
nina langsung keluar dari mobil dan berlari menghampiri susi.
" siii,,," teriak nina sambil mendekat susi
kaget bukan kepalang susi melihat nina berlari kearahnya.
" loh kmu belum pulang nin? " tanya susi
" belum, ini juga mau pulang tadik, eh pas mau mutar mobil liat kamu disini deh. kamu sendirian juga ngapain disini belum pulang?" tanya nina.
" emm bye the way,,kamu ndak bawa mobil? tumben?? " timpal nina karena penasaran.
" eh,, ituuu,,emm gue bawa mobil kok tadi, cuma pas dijalan mobil gue tiba-tiba mogok gituu, jadi gue sekarang lagi nunggu supir " jawab susi sambil meremas jemari tanganya dengan mata yang bekeliaran melihat di kelilingnya.
" ya udah lu nebeng gue aja, dari pada lama nunggu supir lu disini" tawar nina.
" emm ndak usah aja nin, bentar juga supir nya udah nyampe kok, " jawab susi sambil senyum yang dibuat-buat.
" yakin nih?? " tanya nina
" iya nin" ujar susi.
" lu ndak bohongkan sama gue?" tanya nina penuh selidik.
deg,,,perasaan susi terasa jadi gugup mendengar pertanyaan nina seolah-olah mengintrogasi nya.
" hehehe ngapain sih gue bohong sama sahabat cs gue " ujar susi sambil mengangkat tangan dua jari dengan senyum kikuknya.
" hahahaa,,,,iya,iya gue juga tau kok, lu ndak bohong" - nina.
" maafin gue nina, gue sahabat yang munafik " gumam susi sambil menatap manik mata nina.
" eh, ngapain lu natap mata gue kayak gtu, jangan-jangan lu naksir ya sama gue? ngaku lu? ujar nina seraya mengoda susi.
" apaan sih lu nin, PD amat " jawab susi kesal.
" eh, gue cabut duluan ya, udh sore soalnya" ucap nina seraya membelakangi susi.
" hati-hati nin" susi melambaikan tangannya.
nina langsung masuk ke mobil dan meninggalkan halaman sekolahannya.
" huh,,,,akhirnya " susi menghempaskan nafas kasarnya.
setelah kepergian nina,,,,
"sii,,," teriak sesorang cowok di belakang susi.
ya dialah nando, kekasih sahabatnya nina. nando cukup terkenal di sekolahnya, dia ketua osis, sekaligus pemain inti basket di sekolahnya, dia terbilang anak memiliki rupa yang wow di sekolahnya,,dengan mata elangnya yang tajam dan tingginya kurang lebih 170 cm.
" eh kak nando " sapa susi.
"hampir saja kita ketahuan sama nina kak, em sorry yah tadi, pasti kakak lama sembunyi di tembok itu" sambil menunjuk tembok di belakang.
ya, nando memang sembunyi di tembok tadi ketika dia hendak menghampiri susi, namun niat nya di urungkan karena nina terlebih dahulu menghampiri susi. alhasilnya, nando terpaksa sembunyi di balik tembok.
" iya santai aja kok" jawab nando sambil mengelus pucuk pala susi.
" ya udah ayo kita pulang, sekolah pun sudah sepi" sambil menuntun susi berjalan menuju parkiran tempat mobilnya di parkirkan.
dalam mobil nando.
" kak, gimana nantinya kalau nina tau hubungan kita? dia pasti akan marah sama gue, secara tidak langsung gue diam-diam menusuk dia dari belakang?" tanya susi karena merasa bersalah.
susi memang memiliki hubungan sepesial dengan nando, tanpa di ketahui kedua sahabatnya. susi tidak akan menceritakan hubungannya kepada sahabatnya, karena secara notaben nya, nina adalah kekasih nando selama 2 tahun ini, semenjak awal masuk SMA nando menyukai nina dan dari hari kehari mereka jadian. nina dan nando satu angkatan hanya saja nina, susi, dan mega anak IPA dan nando anak IPS.
nando menepikan mobilnya, ke samping jalan.
