I Am Not Me

I Am Not Me
AKU SIAPA



Hidup dineraka memangnya seperti apa?


jika memang Natalie berdosa karna jadi orang jahat apa penjara ini sudah cukup menjadi nerakanya?


seorang gadis compang camping keluar dari gerbang besar, dirinya menggenggam uang 50rb hasil dari memelas kepada penjaga karna tak tahu harus apa setelah keluar.


terik matahari menyengat membuat tubuh kering perempuan ini menyerit sakit bertahun hidup tanpa matahari membuat nya harus beradaptasi ulang, berjalan entah kemana.


tak punya apapun atau siapapun.


dua jam lebih berjalan dirinya lelah, lapar, dirinya ingin mencari makanan tapi harus extra hati hati sebab tak ada uang lagi. setelah menimbang nimbang akhirnya memutuskan membeli gorengan


"permisi Bu, gorengan nya saya beli 5 ribu"


ucapan perempuan dengan suara serak mengagetkan semua yang ada disana dengan takut-takut penjual tersebut melayani nya.


"orang gila"


"hus nanti dia ngamuk"


ucap beberapa orang yang masi tertangkap ditelinga Natalie namun tak dia hiraukan.


kemana dirinya harus pergi, bahkan dengan penampilan sekarang siapa yang menerimanya. apakah harus menjadi gembel?


tatapan mata kosong sambil mengunyah gorengan ditangan benar-benar mirip orang gila. dimana baju yang dulu dia titipkan? seingatnya baju tersebut baju mahal tapi yang diberikan justru gaun compang camping dengan bolong dibeberapa tempat.


terhenti disebuah gang gelap, Natalie memutuskan beristirahat sejenak dirinya lelah. melihat kearah tempat sampah kotor hatinya tergerak mungkin dia menemukan sesuatu untuk bertahan hidup selanjutnya.


setelah mengorek-ngorek Natalie menemukan sebuah poster lamaran pekerjaan cleaning service, matanya berbinar. yang aneh adalah tidak tertera persyaratan tertentu disana, tanpa pikir panjang Natalie bergegas mencari kendaraan untuk pergi ke alamat tertera.


setengah jam lebih perjalanan akhirnya sampai kesebuah gedung mewah, dia tak yakin tempat ini benar-benar mencari pekerja?


"permisi" Natalie takut-takut pada seorang satpam tua, lalu menunjukkan brosur kusut yang dia bawa.


dia dibawa kesebuah ruangan lantai bawah untuk diwawancara. tak berani melihat sekitar, untuk perempuan yang sudah hidup dineraka Natalie telah kehilangan seluruh keberanian nya bahkan untuk menatap orang lain.


"kamu mau melamar apa? untuk badan kamu sekarang mustahil ada yang melirik kamu. tau tempat ini tempat apa?" Natalie menggeleng


"tempat orang bersenang senang" lanjutnya


"bar, diskotik, pelacur, perempuan malam, lelaki hidung belang jenis apapun ada disini"


"apapun.. apapun saya lakukan"


terkejut perempuan tersebut mendengar suaranya, berat dan serak. menghela nafas kasar lalu memberikan pandangan meremehkan pada perempuan yang bahkan tak berani menatapnya


"tukang bersih-bersih... itu saja"


"haaa??"


"nona, saya tak punya apapun bahkan sekarang tempat tinggal tak punya sy hanya memiliki uang 5ribu sekarang. saya mohon beri saya pekerjaan apapun saya sanggup, meski harus melayani laki-laki"


harga diri? memangnya apa itu? dia sudah tak punya. yang dia punya hanya hidupnya


"kau yakin"


"ya"


"baiklah, kau punya kartu identitas?"


Natalie menggeleng pelan.


Natalie menatap jam dinding sudah jam 3, berapa lama dia berkeliaran tadi? ah ngomong ngomong sudah lama dirinya tak melihat jam.


"ikut denganku"


"hum"


" panggil aku elena"


"ya nona elena"


nama yang mirip, mirip dengan penghancur hidupnya. Natalie tertawa miring dalam hatinya.


mereka sampai disebuah perumahan lebih mirip kos kos an hanya berjarak 5-10 menit berjalan kaki dari gedung tadi, tepatnya berada dibelakang gedung.


"ini mes untuk pekerja kasar seperti kamu, datang lah ke tempat tadi setiap pagi dan dini hari, sisanya teman sekamarmu yang mengatur. aku akan jelaskan nanti padanya. satu aturan yang harus kau patuhi jangan pernah melawan terutama orang besar yang mampir ke sana kau paham?"


mengangguk, hanya itu yang bisa dia lakukan. sementara dia melihat lihat elena tampak bicara dengan seorang perempuan tua.


"ini teman sekamar mu bibi emi dia yang akan mendampingi kamu bekerja, menurutlah"


"baik nona"


ada secercah harapan bagi Natalie hidup yang diimpikan setelah keluar dari penjara. memiliki tempat tinggal, bisa makan dua kali sehari, itu saja sudah cukup setelah menghasilkan uang dari sini mungkin dia akan pergi membeli tempat membangun usaha hidup tenang benar-benar mimpi indah.


balas dendam? memang apa yang bisa dilakukan nya menantang tuan muda Cole? Jangan gila bahkan menatap orang saja dia sudah tidak tau caranya apalagi balas dendam. dipenjara 4,5 tahun telah meruntuhkan segalanya tidak ada lagi kesombongan atau apapun yang tersisa setelah keluar dari penjara adalah manusia yang hanya tau cara memohon dan berlutut untuk hidup.