
B : tidak apa, kau kenapa Lucas?
Lucas : Tidak , aku hanya bertanya saja pada kalian semua. Hanya saja ayahku meninggal karena gagal jantung.
A : Maaf, karena mengingatkanmu Lucas.
B : Maaf, Maaf Lucas.
Lucas: Tidak apa-apa, temanku.
Kila terkejut. Kila baru mengetahui kalau ayah Lucas meninggal karena gagal jantung. Kila terus membaca semua komentar yang ada di sana.
A : Kalian suka minum alkohol?
Lucas : Tentu saja
A : Apakah minuman bir dari korea, tetapi bukan soju juga termasuk?
B : Maksudmu termasuk salah satu penyebab sirosis hati?
A : Iya. Apakah itu termasuk?
B : Aku rasa tidak, itu hanya fermentasi saja bukan? Penyebabnya juga bisa karena virus hepatitis C, bukankah begitu?
A : Aku suka sekali minum alkohol, bagaimana ini?
Lucas : Aku juga tidak tahu pasti, nanti aku akan mencari tahu. Karena beberapa waktu lalu aku sempat minum meokgolli (itu nama minuman yang tadi) dan langsung merasakan perutku sakit.
A : Mengapa kau sepertinya mengira dirimu terkena sirosis hati, Lucas?
Lucas : Hahaha, tidak, siapa yang tahu? Kesehatan mahal harganya. Kebetulan aku punya penyakit hepatitis C.
Kila merasa tubuhnya melemah. Air matanya tiba-tiba mengembang di sudut matanya. Baris- baris tulisan komentar semakin mengabur di matanya.
A : Lucas! Mengapa bilang sebagai suatu kebetulan?!
Lucas : Hahaha, penyakit juga anugerah dari tuhan supaya yang jauh lebih sehat bisa mensyukuri nikmatnya sehat.
B : Kata-katamu makin membuat aku merasa aneh.
Lucas: Kau tidak mendoakanku cepat mati, bukan?
B : Hahaha, maksudku bukan begitu, Lucas, Maaf.
Lucas : tidak apa-apa. Yang jelas percaya diri untuk bisa sembuh dari penyakit berat memang ada, namun sebaiknya diimbangi dengan kesadaran diri.
A : Terima kasih, Lucas, kata-katamu bagus sekali
Lucad: Hope Is A Dream That Doesn't Sleep.
B : Apa itu?
Komentar itu berhenti di sana. Lucas tidak lagi menjawab komentar dari teman-teman lainnya. Kila dengan mata yang masih basah mencoba menghubungi ponsel Lucas berulang-kali dan selalu tersambung ke kotak pesan suara. Kila memaksa dirinya untuk berbicara di sana. Dengan namun suara yang terputus karena rasanya sesak sekali.
"Lucas.... Helo? Apa kabar-mu? Jangan menghilang begitu saja, Lucas. Apakah kau sakit? Cepatlah sembuh jika kau memang sakit. Maaf, aku bukan mendoakanmu sakit. Apakah kau sudah bertemu Anna kembali, bagaimana kabarnya? Lucas hubungi aku jika ponselmu sudah aktif, oke? Aku merindukanmu, Lucas" Kila menekan tombol kirim dan pesan itu terkirim, semoga ponsel Lucas tiba-tiba diaktifkan setelah Kila mengirimkan pesan berharap dia bisa menemukan Lucas. Tidak puas rasanya dengan apa yang dia lakukan, akhirnya Kila menambahi komentar di posting tentang sirosis hati tadi.
Kila : Hai, adakah yang mengetahui kemana hilangnya Lucas? Aku butuh bantuan kalian.
Kila menunggu balasan komentar tersebut seperti orang gila. Kila mengirimkan pesan yang sama di media sosial yang lain dengan maksud mencari keberadaan Lucas, baik di timeline-nya sendiri dan timeline Lucas. Kila juga mengirimkan pesan melalui kotak direct-messages. Hatinya menjadi gelisah tidak menentu, berbagai pikiran aneh jadi merasuki otaknya. Rasanya tidak mungkin Lucas sakit, dia begitu sehat kemarin, tidak tampak pucat dan tidak tampak lesu.
Kila kembali mengecek ponselnya dan mengecek laporan pengiriman. Tidak ada tanda-tanda yang mengisyaratkan ponsel Lucas aktif karena tetap saja dia terhubung ke layanan kotak suara. Beberapa hari berlalu Kila belum mendapatkan informasi mengenai Lucas. Kila kembal mengecek komentar di forum The Crowd Voice. Ada yang membalas komentarnya.
Kila: Aku sepertinya mengira dia benar sakit. Namun aku tidak tahu pasti keberadaannya.
A : Aku hanya mengenalnya lewat forum ini, mudah-mudahan yang lain bisa membantu.
