I Am Not Me

I Am Not Me
SUDAH BERAKHIR ATAU APA YANG AKAN DIMULAI?



Natalie Cole, 21 thn istri tuan muda kemal selama hidupnya tidak pernah tertawa dengan benar, lahir dari seorang istri simpanan sang ayah. ibunya meninggal saat usianya lima tahun. Natalie kecil tak paham apapun hanya menurut berharap ada tempat yang menerimanya. sebuah keluarga. tapi apa nyatanya dirinya benar-benar tak memiliki tempat. ayah dan ibu tirinya punya seorang putra tentu saja putra sah bukan seperti dirinya.


kakak tirinya tentu mendapat perlakuan berbeda hidup dengan bahagia penuh kasih sayang dan perhatian. Natalie tentu iri tapi dia sadar tak punya hak bisa makan dan sekolah saja sudah bersyukur.


saat usia 19 Natalie dijodohkan dengan kemal yang terpaut dua tahun lebih tua darinya demi kerjasama bisnis, ya karna satu-satunya anak perempuan hanya dirinya. untuk pertama kali orangtuanya bersyukur memiliki dirinya.


bukanya bebas Natalie mendapat perlakuan tidak adil dari suaminya, kemal dengan acuh tak pernah menghiraukan kehadiran dirinya.


menjalin hubungan dengan gadis yang katanya mengubah hatinya berkata ingin menikahinya, ibu mertua nya? tentu setuju sebab kemal menjadi pribadi yang lebih halus tapi tidak kepada Natalie


berkali-kali Natalie menghina Lena dengan panggilan pelakor membuat seisi rumah marah padanya. tak ada yang senang dengan dirinya dianggap angkuh, sombong, kasar, tidak mau salah. itu semua dilakukan nya karna dia selalu berfikir jika dia tak membela dirinya sendiri lantas siapa?


benar, malam ini tak ada yang membela nya, mereka memarahinya, menghakimi padahal dia tak melakukan apapun.


tubuh Natalie diseret berontak pun percuma tak ada yang mendengar. bahkan orgtua nya hanya menonton. ah ya mungkin yang mereka khawatir kan hanya bisnis mereka bukan dirinya.


berakhir semua ya berakhir


kediaman keluarga Cole sudah tak terlihat. dirinya pergi tanpa seorang pun tak ada apapun.


menangis sejadi-jadinya, tanpa vonis tanpa pengadilan dirinya sudah ditetapkan 4,5 thn penjara.


pikiran Natalie kosong dirinya diam saat dimasukan sel, terduduk dengan pikiran berkecamuk tak karuan. dalam semalam semua berubah hancur berkeping keping.


"ambil ini pakailah, kemarikan pakaian mu itu besok saat kau bebas bisa kau pakai untuk pergi" seorang petugas wanita melempar sesetel pakaian tahanan berwarna biru gelap.


memandang benda yang tergeletak tersebut dalam diam mengambil lalu mengganti miliknya jadilah dirinya resmi seorang tahanan.


entahlah harus bersuara seperti apa, mengatakan apa dia tak tahu. lagipula siapa yang akan mendengar?


meringkuk dipojokkan mencoba tidur berharap semua mimpi namun nihil dirinya tetap tersadar sampai pagi.


lagi dan lagi dirinya dikejutkan dengan surat yang dibawa padanya memintanya untuk tanda tangan. apalagi? surat cerai.


tatapannya kosong tangannya bergerak menandatangani surat pernyataan cerai tersebut.


sudah, dia tak punya apapun.


apalagi yang menunggunya?


neraka.


banyak mata yang melihatnya dengan tatapan penasaran, tatapan narapidana yang mengintimidasi.


dirinya dimasukan sel dengan 5 wanita lain didalam nya berwajah mengerikan jauh dari kata cantik apalagi elegan.


bingung apa yang harus dilakukan, Natalie memutuskan untuk duduk tapi tak semudah itu.


"nama" ucap salah seorang dari mereka


Natalie diam menghembuskan nafas kasar benar-benar malas meladeninya


"Natalie"


"hahahaha baru kali ini aku dengar ada seorang dengan nama orang kaya masuk disini haduh haduh seharusnya orang kaya seperti mu menyogok para koruptor pajak itu. kenapa malah berakhir disini ada ada aja"


seisi ruangan tertawa


Natalie jengah benar-benar malas 'ya karna orang kaya itulah aku berakhir seperti ini' batinya sinis


"bukan urusan mu" singkat nya memecah tawa mereka.