I Am Not Me

I Am Not Me
PERASAAN KEMAL



"permalukan dia kalian bebas mau seperti apa, perempuan itu mainan malam ini" kemal dengan santainya mengatakan itu pada beberapa rekanya didalam ruangan.


Andai Natalie tak membunuh Lena kekasihnya mungkin dia tak akan jadi seperti ini. harusnya dia sudah menikah bahkan mungkin punya anak dengan Lena


setelah kematian Lena kemal murung sering marah-marah tak jelas. pribadinya menjadi kasar tak karuan, hatinya hancur.


terbayang Lena dipikirkan nya tutur katanya bagaikan malaikat Dimata kemal.


"tuan, istrimu cantik aku yakin sebenarnya dia baik tapi tak pernah kau perhatikan"


"tuan, aku menyukai mu juga tapi bagaimana istrimu"


"tuan kemal, aku ingin dekat dengan keluarga mu termasuk istrimu"


"ya, aku akan menikah denganmu setelah lulus asal kau memperlakukan semua orang dengan baik"


"tuan, kau tau hari ini nona Natalie mengajakku bertemu dia bilang ingin jalan-jalan"


seluruh kenangan seakan menghantam kemal, gadis itu terlalu baik. sementara istrinya bagaikan bajingan. kemal menjebloskan Natalie kepenjara paling kasar yang ada di negara ini agar hidupnya menderita. bagi kemal itupun belum cukup menyiksa Natalie.


tanpa tau apa yang dialami Natalie tentunya.


hari demi hari kemal berubah semakin buruk, mungkin jika hari itu dia tak sengaja bertemu perempuan sialan Natalie mungkin dirinya bisa melupakan segalanya. tapi tidak, melihat wajah Natalie membangkitkan segalanya. kebencian, kesedihan, kemarahannya.


Kemal tak menyangka bertemu dengan sosok yang sudah berbeda, disana Natalie membungkuk siap menjilat sepatu seorang wanita.


"ah berhenti aku berubah pikiran hummm... apa yaa" sambil menatap Natalie yang memakai jaket tebal sampai leher hampir seluruh tubuhnya tertutup. entah apa yang ditutupinya....


"ah begini..." lanjut nya sambil menumpahkan anggur kelantai "jilat sampai habis"


kemal menyeritkan alisnya


"nona aku akan menjilat apapun asal jangan minuman keras nona, aku bisa mati"


semua terkejut dengan suaranya, bagaikan suara film horor.


"tidak asik kalian saja lah aku tak punya ide"


"tuan, saya permisi" ucap elena. kemal mengangguk pelan.


kemal melirik dingin nata yang tampak seperti anjing menunggu perintah. sementara Natalie kakinya mulai terasa nyeri.


"dia benar-benar membosankan, bahkan menelanjanginya pun tak akan menarik"


kemal melempar sebuah bola kecil yang dia bawa "ambil itu" titahnya. nata hendak berdiri untuk mengambil bola yang ada diatas kursi dekat seorang pria


"merangkak.. seperti anjing dan ambil dengan mulutmu baru benar"


nata tak terkejut, dia tau sejak masuk ruangan ini memang akan diperlakukan seperti anjing.. benar-benar anjing.


melihat nata menurut seorang pria mengambil bola tersebut lalu meletakkannya diantara selangkangannya. yang lain tertawa renyah benar-benar menarik perempuan ini.


"hey bos kau dapat darimana perempuan ini, pas sekali jadi anjing"


"ah pasti dari peternakan anjing, memangnya dari mana lagi" sambung yang lain dilanjutkan dengan gelak tawa seisi ruangan.


sementara Natalie dengan hina nya merngkak lalu mengambil bola tersebut, hatinya tak karuan..hey dimana lagi ada perempuan sehina dirinya jika ada bawa kemari kehadapan Natalie.


"anjing pintar, bolanya kemarikan"


anjing itu hanya menurut...


kemal tak habis pikir, siapa perempuan ini apa benar dirinya Natalie. dia puas sangat puas dengan Natalie yang hina sekarang tapi entah mengapa didalam hatinya ada rasa kesal, rasa mencari-cari seorang perempuan sombong yang dia kenal.


jadilah malam ini mereka main anjing-anjing an. malam pertama yang penuh hina untuk mantan Natalie Cole, mungkin selanjutnya akan lebih hina.


kakinya nyeri bukan main berjalan saja terseok-seok, untung dirinya diizinkan menggunakan lift meski lift bobrok khusus pekerja. didepan lift tampak elena menunggu Natalie dengan tidak sabar, entah apa yang ada dipikiran tuan Cole mengapa Natalie dihina sedemikian rupa apa sebenarnya kesalahan nata.