Hope Is A Dream

Hope Is A Dream
Teman Baru?



Kila menatap langit-langit kamarnya seakan sedang mencari petunjuk dan kekuatan dari sesuatu yang tidak terlihat. Kila merebahkan tubuhnya yang lemas tak berdaya. Wajah Lucas yang terus terbayang-bayang sedang merasakan kesakitan membuat air di ujung matanya keluar, membuat Kila memejamkan matanya agar bayangan itu bisa hilang.



Boneka kucing kesayangannya dipeluk erat-erat, membayangkan itu adalah Lucas, membayangkan yang dipeluknya saat ini adalah tubuh Lucas. Mungkinkah saat ini Lucas sedang berjuang melawan sakit, bukan sakit dalam hati, benar-benar sakit sesungguhnya pada hati? Kila juga merasakan sakit hati, sakit yang sama, sakit yang benar-benar terjadi di dalam hati. Kila perlu berbicara dengan seseorang, rasanya terlalu berat menanggung sendirian perasaan ini.



Kila memiliki seorang teman baik dari forum The Crowd Voice, dia biasa memanggilnya Garvin, seorang lelaki baik hati yang sudah bertunangan dengan seorang perempuan cantik. Kila dan Garvin sudah bertukar alamat messengers sehingga mereka bisa berbicara melalui messenger-box. Mulanya Kila terbiasa menceritakan hal-hal kecil pada Garvin, seputar forum The Crowd Voice, kemudian mulai merembet ke hal-hal lainnya.



Kila : Garvin, aku ingin bercerita



Garvin : Ada apa, Kila?



Kila : Hatiku sedang remuk



Garvin : Hey, ada apa denganmu?



Kila : Aku sedang menangis, air mata ku tidak mau berhenti.



Garvin : Ya sudah, keluarkan semuanya, tidak perlu menahan diri, tidak perlu menahannya.



Kila : Rasanya dadaku sampai sakit merasakannya...



Garvin : Menangislah, agar semua menjadi jelas dan lega



Kila : Selama ini, pernahkah dalam hidupmu kau merasakan hatimu begitu sakit dan hampa?



Garvin : Aku rasa semua orang pernah mengalami hai seperti itu, Kila. Bersabarlah.



Kila : Aku rasa aku tidak bisa terus seperti ini. Aku bisa menjadi gila!



Garvin : Yang penting, jangan terus tenggelam dalam rasa penyesalan, bangkitlah!



Kila : Aku tidak dapat menahan perasaanku terhadap Lucas!



Garvin : Cobalah berpikir realistis, Kila. Apa yang kau harapkan darinya? Bersabarlah dan temukan cara untuk pergi dari perasaanmu terhadap Lucas.



Di tengah segala kerumitan perasaannya kini, Kila lebih memilih untuk berusaha melupakannya. Walaupun bayangan Lucas yang kesakitan selalu menghantuinya, namun tidak ada yang bisa dia lakukan. Kila menyadari tidak ada yang bisa dia lakukan. Dengan segala pikiran jahatnya, untuk apa dia mengorbankan waktu dan perasaannya untuk orang yang bahkan hanya coba dikenalnya dalam dua hari? Kila memilih menyibukkan diri dengan menghabiskan waktunya di luar kantor pergi menonton film, pergi ke toko buku, pergi ke tempat karaoke, mengunjungi tempat bersejarah yang ada di Jambi yang selama ini belum pernah dikunjunginya atau benar-benar larut dalam semua obrolan di forum The Crowd Voice.



Seminggu kemudian, mendadak di kantor Kila mendengar sebuah pembicaraan antara Juno dan Mina, Juno mengatakan pada Mina bahwa dia akan pergi ke Jakarta untuk menyelesaikan beberapa urusan di sana. Seketika ini membuat Kila teringat Lucas. Sorenya, Kila memberanikan diri untuk menemui Juno "Pak Juno, aku dengar kau akan ke Jakarta" Kila mencoba bertanya dengan amat hati-hati. Akhir-akhir ini Juno begitu tidak ramah padanya.



