Heaven Peak

Heaven Peak
Chapter 17 : Paviliun Qingwu



Saat kerumunan mulai pergi, seorang gadis muda berlari sambil berteriak. "Kakak Ye Chen!!.."


Teriakan itu seketika sampai di telinga Ye Chen, dia mendongak dan melihat seorang gadis muda berusia 16 tahun, satu tahun di bawahnya berlari kearahnya.


Gadis muda itu memiliki penampilan yang cukup imut dengan dua lesung pipi di wajahnya, dia juga mengenakan gaun merah muda yang menambah keimutannya.


'Kamu...?"


Saat melihat gadis yang berlari kearahnya, Ye Chen mulai mengingat tentang seorang gadis kecil yang dulu sering bermain dengannya. Meskipun dia hanya memiliki ingatan yang samar tentang gadis itu, Ye Chen dapat mengingat namanya dengan sekilas.


"Qingyu..."


"Apa? Siapa Qingyu..." Nie Xin bertanya.


Pada saat yang sama, seorang gadis muda berhenti dan segera melihat pendarahan di lengan kanan Ye Chen. Dia terburu-buru mengeluarkan sebutir pil dari botol kaca di sakunya, "Kakak Ye Chen, cepat minum ini! Itu dapat membantu mempercepat pemulihanmu.."


Ye Chen tahu pil yang di berikan oleh gadis muda itu, pil itu bernama pil pemulih kelas 2.


Pil itu sendiri di lelang dia tersenyum kemudian berkata. "Terimakasih."


Di saat dia akan mengambil pil dari tangan gadis itu, Nie Xin secara tiba-tiba merebutnya.


"Hmph! Jangan minum pil ini.."


Ye Chen mengerutkan keningnya dan berkata, "Ada apa denganmu Nie Xin."


Gadis muda itu menatap tajam pada Nie Xin, matanya terlihat seperti orang mati dan tatapan ekspresi wajahnya datar. "Kakak Ye Chen, siapa wanita ini?"


"Ahh..." Ye Chen terkejut seketika saat melihat ekspresi gadis itu, dia tidak menduga gadis yang memiliki ekspresi manis bisa berubah sedrastis ini.


"Ekhem... Nie Xin, bisakah kamu menyerahkan pil itu kepadaku. Itu adalah pil pemulih kelas 2 dan dapat membantu mempercepat pemulihanku."


Nie Xin dengan keras kepala menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku akan membuat pil yang lebih baik untuk membantu mempercepat pemulihan lenganmu."


Ye Chen menghela nafas dan tidak lagi berbicara.


Dia menatap Qingyu dan menjelaskannya tentang Nie Xin dan juga bagaimana mereka bertemu.


Setelah memahami informasi itu, Qingyu tertawa canggung kemudian membungkukkan badannya untuk meminta maaf dengan tulus.


"Maaf karena kelancanganku, namaku Yang Qingyu." Jelas Yan Qingyu saat memperkenalkan dirinya.


Dia menatap Nie Xin sekilas kemudian berkata, "Lalu bisakah kamu mengembalikan pil itu, lengan kakak Ye Chen saat ini terluka. Bahkan jika kamu bisa membuat pil dengan kualitas lebih baik, tetapi itu akan membutuhkan waktu sedikit lebih lama."


Nie Xin menggertakkan giginya, tetapi memikirkan bagaimana Ye Chen menahan rasa sakit itu, dia akhirnya mengalah.


"Baiklah, ini Ye Chen minumlah dan sembuhkan lukamu."


Setelah Ye Chen mengambil pil penyembuh itu, dia mencari tempat berteduh kemudian menelan pil itu dalam sekali tegukan.


Berkat bantuan dari pagoda surgawi, pil itu terserap dalam sekejap. Cedera di lengan kanannya juga sembuh dalam sekejap mata.


Ini membuat mata kedua gadis itu melebar karena tidak percaya, "Apa!! Bagaimana mungkin."


Mereka berdua berkata serentak, ini karena kejadian yang mereka lihat mustahil untuk terjadi.


Orang umumnya memerlukan waktu satu sampai dua jam untuk memurnikan pil penyembuh kelas 2.


Tapi bagaimana Ye Chen melakukannya hanya dalam beberapa detik?


"Hei, jelaskan bagaimana kau melakukan hal itu."


"Yah, itu rahasia.."


Ye Chen sama sekali tidak berniat untuk menjawabnya, pagoda surgawi adalah salah satu rahasianya yang tidak akan ia beritahukan kepada orang lain.


Setelah itu, dia bangkit dan berniat kembali ke Klan Ye. Dia harus kembali berlatih untuk memperkuat dirinya.


