
nina berjalan menuju ke arah mobil david yang terpakir di halaman rumahnya kemudian dia masuk dan duduk di sebelah david.
" sorry uncle, udah nunggu lama " ucap nina yang sudah duduk di sampingnya.
" iya ngapapa nin, lagian uncle belum lama juga sampainya" ucap david.
david yang melihat kebiasaan nina tidakk memasang seat belt, dia berinisiatif langsung memasangkannya, saat david hendak mengapai seat belt, jarak mereka dekat sekali hanya kisaran sejengkal, suara nafas mereka terasa hangat menembus kulit. mereka bersitatap seperti ada hasrat yang akan di sampaikan.
'deg' jantung nina bergerak tak karuan seperti sedang lari maraton, tatapan uncle david seakan mengunci dirinya ' glek ' suara nina menelan saliva nya yang terasa nyangkut di leher.
" aduhh,,kok gue jadi begini " batin nina pada dirinya sendiri yang berusaha menetralkan detak jantungnya.
tidak lah beda dengan david. david juga merasa ada yang tidak beres dengan jantungnya setiap bersitatap dengan nina, jantungnya seakan berdetak dua kali lebih cepat di bandingkan biasanya. namun david bukan lah anak labil yang tidak bisa menyembunyikan kegugupannya, justru dia bersikap tenang seolah olah biasa saja.
mobil mereka berjalan meninggalkan halaman rumah nina. di dalam perjalanan nina memandang kedepan, sekali kali dia mencuri pandangan pada uncle david dan muncul sosok kekagumannya yang iya lihat dari uncle david.
" pengusaha muda, baik, ramah, ganteng, hmm,,,komplit amat" batin nina yang tersenyum menatap david. orang yang di tatap pun menyadari kalau sedang ditatap oleh nina.
" kamu kenapa nin? kok natapin uncle dari tadi?" tanya david pada nina.
nina yang mendengar pun kaget bukan kepalang, dia kepergok sama uncle david yang diam diam memandangnya.
" anuu,,itu,,apa,,eh,,iya tadi nina ngeliatin kayak nyamuk hinggap di pipi uncle " jawab nina berbohong.
" loh, liat nyamuk gigit uncle kok, bukannya di tampar, kok malah senyum? " tanya david, walaupun sebenarnya dia tau nina berbohong.
" ehhh,,,itu mau bilang uncle tapi ninanya kelupaan hehehe " ujar nina dengan senyum kikuknya.
david hanya tersenyum mendengar alasan nina yang tidak masuk akal.
setelah beberapa menit dalam perjalanan melewati kemacetan, mereka pun tiba di restoran x, ramai para pengunjung yang datang di restoran tersebut, walaupun bukan hari weekend, tidak mengurangi peminat pengunjung untuk datang. nina dan david pun memasuki kawasan restoran tersebut, mereka duduk di meja yang menghadap ke sisi jalan. pelayan restoran menghampiri mereka untuk mengantarkan buku menu makanan.
" kamu makan apa nina?" tanya david yang melihat buku menu makanan.
" nina ayam bakar aja, sama jus alpukat " ucap nina.
" okeh " kata david.
" mbak, ayam bakarnya satu sama, veggie burgers satu, jus alpukat dua ya mbak " ucap david pada pelayan restoran.
" baik, silahkan tunggu " ujar pelayan restoran.
sembari menunggu makanan mereka sampai, mereka berbincang bincang tentang aktivitas mereka sehari hari, kadang kadang terdengar suara ketawa nina di sela sela pembicaraan mereka yang tampaknya menyenangkan.
" nina nanti lanjut kuliah di universitas apa? " tanya david yang kelihatan penasaran.
" rencananya nina akan melanjutkan di universitas harvad uncle " jawab nina.
" harvad kan di amerika, berarti nina lanjut di luar negeri dong " ujar david.
" iya uncle nina akan lanjutkan di amerika " jawab nina dengan senyum manisnya, mengingat dia akan kuliah di universitas ternama di dunia..
" kapan rencanya mau berangkat ke amerika?" kata david pada nina yang sedari tadi tersenyum dengan obrolan universitas harvad.
" mungkin satu bulan dari sekarang uncle " ujar nina.
tak lama kemudian datang pelayan yang mengantar makanan pesanan mereka. mereka langsung menyantap makanan yang sudah di hidangkan di meja makan.
sementara di lain tempat.
iyan nampak mondar mandir berjalan di depan apartemen milik david, dia menelpon nomor david namun tidak di angkat, mengetuk pintu apartemennya pun percuma, karena tidak ada yang membukakannya dari tadi.
ya, memang david tadi meminta iyan datang ke apartemennya jam 19.00 wib untuk membahas perusahaan mereka di amerika. tapi sepertinya david melupakan janjinya dengan iyan.
