
#9
Ini adalah hari terakhir Kila bisa bersama Lucas. Hari Minggu yang sedikit mendung dengan titik-titik salju yang beraturan turun. Selanjutnya Lucas akan melanjutkan kunjungan ke rumah teman semasa sekolahnya dulu yang tinggal di Jambi.
"Lucas, seharusnya kau membawa gitarmu"
"Wah, aku sudah lama tidak bermain gitar, jari-jariku sudah kaku, aku tidak tahu lagu yang dipesan oleh bandku nanti bisa selesai atau tidak. Oya, kau dulu berapa lama bekerja di call-center itu?"
"Aku? Aku hanya bisa bertahan setahun di sana, aku sepertinya tidak punya kesabaran sepertimu, hahaha"
"Sama saja denganku, aku hanya mengisi waktu bekerja di sana"
"Mengisi waktu? Jadi, sebenarnya kau melakukan apa?" Kila tertawa. Mereka terdiam
"Menikmati hidup ini" ucap Lucas dan tiba-tiba mulai bersenandung bersenandung...
i love you for a thousand years
I have died everyday waiting for you
darling dont be afraid
i have love you for a thousand years
i love you for a thousand more
"Lucas, suaramu merdu sekali, sungguh" puji Kila sangat tulus.
"Itu lagu apa?"
"Itu hanya senandung, Itu bukan sebuah lagu?"
"Itu belum menjadi sebuah lagu"
"Itu belum bisa disebut sebagai sebuah nyanyian?"
"Belum" Kila menatap Lucas disebelahnya.
"Oya, aku cukup senang bergabung dengan The Crowd Voice, aku jadi lebih banyak punya teman dari sana"
"Aku yakin kau akan cepat terkenal di sana hahaha"
"Sudah jam satu, Lucas" Kila mengingatkan waktunya check-out dari penginapan tersebut.
"Mari pergi" ucap Lucas yang sudah mengemasi barang-barangnya yang hanya dibawa dalam tas ransel.
"Peluk aku dulu, Lucas" ucap Kila.
"Senang sekali mendapat pelukan dariku" Lucas berbalik dan meletakkan ranselnya kemudian merentangkan tangannya untuk Kila. Kila menghambur ke dalam pelukan hangat Lucas. Merasakan semua debar yang ada di sana.
"Terimakasih" ucap Kila lirih. Lucas mengelus kepala Kila. Kemudian mereka saling melepaskan pelukan. Kila menuju meja reservasi, dia hampir saja lupa harus membayar sewa kamar. Lucas sudah melangkah keluar saat Kila menerima informasi dari staff di sana bahwa semua sewa kamar telah dilunasi. Kila bergegas pergi dengan rasa malu berlari-lari mengejar Lucas yang sudah jauh. Tibalah saat perpisahan bagi Lucas dan Kila. Mereka berjalan beriringan menuju halte bus. Lucas mengantarkan Kila sampai di halte tujuannya. Kila menatap Lucas penuh dan Lucas tersenyum baik sekali.
"Makasih, kak"
"Jangan sedih, Kila."
"Apa lagi yang harus aku ucapkan?" Lucas lantas tertawa, Kila hanya diam saja. Hatinya tidak menentu. Seleranya hilang terhadap apapun. Bahkan saat Lucas mengajaknya makan siang tadi Kila sudah tidak berminat. Sarapan pun Kila tidak mau.
"See you next time" ujar Lucas melambaikan tangan pada Kila.
"Hati-hati"
Kila melangkah masuk ke dalam bus yang akan membawanya pulang ke rumah. Tidak lagi menoleh Lucas yang kemudian menyeberang untuk menuju halte lainnya.. Ada perasaan pedih yang dirasakan Kila. Entah itu sesak, entah itu sakit atau apa, dia tidak bisa lagi menjelaskannya. Kila hanya menyadari dia tidak bisa jatuh cinta pada Lucas karena Lucas tidak menginginkan itu terjadi, hati Lucas juga telah ada perempuan lain, pada cinta yang terlalu menyedihkan untuk diperjuangkan. Kila menyadari selama dua hari Lucas bersamanya, Lucas selalu menghindari perasaan Lucas yang sebenarnya untuk Kila. Kila hanya tidak mengerti mengapa harus seperti itu? Tidak bisakah Lucas hanya menyukainya atau mencintainya? Kila tidak bisa mengerti. Apakah sebenarnya Lucas hanya takut jatuh cinta padanya?
***
"Sudah"
"Aku sedang mendengarkan musik dan melanjutkan membaca komik."
"Enjoy your time, Lucas" Kila membalas pesan Lucas tidak semangat. Dirinya pun enggan menanyakan kepulangan Lucas dua hari lagi. Kila menenggelamkan diri di tempat tidur dan melupakan semua yang telah terjadi antara Lucas dan dirinya. Rasanya sungguh tersiksa tidak dapat mengungkapkan sesuatu terhadap orang yang sudah cukup berarti untuk kita dan ada sesuatu yang hilang saat Lucas pergi dari Jambi. Ada yang terbawa ke Jakarta tanpa Lucas menyadarinya. Ini membuat Kila gelisah setengah mati dan rasanya ingin menghilang ke dasar bumi untuk sementara waktu untuk melakukan hibernasi.
Beberapa hari berlalu, Lucas tidak memberikan kabar atau apapun pada Kila. Ini mungkin Lucas sengaja lakukan pada Kila. Dan, rasanya ini membuat emosi Kila menjadi tidak terkendali.