Di tengah perjalanan pulang, Ye Chen mencium aroma herbal yang membuatnya tertarik.


Dia berhenti dan menatap sebuah bangunan besar tiga lantai yang berada di sebelah kanannya.


Kedua perempuan yang mengikuti di belakangnya juga ikut minat bangunan besar yang ada di sebelah kanan mereka.


"Ye Chen, apakah bangunan itu membuatmu tertarik?" Tanya Nie Xin.


Bangunan itu memiliki sebuah papan nama besar yang bertuliskan Paviliun Qingwu, hanya mendengar namanya itu sudah tidak asing lagi.


Paviliun Qingwu adalah salah satu rumah dagang terbesar di benua Langit. Kerajaan Xuanyu sendiri merupakan kerajaan kecil di benua langit. Ada banyak kekuatan yang lebih besar dibandingkan Kerajaan Xuanyu.


Contohnya sendiri adalah keluarga Nie Xin.


Ye Chen melihat Nie Xin kemudian bertanya, "Ya, aku mencium aroma herbal langka dari bangunan itu. Apakah kamu tahu sesuatu?"


Nie Xin terkekeh seolah dia baru saja memenangkan sesuatu, dia kemudian menjelaskan bahwa bangunan itu adalah cabang dari Paviliun Qingwu.


Sedangkan untuk bangunan utamanya saat ini berada di Kekaisaran Langit.


"Hmm, jadi maksudmu paviliun ini memiliki pengaruh yang besar bahkan di benua Langit?" ujar Ye Chen sambil mengelus dagunya.


Nie Xin menjawab dengan percaya diri, "Tentu saja, bahkan kaisar sendiri menghargai Paviliun Qingwu."


Ye Chen mengangguk, dia memiliki beberapa rencana yang ada di kepalanya. Setelah mengajak Nie Xin dan Qingyu berjalan-jalan di kota.


Ye Chen berniat kembali ke Klan Ye untuk beristirahat.


"Ayo kembali Nie Xin, Qingyu."


Kedua gadis dibelakangnya mengangguk, mereka berdua mengikuti Ye Chen kembali ke kediaman Klan Ye.


Tepat di aula utama Klan, Ye Chen bertemu dengan ayahnya dan paman lu yang sedang melakukan sparing.


"Hmm, pertandingan ini akan segera berakhir." Gumam Ye Chen.


Benar saja, pertandingan itu berakhir beberapa detik setelah itu dengan Ye Tian yang mengalami kekalahan telak.


"Kau sudah berkembang jauh saudara Tian." Yang Lu tersenyum sambil mengulurkan tangannya.


Ye Tian menangkap tangan itu sambil tertawa, "Hahaha, keahlianmu luar biasa saudara Lu."


Saat mereka saling berbicara satu sama lain, Ye Chen dan kedua gadis di belakangnya datang dan menyapa.


"Salam ayah, salam paman lu."


"..."


"Salam ayah, salam paman." Qingyu membungkukkan badannya memberi hormat pada Yang Lu dan Ye Tian.


"Oh, putriku... Apakah kamu menikmati jalan-jalan di kotanya?" Yang Lu tersenyum sambil mengelus janggutnya.


"Iya, kakak Ye Chen menemaniku mengelilingi kota." Jawab Yang Qingyu dengan ekspresi gembira.


"Oh, jadi dia putrimu paman lu?" Ye Chen berkata tanpa menyembunyikan rasa terkejutnya.


"Itu benar, bukankah kalian sudah berteman dari kecil?"


Ye Chen menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tertawa canggung, "Yaa, ingatanku sedikit buruk akhir-akhir ini."


"Kebetulan karena kita semua berada di sini, bagaimana jika makan bersama malam ini?" Ujar Ye Tian memberi pendapat.


Ye Chen dan yang lainnya mengangguk, "Tentu saja."


Malam harinya, setelah makan malam bersama dengan ayahnya dan yang lain. Ye Chen tidak kembali ke rumahnya, sebaliknya dia mengganti pakaiannya dengan jubah hitam dan juga kain yang menutupi sebagian wajahnya.


Ia juga memakai topi bambu yang membawakan aura misterius darinya.


"Sudah saatnya pergi ke tempat itu..."


***


To Be Continued.


Maaf baru bisa update, untuk kedepannya saya sedikit bingung mau melanjutkan ceritanya atau tidak. Karena susah lama tidak menulis, saya sedikit lupa akan jalan ceritanya.


Kalau kalian punya saran boleh tulis di komentar, saya juga baru menulis karya baru yang berjudul : Semua Muridku adalah Regressor.


**Jika kalian berminat, kalimat bisa mengklik profil saya untuk memeriksanya.


See you** :)