
" nando,,,,,," panggil mamanya,
" iya ma " jawab nando.
" ayo antar mama sekarang aja ke rumah sakit, soalnya ada pasien, barusan pihak rumah sakit nelpon mama" jelasnya.
kemudian nando pergi ke rumah sakit, untuk mengantar mamanya bekerja.
mama nando atau biasa di panggil bu ita adalah seorang dokter spesialis jantung, dan papanya adalah pengusaha bernama kusnimo, saat ini papanya masih meeting di luar kota kemungkinan akan kembali ke jakarta satu minggu lagi.
sementara di sisi lain.
" sayang ini sudah hampir jam sembilan, ayo kita berangkat sekarang " ajak mamanya.
" iya ma, nina siap siap dulu ya " ujar nina.
setelah selesai siap siap, mereka pun memasuki mobil untuk menuju salon langanan mamanya. mereka menaiki mobil yang di supiri mamanya sendiri. walaupun mereka orang kaya, tetap saja mereka berpenampilan biasa biasa aja, jarang sekali bagi mama nya minta di supiri atau meminta supir pribadi pada suaminya.
setelah hampir setengah jam mereka pun sampai di salon langgannanya. mereka masuk kedalam tanpa harus mengantri, seperti pengunjung yang lainnya.
setelah memakan waktu hampir tiga jam lebih, akhirnya selesai juga perawatan mereka , mulai dari gaya rambut, lulur badan, dan ngewarna kuku. mereka keluar dari ruangan masing masing menuju tempat utama. begitu keluar, begitu takjup mamanya melihat nina yang sangat cantik bak seorang model dengan badan nya yang ideal.
" wowww perfect kamu sayang " kagum mamanya.
" apaan sih ma, biasa aja kok, ngak usah lebay kayak gini pun di bilang perfect " ujar nina.
" ya udah, kalau anaak mama lagi badmood ngak mau di goda " ucap mamanya.
" kamu tunggu dulu, mama mau bayar nya, jangan kemana mana " kata mamanya.
"0ok" jawab nina singkat.
mamanya berjalan ke arah si empunya salon dan membayar, sekali dua kali terdengar percakapan sekedar basa basi dari keduanya. setelah selesai, mamanya langsung berbalik, menghampiri nina yang duduk di bangku luar.
" sayang, kita makan dulu yuk baru pulang kerumah " ajak mamanya.
" ayok ma " jawab nina
mobil mereka telah meninggalkan kawasan salon tersebut, perlahan lahan mobil mereka mulai laju di kendalikan. tak beberapa lama mobil mereka singgah di depan kafe, yang kawasannya cukup besar dan pengunjungnya sangat ramai, apa lagi tempatnya yang sangat strategis menghadap ke pantai.
" sayang kita makan di sini aja ya" ajak mamanya.
" okeh ma gapapa " jawab nina.
mamanya memakirkan mobiil di halaman kafe yang luas itu. kemudian mereka turun berjalan, masuk ke dalam kafe dan memilih bangku. setelah itu datang pelayan yang mencatat pesanan makanan mereka. mereka menunggu makanan yang di pesankan sesekali terdengar obrolan anak dan mamanya.
" ma, nina ke toilet bentar ya ," pamit nina yang sudah berdiri
" jangan lama lama " senyumnya pada anaknya.
nina berjalan kebelakang memasuki area toilet khusus pengunjung. nina berjalan sambil melihat ponselnya tanpa sengaja nina menabrak seorang ' brakkkkk '
mereka sama sama terjatuh,,,,
" aduh , maaf saya engak sengaja " ujar nina yang mengambil ponselnya terjatuh di lantai, dia belum melihat orang yang di tabraknya.
" iya ngapapa " jawab orang iitu.
suara itu membuat mata nina terbelalak, ternyata orang yang di tabraknya adalah nando. nando memang sudah janjian sama rizal sebelumnya di kafe A. saat nando ke toilet ada seseorang yang menabraknya, tanpa di sangka dia kembali bertemu dengan nina, yang tak lain adalah mantan pacarnya. semenjak nando selingkuh dengan susi, nina jarang sekali muncul di hadapan mereka, apa lagi semenjak ujian mereka tidak pernah ketemu lagi.
" kamu,,,,," ujar nina.
nina berjalan meninggalkan nando. baru selangkah kaki nina berjalan, tangannya di pegang nando.
" tunggu, ,,," kata nando.
" lepasin tangan gue ngapa " ketus nina.
" lu ngak papa kan?" tanya nando.
