
pagi ini Natalie dikejutkan dengan kedatangan nona elena, ada apa gerangan.
"dengar, tuan Cole memintaku untuk membawa mu pindah ke gedung utama. Aku tak tau apa yang telah kau lakukan padanya, yang jelas aku ingatkan jangan main-main dengan tuan Cole" ucap elena serius.
bukanya dia tak terkejut semalam tuan Cole meminta nya untuk membawa pekerja bernama Natalie untuk ke gedung utama dan melayani nya.
gedung utama bukan gedung sembarangan, berbeda jauh dengan gedung kecil ini disana puluhan lantai mewah berisi berbagai perempuan 'istimewa'.
bukan orang sembarangan juga yang datang kesana bahkan penjabat besar juga.
bibi emi tak berani bertanya dia tau siapa ELENA WALTON ini. orang yang bertanggung jawab atas segala macam tempat hiburan dikota ini.
begitupun Natalie yang hanya pasrah dia sudah tentu sedikit nya paham apa yang akan terjadi.
10 menit membereskan bajunya, Natalie berpamitan pada bi Emi
"jaga dirimu, tetaplah hidup" kata-kata emi hari ini lembut dari biasanya. tiga bulan yang singkat tinggal dengan perempuan hampir gila membuat nya merasa perasaan tertentu pada Natalie.
wajah Natalie memerah "terimakasih banyak bi aku pergi. bibi jaga diri" suara serak kasar yang mungkin akan emi rindukan nantinya
1 jam lebih dengan mobil akhirnya sampai sebuah gedung mewah berkali-kali lebih mewah dari tempat kerjanya dulu.
siapa sangka didalam gedung mewah ini terdapat beberapa ruangan kecil untuk pekerja seperti tukang bersih-bersih.
"ini adalah pusat hiburan paling mewah disini, lantai satu sampai 5 adalah ruangan bersenang-senang sisanya adalah hotel. kau tak perlu melakukan apapun cukup diam dikamarmu sampai ada perintah dari tuan Cole mengerti"
"nona aku ingin bertanya"
"katakan"
"apa tuan Cole mengatakan sesuatu tentang ku padamu?"
"tidak...dia hanya menyuruhmu untuk kemari ah ya dia mengatakan agar kau mempersiapkan diri sebaik-baiknya nanti"
dirinya khawatir elena mengetahui siapa dirinya, bukan tentang Natalie seorang mantan narapidana tapi tentang statusnya dulu. ya... Natalie Cole
"ya nona"
'siapkan diri sebaik-baiknya' kalimat yang berulang dikepalanya. siksaan apa yang menantinya.....?
jam 9 malam nona elena sendiri yang datang menjemput natalie. lantai pertama terdapat restoran tidak besar tapi lumayan mewah. elena mengajaknya makan.
"makanlah, kau belum makan kan"
"terimakasih nona"
hening
"apa yang kau lakukan pada tuan Cole?"
"tidak ada nona, kemarin saya terlambat membersihkan ruangannya mungkin dia kesal" Natalie takut ada yang mendengarnya bicara karena suaranya mengerikan.
"jangan bercanda, mustahil dia hanya mempermasalahkan hal kecil itu"
Natalie tak berani menjawab.bingung.
"haaah sudahlah percuma bertanya padamu. dengar, dia sudah ada di ruangannya lantai 5 aku akan mengantarmu kesana. kau lakukan apa yang dia inginkan"
tak pernah elena berurusan dengan gadis seperti Natalie apalagi mengajarinya seperti bocah.
didepan ya sudah ada pintu dimana didalamnya ada tuan Cole. elena dengan hati hati membuka pintu. nata hanya mengekor saja jantungnya tak karuan.
"tuan Cole saya membawa nya"
Natalie tak melihat siapapun dia terlalu takut.
kemarin dia tak melihat wajah seseorang yang hampir Lima tahun tidak bertemu meskipun didepannya Natalie tak berani melirik. kini, dia melihat jelas wajah seseorang yang semakin tegas itu nyalinya semakin menciut.
Ramai' seperti dulu. ruangan ini setidaknya ada 10 orang belum termasuk dirinya dan elena.
"duduk dan jilat sepatuku" ucap seorang perempuan pada siapa lagi? jika bukan Natalie.