
tap tap tap,,,suara derap langkah kaki pak kevin guru fisika memasuki kedalam kelas XII IPA. semua siswa nampak diam, karena pelajaran nya segera di mulai.
susi masih senyum senyum sendiri menatap layar ponselnya, disaat yang lain nampak serius karena pelajaran fisika akan di mulai, tentu saja nina melihat gerak gerik susi yang kelihatan bahagia, nina sebenarnya ingin menanyakan apa gerangan nya yang membuat dia nampak senang, namun niatnya itu di urungkan. susi nampak bahagia karena dia sedang berbalas pesan sama nando, di dalam kelasnya.
📩susi : kak nanti bisa temani susi ke toko buku x di jalan z. soalnya mau kerjakan tugas🙏 nih:)
📩 nando : siap sii pasti kakak temani kamu kok kemana pun kamu mau.
susi tersenyum membaca balasan dari nando, yang kelihatan sangat merespon keinginannya untuk mencari buku setelah pulang sekolah.
di waktu bersamaan.
" sebelum memulai materi hari ini, tolong kumpulkan tugas kalian kemaren di meja depan saya, sekarang!! " perintah pak kevin yang tak lain adalah guru fisika mereka.
semua siswa nampak berjalan kedepan mengantar tugasnya, sama halnya dengan susi dan mega, yang berjalan kedepan mengumpulkan tugas mereka kemeja depan.
" sii,,tunggu, " sergah nina.
" bisa tolong titipkan tugas? gue lagi malas jalan kedepan soalnya " kata nina seraya tersenyum dengan menampakan deretan gigi putihnya.
" oke, mana nih tugas mu " kata susi.
" nihh,,," sambil menyerahkan buku ke susi.
susi pun meletakan ponselnya di meja, tanpa mematikan layarnya, dan tentu saja halaman pesannya dengan nando di whattsap belum dia kembalikan ke layar awal.
susi berjalan kedepan. nina yang tidak sengaja melihat isi pesan whattsap susi begitu kaget, dan penuh tanda tanya melihat isi chat susi dan nando.
📩susi : kak nanti bisa temani susi ke toko buku x di jalan z. soalnya mau kerjakan tugas🙏 nih:)
📩 nando : siap sii pasti kakak temani kamu kok kemana pun kamu mau.
deg,,,,ada perasaan marah, kecewa, benci, di dalam pikirannya , namun perasaan itu cepat dia singkirkan. sedari pelajaran dimulai nina nampak tidak konsen.
" ada hubungan apa susi dengan kak nando " gumam nina yang penuh tanda tanya.
di kantor papa nina gerceon group.
papa nina kelihatan sibuk, dia lagi meeting dengan klien sekaligus rekan bisnis nya, selepas itu, dia ada pertemuan dengan david pratama wijaya yang membahas cabang perusahaan di amerika. papa nina dan uncle david memang mendirikan sebuah perusahan cabang di amerika, perusahaan mereka bekerja sama karena saling membutuhkan,,antara cabang gerceon group dan twins group. namun perusahan cabang gerceon group di amerika di handel sekretarisnya, sedangkan papa nina menghandel di indonesia. lain halnya dengan david, dia sendiri yang menghandel perusahan cabang twins group di amerika, dia meghandel jarak jauh dari indonesia, tapi di bantu sekretaris nya di amerika.
pertemuan pak wahyu hadinata gerceon dan david pratama wijaya, berlangsung beberapa jam di kantor gerceon group.
" ahhh,,,hari ini jadwal padat dan sibuk sekali " kata pak wahyu sambil menyandar di bangku dan memijit pelipisnya.
" kalau tidak sibuk bukan seorang pemimpin pak " sergah wahyu sambil tersunging senyuman dengan menaikan satu alisnya.
" panggil aja saya om david, jangan panggil saya pak, karena saya bukan bapak mu " ucap pak wahyu sambil tertawa.
david tersenyum kikuk mendengar pernyataan pak wahyu.