"Ada apa?" Juno tidak mengalihkan pandangannya dari layar komputernya.



"Bolehkah aku turut menyertaimu ke Jakarta?"



"Untuk urusan apa?” barulah Juno mengangkat wajahnya dan menatap penuh arti pada Kila



"Aku hanya akan menumpang sampai Jakarta, nanti aku bisa pergi sendiri setelah kau membawaku sampai di sana"



"Kau pikir aku pergi untuk bersenang- senang?"



"Aku juga tidak berpikir demikian" Kila merasa kecut hatinya. Juno melangkah di hadapan Kila.



"Urusan pribadi tidak bisa dikaitkan dengan dinas kantor" KIla terdiam mendengar itu. Harapannya pudar seketika. Beberapa waktu lalu, Kila ingat bawah Kevin juga pernah berkomentar di blognya. Lalu, Kila kembali mengirimkan komentarnya ke blog Kevin. Kevin yang sangat sering mengerjai dan mengejeknya, akhirnya menjadi seseorang yang dinantikan Kila di forum. Walaupun Kevin sering mengejeknya, namun Kila tidak pernah sedikitpun sebal ataupun marah pada Kevin, malah membuat Kila menjadi penasaran, orang macam apakah Kevin itu.



Kila menjadi sangat penasaran namun belum sempat melakukan tindakan seperti mencari informasi mengenai Kevin karena berbagai macam pertimbangan seperti dia masih trauma dengan perkenalannya dengan Lucas atau sebagian hati Kila berharap bahwa Kevin akan tetap misterius untuknya. Di akhir minggu yang cerah, ada satu kontak baru di messengers Kila. Tanpa berpikir panjang Kila langsung menerimanya. Ketika itu Kila hanya langsung terpikir bahwa itu Kevin, entah mengapa, padahal banyak juga secret-admirer yang mencoba mengenalnya. Besoknya Kila mencoba menyapa orang tersebut dalam messenger box-nya.



Kila : ^_^



X : Maaf, siapa? (-_-“)



Kila : I am wondering who you are



Kila : ^_^



Kila : Maaf



X : Hiihii, siapa aku...



Kila : Sepertinya kau yang mengunjungiku terlebih dulu



Kila : emmm



Kila : mmmm..



X : (-_-“)



Kila : autotext ini



X : Astaga,,



Kila : emmmm



X : Kau sedang chat atau berkumur-kumur sih?



X : Tebak saja aku siapa?



Kila : Siapa ya?



Kila : Aku ingin menebak idolaku di suatu forum tapi aku takut salah



X : Siapa?



Kila : Aku beri tahu tidak ya?



X : Beritahu aku, siapa tahu aku bisa turut mengidolakannya



Kila : Kau sudah ketahuan, kau dari forum itu juga?



X: Forum itu..??



X : *aku pura-pura bingung*



Kila : Sebentar, aku akan mengunjungi forum itu dulu



Kila : Aku curiga sedang dimata-matai di sini



X : Apa?



Kila : Akhir-akhir ini aku banyak Fans



Kila : Aissh, kau mengaku saja nomor anggotamu berapa?



Kila : Karena aku hapal sekali nomor anggota idolaku itu di forum itu.



X : Aku tidak mau mengaku sebelum kau tebak



Kila : Coba kau tulis kata-kata yang agak panjang, aku sangat hapal cara dia menulis komentar, hahaha



X : Yang agak panjang




Kila : Seperti menulis ini : Astaga,,



Kila : Dia sering sekali menulis sebuah kata kemudian di akhir kata koma koma



Kila : Kemudian akhirnya harus dibawa ke rumah sakit



X : (-_-“)



Kila : Nah, autotext ini juga



X : Maaf, autotext-nya bisa dibatalkan tidak ya...