" si, lambat laun gue akan putusin nina kok, hanya saja, gue lagi nunggu waktu yang pas" kata-kata nando meyakinkan susi.
" kak, apa alasan kakak ingin mengakhiri hubungan dengan nina? nina kurang apa kak? dia cantik, baik, pintar, fansnya di sekolah juga banyak?" -susi.
" si,,dengerin kakak, itu bukan masalah fisiknya si, ini masalah hati. kakak sudah jatuh hati sama kamu,,,semenjak waktu itu" sambil mengenggam tangan susi, susi pun tersenyum.
" kok kak nando ndak ada ngabarin gue ya? di sekolah pun gue ndak ketemu dia juga" gumam nina sambil melihat layar ponselnya berharap balasan chat dari nando, nina menatap keluar sambil berdiri di balkon kamarnya.
" ehemm,,,anak mama ngapain ya? lagi galau ya? " tanya mama nina yang berjalan mendekati nina.
" ndak kok ma, nina lagi menikmati angin sore aja kok " jawab nina sambil tersenyum.
" ouh gtu,,,em gimana kita jalan ke mall z aja sambil refreshing gitu " ajak mama nina.
nina sebenarnya malas untuk keluar rumah, tapi dipikir-pikir tidak ada salah nya juga, dia keluar jalan bareng mamanya.
" boleh juga tuh ma" jawab nina yang menerima tawaran dari mamanya.
" ya udah kamu siap-siap gih, mama tunggu di bawah ya" sambil mengelus kepala nina.
" okeh " sambil mengacungkan jempol nina menjawab.
diwaktu yang bersamaan.
rumah susi.
susi baring sambil berbalas pesan dari mega, yang sedang membahas tugas fisika
📩nando : hy, si lagi ngapain? sibuk ya?
📩 susi : hy juga kak, ndak kok, lagi baringan aja 😁.
📩 nando : kita keluar jalan-jalan yuk.
📩susi. : hehe boleh juga kak.
📩nando : okeh tunggu kakak jemput ya.
susi pun langsung bersiap-siap.
" ma , papa hari ini lembur lagi ya?" tanya susi sambil memasuki kawasan mall z.
" iya sayang, katanya sih papa lagi ada rapat sama pembisnis lainnya " jawab mamanya.
" ouh ya,,papa pasti sibuk sekali " -nina
" iya papa pasti sibuk, kata papa tadi sih dia ada ketemuan sama teman bisnis nya, kamu tau ndak kawan bisnis papa yang ini pengusaha muda loh " sambil melirik nina.
" trus emang ngpa ma " -tanya nina
" kali aja kamu tertarik sayang " goda mamanya.
" ihhh,,mama jangan ngaco deh ngomongnya" jawab nina ketus.
" ahahahaaa iya sayang, jangan ngambek dong, mama bercanda kok " mengelus kepala nina.
disisi lain, susi dan nando pun sampai di kawasan mall z. mereka berjalan-jalan menyusuri mall z. tujuan utama nando dan susi adalah menonton, setelah selesai menonton mereka pun makan di mall tersebut.
" si, sebelum pulang makan dulu yuk, kakak lapar" sambil memegang perutnya yang keroncongan.
" boleh kak " -susi.
setelah puas menemani mamanya belanja susi pun merasa lapar, haus, dan capek.
" maaa nina capek, lapar " rengek nina.
" ya udah, kita makan dulu sebelum pulang, kita makan disana aja ya, di sana kayaknya sepi" sambil menunjuk tempat.
" okeh ma" -nina.
mereka pun memilih menu makanan. setelah menunggu beberapa menit, pesanan mereka datang, tanpa menunggu lama nina langsung memulai makan.
tidak jauh dari mejanya, nina melihat sosok yang dia kenal, bukan hanya dikenal, namun juga yang dia rindukan.
nina melihat nando di ujung mereka, ketawa seperti sangat bahagia dengan seseorang wanita yang duduk membelakanginya, yang terlihat hanya punggung belakang.