
" sayang bangun, ini sudah jam setengah tujuh loh, nanti kamu bisa terlambat kesekolahnya " teriak ibu paruh baya sambil mengedor pintu kamar. ya, dia adalah ibu nina, ibu yang penuh kasih sayang bagi seorang nina.
mamanya makin kesal karena nina tak kunjung membuka pintu kamar, dan akhirnya menyerah untuk membangun nina.
tring,,tring,,tring,,,,suara alaram berdering
" whoamm,,,"sambil mengucek-ngucek matanya, " duh berisik amat sih" erang nina seraya menguap sambil mengambil alaram yang berniat mematikan deringnya.
begitu kagetnya nina melihat jam sudah pukul 06.40.
"arghhhhh,,,,tidakkk,,mamaaaaaa nina kesiangan" teriak nina di dalam kamar sambil berlari ke kamar mandi.
selang beberapa menit nina sudah selesai mandi dan besiap-siap pergi kesekolah.
diruang makan.
" ma, papa kok belum liat nina di meja makan, dia pasti kesiangan lagi ya, ini kan sudah hampir jam 07.00 ma" kata pak wahyu. ya beliau adalah papa nina, beliau seorang pemimpin di perusahan gerceon group. karena perusahan gerceon group adalah perusahaan warisan dari kakek nina.
" iya pa, nina kayaknya kesiangan lagi, padahal mama sudah bangunkan dia loh tadi, ninanya aja ngk bangun" timpal bu sri. ya bu sri adalah mama nina, dan mama nina bekerja sebagai rumah tangga mengurusi nina dan papanya. walaupun sudah ada ART, tetapi ibu sri tidak mau suaminya dan nina diurus oleh ART nya.
"mama,,papa,,,nina kesiangan" teriak nina yang berjalan menuruni tangga.
"sayang, jangan lari nanti kamu jatuh" ucap mama nina sambil geleng-geleng pala melihat tingkah laku putri semata wayangnya.
"huh,,ada-ada aja kamu ini" -papa nina
" ma, pa nina berangkat dulu ya," - nina
" loh,loh,,sarapan dulu sayang, nanti kamu sakit lagi" jawab mama nina.
" ma,,nina udah hampir terlambat ini, nina sarapan dikantin sekolah aja ya" nina berbicara dengan memasang muka melasnya agar mama nya mengerti.
" oke,,,tapi ingat nyampe sekolah langsung makan ya" - mama nina.
" oh ya, nina hari ini pak ahmad tidak masuk kerja, karena lagi kurang sehat" kata papa nina, karena mengingat permintaan ijin pak ahamad kemarin. ya, pak ahmad adalah supir pribadi nina, yang mengantar jemput kemana nina pergi.
" ya udah gapapa pa, nina bawa mobil sendiri aja" sambil senyum seraya mencium tangan papa mamanya.
" dahh mama papa nina berangkat dulu, nina duluan paaa" teriak nina sambil berlari.
mama dan papa nina hanya geleng kepala melihat putri mereka.
setelah keberangkatan nina, papa nina pun berangkat kantor juga.
" ma, papa berangkat kantor dulu ya" sambil mencium kening istrinya.
" iya pa hati-hati dijalan ya, jangan lupa jam makan siangnya " ucap mama ninaa yang meningatkan suaminya.
" iya ma" sambil senyum.
jam 07.23 wib nina melihat jam ditanganya.
"gilaa terlambat aku, habislah aku kalau gerbang ditutup" erang nina sambil menepuk jidatnya.
terlihat dari jauh, pak satpam yang akan menutup gerbang sekolahnya,,,dengan kecepatan tinggi nina menambahkan kelajuan mobilnya.
tit,,tit,,tit,,,, bunyi klakson mobil nina.
" pak,,pak,,pak,,jangan ditutup dulu pak, bisa dibuka lagi ndak gerbangnya" ucap nina, kepada satpam sekolahnya, karena setengah pintu gerbang sudah ditutup.
" baik non" sambil tersenyum.
