Heaven Peak

Heaven Peak
Chapter 16 : Adu Pukul



Kota Hitam, Wilayah Klan Ye.


Siang hari di pusat kota, terlihat banyak kerumunan orang dari pria, wanita, pria tua, bahkan anak-anak. Suasana kota itu terlihat sangat hidup dengan banyak bangunan besar dan juga tempat yang menarik.


Di antara kerumunan itu, terlihat sepasang pria dan juga wanita sedang berjalan menuju ke toko satu kemudian pergi ke toko lainnya. Pasangan itu tidak lain adalah Ye Chen dan juga Nie Xin.


Awalnya Nie Xin berniat mengajak Ye Chen ke sebuah restoran yang sering ia kunjungi dulu. Tetapi setelah sampai di pusat kota, Nie Xin melupakan niat awalnya dan mengajak Ye Chen ke tempat ke sebuah tempat yang menarik perhatiannya.


"Ye Chen lihat ini.." Nie Xin mengambil sebuah liontin dari salah satu toko kemudian mengenakannya di lehernya.


Dia tersenyum kemudian berkata, "Bagaimana Ye Chen, apakah ini cocok denganku?"


Liontin itu memiliki ukiran bunga yang sangat indah dan itu terlihat sangat cocok di leher Nie Xin. Melihat tatapan Ye Chen padanya, wajah Nie Xin memerah seketika. Dia kemudian menundukkan wajahnya dan meminta pendapat Ye Chen tentang itu.


"Ahh..." Ye Chen tertawa canggung saat dia tersadar, "Cocok kok, itu cocok sekali dengamu."


Mendengar kalimat itu keluar dari mulut Ye Chen membuat Nie Xin merasa sangat senang, dia tanpa ragu membeli liontin itu dengan harga dua puluh koin perak.


Mata uang yang digunakan di tanah Kultivasi adalah tembaga, perak, emas, dan juga batu kristal. Satu koin perak setara dengan seratus koin tembaga, sedangkan 1 koin emas setara dengan seratus koin perak.


Untuk batu kristal, itu setara dengan seribu koin emas. Karena batu kristal sangat sulit untuk di dapatkan, hanya keluarga super kaya yang memilikinya.


Saat mereka berdua pergi meninggalkan toko itu, Ye Chen merasakan bahwa Pagoda Surgawi yang ada di dalam tubuhnya bergetar karena sesuatu dari toko.


Dia segera berbalik kembali ke toko itu, dan benar saja getaran dari Pagoda Surgawi menjadi semakin keras dan membuat Ye Chen yakin bahwa ada sesuatu dari toko itu yang menarik Pagoda Surgawi dalam tubuhnya.


Tak berselang lama, pandangan Ye Chen berhenti pada sebuah manik berwarna hijau zamrud. Dia mengambil manik itu kemudian bertanya, "Paman, berapa harga untuk manik ini?"


Pemilik toko itu menatap Ye Chen dengan malas, dia menguap lebar dan berkata. "Ambil saja, manik itu sudah berada di tokoku untuk waktu yang lama. Karena tidak ada seorangpun yang membelinya, aku rasa manik itu tidak memiliki harga.''


Ye Chen menganggukkan kepalanya, saat dia akan kembali menyusul Nie Xin. Pandangannya berhenti pada sebuah jepit rambut berwarna merah, dia mengambilnya kemudian bertanya.


"Paman, berapa harga untuk yang satu ini?"


"20 koin perak, kamu bisa mengambilnya."


Setelah membayar pemilik toko itu, Ye Chen bergegas pergi menyusul Nie Xin yang menunggunya di salah satu gang di pusat kota.


Saat dia kembali, ia melihat beberapa pria dewasa dengan wajah asing mengelilingi Nie Xin. Mereka memiliki tubuh kekar dengan seragam berwarna hitam dan juga corak merah di lengan mereka.


Hanya dengan sekali lihat Ye Chen tahu bahwa mereka sama sekali bukan orang baik. "Ingin mengacau di wilayah Klan Ye? Hehehe, kalian berurusan dengan orang yang salah."


Ye Chen menyimpan jepit rambut di sakunya, dia kemudian kemudian melesat dan secara mengejutkan muncul di depan Nie Xin dan lima orang yang mengelilinginya.


"Kamu tidak apa-apa?" Ye Chen bertanya.


Meskipun dia tahu gadis itu jauh lebih kuat darinya, tetapi bagaimanapun ia tidak berkeinginan menujukkan kelemahannya di depan wanita.


"Ah, aku tidak apa-apa.."


