Hope Is A Dream

Hope Is A Dream
Operasi



Setelah ber-SMS ria dengan Kevin, Kila merebahkan badannya ke kasur dan menatap langit-langit kamarnya. Tiba-tiba ia teringat Lucas yang berada di Jakarta dan segera menggambil handphone nya untuk menghubungi Lucas. Terdengar suara panggilan.


Tutt... tutt... tutt...


"Apa kabarmu, Lucas?" ucap Kila langsung setelah teleponnya di angkat oleh Lucas


"Baik. Apa kabarmu, Kila?"


"Baik. Bagaimana terapimu?"


"Aku mendapat kabar bahwa aku akan mendapat hati dari seorang pendonor." Ujar Lucas gembira.


"Wah, berita bagus! Kabar gembira!" Setelah mendengarkan hal itu, membuat Kila turut gembira.


"Hmm,begitulah. Tapi, ada juga kabar buruk" Tiba-tiba suara Lucas terdengar sedih


"Apa itu?" Ucap Kila khawatir setelah mendengar suara Lucas yang terdengar putus asa.


"Anna terasa semakin menjauh dari aku. Lebih tepatnya dijauhkan dari aku." Kila terbangun dari tempat tidurnya karena mendengar berita itu.


"Apa maksudmu?"


"Kau tahu kan? Tidak selamanya menjadi anak konglomerat itu menyenangkan. Ibuku semakin tidak menyetujui kami. Apalagi setelah aku sembuh nanti, rasanya akan semakin sulit untuk kami bersama" Suara Lucas terdengar sangat kecewa.


"Kau harus meyakinkan lbumu. Bersemangatlah!" Kila mencoba memberikan semangat kepada Lucas.


"Kau pikir ini cerita film? Ketika kau terus melawan Ibumu dan kau pasti menang? Ini kisah nyata!" Lucas berkata sedikit marah. Kila menelan ludahnya.


"Lucas.. Aku sungguh tidak tahu kau harus bagaimana." Kila mendesah kecewa. Lucas akhirnya tertawa.


"Kau tidak perlu melakukan apapun. Oya, lagu yang kumainkan kemarin akan segera direkam" Lucas mengganti topik pembicaraan agar tidak menjadi canggung.


"Benarkah?! Wah, keren sekali! Apakah kau yang akan menyanyikannya nanti?" Suara Kila terdengar sangat antusias.


"Tentu saja bukan. Sudah aku bilang itu untuk lagu bandku, suaraku kurang bagus"


"Padahal menurutku suaramu sudah bagus"


"Kau ini! Tahu apa kau tentang teknik menyanyi?" ejek Lucas membuat Kila cemberut.


"Menyanyi di depanmu kemarin adalah penampilan perdanaku. Kau beruntung bisa menyaksikan walaupun suaraku tidak bisa maksimal. Kau tahu betapa tersiksanya perutku saat aku mengambil nafas untuk bernyanyi?" Ujar Lucas


"Iya," Kila mengangguk.


"Bagaimana dengan Kevin?" Lucas mengganti topik lagi, kali ini topiknya tentang hubungan Kila dengan Kevin


"Baik-baik saja" Kila tersipu malu saat Lucas tiba-tiba membicarakan Kevin


"Apakah kalian sudah menjalin hubungan serius?" Lucas mencoba memancing Kila agar bercerita lebih banyak.


"Apa maksudmu? Kami tidak memiliki hubungan apa-apa,"


"Kau ini bagaimana. Kila itu orang yang tepat untukmu!"


"Tahu darimana dia adalah orang yang tepat untukku?"


"Karena tidak ada yang menyukaimu selain dirinya" Ucap Lucas sambil tertawa


"Kamu menyukaiku" jawab Kila penuh percaya diri.


"Kau selalu memikirkanku. Terimakasih untuk semua rasa sayang yang kau berikan kepadaku" Kila tersenyum. Lucas ikut tersenyum di seberang sana.