" heh" jawab nina seraya senyum sinis yang tak menanggapi pertanyaan dari nando.
nina langsung berjalan memasuki toilet, dia menangis, perasaannya pada nando tak bisa di pungkiri. nando adalah cinta pertama nina, tapi dia mencoba menguburi dalam-dalam perasaan itu.
" arghhhh,,,sial. " gumam nina.
sementara nando, yang di tinggal nina, dia hanya melihat punggung belakang nina hilang di telan tembok. ' huhhhh ' nando menarik nafas kasarnya.
" kok elu makin kesini makin cantik nin " gumam nando yang mengingat bagaimana penampilan nina tadi.
dia berjalan menuju arah meja, dimana tempat dia dan rizal duduk.
" bro,,,gue tadi ketemu nina pas keluar dari toilet " kata nando yang duduk di bangkunya.
" dia makin berubah dari segi penampilannya" jelas nando.
" ahahahaa,,,jadi elu nyesal nih ceritanya putus dari dia " goda rizal.
" apaan sih elu " jawab nando.
Nina yang keluar toilet pun langsung menuju mejanya, dia melihat mamanya sudah memulai makan, dia pun langsung melahap makanan nya. setelah selesai makan, mereka pun langsung keluar dari restoran. mobil mereka kini telah tiba di halaman rumahnya.
" ma, kayak nya papa udah pulang dari kantor " ujar nina yang melihat mobil papanya.
" emm " jawab mamanya.
papanya melihat kedatangan mereka langsung menyambut dengan sengaja dia menjaili nina.
" aduh kedua ratu dan putri papa udah datang" godanya.
nina dan mamanya hanya tertawa kecilan menanggapi godaan papanya.
" aduhh putri papa makin cantik nih habis pulang nyalon nih, malam nanti dapat pangeran seperti apa ya ma?" tanya suaminya pada istrinya, yang menggoda nina.
" aduh papa nihhh " jawab nina dengan wajah merah merona karena malu dengan godaan papanya.
" ma, pa nina ke kamar dulu ya, mau istirahat bentar," kata nina.
" oke,,jangan lupa siap-siap ya nanti " titah papanya yang melihat nina sudah berjalan menaiki tangga.
" papa sudah makan siang? " tanya istrinya..
" udah ma " jawab papa nina.
" pa, yakin nih, papa izinkan nina kuliah di luar negeri?" tanya istrinya saat mereka duduk di kamar.
" yakin dong ma " jawab suaminya yang menatap manik istrinya, nampak kalau istrinya engan untuk melepas putri satu satunya.
" kok papa bisa yakin ? " tanya istrinya.
' huh ' suaminya menarik nafas kemudian dia menjelaskan.
" ma, papa bukan orang bodoh, yang melepaskan putri kita begitu saja, tanpa pengawasan. walaupun saat dia bersama kita di indonesia, papa engak pernah nyuruh orang ngawasin atau mata matain nina. tapi ketika dia di amerika, papa akan nempatin orang orang suruhan papa, ngawasin nina gerak gerik apa saja yang akan dia lakukan dan kita mestinya tentu tau dong, dan nina juga engak akan pernah dalam bahaya " jelas suaminya panjang lebar pada istrinya.
istrinya hanya tersenyum mendengar penjelasan suaminya, yang ternyata perhatian penuh pada anak mereka.
'cup' papa nina mengecup kening istrinya.
"istirahat lah sebentar, agar tidak kelelahan di pesta nanti " ujar sumainya.
sementara di sisi lain.
david dan iyan baru selesai meeting dengan klien di restoran. mereka berjalan keluar, david melihat jam sudah menunjukan pukul 13.10 wib.
" bro kita ngak usah ke kantor lagi ya, kita langsung ke rumah nyokap bokap gue " pinta david.
" oke, let's go " jawab iyan.
sudah empat puluh lima menit mereka menempuh perjalanan menuju rumah orang tua david, akhirnya mereka sampai di halaman rumah yang luas dan bersih.
mereka langsung memasuki ke dalam dan bertemu dengan mama papa david.
" ma, pa, " panggil david.
" eh kalian udah datang " jawab mama david.
" iya tante " jawab iyan
" kalian udah makan " tanya mamanya.
" udah ma " jawab david.
" ma, papa mana " tanya david yang sedari tadi tidak melihat papanya.
" oh, papa mu istirahat di kamar " jawab mamanya.
" ya udah kalau begitu, david sama iyan istirahat bentar di kamar ya ma, capek juga ni badan " ujar david.
" iya istirahat sana " titah mamanya.
" makasih tante " ucap iyan.
mereka pun berjalan menaiki tangga dan menuju kamar david.