Kila : Aku memiliki nomor ponselnya dan juga twitter-nya, namun semuanya tidak aktif. gimana?
A : Kau mungkin bisa langsung menemuinya di rumahnya, Kila.
B : Iya, temui saja langsung Kila.
Kila : Aku tidak tahu alamatnya. Dia tinggal di Seoul. Siapa diantara yang tinggal di Seoul?
A : Pastinya banyak member yang tinggal di Seoul.
B : Kau buatlah tulisan mengenai itu, agar semua membacanya, Kila
Kila : Terimakasih atas bantuan kalian.
Kila menghela nafasnya. Berpikir sebentar dan bagaimana agar bisa mendapatkan informasi mengenai Lucas. Kila berkunjung ke twitter kembali dan menatap daftar teman yang mencari cara dimiliki Lucas. Ah ya! Fani Wijaya, saudara perempuan Lucas! Kila menunggu agar Fani cepat merespon permintaan pertemanannya dan bisa segera mengirimkan direct messages.
Kila sudah mencoba untuk mentions nama Fani Wijaya dan menunggu reaksinya. Twitter Fani juga sama dengan milik Lucas, aktifitas yang dilakukan adalah sebulan yang lalu. Kini Kila hanya berharap semoga usaha pencarian Lucas bisa membuahkan hasil.
Kila menahan diri untuk tidak memposting tulisan 'dicari orang hilang' di The Crowd Voice karena di forum itu dilarang mengumumkan sesuatu yang bersifat personal atau masalah pribadi antar member. Ini juga karena Kila belum mengetahui secara pasti perihal menghilangnya Lucas, apakah hanya sekedar menghilang atau memang menghilang karena ada alasan khusus, seperti misalnya sakit atau yang lainnya.
Jadi, menahan dirinya untuk tidak membuat resah para member The Crowd Voice. Kesalahan yang dilakukan member bisa berujung pada teguran para admin dan sanksi yaitu terkena banned dari keanggotaan. Kila tidak mau itu terjadi. Rasanya sangat melelahkan menunggu kabar berita seperti ini. Kila menjadi gelisah dan serba salah. Waktu berjalan begitu lambat, dunia bagaikan bergerak dalam adegan slow-motions, Kila merasa akan semakin kehilangan Lucas untuk sekarang ini dan di waktu-waktu mendatang.
***
Seminggu berlalu sejak Kila mencari kabar mengenai Lucas melalui Fani. Sudah seminggu pula Kila bertahan dari rasa ingin tahu yang menggunung dan membuatnya kehilangan semangat menghadapi hari-harinya. Seperti biasa, hari ini Kila mengecek timeline twitter-nya.
'Hai, kak. Iya ini aku saudara perempuannya Lucas @Kila'
'Hai, Fani. aku temannya Lucas, apa kabarnya Lucas?'
Mata Kila yang tadi masih sayu karena kurang tidur semalam menjadi terbuka setelah membaca timeline-nya. Fani membalas mentionsnya kemarin dan sudah membalas permintaan pertemanan dari Kila. Kila menjadi ragu apakah saat ini Fani juga sedang online. Kila mengetikkan pesan di kotak direct messages untuk Kila.
Killa : Terimakasih telah menerima pertemanan dariku, Fani. Apakah Lucas baik-baik saja?
Kila menunggu dengan sabar. Tidak lama pesan itu terbalas. Jantung Kila menjadi berdebar hendak membacanya.
Fani : Iya. Kakak baik-baik saja. Kakak pernah bercerita tentangmu, kau tinggal di Jambi bukan?
Kila : Maksudku, apakah Lucas sakit atau apa karena mendadak dia menghilang begitu saja.
Fani : Jadi, kau belum tahu? Kakak sudah lama sakit sirosis hati karena sebelumnya Kakak mengidap hepatitis C, Kakak kambuh setelah pulang dari Jambi.
Apa? Jari-jari Kila mendadak kaku hendak mengetikkan sesuatu. Rasanya ada petir yang menyambar kepalanya. Kila terdiam lama sekali sampai akhirnya muncul pesan berikutnya dari Fani.
Fani : Kakak bercerita dia minum anggur saat di Jambi, padahal selama ini Kakak sudah lama tidak berani menyentuh minuman keras. Tapi, sebenarnya karena kelelahan pun penyakit Kakak bisa kambuh. Akhir-akhir ini memang kesehatannya menurun drastis.
Kila : Apakah sekarang ini, Lucas dirawat di rumah sakit?
Fani : Tidak. Kakak tidak pernah mau dirawat di rumah sakit, dia ada di rumah sekarang. Apakah kau akan datang kemari?
Kila : Tentu saja. Kirim alamat rumahmu aku akan berkunjung secepatnya. Namun, mengapa Lucas tidak pernah lagi mengaktifkan ponselnya?
Fani : Baik. Untuk masalah itu, aku sungguh tidak tahu, Maaf.