
sinar matahari menembus gorden miliknya, hingga sampai menusuk retina mata. nina mengucek matanya.'whoam'.....
" aduh cuacanya cerah sekali hari ini " ujar nina.
setelah merapikan tempat tidurnya nina turun kebawah untuk sarapan pagi.
" ma, pa " panggil nina.
" gimana tidurnya nyenyak ?" tanya papa
" pasti dong pa " jawab nina
" hari ini kamu mau ngapain ?" tanya papa
" engak ngapa ngapain pa" ujarnya.
" ouh " jawab papanya sambil melirik jam.
" pa nina boleh ikut papa ngantor?" pinta nina.
" hari ini papa ada rapat sama klien " jelas papanya.
" janji deh pa, nina ngak bakalan ganggu nina mau ikut itu aja " rayu nina.
" udah lah pa biarin aja nina ikut " sanggah mama.
" oke oke,,sekarang cepat siap siap papa mengejar jadwal ini " ujar papa.
nina yang mendapatkan izin langsung segera berlari ke atas, dia langsung mandi dan bersiap siap, nina menggunakan dress selutut berwarna biru dan hells warna cokelat. setelah menandani diri, nina segera turun ke bawah menemui papanya.
setelah berpamitan dengan mamanya mereka berangkat menuju kantor, mereka berjalan menaiki lift untuk menuju ruangan papanya, nina memasuki ruangan papanya, dia merasa ada suasana yang berbeda.
" loh, pa foto pernikahan papa sama mama mana?" tanya nina yang melihat kosong ke arah dinding.
" papa taruh di dalam lemari ruangan itu " jawab papanya yang menunjukan ruangan kamar tempat papanya beristirahat kala lelah.
nina menarik nafas mendengar kata kata papanya, nina melihat sekeliling ruangan, dan terakhir nina melihat komputer papanya,
"loh bukannya dulu nina ganti wallpaper depan foto keluarga kita dan papa suka kan?!" kata nina..
selamat pagi mas.......
sapa seorang wanita dengan penampilan casual menggunakan rok mini hells tinggi dengan baju yang menampakan belahan dada. nina mengkerutkan dahinya mendengar panggilan perempuan itu pada papanya dengan sebutan mas.
" ini siapa mas " tanya perempuan itu.
" perkenalkan nama saya, nina angreani gerceon...!!" ucap nina penuh penekanan.
" eh mmm maafkan saya mbak" ujar perempuan itu sambil menunduk.
" nina kenalin ini asisten pribadi papa namanya nadia" kata papa.
mata nina langsung melotot, dia menatap papanya meminta jawaban kenapa perempuan itu bisa jadi asisten papanya.
" pa nina engak salah dengar, bukannya asistent papa itu om heri " ujar nina yang tak ada jawaban papanya.
" jadwal saya hari ini apa aja" tanya papa pada perempuan itu.
" jam 10.35 wib mas ada meeting di kantor twins group dengan ceo mereka" jelas nadia.
" okeh " jawab papa nina yang berjalan kearah ujung menuju kamar mandi.
nina yang melihat nadia belum keluar pun makin kesal dan geram di buatnya.
" apakah anda akan berdiri disitu selamanya, setelah memberi laporan? apakah anda akan betah berduaan sama suami orang ?" ejek nina.
hati nadia bagaikan terbakar mendengar ucapan nadia, tangannya yang mengepal menandakan iya sedang menahan emosi, karena tak ingin dihina nina lebih lama, nadia langsung keluar.
" kurang ajar" gumam nadia.
belum lama nadia keluar dari ruangan papanya, papa pun keluar dari kamar mandi. papa yang melihat nina berjalan keluar pun segera memanggil.
" kamu mau kemana nak" panggil papa.
nina pun berhenti dan berbalik badan menatap papanya.
" papa tunggu aja diruangan" titah nina.
nina berjalan menuju meja sekretaris papanya. sekretaris papanya adalah tito yang berusia 27 tahun.
" hallo paman " sapa nina.
" paman sibuk ?" tanya nina.
" enggak." jawab tito.
" paman nina minta tolong, carikan nina info dan identitas nadia asisten papa " ujar nina sambil menatap kuku kukunya yang bersih.
" tapi......" belum selesai tito bicara karena di potong nina.
" saya tidak ingin penolakan, kali ini!!" jawab nina tegas.
nina kemudian mencatat nomor whattsap untuk ditinggalkan di meja tito. nina kemudian masuk ke ruangan papanya.