X : Jadi seperti ini saja -_-



Kila : (-_-“)



Kila : (-_-“)



Kila : (-_-“)



Kila: Aku tahu ini siapa



X : Sign out



Kila :Oh tidak bisa begitu



Kila : Setelah kau sering menghinaku di sana bahkan kau tidak meminta maaf?



X : Memangnya aku siapa? Kau ini sok tahu



X : Aku jadi kehilangan jati diri seperti ini sampai aku harus bertanya pada orang lain siapa aku...



Kila : Kau ini,



X : Maaf, aku mengunjungimu tanpa meminta ijin...



X : Kau sudah tahu aku belum?



Kila : Tidak apa-apa, semua yang di forum-TCV itu adalah kumpulan teman-teman yang ada di hati



X : Memangnya TCV itu apa? Aigoo, jangan-jangan aku salah orang



Kila : Aku pukul kepalamu kalau kau berbohong lagi



X : Aku serius bertanya



Kila : Kepalaku jadi pusing sekali



X : Hahaha, jelaskan agar tidak ada salah paham



Kila : Silakan jika kau belum tahu bisa ke web-nya saja langsung



X : Alamatnya?



Kila : thecrowdvoice.com



X : Makasih.... Menuju ke sana...



Kila : Dasar kau!



X : Wah, ternyata bagus sekali ya forum-nya


.


X : Gomawo atas promosinya



Kila : Benar-benar aku pukul kepalamu!



Kila : Kau orang gila!



X : Kebetulan aku mendapat nomor anggota #12140



X : Salam kenal ya



Kila : Aku tadi bilang aku ingat sekali nomor anggota orang itu



Kila : Feeling yang aku punya tepat 100 %!



Kila : Yes, Kevin kau menyebalkan!



Kevin : Hehehe,,



Kevin : Aku makan siang dulu, aku puas bisa mengerjaimu, Kila Permata!



Setelah melalui obrolan yang cukup panjang dan sempat bermain-main tebak-tebakan, akhirnya Kila mengetahui bahwa itu memang Kevin. Kila merasa amat senang sehingga rasanya ingin melonjak dan berjingkrak-jingkrak. Orang yang selama ini disukainya, dikaguminya di The Crowd Voice tiba-tiba penasaran juga pada dirinya. Ini sungguh menyenangkan!



Kila : Kau tahu alamat messengers-ku dari mana, Vin?



Kila : Kau juga anggota yang sulit dicari identitasnya



Kevin : Memangnya ada berapa orang yang tahu messengers-mu?



Kila : Kalau Garvin secara langsung dia memintanya padaku, kau? Diam-diam kau mencariku ya?



Kevin : Kemarin untuk kesekian kali aku mampir di blogmu, melihat profilmu dan akhirnya tahu alamat emailmu



Kila : Messenger-ku jarang aktif, Kila



Kila : Tidak apa-apa, jagalah supaya kau tetap misterius dan tak terdeteksi



Kevin : Kau belum mandi, Kila?



Kila : Bagaimana kau bisa tahu? *melirik kanan-kiri*



Kevin : Aromanya tercium, Kila (x _x)



Kevin : Bau air gosong!



Kila : Aku tidak sedang memasak air



Kevin : Tepat seperti dugaanku. Itu bau badanmu!



Kila : Kevvvvvvviiiinnnnnnnnnn!!



Kemudian Kila mendapati icon-messengers Kevin di non-aktifkan. Kila menggerutu. Walaupun Kevin sering mengejeknya namun akhirnya Kila tahu itu adalah salah satu bentuk perhatian yang Kevin berikan untuknya. Diam-diam diperhatikan rasanya lega dan menyenangkan. Kila tersenyum untuk awal keakrabannya dengan Kevin, walau dengan berbagai keresahan dan kebimbangan yang kini sulit dia jelaskan.