
Tak ada hujan hari ini, tapi entah dari mana badai mengerikan datang. siang tadi Natalie masi bisa bernafas dengan lancar tapi kali ini kesulitan mengaturnya, kepalanya berdengung tidak mencerna apa yang terjadi, didepannya suaminya menatapnya dengan tatapan nyalang.
"aku..aku" tenggorokannya tercekat ditengah
"perempuan sialan mau apa lagi haa belum cukup berkali kali kau mencelakai Lena sekarang apa"
Natalie menggeleng keras "AKU TAK MEMBUNUHNYA, BUKAN AKU"
"memang, ya bukan kau tapi orang suruhan mu. Sudahlah nata apalagi yang ingin kau sembunyikan jelas jelas kau yang menelfonya menyuruh dia datang ke tempat sepi lalu orang suruhan mu membunuh nya"
tatapan kemal benar benar penuh amarah, dia sudah melarang Lena memenuhi panggilan Natalie namun Lena bersikeras ingin memperbaiki hubungannya dengan Natalie. hasilnya adalah seorang polisi melaporkan kebakaran sebuah gedung kosong dengan seorang gadis hangus terpanggang. awalnya dengan bersikeras kemal menampik bahwa itu adalah Lena perempuan yang dia cintai, perempuan yang mengubah hatinya. namun dokter menyatakan bahwa DNA nya positif milik Lena dermawan.
Natalie menatap suaminya lalu ibu mertua nya yang hanya dibalas dengan tatapan sulit diartikan serta adik iparnya yang menatap dengan tatapan jijik tanpa bicara.
"kau jangan menuduhku yang melakukan ny hanya karna hubungan ku dengannya tidak baik, aku bahkan benar benar tak menelfonya. kemal itu bukan aku. aku bersumpah demi tuhan"
"ya, memang tak ada bukti kalo itu kau karna semua bukti sudah tidak bersisa. kau itu wanita ular nata kau iri dengan semua yang dimiliki Lena bahkan cintaku kan haaa?"
"aku tak ingin cintamu, aku bukan perempuan bodoh yang membunuh kekasihmu lalu berharap kau akan melirik ku kemal"
perdebatan terus berlanjut tanpa jeda, saling mengalahkan atas nyawa yang sudah tak ada. Natalie sudah lelah sejak awal menikah tak pernah sedikitpun kemal meliriknya bahkan sering pergi dengan wanita bar tapi dirinya diam, dua tahun pernikahan hanya menambah sakit hati. hingga pada suatu hari dirinya dikejutkan dengan kabar kemal yang menjalin hubungan dengan anak karyawan nya Lena namanya gadis lugu yang masi duduk di bangku kuliah.
hati istri mana yang tak hancur, diri nya hanya dijodohkan orangtuanya menjadi tumbal kesuksesan bisnis keluarga.
sementara Lena berbanding terbalik dengan dirinya perempuan penuh kasih sayang, lemah lembut. Natali iri hatinya nyeri, sering menghina Lena terang terangan berkali-kali membuat kemal bengar.
malam ini puncak segalanya. seharusnya dia tidak menikah dengan kemal. bukan seharusnya dia tak usah dilahirkan sekalian.
Natalie Cole saat ini kakinya benar benar lemas.
"Bukan aku kemal, bukan aku. kumohon percaya lah kali ini saja" suara parau memecah keheningan
"Bu bukan aku percaya lah kumohon" yang dipandang hanya membuang muka
Natalie adalah nona muda keluarga Cole karakter yang dikenal sombong, tinggi hati,kasar, keras kepala,tidak mau salah, benar benar tipikal perempuan kasar.
hari ini dengan tangan mengatup memohon dipercaya memohon belas kasian, dia tau pasti kemal tak akan memaafkan nya walaupun bukan diri nya yang membunuh Lena.
tiba tiba datang segerombol orang berpakaian rapi, ya siapa lagi jika bukan polisi. nyali Natalie menciut hatinya tak karuan apa yang ditakutkan akan terjadi.