I Am Not Me

I Am Not Me
SAMA SEKALI BARU DIMULAI



Natalie bukanlah wanita sekuat itu yang sanggup mempertahankan mentalnya selama ini, mungkin jika dia pergi ke psikiater dirinya akan divonis mengalami gangguan mental. Jangankan memikirkan balas dendam atas ketidakadilan yang sudah dia terima. Bernafas dengan benar dari hari ke hari saja sudah sulit. ditendang, dipukul, ditampar, disiram, kesulitan makan, beserta sepaket penderitaan lain sudah jadi keseharian hampir 24 jam penuh.


Dulu sekali dia seorang wanita keras kepala yang selalu menghardik siapa saja yang berani menentangnya. Tapi kini bahkan menatap mata orang saja tidak berani. Dia belajar dari didikan para narapidana disana, jangan berani menatap wajah orang kalau tak ingin di tendang.


susah payah merangkak dari neraka mengerikan berharap Tuhan memberinya hidup sekali lagi, tapi tampaknya dosanya terlalu besar untuk diampuni tuhan. tapi- dosa yang mana?


"Bermainlah disini, bukankah ini memang alam mu?" suara sarkas serasa memecah kepala Natalie


"tidak tuan terima kasih saya harus kembali bekerja"


"astaga bos sudah payah payah bicara padamu tapi kau benar-benar sombong ya"


" hey, kau tau sulit sekali mengajak bos bermain bahkan wanita kelas atas saja tak bisa. kau yang dengan wajah serta suara mengerikan itu dipanggil bos tapi menolak"


pikiran Natalie buntu tak tau harus bagaimana, raut muka pucat yang samar-samar terbaca di ruangan remang tersebut.


Dulu dia sering menghabiskan waktu ditempat seperti ini. minum dan pulang pagi meski sudah bersuami, toh suaminya saja tak peduli bahkan sering kencan ranjang dengan wanita bar. tapi kini rasanya mustahil bahkan untuk menengguk setetes anggur.


Kemal Cole duduk diujung ruangan tampak dengan wajah dingin dan tatapan tajam. dia benci wanita ini sampai ke sumsum tulang nya, berkali-kali menghancurkan hidupnya.


harusnya, sekarang dirinya sudah menikah dengan Lena yang kini sudah ada dibawah tanah.


"kemari!" perintah kemal bulat


dengan tubuh gemetaran nata mendekat mencoba menyusun pikiran satu demi satu.


"tuangkan aku anggur" nata hanya menurut berharap ampunan untuknya


"sekarang kau tumpahkan anggur ini pada salah satu orang yang paling kau benci didalam ruangan ini"


manusia dalam ruangan remang terkejut, apa maksud bos nya.


sementara kemal menyeringai dia tau orang yang paling dibenci nata adalah dirinya.


'kita lihat apa yang bisa kau lakukan jalang'


melihat bosnya menyeringai misterius mereka paham untuk tidak menggangu nya biarlah salah satu dari mereka basah karna anggur asal bosnya senang.


" kalau kau yang kena siram. diam. mengerti" bisikan pelan mengisyaratkan untuk tidak menggangu bos besar mereka.


BYURRRRR


semua orang terkejut nata menyiram dirinya sendiri hingga rambutnya kuyub.


"orang yang paling saya benci adalah diri saya tuan, sekarang izinkan saya pergi"


kemal tak senang rahangnya mengeras,


yang lain tertawa tertarik kepada bibi pembersih ini 'menarik dia tau cara mengatasi bos'


"tetap disini...siapa namamu" ucap kemal sok tak tau


"Natalie tuan, saya hanya tukang bersih-bersih"


wanita yang ada disana menatap jijik saat mata bicara bagaimana bisa seorang perempuan punya suara mengerikan seperti itu.


Natalie paham kemal ingin menghabisi nya sedikit demi sedikit terutama dengan menghinanya dan mempermalukan dirinya.


"heeee namamu bagus tapi kenapa dirimu begitu buruk, kau tau nanti tak akan ada yang mau dengan mu hahaha" bukan kemal yang bicara nata tak ingin tau siapa.


menatap tetesan anggur yang jauh kelantai dari rambutnya dengan tangan pucat yang sudah dingin. mungkin orang lain yang dalam posisi nya akan berkeringat tapi tubuh nata sudah lupa caranya berkeringat.


"aku tak butuh seseorang yang mau denganku tuan" ucapnya pelan dengan hati-hati


HAHAHAHAHAHA


"Kau memang luar biasa bibi andai kau perempuan cantik sudah kuajak tidur malam ini" tatapan seisi ruangan hanya meremehkan untuk nya.