I Am Not Me

I Am Not Me
KEMANA



Natalie hanya diam diatas tempat tidur. dia ingat kata-kata kemal menyuruhnya untuk bekerja.


tidak!


dia harus hidup.


Natalie mengambil tas nya, melirik jam menunjukkan pukul 2 dini hari.


dia harus pergi, lari sejauh-jauhnya. harus hidup.


sepi, mungkin semua orang sedang bergembul didalam selimut


hujan baru saja berhenti hawa dingin malam yang menusuk kulit. Natalie seperti pencuri keluar dari gerbang gedung itu dengan menenteng tas. mencoba berjalan sejauh ya karna sadar sulit menemukan kendaraan umum jam segini.


melirik kesana kemari dengan was-was justru malah menemukan taksi.


"pak kemana saja yang jauh, saya bayar"


suara parau seperti setan membuat supir taksi ragu.


"Anda manusia?"


"iya pak, tolong cepat"


pergi...pergi sejauhnya itulah yang difikirkan Natalie.


tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti tepat didepan mobil taksi disusul mobil yang lain.


Natalie gemetar bukan main.


"ada apa ini"


" pak keluar kan perempuan itu"


supir itu menoleh kearah bangku belakang. apa ini? pikir nya


" jangan pak ayo pergi saya bayar lebih banyak" Natalie memohon sebisanya agar sekali ini bebas


"ini uang, biarkan perempuan itu keluar"


sebuah tas hitam mungkin jutaan uang didalamnya. siapa yang tak tergiur seharian ia tak dapat uang justru jadi jutawan mendadak.


supir itu membuka kunci pintu mobilnya, Natalie ditarik tanpa belas kasian.


apakah dirinya benar-benar tak memiliki kesempatan?


dengan cepat setelah nata keluar taksi itu menghilang. disana seorang pria dengan jas nya menghisap rokok dan menyeringai.


"kau mau kemana"


Natalie tak menjawab.


dirinya diseret kembali ketempat yang susah-susah dia tinggalkan tadi


"biarkan aku pergi tuan aku mohon dengan sangat" berlutut lah meski lututmu sakit


"kau mau pergi kemana?"


'kemana saja asal tak ada dirimu' batinya


sudah tidak ada harga apapun lagi perempuan dihadapannya ini. kemal mencoba mencari diri Natalie yang dulu, padahal dirinyalah dengan susah-susah memberikan neraka. membuat nata berubah total.


sudut mata kemal menangkap elena yang masuk keruangan.


"tuan..saya akan mendidik nya saya akan bertanggung jawab"


elena tak pernah mau berurusan dengan wanita seperti Natalie biasanya dirinya tidak akan peduli meski seseorang mati dihadapannya. tapi kini berbeda, elena merasa nata masi memiliki hutang penjelasan yang belum selesai. yaa dirinya masi penasaran dengan sosok Natalie.


"baik tuan"


"tidak, aku tidak mau tuan, nona"


nata paham elena mencoba membela tapi tetap dia tak ingin


"Natalie tuan Cole adalah pemilik tempat ini, kau tinggal disini seharusnya kau menurut saja"


"kalau begitu aku bisa pergi dari sini nona" masih dalam posisi berlutut nata mencoba mencari alasan.


kemal kesal bukan main, lagi-lagi Natalie mencoba lari darinya.


"hehh~ kau punya hutang padaku"


hutang? hutang yang mana? Natalie tak ingat


"kau masih berhutang satu nyawa, lunasi dengan tubuhmu"


ah ya nyawa-


Natalie ingat


"hasilkan aku uang terserah dengan menjual apa mu"


"500juta setiap bulan dalam satu tahun"


baik natalie dan elena terpaku. 6 m totalnya. bagaimana caranya? jika Natalie perempuan cantik mudah mendapatkan nya ditempat ini tapi dirinya sekarang?


"tuan..." lirih Natalie


"aku anggap elena ikut bertanggung jawab atas kau yang akan melarikan diri. jika kau tak memenuhi persyaratan tersebut kupastikan elena juga dapat konsekuensi..satu lagi, kau tahu betul kau tak bisa lari dariku Natalie"


buyar segalanya....


perut dan dada Natalie sakit nyeri dari dalam setelah keluar ruangan itu.


"Natalie....."lirih elena


" maaf nona aku membuat masalah untukmu"


"kau tak normal?"


Natalie tak menjawab.


"kau tak perlu percaya padaku, tapi berikan aku sedikit penjelasan tentang dirimu apapun itu. aku anggap sebagai permintaan maaf mu karena sudah melibatkan ku"


Natalie menahan sakit berjalan lebih cepat menuju kamarnya.


"Heyyy...aku bicara padamu"


"saya akan bicara nona, dikamar" heran elena dengan perempuan ini jika perempuan lain atau bahkan dirinya sendiri tentu akan menangis tapi natalie? dia tak pernah melihatnya bahkan dengan seluruh hinaan dan ancaman tuan Cole.


elena menutup pintu kamar.. sementara Natalie menunjukkan perutnya.


elena menutup mulut terkejut.


"saya seorang mantan narapidana anda tau alasannya nona, kaki saya entah berapa kali patah sudah tak bisa normal" elena menahan nafas


"suatu saat saya bangun disel dengan keadaan ginjal saya hilang satu tak tau kemana...."


"kemana.....?"


mungkin dijual atau apa Natalie juga tak tau..