" siapa tau aja kali, nanti pak,,,eh om maksudnya jadi bapak mertua saya " balas david seraya mengoda papa nina.
keduanya pun tertawa bersama.
papa nina menelpon dimas, agar jam 14.00 wib nanti menjemput putrinya duluan, karena dia sibuk jadi pak wahyu tidak sempat menjemput nina. david yang mendengar perintah papa nina pun mengambil inisiatif.
" pak,,eh om maksudnya, biar nanti saya aja yang jemput nina kesekolahan, nanti saya antar kerumah " kata david sambil mengaruk tekuk nya yang tidak gatal.
" kamu yakin ? apa kamu tidak sibuk ?" tanya papa nina.
" tidak om " jawab david.
" oke baiklah biar saya telpon nina " ujar pak wahyu.
saat jam istirahat sekolah, siswa berhamburan menyerbu kantin, ada yang ke perpustakaan , dan banyak lagi aktifitas yang di lakukan siswa. mega, nina, dan susi pun duduk dikantin, mereka memesan makanan.
" bu bakso nya tiga ya, sama es jeruk 3 juga " kata mega kepada pelayan kantin.
selang beberapa menit. makanan mereka pun datang.
tak jauh di seberang sana di ujung kantin, nina melihat nando juga duduk makan bersama temannya, nina berjalan mendekati nando.
" hy,,kak, nanti bisa temani gue belanja ndak?" tanya nina yang berdiri di samping nando.
" hy juga nin,emm,,,anu itu,, aduh maaf yaa sayang kakak ndak bisa nanti, soalnya kakak juga sore ini ada latihan basket dengan tim". ucap nando sambil tersenyum.
teman-teman nando merasa heran karena setau mereka tidak ada latihan.
" lo serius nan, nanti ada latihan basket? bukannya udah free ya? kita kan udah mau UN " tanya kawan nando.
" ah elu aja, yang ngak baca pengumuman di sekretariat basket tadi " sangkal nando, seraya melemparkan tatapan tajam ke temannya.
" okeh gapapa kak, gue kesana dulu ya" sambil menunjukan meja makan bersama sahabatnya.
" gila lu nando, lu bohongin nina ya? kurang apa coba nina? kalau gue jadi elu gue ngak akan nyia-nyiain nina" ucap kawannya.
nando tak mengubris ucapan temanya, dia fokus makan makanannya yang masih hangat.
. apakah dia mengkhianati ku di belakang ? pertanyaan itu terus menghantui. nina duduk di bangku meja makannya, mega melihat tingkah sahabatnya,,
" elu ngapain ngaduk makanan terus dari tadi? ada masalah ceritain dong" kata mega.
" iya cerita aja, kali aja kita bisa bantu elu " timpal susi.
" gapapa kok " jawab nina.
mereka pun melanjutkan makannya
drttt,,,drttt,,,drtt,,,getar panggilan masuk di ponsel nina.
📞 papa : hallo sayang, kamu udah pulang ?
📞 nina : belum pa,,
📞 papa : papa hari ini sibuk, papa tidak sempat jemput kami, tapi nanti ada uncle david yang jemput.
📞 nina : okeh pa.
nina mematikan telponnya.
ting,,ting,,ting,, lonceng masuk berbunyi, semua siswa masuk ke kelas. setelah beberapa jam pelajaran selesai. semua siswa meningalkan kelas dan pulang.
nina menuju parkiran, dia melihat ada mobil mewah di halaman sekolahnya. uncle david keluar dan melambaikan tangannya. nina pun menghampiri uncle david.
" uncle udah lama ya nunggu nya?" tanya nina malu-malu.
" ehemm,,,menurut mu?" tanya david
" hehehe " nina tersenyum menampakkan deretan gigi putih, rapi nya.
mereka pun masuk ke dalam mobil. david melihat nina yang tidak memasang seat belt, david berinisiatif memasangkannya.
deg,,,detak jantung david bergerak lebih cepat saat menatap manik mata nina kecokelatan.