
suasana berubah gelak tawa terhenti tatapan berganti menjadi tajam terhadapnya.
"hehh~ sadar posisi mu nona diluar mungkin kau ratu tapi disini kau tidak lebih dari tikus yang basah kuyup"
"aku tau" jawabnya singkat
"jangan ganggu aku" lanjut nya
detik berikutnya sebuah tendangan keras menghantam punggung Natalie, sesak. itulah yang terasa berikut nya Natalie dipaksa berdiri dengan satu org memegang tubuhnya sementara yang lain memukulinya.
Natalie merasa benar-benar terancam berteriak meminta tolong, namun tak ada yang peduli.
"berisik, bisakah kau diam aku ingin tidur sialan hey bisa tidak kau buat pingsan mainanmu itu mengganggu saja"
itulah yang dia dapatkan dari berteriak, para penjaga pun tampak tak menghiraukan siksaan pertama yang dialami Natalie.
hidup diluar kejam? silahkan datang kesini dan bandingkan saja.
"jaga sikapmu selanjutnya Nona sombong, kau harus tau siapa yang ratu dan siapa yang tikus"
'cuih
Natalie meludahkan darahnya kewajah wanita itu alhasih Mereka kesal sampai ujung kepala melanjutkan siksaan Natalie dengan menjambaknya lalu membenturkan kepalanya ke tembok tanpa ampun.
setelah puas, dirinya dihempas ke lantai
"dengar jangan sampai kau mengulanginya sialan, jalang!"
Natalie lupa semua orang disini adalah pembunuh, dirinya bukan pembunuh tapi berada disini. mencoba bangkit dan bersandar pada dinding, nyeri seluruh tubuhnya, apa sepertinya ini kehidupan selanjutnya? apa akan terus seperti ini? mengapa?
'ibu kenapa tidak kau bawa aku, jemput aku aku takut
tak kuat lagi menahan dirinya terisak dengan keras.
"TOLONG KELUARKAN AKU DARI SINI KUMOHON KELUARKAN" teriakan Natalie menggema ke lorong-lorong penjara membuat orang tersenyum sinis seolah berkata 'selamat datang kedunia baru'
bukanya pertolongan yang dia dapatkan justru bogem mentah lagi lagi mendarat ke wajahnya.
"kau ini berisik sekali apa yang kau inginkan ha? bebas? jangan mimpi sudah ada disini lebih baik kau diam. aku mengerti kau org sombong tapi kau perlihatkan kesombongan mu disini. kau. mati."
"diam kau, kau tidak tau apapun sialan" balas nya sambil menjambak rambut wanita itu
penghuni lain hanya terkekeh
"benar dia perempuan kaya, hey kau lihat sifat sombong nya benar-benar sifat orang kaya dulu majikanku juga seperti itu hahahaha"
sambil berkata dia mendekat lalu mencekik Natalie, membuat nya melepas jambakan pada wanita itu.
sampai puas mereka menyiksa Natalie hingga tak sadarkan diri.
para penjaga datang membuka sel karna sudah masuk jam makan, sementara Natalie dibiarkan begitu saja.
"hey bagaimana dengannya?"
"biarkan selama ini dia sudah makan kenyang, kali ini suruh dia menahan lapar agar perutnya terbiasa nanti" ucapnya sambil menahan tawa. mereka membenci orang kaya, karna orang kaya mereka seperti ini.
tentu mereka tidak tahu perempuan yang tergeletak disana juga begitu karna ulah orang kaya.
penjaga tersebut masuk dan memeriksa denyut nadi Natalie.
"masih hidup" gumam nya lalu pergi
ketika kembali mereka melihat Natalie yang sudah sadar, mendekat sambil memasang senyum meremehkan.
"astaga nona muda kita sudah bangun, sayang sekali nona kau melewatkan jatah makan mu bagaimana ini tak ada kesempatan makan lagi. kau tak apa kan? ah ya tentu tak apa mungkin nanti para pelayan nya akan datang membawa daging untukmu"
yang lain terbahak-bahak tanpa dosa, sementara yang ditertawakan hanya diam sambil menahan sakit
"kau lebih baik bersihkan toilet saja sambil menunggu pelayanmu, ayo cepat" ucapnya seolah mengajak anak TK untuk bermain.
"tak sudi, kau saja"
seluruh wanita itu saling pandang lalu mengangguk, detik berikutnya Natalie diseret seperti anjing kedalam toilet menjijikkan.
"kau masih mending tak kusuruh menjilat nya, sekarang kau bersihkan atau semalaman kau kuikat disini" Natalie tak menjawab
"baiklah, hey ikat dia beri dia pelajaran. anak baru harus dididik dengan benar agak pintar"
mereka menurut entah dari mana mendapatkan tali tidak terlalu tebal tapi cukup untuk mengikat dirinya.
jadilah dirinya diikat disisi kloset.
Pesing sangat Pesing dan menjijikan siapa yang tahan.
Natalie tak tau lagi harus bagaimana, perlahan dia mulai sadar akan semuanya, akan posisinya sekarang, ya tikus basah.
"aku akan bersihkan, kumohon lepas. biar kebersihan semua sampai bersih"
"anak baik, baiklah kulepas yaaaaa~"
"pastikan sampai kinclong paham" Natalie mengangguk
ya, hidupnya hancur tak punya apapun lagi tubuh nya nyeri bukan main. lapar dia harus menunggu sampai besok mungkin baru bisa makan. hidupnya baru dimulai hidup Natalie yang baru tentu bukan Natalie Cole atau siapapun.