Mendengar itu, Ye Chen bernafas lega. Tatapan matanya yang tajam kemudian menyapu kelima pria yang berdiri mengelilinginya.


"Siapa kalian!"


Suara itu berdengung dengan keras di telinga kelima pria asing itu, mereka saling menatap satu sama lain hingga akhirnya salah satu dari mereka menjawab.


"Tch, hanya seorang bocah di ranah Qi Refining! Menyingkirlah atau kami akan meremukkan tubuhmu."


Pria dengan aura yang luar biasa kuat berjalan mendekat, hanya dengan merasakan aura tekanannya, tubuh Ye Chen terdorong mundur. Tidak dapat di sangkal bahwa perbedaan Kultivasi benar-benar sangat mempengaruhinya sekarang.


"Hmph, dimanapun aku berada tidak ada seorangpun yang berani menghentikanku."


Kerutan muncul di kening Ye Chen, dia benar-benar tidak menduga seorang Kultivator di ranah Foundation Estabilishment belaka berani mengatakan hal seperti itu.


Lalu bagaimana dengan dirinya di masa lalu, bahkan saat menjadi penguasa Alam Immortal ia sama sekali tidak berani menyatakan hal seperti itu.


Bahkan jika dia menjadi yang terkuat di Alam Immortal akan ada orang yang jauh lebih kuat darinya.


"Hei bangsat! Apa kau tahu apa artinya ucapanmu barusan.." Ye Chen mengepalkan tangannya, energi spiritual terkumpul dan berputar di pergelangan tangannya.


Bahkan jika musuhnya adalah seorang Kultivator di ranah Foundation Estabilishment, dia sama sekali tidak takut ataupun ragu.


"Lucu sekali!! Biar aku perlihatkan seberapa besar perbedaan kita.."


Pria bertubuh besar itu tersenyum ganas, dia mengepalkan tinjunya hingga membuat lengannya membesar.


Dia melepaskan pukulannya pada Ye Chen dengan kecepatan yang luar biasa. Ye Chen tanpa ragu juga melepas pukulannya.


"Ye Chen berhentii!" Nie Xin berteriak.


Sayangnya sudah terlambat untuk menghentikan itu. Dia tidak pernah menduga bahwa Ye Chen benar-benar berani melawan langsung pria dengan basis Kultivasi jauh di atasnya.


Bang!!


Ledakan!!


Suara ledakan dari hantaman pukulan Ye Chen menggema di sekitar kota. Beberapa orang terkejut dan segera melihat apa yang sedang terjadi. Hanya dalam kurun waktu beberapa detik, sudah ada ratusan orang yang melihat kejadian itu.


Setelah menerima pukulan yang begitu kuat dari pria itu, Ye Chen merasakan bahwa lengannya menjadi mati rasa. Dia mengigit bibirnya kemudian meledakkan energi spiritual di telapak tangannya.


Tubuhnya terhempas mundur beberapa meter kebelakang, sementara pria besar itu hanya mundur beberapa langkah. Lengan yang ia gunakan untuk melawannya tadi membengkak, terlihat aliran darah keluar dari lengan itu.


"Ye Chen.." Nie Xin berlari kearahnya, ketika dia melihat luka di lengan Ye Chen, wajahnya seketika menegang!


"Kalian!!.." Nie Xin menatap mereka dengan niat membunuh yang sangat pekat hingga menyebabkan mereka berlima kesulitan mengambil langkah.


Tetapi di detik berikutnya, Ye Chen menggengam pergelangan tangannya dan menggelengkan kepalanya. "Hentikan itu, aku baik-baik saja.."


"T-Tapi-"


Sebelum Nie Xin menyelesaikan ucapannya, mulutnya tertutup oleh jari telunjuk Ye Chen. "Hentikan Nie Xin, kamu bisa membunuh mereka."


Mendengar itu, hati Nie Xin menjadi tenang. Dia menahan amarahnya lalu menarik niat membunuhnya, "Sebelum aku berubah pikiran, kalian sebaiknya pergi!."


Hanya dengan satu kalimat itu, kelima pria itu berlari secepat kilat meninggalkan Ye Chen dan juga Nie Xin.


"Wahh, itu tadi luar biasa ... Bagaimana pria kecil itu bisa bertahan dari pukulan pria tadi. Itu sungguh mengagumkan." Ujar seseorang di antara kerumunan.


Sementara itu, di antara kerumunan orang itu, seorang gadis muda dengan gaun merah muda melebarkan matanya saat melihat wajah seorang yang tidak asing baginya.


Dia membuka sudut mulutnya dan berkata dengan suara pelan. "Kakak Ye Chen?"


***


To Be Continued.