" gue tunggu di mobil aja " gumam david yang pergi ke bawah menuju parkiran.
di restoran x.
nina dan david masing masing menikmati makanan mereka, tanpa mengeluarkan sepatah kata. mereka menghabiskan makanannya tanpa ada yang tersisa.
" setelah ini kita, ke wahana permainan ayuk?" ajak david.
" ayuk uncle, nina kepingin banget, udah lama nina tidak pernah naik wahana permaian " ucap nina senang.
setelah selesai mengurus biaya makan mereka di kasir, nina dan david keluar dari restoran, mereka berjalan beriringan, tangan david memegang tangan nina,,'deg' jantung nina berpacu lebih cepat dari biasanya. " ouh tuhan aku hampir jantungan" batin nina.
mereka berjalan menuju parkiran mobil, saat masuk dalam mobil, david mencari ponselnya, dan betapa terkejutnya dia mendapat dua puluh satu panggilan tak terjawab dari iyan.
" astagaaa,, ada dua puluh satu panggilan tak terjawab, gue udah ngelupain janji siang tadi " ujar david.
kemudian david menelpon balik nomor iyan.
📞 david : hallo,,emm sorry gue ngelupain janji kita, lu udah di apartemen gue ya? kalau gitu gue cabut sekarang.
tut,,tut,,tut,,,david langsung mematikan telpon secara sepihak.
sementara iyan yang menunggu di dalam mobil di halaman parkiran apartemen david, saat iyan mengangat telpon dari david, dia bahkan belum sempat mengeluarkan sepatah kata. dan david langsung mematikan telpon tanpa basa basi, iyan geram sekali sama bos sekaligus kawannya itu, habis habisan iyan menyumpah serapah bosnya.
" dasar bos laknat!,,belum juga gue ngomong udah di matikan aja, karena mikir lu bos gue, kalau bukan bos gue, dah gue tempeleng palak lu sampe rata sama tembok,," geram iyan.
sementara di sisi lain, nina mendengar pembicaraan uncle david lewat sambungan telpon, tapi dia tidak mendengar suara orang di seberang sana yang berbicara dengan uncle david. nina bisa menyimpulkan bahwa david akan membatalkan janji nya untuk pergi ke wahana permainan.
" nin, kita kapan kapan aja ya pergi ke wahana permainannya, kalau sekarang ini uncle ngak bisa, soalnya uncle udah ada janjian sama seseorang " ucap david pada nina, agar nina mengerti mengapa iya membatalkan pergi ke wahana permainan.
" iya ngapapa kok uncle, kan bisa lain kali " jawab nina kecut. padahal di lubuk hati sesungguhnya dia kecewa karena uncle david membatalkan janji nya.
''apa uncle janjian sama kekasihnya? sepertinya dia lebih mementingkan orang itu dari pada aku'' gumam nina.
" aduh kok bisa bisanya gue mikirin kayak gitu apa lagi ngebandingkan diri sama kekasih nya " erang nina dalam hatinya.
ya allah kok sakit sekali rasanya hati ini , batin nina yang memejamkan mata dengan pikiran yang terus menyerbu pertanyaan pada dirinya. selama perjalanan pulang nina hanya diam dan melamun. david yang sedari tadi menyadari sikap nina, hanya menarik nafas kasar dia merasa bersalah juga karena mungkin mengecewakan nina.
" nina kenapa melamun? mikirn apa?" tanya david.
" enggak uncle nina capek aja," jawab nina berbohong.
" oh " jawab david.
" uncle ada janjian sama kekasih uncle ya? " tanya nina. nina yang menyadari pertanyaannya pun kaget juga, 'kok bisa bisa nya gue mengeluarkan pertanyaan yang bisa membuat gue malu' batin nina yang mengigit bibir bawahnya menahan malu.
david yang mendengar pertanyaan nina pun heran, kemana arah pembicaraan nina yang melontarkan pertanyaan yang justru dia sendiri tidak paham yang di pikiran nina.
" kenapa nanya kayak gitu nin? apa perlu uncle jawab?
kalau iya kenapa dan kalau enggak pun kenapa?" jawab david.
" engga kok om, nina cuma nanya " jawab nina dengan perasaan kecewanya.
nina yang mendengar pernyataan david pun menyimpulkan bahwa memang david ada janjian sama kekasihnya, buktinya aja dari cara dia berbicara di telpon, dan saat di tanya dia tidak mau menjawab, bahkan david menanya balik perihal kenapa jika iya, dan jika tidak. pasti akal akalan dekatin cewek caranya kayak gini, pikir nina
" dasar playboy akut " gumam nina pada david.