"Lambat laun kau pun akan lupa padaku. Cepat atau lambat aku pun akan lupa padamu."
"Kau kenapa Kila?"
"Ya begitulah"
"Dont say goodbye"
"I hear you say goodbye when we just haven't met."
"Kau membingungkan, Kila."
"Bukankah pertemuan kemarin adalah rencana dan kesepakatan kita?"
"Kalau semua sudah berjalan sesuai rencana, lalu salah dimana?"
"Human error. Dan itu aku."
"Ah, kau menyebalkan, Kila" Kila menghapus air matanya yang tiba-tiba jatuh. Bagaimana mungkin Kila menjelaskan pada Lucas apa yang dia sendiri tidak pahami. Namun Kila merasakan sesuatu semenjak perhatian Lucas perlahan berubah ataukah itu hanya perasaan Kila saja namun Lucas tidak lagi perhatian seperti sebelumnya. Kila dan Lucas menjalani kehidupan seperti biasa seperti tidak pernah terjadi apa-apa diantara mereka berdua. Kila merasakan penderitaan di sini, tanpa bisa mengerti kenapa semua menjadi seperti ini. Lucas juga merasa, semakin lama sikap Kila ditanggapi maka tidak akan ada akhirnya dan tidak ada ujung pangkalnya, Lucas tidak mau Kila salah mengartikan maksudnya dan akhirnya Lucas memilih mendiamkan Kila. Kila merasa semua yang terjadi di sekelilingnya menjadi teramat menyebalkan. Banyak hal kecil yang bisa membuatnya menjadi naik pitam. Semua orang di kantor yang mencari masalah dengannya, dengan membuatnya kesal, sudah dipastikan mendapat amukan dan kata-kata yang ketus darinya. Apa yang terjadi sangat mempengaruhi hari-harinya. Semakin dijalani, Kila merasa hari-hari yang ada semakin membuatnya ingin marah. Kila hanya bisa melampiaskan perasaannya di media sosial yang sama sekali tidak bersalah.
Sudah seminggu.
'won't give up on us, God knows we're worth it Life is short so learn from your mistakes and stand behind the choices that you make You've got the future on your side. You're gon be fine now. I know whatever you decide. Youre gonna shine.' Tulisan Kila di media sosialnya.
Kemudian, disisi lain, Lucas pun melakukan hal yang sama. Tampak seperti dua manusia yang sedang melakukan perang dingin tak berkesudahan.
'I'll be here patiently waiting to see what you find. No...I won't give up! Sometimes it may seem dark, but the absence of an the light is a necessary part. Just know, you're never alone, you can always come back home'
Kila merasa hatinya akan meledak karena masalah ini. Kila tidak dapat berpikir dan semuanya terasa buntu di otaknya. Yang dia lakukan kemudian hanya membuang semua pikiran mengenai Lucas dan menyibukkan diri dalam pekerjaan yang membosankan dan kemudian aktif mengikuti perkembangan The Crowd Voice yang sangat bisa menghibur dirinya. Membaca posting-posting lucu dan menarik yang bisa menariknya dalam kebahagiaan dan tawa. Komentar-komentar para member yang membuatnya tertawa dan orang-orang yang dikenalnya di sana memberikan kekuatan tersendiri dalam usahanya untuk melupakan Lucas.
Kevin : Jatuh cinta pada Kila? Tidak akan!
Kila : Aku juga akan memperhitungkan dari segi usia, tenang saja Kevin!
Kevin : Pokoknya aku tidak akan tertipu olehmu!
A : Menjauh dari pertengkaran pasangan Kila dan Kevin.
B : Mereka romantis sekali ya, menunjukkan rasa cinta dengan bertengkar?
C : Ada apa antara Kila dan Si Kribo Kevin?
Itu adalah komentar-komentar yang terjadi di percakapan para member di The Crowd Voice. Kila selalu saja tidak akur dan bertengkar lucu dengan Kevin setiap mereka berinteraksi di forum tersebut. Dimana Kila yang selalu mengejek Kevin sebagai pria berambut kribo sesuai qambar avatar milik Kevin, begitupun Kevin yang menyebut Kila sebagai wanita kecap asin, yaitu wanita yang hanya mementingkan lifestyle, barang mewah, makan dan pergi ke tempat mahal dan bergengsi padahal kehidupan mereka yang sebenarnya sangat biasa-biasa saja.
Kevin sebenarnya tahu pasti bahwa Kila tidak seperti itu, karena Kevin cukup tahu kepribadian Kila dari tulisan dan obrolannya selama ini di forum. Mereka tidak henti-hentinya saling mengejek namun sebenarnya Kila tahu pasti itu hanya untuk bercanda. Dari sana Kila mulai merasa penasaran dengan Kevin. Namun, ada ketakutan dalam hatinya karena tidak ingin lagi berakhir seperti dia mengenal Lucas. Kila tiba-tiba teringat Lucas kembali. Kila langsung mengarahkan kursornya ke halaman tab media sosial yang sering dia gunakan di komputernya dan melihat Lucas ada membuat sebuah tulisan.
'Cinta bukanlah tentang bagaimana menemukan orang yang tepat, tapi bagaimana menciptakan hubungan yang tepat. Selamat pagi cinta...
Bukan pula bagaimana kita peduli pada awalnya tapi seberapa besar kita peduli sampai akhir'