncle david yg anterin gue pulang " gumam nina.
nina masuk dan duduk di depan sebalah iyan yang menyetir mobil.
" ekhem,,kamu duduk di belakang sebelah uncle nina" ujar david.
" tapi uncle,,,,," pembicaraan nina terpotong
" saya tidak suka penolakan" bantah david.
iyan yang mendengar ucapan david langsung menatapnya lewat spion mobil,
" apa apaan ini, kan bagus kalau nina duduk di sebelah gue, aessss.....dasar si bos playboy" gumam iyan kesal pada david.
mobil mereka berjalan menyusuri jalan malam, sepanjang jalan nina hanya memandang ke arah jendela, enggan rasanya untuk menatap atau berbicara dengan david. tapi dia juga menyadari diam membisu membuatnya tak nyaman juga. sementara david senyum senyum menatap wallpaper ponselnya, wallpaper gambar anita dan dirinya berdua gandengan tangan.
" uncle iyan, ngapain ke kantor papa kemarin lalu " tanya nina yang memecah keheningan.
" ouh kemaren uncle ada rapat sama papa mu" jawab iyan.
" uncle tinggal dimana?" tanya nina.
' ekhemm' david berdehem, dia merasa di abaikan posisinya, seolah olah dia tidak di anggap ada dalam mobil itu, karena sedari tadi dia muak menyimak obrolan iyan dengan nina.
suasana yang cair, kini kembali dingin, tak ada yang mengeluarkan suara.
drttt,,drttt,,drttt,,panggilan masuk di ponsel david dari anita.
📞david : Hallo sayang, ada apa
📞anita : aku sangat merindukan mu.
📞david : aku juga
📞anita : aku akan pulang ke indonesia beberapa hari kedepan, ada urusan penting.
📞david : kabari saja aku akan menjemput mu di bandara.
david berbicara seolah olah di dalam mobil tersebut tidak ada orang, bergitu semangat dan bahagianya dia bisa berkomunikasi dengan anita. lain hal nya dengan nina, dia merasa tidak suka kedekatan david dan anita, dadanya sesak tak kala saat mendengar david menyebut seseorang di sana dengan sebutan sayang.
hampir 45 menit dalam perjalanan mereka pun memasuki halaman rumah nina yang luas, sebelum nina keluar, dia mengucapkan terimakasih pada iyan.
" uncle terima kasih sudah antar nina pulang " ucap nina.
" sama sama nina, langsung istirahat ya " kata iyan.
" hati hati ya uncle" ucap nina yang membuka pintu mobil.
sebelum nina keluar, david sengaja berdehem keras memberi kode pada nina. ' ekhemm' nina pun langsung menoleh. kemudian nina langsung berjalan memasuki rumahnya. david melihat punggung belakang nina yang berjalan menjauh.
" aess,,,dasar bocah labil, engak peka, dia kira hanya iyan saja mengantarinya " gumam david.
nina berjalan memasuki kamarnya, dia duduk di depan meja rias. sejenak dia memejamkan matanya untuk mencari ketenangan, namun nihil, pembicaraan david masih terngiang ngiang di telinganya.
" apakah aku menyukai uncle david " gumam nina yang menatap dirinya dari kaca.
nina berjalan memasuki kamar mandi dia merendamkan diri di bathup, aroma sabun lavender yang mewangi membuat nina betah berlama lama berendam. sudah hampir setengah jam nina berendam, dia kemudian keluar, dengan handuk selututnya. dia memakai piyama tidur kemudian merebahkan badannya.
" sebentar lagi aku akan pergi ke amerika untuk beberapa tahun kedepannya aku akan tinggal di sana, apakah aku bisa jauh dari............ah,,tidak..tidak.." gumam nina yang mengusir pikiran tentang david.
lama nina berperang dengan pikiran kacaunya, akhirnya dia terlelap.
jam menunjukan pukul 21.53 Wib orangtua nina sampai ke rumah, setelah bersih bersihkan diri. mamanya pergi kedapur untuk membuatkan susu untuk putrinya, walaupun banyak pelayan di rumahnya, bu sri tetap melayani anak dan suaminya tanpa bantuan pelayan. mama nina memasuki kamar putrinya, dan duduk di samping mengelus pucuk pala nina.
" sayang, mama tau, pasti ada yang menggangu pikiran kamu kan?" gumamnya yang menatap ekspresi tidur wajah nina berubah kadang datar, kadang cemberut.
" berat bagi mama, mengizinkan mu ke amerika, walaupun papa mu mengirim banyak mata-mata, tetapi itu tidak sepenuhnya buat mama tenang sayang " batinnya.
kemudian mamanya mencium kening nina dan berjalan ke luar.
" pa,,,mama ngak yakin melepaskan nina" ujar mama nina yang sudah terbaring di sebelah nina.
mendengar ucapan itu papa nina langsung mengenggam tangan istrinya.
" sayang kita sebagai orang tua harus mendukung keinginan mereka " ucapnya.
" tapi paa,,,,,," ucapan istrinya terpotong oleh perkatan suaminya.
" husttt" dengan menempelkan jari tunjuk di bibir istrinya.
" dengerin papa ma, jangan sekali kali mama nunjukin kesedihan mama yang tidak rela melepaskan nina nanti, karena kesedihan itu akan membuat nina tertekan dan merasa bersalah" jelas suaminya.
sejenak mama nina terdiam mendengar ucapan suaminya.
" pa, apa kita beri nina adik aja, biar saat nina pergi sewaktu waktu dari rumah kita engak kesepian " pinta istrinya.
papa nina yang mendengar pernyataan istrinya langsung kaget, bagaimana mungkin istrinya ingin melahirkan adik untuk nina. sedangkan melahirkan nina sewaktu dulu mati matian menahan sakit itu pun jalur sesar.
" engak ma " tolak papa nina.
" kenapa pa" tanya istrinya.
"cukup sekali mama merasakan sakit, jangan sampe terulang kedua kalinya, tentu saja papa dan nina tidak setuju " bantah papanya.
" iya pa " jawab istrinya.
papa nina memeluk istrinya sambil bercerita masa masa mereka memiliki nina, saking lelahnya bercerita mereka berdua tertidur lelap.
jam menunjukan pukul 06.00 wib.
tring,,,,tring,,,tring,,,,