Heaven Peak

Heaven Peak
Chapter 10 : Han Jian, Alkemis Sombong



Setelah Ye Chen mengganti pakaiannya, dia segera pergi ke aula keluarga. Aula keluarga sendiri berada di pusat Klan, itu setidaknya berjarak beberapa ratus meter dari kediamannya. Karena ruangannya . Tetapi..."


Ye Chen berjalan menuju ke bangunan berlantai dua dengan dinding depannya yang terbuuat dari emas. Terlihat dua orang penjaga yang menjaga di depan bangunan itu, mereka memakai pakaian berwarna hitam dengan simbol Klan Ye di dada mereka.


Ketika mereka berdua melihat Ye Chen mendatangi mereka, kedua penjaga itu segera membungkuk sambil berkata, "Selamat datang tuan muda, apakah anda memerlukan sesuatu?"


Ye Chen tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku disini untuk makan siang."


Kedua penjaga itu saling melirik satu sama lain, "Hei, apakah kamu juga menyadari ada yang berbeda dari tuan muda?" Tanya penjaga 1.


Penjaga dua mengangguk, "Ya, tuan muda menjadi jauh lebih sopan dan juga ... kurasa dia menjadi semakin tampan.''


Jawabannya seketika mendapatkan tatapan aneh dari temannya.


"Jangan beri aku tatapan itu bodoh, aku masih normal." Teriak penjaga 2.


"Apa yang kalian berdua bicarakan." Tanya Ye Chen dengan ekspresi datar.


"Ahhh." Mereka berdua terkejut seolah melupakan bahwa Ye Chen ada di sana.


"Tidak, tidak! silakan masuk tuan muda." Ucap penjaga 1 sambil membuka pintu.


Ye Chen menghela nafas kemudian masuk ke aula keluarga, dia mengabaikan kedua penjaga dan membuka pintu besar dengan kedua tangannya. Dia merasakan sensasi aneh ketika mendorong pintu besar itu.


"Hmm perasaan apa itu?"


Krukk!!


"Aiyaa, perutku sudah tidak dapat bertahan lama rupanya."


Ye Chen tertawa kecil dan segera pergi ke ruang makan, saat tiba di ruang makan, Ye Chen melihat Ye Tian, Ye Xun, dan Ye Jin. Ada banyak makanan dan beberapa kendi arak di atas meja makan. Itu seketika membuat Ye Chen mengeluarkan air liurnya...


Ekhemm!!


Ye Chen seketika tersadar setelah mendengar suara batuk dari ayahnya, dia kemudian menggaruk kepalanya dengan senyuman canggung terukir di wajahnya.


"Chen'er, kamu bisa duduk. Tidak usah memperdulikan kami, makanlah sebanyak yang kamu mau." Ujar Ye Tian.


Mendengar itu Ye Chen tanpa malu segera mengambil tempat duduk di dekat ayahnya, dia mulai mengambil nasi dan juga daging yang ada di atas meja. Melihatnya makan dalam jumlah yang tidak masuk akal, Ye Tian dan Ye Xun menggelengkan kepalanya.


"Apakah orang ini benar-benar putraku?" Batin Ye Tian sambil melihat Ye Chen.


Merasakan tatapan dari ayahnya, Ye Chen melirik sebentar kemudian mengerutkan keningnya. "Ada apa ayah?" Tanya Ye Chen dengan ekspresi bingung.


"Oh, tidak ada apa-apa Chen'er. Kamu bisa melanjutkan menghabiskan makanannya, aku akan pergi ke Ye Alkimia." Ujar Ye Tian, saat dia akan pergi meninggalkan meja makan, Ye Chen menghadangnya dan berkata.


"Alkimia? Apakah aywah biswa mengajakku kesana.. glup." Ye Chen berkata sambil menelan makanan yang ada di dalam mulutnya.


"Apakah kamu tertarik dengan alkimia?" Ye Tian bertanya, ekspresinya terlihat bingung.


Ye Chen mengangguk tanpa ragu, "Ya, aku sebenarnya memiliki sedikit pengetahuan tentang Alkimia."


"Apa!!"


Tidak hanya Ye Tian yang terkejut setelah mendengarnya, Ye Xun dan Ye Jin juga sama terkejutnya dengan Ye Tian. Mulut mereka bahkan sedikit terbuka.


"Kenapa aku harus berbohong? Ayah bisa membawaku ke Ye Alkimia, aku akan memeprlihatkan keterampilan Alkimiaku." Tegas Ye Chen sambil membusungkan dadanya, seolah dia bangga dengan kemampuannya.


Di kehidupan pertama, Ye Chen pernah menjadi seorang murid dari pria tua yang mengakui dirinya sebagai Dewa Alkimia. Dia belajar di bawah bimbingannya selama kurang lebih dua puluh tahun, selain berhasil mempelajari keterampilan Alkimia, Ye Chen juga mendapatkan api surgawi tingkat atas.


