Heaven Peak

Heaven Peak
Chapter 9 : Tidak Percaya



Mendengar kalimat yang baru saja keluar dari Beiming Chen, Mo Han berserta para petinggi Klan Mo sontak terkejut. Mereka menebak beberapa alasan Beiming Chen datang mengunjungi Klan Mo, tetapi di antara beberapa alasan itu tidak pernah satupun yang berpikir bahwa Beiming Chen akan menyetujui usulannya untuk menikahkan Mo Jiang dengan Beiming Xi.


Mereka sendiri sudah mengusulkan ide ini cukup lama, tetapi Beiming Chen selalu menolaknya. Tapi kenapa sekarang Beiming Chen tiba-tiba menyetujui usulan itu.


"I-Ini, saudara Beiming ... Apakah kamu serius dengan apa yang kamu katakan barusan?" Tanya Mo Han dengan ragu-ragu.


Beiming Chen menganggukkan kepalanya, dia kemudian menatap Mo Han dengan penuh kepercayaan diri dan berkata. "Awalnya aku meraguan bakat Mo Jian, tapi karena dia bisa memasuki tingkat kedua dari ranah Foundation Estabilishment, itu membuatku berubah pikiran."


"Hahaha, aku tau saudara Beiming pasti menyadari potensi Jiang'er. Kalau begitu aku akan segera mengatur pernikahan mereka berdua. Dan juga ...." Mo Han menyeringai.


Dia kemudian berjalan ke samping Beiming Chen dan membisikkan sesuatu di telinganya.


Mata Beiming Chen melebar di ikuti dengan perubahan ekspresinya, dia kemudian menatap Mo Han dengan ekspresi rumit.


"Saudara Mo, apakah kamu serius?" Tanya Beiming Chen ragu.


Mo Han tanpa pikir panjang menganggukkan kepalanya, senyuman percaya diri terlihat jelas di wajahnya. "Tentu saja saudara Beiming, apakah kamu tidak ingin menyingkirkan bajingan tua itu. Apalagi dia telah berkuasa di Kabupaten Yunhai untuk beberapa dekade."


Beiming Chen mengerutkan keningnya sambil berpikir, tak lama setelah itu Beiming Chen menghela nafas panjang dan menganggukkan kepalanya.


"Baiklah saudara Mo, tapi jika kita berhasil menyingkirkan mereka. Aku ingin setengah dari hasil jarahan Klan Ye." Tegas Beiming Chen.


Mo Han tanpa ragu menyetujuinya, bagaimanapun Klan Ye dan Klan Beiming akan menjadi sekutu di masa depan. Tidak ada salahnya untuk mempererat hubungan mereka.


Setelah saling mengangguk satu sama lain, Beiming Chen berdiri dari kursinya dan mengulurkan tangannya pada Mo Han dan berkata. "Baiklah saudara Mo, aku akan kembali minggu depan bersama putriku dan jangan melupakan kesepakatan kita."


"Tentu saja saudara Beiming."


Setelah percakapan singkat itu, Beiming Chen berjalan keluar dari aula Klan Mo.


Sementara itu di Klan Ye, terjadi sebuah ledakan besar di Kediaman Ye Chen. Ledakan yang begitu besar itu mengejutkan Ye Tian beserta tetua-tetua lainnya.


***


Kota Hitam, Wilayah Klan Ye...


Di rumah Ye Chen yang telah hancur menjadi reruntuhan, terlihat seorang pemuda tampan berjalan keluar dari kabut debu yang tebal Hampir seluruh pakaian pemuda itu sobek hingga memperlihatkan otot-otot tubuhnya yang kekar.


Sementara itu di atas langit, seorang pria paruh baya melesat dengan kecepatan tinggi, ekspresi wajahnya khawatir dan juga cemas. Tepat setelah mendengar ledakan dari kamar Ye Chen, dia segera bergegas pergi untuk melihat apa yang terjadi.


Ketika tatapannya berhenti pada sosok pria muda sekitar puing-puing bangunan, tubuh pria itu bergetar dan air mata mengalir deras dari matanya.


"Ch-Chen'er, apakah ini kamu nak?" Tanya Ye Tian, ekspresinya masih menujukkan rasa terkejut sekaligus ketidakpercayaan.


Ye Chen melihat sosok pria paruh baya di depannya, ekspresinya sedikit rumit. Dia bukanlah Ye Chen dalam ingatan pria itu melainkan seorang pria tua mantan penguasa Alam Immortal.


Tapi mengingat bagaimana rasa kasih sayang yang diberikan oleh pria itu kepada anaknya, Ye Chen mengabaikan emosi-emosi yang baru saja muncul dan membuka lebar kedua tangannya.


