I Love You Uncle

I Love You Uncle
sedikit kecewa pada uncle david



sepanjang perjalanan nina hanya diam, pandangannya lurus kedepan dengan tatapan kosong. sementara david sibuk menyetir mobil. setelah memakan waktu beberapa menit, menuju rumah nina, mereka pun sampai juga akhirnya. nina yang ingin membuka pintu mobil, tangannya langsung di cekal david.


" apaan sih uncle, lepasin tangan nina!! " ketus nina yang sensian.


" uncle minta maaf, kalau uncle mengecewakan nina malam ini " kata david.


" no problem !" jawab nina singkat dan keluar dari mobil david.


david hanya menghempaskan nafas kasarnyaa yang menatap punggung nina berjalan memasuki rumahnya. david memutar mobil lalu meninggalkan halaman rumah nina menuju apartemennya. sekitar dua puluh lima menit, david tiba di apartemen miliknya. iyan yang melihat mobil david sudah tiba, dia langsung keluar menghampiri david dan memasuki kawasan apartemen bersama.


" dari mana aja lu, gue telpon gak di angkat " kesal david.


" sorry bro, gue tadi keluar makan sama,,,,," david tidak melanjuti ucapannya.


" sama siapa? cewek baru lu ? jangan bilang lu nyelingkuhin anita?? eh,,tapi kalau lu selingkuh toh ngak papa lagian, hampir satu tahun anita engak ada kabarin elu.." ucap iyan seraya menaikan alis nya.


" apaan sih lu kebanyakan haluu,,jadi ngomongnya ngaur mulu " kesal david.


mereka keluar dari lift berjalan menuju apartemen david. mereka masuk dan duduk di ruangan tengah.


" gini bro,blablabbla,,,,,,,,,


setelah hampir satu jam, mereka diskusi, merasa tidak ada hal yang penting di bicarakan iyan pamit pulang menuju rumahnya. iyan hanya tinggal sendiri di rumahnya yang terbilang cukup mewah, dia mendirikan rumah pribadinya hasil jerih payah dia bekerja menjadi sekretaris david. iyan hanyalah anak yatim piatu yang di tinggal orang tuanya meninggal mengalami kecelakan lalu lintas ketika iyan berusia 19 tahun. namun perhatian dan kasih sayang orang tua, masih iyan dapatkan dari mama papa david, yang juga menyayangi dan menganggap iyan sebagai anak mereka.


sepeninggalan iyan, david langsung berjalan menuju kamar mandi, dia bersih bersih badan dan menggantikan pakaiannya.


sementara di sisi lain.


nina masih berdiri di balkon kamarnya, dia memandangi bintang dari kejauhan.


" kok gue nyesek sendiri ya mikirin uncle david " erang nina dalam hatinya.


mama nina yang menatap nina sedari tadi hanya diam melihat dari belakang. ya, memang kebiasaan nina meminum susu sebelum tidur yang di buatkan oleh mamanya. mamanya yang mengantar susu ke kamar, begitu kaget melihat kamar kosong, kemudian mamanya mencari, tetapi di lihatnya dari pintu kaca, nina sedang melamun di balkon kamar, mamanya pun berjalan mendekati nina.


' ekhemm.....' deheman mamanya membuat nina kaget.


" eh, mama, sejak kapan mama berada di belakang nina " selidik nina.


" emmm mungkin kurang lebih sekitar lima menit yang lalu " ujar mamanya.


" ouh " jawab nina.


" habisnya sih, mama liat putri mama kayak melamun gitu " kata mamanya.


" ahh,, engak ma, nina engak melamun kok " ujar nina yang berjalan menghampiri mamanya.


" ya udah kita masuk aja yuk " ajak mamanya.


mereka masuk kedalam kamar, mamanya menyuguhkan susu putih yang masih hangat untuk di minum sebelum tidur. nina yang sudah meminum habis susunya pun menyimpan kembali ke atas nampan.


" sayang, paketan yang di beli papamu belum di buka ya? " tanya mamanya.


.


" astaga,,,nina lupa ma " ujar nina yaang berjalan menuju meja untuk mengambil kotak paketan yang di pesan papanya siang tadi. nina kemudian membuka bingkisan kotak paket tersebut dengan di bantu oleh mamanya. saat di buka, nina begitu kagum melihat gaun pesta yang di desain dari amerika dan segala aksesoris nya .


" woww,,,luar biasa. mama liat ini gaun pesta desain dari amerika ma," ujar nina yang melihat merek nya di label.


" iya sayang " ujar mamanya.


" trus, paketan punya mama tadi isi nya apa ?" tanya nina.


" sama halnya seperti punya mu, cuma punya mama gaun desain dari italia " jawabnya.


" ma, apa papa engak berlebihan ya? kan kita cuma ke pesta bentar doang, apa sih papa sampe beli gaun mahal mahal " kata nina.