Selain itu juga, Ye Chen juga mengoleksi banyak artefak kuno dan juga teknik-teknik kuno yang telah lama menghilang Oleh karena itu, pengetahuan Ye Chen hampir mencakup semua yang ada di dunia. Sayangnya ada beberapa rahasia dunia yang Ye Chen tidak ketahui, itu sama seperti Pagoda Surgawi yang ada di dalam tubuhnya.


Setelah perbincangan singkat itu, Ye Chen pergi ke Ye Alkimia bersama ayah dan pamannya.


Begitu mereka sampai disana, terlihat bangunan besar dan juga aroma harum yang berasal dari herbal-herbal langka dari setiap Alkemis.


Orang-orang yang bekerja di sana adalah Alkemis magang, mereka semua berlatih di bawah seorang Alkemis sejati dari Klan Ye, dia adaldah satu-satunya Alkemis yang mencapai tingkat Hitam di seluruh Kabupaten Yunhai.


Alkemis sendiri adalah sebuah profesi yang di hormati, tidak hanya di Kerajaan Xuanyu, bahkan di seluruh Tanah Kultivator, posisi Alkemis jauh di atas pembudidaya.


Tanpa seorang Alkemis, bagaimana seorang Kultivator dapat menerobos penghalang mereka untuk masuk ke ranah yang jauh lebih tinggi.


Menurut Ye Chen, cara tercepat baginya saat ini untuk meningkatkan basis Kultivasinya dan membalas dendam terhadap Klan Mo adalah dengan bantuan dari Pil. Tapi penggunaan pil yang berlebihan juga akan memberikan efek samping bagi Kultivator pada umumnya.


Tapi bagi Ye Chen sendiri, efek samping sama sekali tidak berpengaruh kepadanya karena dia memiliki metode sendiri. Apalagi dia juga memiliki tubuh bawaan.


Memikirkan itu, Ye Chen mengeluarkan seringai lebar di wajahnya. Tak lama setelah itu, seorang pria paruh baya menghampirinya. Dia kemudian menyapa Ye Tian tanpa adanya rasa hormat, dia bahkan menatap Ye Chen jijik seolah melihat sampah tanpa masa depan.


"Apa yang membawamu kemari Patriak?" Tanya pria itu dengan acuh, dia bernama Han Jian.


Mendengar nada suaranya, Ye Chen merasa sedikit kesal dengan hal itu. Bagaimana bisa pria paruh baya dengan basis Kultivasi di ranah Foundation Estabilishment tidak menghormati ayahnya. Selain itu, Ye Chen tidak melihat adanya hal yang spesial darinya.


"Hahaha, aku hanya datang untuk berkunjung tuan Jian." Ye Tian tertawa, dia sudah terbiasa dengan sikap Han Jian. Oleh karena itu, dia sama sekali tidak merasa kesal dengan sikapnya.


"Oh benar, ini adalah putraku Ye Chen! Ini adalah pertama kalinya dia datang ke Ye Alkimia, dia juga mengatakan bahwa dia memiliki sedikit keterampilan Alkimia."


Mendengar itu, Han Jian seketika menatap Ye Chen denga ekspresi jelek. "Bocah ini? kau mengatakan bocah ini memiliki keterampilan Alkimia? Apa kau sedang bercanda denganku Patriak Ye!"


"Ah..." Ketika Ye Tian ingin menjelaskannya, Ye Chen secara tiba-tiba menyela perkataan ayahnya.


"Cukup!! bagaiamana orang sepertimu tidak menghormati ayahku! Bukankah kau hanya seorang Alkemis belaka?"


Deg-


Mendengar perkataan Ye Chen yang berani, semua orang merasakan jantung mereka berhenti berdetak untuk sesaat. Siapa itu Han Jian? dia adalah satu-satunya Alkemis yang berhasil mencapai tingkat hitam di seluruh Kabupaten Yunhai.


Bagaimana karakter kecil seperti Ye Chen mengatakan dia hanyalah seorang Alkemis belaka?. Anak itu pasti sudah gila.


"Oho!! Darimana keberanian mu itu berasal, apa kau tidak tahu siapa aku?" Han Jin merasa sangat marah mendengar penghinaan yang keluar dari mulut Ye Chen.


"Kau bodoh ya? Apakah ibumu tidak memberitahumu namamu? Jika seperti itu, maka kau benar-benar orang yang sangat tidak beruntung hahaha..."


Mendengar penghinaan dari Ye Chen, wajah Alkemis di Klan Ye menjadi pucat seketika. Bahkan Ye Tian merasa sangat terkejut.


Sementara itu, wajah Han Jian memerah padam karena amarahnya. "Bocah sialan!! Beraninya kau melontarkan kata-kata seperti itu padaku! Rasakan ini.."


***


To Be Continued.