"Iya ayah, ini aku..."


Swoshh!!


Hanya dalam sepersekian detik, Ye Tian sudah berada tepat di depannya dan memberinya sebuah pelukan erat.


Pelukan itu seketika membuat sekujur tubuh Ye Chen bergetar, dia terkejut sekaligus bingung dengan perasaan yang baru saja ia rasakan.


"Terimakasih, aku sangat bersyukur bahwa kamu tidak apa-apa."


Mendengar perkataan ayahnya, itu membuat emosi Ye Chen menjadi tidak stabil. Tanpa ia sadari, butiran air mata mulai menetes keluar dari matanya dan seketika membasahi pakaian ayahnya. Dia memeluk ayahnya dengan erat sambil melepaskan emosinya.


Karena alasan itu juga, Ye Chen menjadi terobsesi dengan Kultivasi dan ingin mengubah aturan dunia agar orang lain tidak akan mengalami nasib yang sama dengannya.


Setelah Ye Tian melepas pelukannya, dia kemudian menatap tubuh anaknya sekilas. Keterkejutan terlintas di wajahnya yang sedikit keriput.


"Chen'er ... I-Ini, kamu bisa berkultivasi!!"


Meskipun terlihat samar, tetapi Ye Tian dengan pasti mengatakan bahwa aura samar yang dia lihat adalah energi spiritual. Selain itu juga, tingkat kemurnian energi spiritual itu bukanlah sesuatu yang bisa Ye Tian bayangkan.


Ye Chen tidak menjawab tetapi menganggukkan kepalanya.


Bibir Ye Tian bergetar, dia merasa tidak ingin mempercayai apa yang telah terjadi.


Tak lama kemudian, tawa keras terdengar dari Ye Tian. "Hahaha, siapa lagi yang berani memanggil anakku sebagai orang cacat. Kini seluruh dunia akan bergetar dengan kembalinya putraku, Ye Chen!!."


Meskipun pernyataan Ye Tian terdengar sangat berani, tetapi apa yang dia katakan adalah fakta. Bahkan sebelum Ye Chen kehilangan basis Kultivasinya, dia sudah berada di puncak Qi Refining dan hanya memerlukan sedikit dorongan untuk menembus ranah Foundation Estabilishment.


Bahkan diseluruh benua timur, hanya sedikit orang yang bisa mencapai keberhasilan itu di umur yang ke-17 tahun.


"Ayah, kamu terlalu memujiku.."


"Hahaha, tidak perlu malu seperti itu putraku. Jadi, apakah kamu sudah memasuki ranah Qi Refining?" Tanya kembali Ye Tian dengan penasaran.


Ye Chen mengangguk, "Ya, aku sebenarnya sudah berada di tingkat kedua.."


"Oh, jadi begi-"


Ekspresi Ye Tian seketika berubah, "APA!!!"


Dia menatap putranya dengan penuh rasa ketidakpercayaan, "Chen'er, jangan membohongi ayah."


Ye Chen menghela nafas, dia tidak ingin membahas itu lebih lama karena dia sudah sangat kelaparan kali ini.


Aura seorang Kultivator di tingkat kedua dari ranah Qi Refining terpancar keluar dari tubuh Ye Chen, itu menciptakan gelombang angin dan menerbangkan beberapa daun kering yang ada di halaman.


"I-Ini... Bagaimana bisa!!."


Meskipun Ye Tian sangat terkejut, Ye Chen mengabaikannya dan berkata. "Ayah, ayo kita bahas ini nanti. Untuk sekarang, aku ingin makan terlebih dulu."


Seolah tersadar dari hayalannya, Ye Tian menepuk kepala Ye Chen sambil tersenyum.


"Kerja bagus, aku ingin mengundang beberapa kerabat jauh ayah untuk mengadakan perayaan."


Mendengar itu, Ye Chen dengan cepat menepisnya dan berkata. "Tidak ayah, aku tidak ingin orang-orang selain orang kepercayaan ayah yang mengetahui apa yang terjadi. Itu hanya akan menimbulkan masalah yang tidak perlu.'' Jelas Ye Chen.


"Oh begitu, kalau begitu kamu ganti pakaian rusak itu terlebih dulu. Aku akan menyuruh beberapa pelayan untuk menyiapkan makanan untukmu."


"Baik ayah, terimakasih."


Melihat sosok Ye Chen pergi, Ye Tian menggaruk kepalanya sambil berkata dalam hati.


"Apakah dia benar-benar putraku?..."


***


To Be Continued.