"Doakan aku agar aku bisa bersama Anna jika kau memang sayang padaku" Kata-kata Lucas ini membuat Kila merasakan sakit di dadanya


"Pasti akan selalu kudoakan. Oya, ternyata Juno menyukai Fani" Kila sedikit tertawa pelan berusaha mengganti topik lagi.


"Aku seperti pernah mendengar nama Juno, Siapa dia?" Suara Lucas seperti berusaha untuk mengingat.


"Wah, kau sudah lupa ya? Dia adalah bos muda di kantorku. My Dreamland. Ingat?"


"Oh ya! Pria yang sangat kau sukai itu ya? Bagaimana dia bisa menyukai Fani?" Lucas mendadak menjadi antusias untuk mendengarkan gosip yang ada.


"Tanyakan sendiri pada Fani apakah dia menyukai Juno atau tidak?" Kila berkata dengan nada cuek


"Apakah saat ini kau cemburu?" Goda Lucas kepada Kila


"Tidak"


"Lalu?" Lucas tetap menggoda Kila


"Aku berpikir bahwa ternyata apa yang di katakan Anna dahulu benar adanya" Ucap Kila tiba-tiba


"Memangnya apa yang dikatakan Anna padamu? Hei, jangan-jangan kau membicarakan aku ya?"


"Bahwa memang tidak seharusnya aku berada di sekitar Juno untuk membuat langkahnya menjadi sulit. Aku tidak sesuai untuknya"


"Ucapan apa itu? Lalu kau ingin mengatakan padaku bahwa Anna tidak sesuai untukku? Kau ini! Beberapa saat lalu kau bahkan menyemangatiku kenapa sekarang jadi melemahkan semangatku?"


"Aku masih tetap percaya bahwa harapan adalah impian yang tidak pernah tertidur. Maaf, Lucas. Harapan ada untuk diraih, mimpi mengiringi harapan, harapan adalah mimpi yang selalu terjaga."


"Kau benar. Selama kita percaya dapat meraihnya Bersemangatlah, Kila!"


Sebulan kemudian


Kila mendapat tugas dinas untuk pergi ke Jakarta, bernegosiasi dengan perusahaan besar Gyuhyeon Group. Hatinya cukup gembira. Setidaknya kali ini dia akan pergi sendiri dan akan menyempatkan diri bertemu Lucas, Kevin dan sahabatnya. Kila mendapat fasilitas mobil kantor dan diantarkan seorang supir pribadi Juno. Mendapat kepercayaan mengerjakan proyek besar seperti ini adalah kebanggaan tersendiri untuk Kila. Dua hari Kila akan berangkat. Siang itu Kila sedang membereskan kamarnya. Ponselnya berdering. Lee Anna? Ada ada dia menelpon dirinya?


Anna : Kila


Kila : ya?


Anna : Gimana? Apa yang harus kulakukan? (Anna menangis)


Kila : ada apa Anna?


Anna : Besok pagi Lucas akan menjalani operasi, namun aku tidak bisa disampingnya karena aku harus menjaga Yora yang juga sedang sakit. Aku sangat khawatir, Kila.


Kila : Tenanglah. Dia akan baik-baik saja. Dua hari lagi aku akan ke sana. Tunggulah aku. Aku pastikan aku bisa bersamamu


Anna : Hatiku sangat tidak tenang saat ini (Anna berkata parau)


Kila : Mari kita doakan semoga semua berjalan lancar. (Kila tidak memiliki kata-kata penyemangat untuk dia berikan kepada Anna. Hatinya juga ikut merasa cemas)


Anna : Mengapa semuanya menjadi semakin berat untukku


Kila : Anna, aku harap nantinya kau akan menjadi orang yang mendampingi Lucas


Saat Kila mengatakan itu rasanya hatinya amat sedih. Kebersamaan dengan Lucas adalah hal terbaik yang pernah dia rasakan untuk beberapa saat. Dan beberapa saat itu memberikan kesan yang mendalam di hatinya. Jika Juno, Lucas, Kevin disejajarkan dan jika Kila harus mengakui, maka Lucas yang dia sebut pertama sebagai orang yang benar-benar disayanginya.