" pa, sejak kapan nadia jadi asisten papa?" tanya nina.
" sejak dua bulan terakhir ini sayang" jawab papa yang menatap ke layar komputer.
" paman heri kemana pa?" tanya nina.
" sayang, jangan mikir macam macam dulu ya, om heri itu papa pindahkan untuk menghandel perusahaan kita di amerika, dan nadia itu dulunya karyawan biasa di bagian administrasi, karena papa liat skill nya bagus, dan saat papa tanya dia juga pandai berargumen, jadi papa angkat dia sebagai asisten papa" jelasnya.
" pasti ini akal akalan nadia" gumam nina
'ceklek' pintu terbuka, masuk nadia yang memberi laporan.
" maaf mas, ini sudah jam 10.00 wib apakah tidak sebaiknya kita berangkat ke kantor twins group " kata nadia.
" oke" jawab papa.
" ayuk sayang kita ke kantor david" ajak papanya pada nina.
mereka turun kebawah menggunakan lift, nina berada menengahi papanya dan nadia.
" apa apaan ini. asisten papa kok perempuan, gimana papa meeting keluar kota atau keluar negeri mereka pasti pergi berdua" gumam nina yang berpikir.
setelah pintu lift terbuka mereka berjalan menuju mobil papa nina, dengan supir yang menyetir mobilnya.
" nadia kamu duduk di depan ya " ujar papa.
" baik mas " jawab nadia yang melihat kearah nina.dan dibalas nina dengan membuang pandangannya
setelah memakan waktu beberapa menit sampai lah mereka di kantor david. mereka berjalan menuju meja resepsionis kemudian mereka berjalan menuju ruangan meeting. david yang melihat nina langsung menyuruh iyan untuk mengantarkan keruangannya untuk menunggu disana.
sesampainya nina di ruangan david, dia melihat kemegahan ruangan tersebut. namun dia tidak berani berjalan menyusuri lebih detail. sementara papanya dan david sedang meeting membahas kerjasama perusahaannya.
" mas, maaf sebelumnya apakah masih lama meetingnya?" bisik nadia pada papa nina.
" kemungkinan masih setengah jam lagi " sahut nya.
" mas kita ada penelitian proyek jam 11.30 ke lapangan " jelas nadia pada atasanya.
" astagaa,,,ya udah kamu aja yang turun ke lapangan, jam meeting sekarang belum selesai " kata pak wahyu.
kemudian nadia berbisik pada iyan yang di sampingnya, karena tidak mungkin juga dia memberhentikan david yang sedang berbicara di depan. setelah mendapat izin nadia keluar dari ruangan.
sementara di dalam ruangan david, mata nina tertuju pada sebuah foto perempuan yang ada diatas meja kerja david. dia pun berjalan dan melihat foto tersebut.
" foto siapa ini ? cantik " gumam nina.
saat nina ingin memegang foto tersebut, terdengar suara orang membuka pintu ' ceklek '
' ekhemm....'
dehemannya membuat nina kaget. nina melihat penampilan wanita itu seksi, dengan kaki panjang dan tekuk lekuk badannya menggambarkan seperti seorang model.
" loh itu perempuan yang di foto ini" batin nina yang melihat arah foto diatas meja.
" kamu siapa ?! dan kenapa bisa ada didalam ruangan ini?! " katanya dengan penuh selidik.
" saya,,,,,,,,,,,," belum selesai nina menjawab david muncul dari belakang.
" nina, papa mu sudah menunggu di meja respsionis bawah" ujar david yang berjalan sambil melihat ponselnya.
dan seketika david menatap sosok di hadapannya, dia langsung merangkulnya.
" kenapa engak ngabarin balik ke indonesia sayang" ucap david sambil mencium pelipis wanita itu. ya, wanita itu adalah anita kekasih david.
" sengaja, surpprise " jawab anita.
nina berdiri mematung melihat sepasang kekasih yang bercumbu mesra dihadapannya. ada perasaan sesak di hatinya tak kala melihat david memeluk mencium anita. karena tak ingin berlama sakit hati, nina keluar dari ruangan tanpa mengucap permisi. saat membelakangi mereka, keluar kristal bening dari mata nina, sesak sungguh yang dia rasakan melihat david bermesraan dengan wanita itu. nina berjalan dan memasuki lift. dia menghapus air matanya..