''huhhhh....'' nina menarik napas kasarnya, untung pak satpamnya baik hati.
"gawattt,,,pagi ini mata pelajaran biologi, mana gurunya killer lagi" gumam nina, sambil berlari kecil.
tok,,tok,, "permisi bu, apakah saya boleh masuk? sambil mengigit bibir bawahnya, karena langsung ditatap bu yuni dengan tatapan tajam.
" kamu tau ini jam berapa?" tanya bu yuni dengan tatapan ingin memakan.
semua kawan sekelasnya langsung memandang nina yang berdiri di depan pintu kelas.
" maaf bu saya terlambat" sambil menunduk.
" kamu saya beri hukuman, bersihkan sampah di lapangan sekolah " - bu yuni.
dengan berat hati nina berjalan kelapangan sambil mungut sampah yang ada.
"eh, eh, gila kali si nina sering terlambat, mang dia ndak mikir bentar lagi kita ujian nasional loh" kata mega kepada susi yang duduk dikursi seberang nya.
" tau tuh orang " balas susi sambil mengangkat bahu.
" ehem,,,selama pelajaran saya tidak boleh bergosip" tegur bu yuni seraya menatap susi dan mega.
orang yang di tatap pun langsung menunduk.
ting,,ting,,ting,, bel istirahat berbunyi. semua siswa berhamburan keluar.
" meg keluar yuk, kita temui si nina " ujar susi.
" ayok, sekalian ke kantin " - mega
" woiiii,,,sinikkk" teriak nina yang melihat kawannya berjalan sambil melambai tangannya.
mereka pun mengahmpiri nina yang sudah duduk dikantin.
" gila ya lu, bisa-bisanya lu terlambat kesekolah " ucap susi ssambil menyengol bahu nina.
" iya, dah bosan kesekolah ya lu" timpal mega sambil mencubit pipi nina yang tembem.
" please, disiplin waktu kek " -susi
" tau tuh, bentar lagi kita ujian nasional, mau jadi apa lu nanti, kalau hari biasa sekolah aja lu dh sering terlambat" sindir mega. ya, memang begitu lah. diantara mereka bertiga nina lah yang sering terlambat.
nina mengaduk-aduk makanannya sambil melihat kesana kemari seperti sedang mencari seseorang, dan susi senyum-senyum sendiri menatap layar ponselnya. tentu saja itu tidak luput dari pandangan mega. yang sesari tadi mengamati sikap kedua sahabatnya.
" nin, lo nyarik siapa sih, mata lu kesana kesini kayak nyari sesuatu aja?? dan elu juga susi, ngapain dari tadik senyum-senyum mulu sambil liatin ponsel lu?" tanya mega kepada kedua sahabatnya.
" gue lagi nyariin kak nando meg, akhir-akhir ini kita ndak pernah chattingan apa lagi ketemuan." ucap nina dengan raut wajah yang kelihatan sedih dan putus asa.
sedangkan susi yang ditanya langsung gelagapan menjawab " anu,,itu,,eh apa, itu nyokap gue bilang bentar lagi mereka akan balik dari luar negeri " jawab susi sambil senyum kikuk.
" ohhh " mega hanya meng oh pernyataan kedua sahabatnya, itu dan langsung meneruskan makannya.
ting,,ting,,ting,,bel masuk berbunyi semua siswa masuk kedalam kelasnya untuk memulai pelajarannya.
setelah otak mereka puas berperang dengan mata pelajaran hari ini. tepat jam 14.00 ting,,ting,,ting,,bel pulang berbunyi. semua siswa keluar kelas untuk pulang.
" kok hari ini aku ndak ada lihat kak nando ya? apa dia menghindar dari aku? atau dia sudah ada cewek baru?? " gumam nina seraya berjalan menuju parkiran.
parkiran sudah mulai nampak sepi. saat akan memutar mobilnya nina melihat susi yang berdiri di ujung sekolah.
" ngapain susi di sana? dia nunguin supirnya ? tumben sekali, biasakan dia bawa mobil sendiri" gumam nina.