" sayang, besok kita ke pesta itu, bukan pesta biasa, itu pesta peresmian perusahan teman papa, dan pesta itu, pesta yang akan di hadiri oleh kolega kolega pembisnis para Ceo terutamanya. kamu paham sayang. " jelas mama nina pada putrinya.


" sekarang, kamu tidur, karena besok kita akan ke salon, buat pestanya. ini permintaan papa mu, jangan ada penolakan " timpal mamanya.


mamanya tau, nina akan menolak dengan seribu satu cara untuk menolak di ajak pergi ke salon, karena pergi ke salon adalah hal yang tidak diinginkan bagi nina. makanya mama nina mengatas namakan atas dasar permintaan papanya agar nina tidak menolak.


" sekarang istirahat lah sayang " ucap mamanya dan mencium kening nina.


mamanya mematikan lampu kamar nina, kemudia berjalan menuju kamarnya. 'ceklek' suara pintu terbuka. dia melihat sumaninya tengah kerja di depan laptop mengurus segala email kerja yang masuk.


" engak baik pa, kerja sampe malam " kata mama nina pada suaminya.


" iya ma, ini juga udah selesai kok, em gimana nina dia mau pergi dengan mama besok ?" tanya suaminya yang menyimpan laptop di atas meja.


" engak berani nolak nina pa, ya jelas lah mama kan mengatas namakan papa " senyum mama nina pada suamimya.


jam 06.25 WIB.


' whoammm' nina mengucek ngucek mata dia melihat jam sudah pukul 06.25 Wib. nina bangun dan langsung mengemas tempat tidurnya, setelah selesai iya berjalan menuju kamar mandinya. dia mulai mengisi air hangat di bathub untuk mandi pagi. nina berendam dalam bathub dengan aroma busa sabun lavender yang memenuhi bathub nya. setelah 15 menit nina selesai dengan ritual mandi, dia keluar dengan menggunakan handu melilit di badannya. setelah selesai berpakaian nina menyambar ponsel miliknya di atas meja, dia berharap ada pesan dari uncle david, tapi nina begitu kecewa, yang ada hanya pesan dari grup kelasnya.


" kok uncle engak ada ngirimin gue pesan ya? apa semalam dia engak menyadari kalau gue tuh kecewa sama dia gegara batalin janji " gumam nina.


" ah bodoh amat lah ngapain juga gue mikir kesitu " dengus nina.


nina berjalan menuju ruangan makan, dilihatnya mama papanya yang memulai sarapan pagi, nina pun menghampiri.


" pagi ma, pa " sapa nina.


" aduhh sayang kamu ini kenapa semenjak engak pergi ke sekolah, kamu kok molor terus sih, engak baik anak perempuan molor, kalau kamu kayak gini trus setiap pagi, kamu engak usah pergi ke amerika" ucap mamanya.


semenjak nina selesai ujian, memang nina tidak pernah datang ke sekolah lagi, mereka hanya menunggu hasil kelulusannya saja. jadi nina hanya ngabisin waktu di rumah.


" emmm papa,,mama kok jahat sih " adu nina sama papanya dengan suara khas manja.


" udah ,,,udah ma,,ngapapa juga nina molor, kan dia belum ada kegiatan aktivitas dia kalau bangun pagi " ujar papanya memberikan pembelaan pada nina.


mamanya hanya mengeleng gelengkan kepala mendengar penuturan suaminya itu.


" sayang, nanti kamu sama mama ke salon bentar ya buat persiapan nanti malam," kata papanya.


" baik pa " jawab nina lesu. sebenarnya nina paling malas bepergian keluar rumah.


" ma, papa berangkat dulu ya, mungkin jam dua belas nanti papa sudah pulang kantor " pamit papanya yang mencium kening istrinya, kemudian mengelus kepala nina.


" nanti dandan cantik cantik ya " kata papanya pada nina.


" apaan sih papa berlebihan deh " kesal nina.


" ya udah papa berangkat dulu " pamit papanya, yang diantar istrinya sampe ke depan pintu.


di sisi lain di rumah nando.


nando duduk di balkon rumahnya, sekali kali dia melirik ponselnya. ' huhhh ' terdengar hempasan nafas kasarnya. dia membuka media sosial instagram punya nina, mengembang senyum dibibirnya memandang foto foto nina.


" cantik " gumamnya.


"kok gue ngerasa bersalah sama nina" kata nando pada dirinya sendiri.


nando kemudian mencari kontak rizal dan menelponnya. ' tutt,,tutt,,,tut,,' panggilan tersambung, terdengar suara dari seberang sana.


📞rizal : hallo kenapa bro?


📞nando : kita ke cafe A sekitar jam satu an. siang ini yok di rumah membosankan, kalau sekarang pergi gue ngak bisa gue mau antarin nyokap gue ke rumah sakit.


📞rizal : siip gue mah.


📞 nando : oke


tutt,,tut,, tut,, panggilan terputus.


nando berjalan masuk ke dalam rumahnya


" nando......"