I Am Not Me

I Am Not Me
KAU TAK PAHAM



"Kapan kau keluar" bisik kemal yang hanya dapat didengar oleh nata


"tiga bulan tuan"


kemal tersenyum,


"apa disana nyaman?" pertanyaan gila bagi siapapun yang tahu hidupnya seperti apa. bisa-bisanya kemal menanyakan kenyamanannya jelas-jelas hidupnya hancur.


" ya tuan"


kemal hampir terbahak, nata tau kemal banyak mengeluarkan uang hanya untuk memasukkan nya dalam penjara itu. Bertahun disana nata semakin paham jika kemal menyukai nya maka dia akan jadi ratu seperti lena sebaliknya jika kemal membenci nya maka hidupnya hanya akan menderita. Kemal adalah raja, Kemal adalah aturan itu sendirian, Kemal adalah penjaranya.


dalam hati nata berdoa sejadi-jadinya berharap dilepaskan pergi, dia ingin hidup itu saja. dia ingin merasakan mentari dan tempat tidur nyaman.


"pergilah....tapi kau harus datang kemari besok malam. pastikan kau datang dan jangan sekali-kali kau berani lari kau tentu tau siapa aku. dilubang semut pun tak bisa kau sembunyi. seharusnya setelah keluar pergilah sejauh-jauhnya tapi malah berada disini. bodoh."


hilang...hilang sudah seluruh harapan Natalie ancaman bukan sekedar ancaman. kemal belum memaafkannya.


kemal ingin Natalie menderita.


"tuan, kumohon biarkan aku pergi. maaf telah muncul dihadapan mu aku bersalah tak akan kuulangi tuan kumohon" permohonan Natalie hanya menambah kekesalan kemal.


'hey, kemana nona yang selalu mau menang darinya nona paling angkuh didunia. apa orang ini benar-benar Natalie? dari mana dia belajar kata-kata memohon?


"sekarang aku sedang tak ada mood untuk bermain' denganmu pergilah besok baru aku akan bersenang-senang dengan mu nona Natalie col- ah tidak nona Natalie Brata"


"aku bukan Natalie Brata tuan hanya Natalie. biarkan aku pergi tuan demi tuhan kumohon aku salah aku minta maaf"


dia ingin hidup, beberapa kali dirinya tersungkur tak mematahkan semangatnya untuk cepat pergi.


sampai didepan mes nya Natalie melihat dua orang berjas hitam mengawasi tempatnya. Kemal tak main-main dengan ucapannya memerintahkan orang hanya untuk memastikan Natalie tidak lari.


Natalie masuk rumah dengan jantung berdebar, tak ada kesempatan lagi.


tak ada pilihan lagi selain harus datang besok malam dan menemani kemal bermain seperti katanya.


"hey nata kau sudah pulang buka pintunya" bibi emi membuyarkan lamunan Natalie


segera membuka pintu emi dikejutkan dengan Natalie yang berjongkok sambil menatap kosong lantai, bergumam tidak jelas bagai orang gila.


"ada apa hey"


'aku habis,besok adalah akhirnya, tak ada kesempatan' gumam Natalie pelan putus asa


bi emi tak paham satu-satunya yang dia tau adalah Natalie sedang ketakutan hebat. membantu Natalie berdiri dan pergi ke kamarnya untuk istirahat, 'percuma saja mengajak orang gila kambuh ini untuk bicara tak ada gunanya' pikir bi emi


sementara Natalie ketakutan, matanya tak berkedip dia tau jika dia berkedip dia akan menangis. jika dia menangis satu tetes air mata sama dengan satu tamparan dipenjara itu.


Dadanya sakit, kakinya nyeri, dagunya merah sebab beberapa kali tersungkur. padahal sudah menderita sedemikian rupa sampai cacat tubuh dan mental tapi penderitaan nya belum selesai.


sebenarnya berapa tahun hukuman Natalie. temenung sampai tak sadarkan diri. sekali lagi berharap semuanya mimpi. mimpi buruk. berharap saat bangun semua baik-baik saja. bohong.