
Setelah Ye Chen mengganti pakaiannya, dia segera pergi menemui ayahnya yang berada di ruangan pribadinya. Perjalanan dari kediamannya menuju ke halaman ayahnya membutuhkan waktu sepuluh menit.
Dalam perjalanan, Ye Chen melihat seorang wanita dewasa berdiri sambil melihat ke arah kanan dan kirinya. Setelah tatapannya dan Ye Chen bertemu, dia tersenyum kemudian melambaiakan tangannya.
"Ah, itu kamu..."
"Wanita ini, ada apa dengannya?"
Setelah pertemuan terakhir mereka dua hari yang lalu, Ye Chen tidak lagi berharap untuk bertemu dengannya. Tapi siapa yang menyangka bahwa wanita itu sendiri berdiri di sana seolah menunggu kedatangannya.
Setelah dilihat lebih dekat, Ye Chen menyadari ada hal yang berbeda dari penampilan wanita itu. Entah bagaimana mengatakannya, dia merasa bahwa wanita itu terlihat jauh lebih cantik. Rambutnya yang tidak terawat kini telah tersisir dengan rapi, bahkan Ye Chen dapat mencium aroma harum dari rambutnya.
Selain itu juga, ia tidak melihat lagi kantung mata yang besar di bawah matanya. Wanita itu, Nie XIn telah benar-benar berubah.
"Ada apa?" Ye Chen berhenti dan berkata.
Nie Xin menarik nafas, "Aku belum berterima kasih untuk bantuanmu saat itu, jika kamu punya waktu aku ingin mentraktirmu sebagai balasannya."
"Tidak perlu, aku juga tidak membantu banyak. Array itu adalah hasil dari kerja kerasmu, dan juga aku tidak punya waktu luang. Terimakasih untuk tawarannya." Tanpa sepatah kata lagi Ye Chen pergi meninggalkan Nie Xin sendirian.
Melihat sosok Ye Chen perlahan menghilang, Nie Xin menatapnya dengan tatapan kosong. Dia kemudian mengepalkan tangannya dan melepaskannya pada sebatang pohon di sampingnya.
Bam!!
Pukulan itu mengandung kekuatan yang sangat kuat, batang pohon berdiameter 3 meter itu seketika terbelah menjadi dua.
"Sialan kau Ye Chen!.. Padahal aku berusaha keras memikirkan cara berterima kasih padamu. Tidak punya waktu? Hihi, akan aku pastikan untuk membalas ini."
Nie Xin pergi menyusul Ye Chen dalam kecepatan yang luar biasa, tidak seorangpun di Klan Ye yang mengetahui seberapa dalam Kultivasinya. Dan juga untuk identitasnya, selain Ye Tian tidak ada seorangpun yang mengetahuinya.
***
Halaman Ye Tian, puncak pedang.
Di depan bangunan besar, terlihat dua orang pria paruh baya sedang duduk sambil menikmati arak yang ada di atas meja. Ye Tian menuangkan arak ke cangkir pria paruh baya itu dan berkata.
"Brother Lu, aku dengar putrimu baru saja menerobos ke tingkat ke 5 dari ranah Foundation Estabilishment, selamat untukmu brother Lu." Ye Tian menyanjung pria di sampingnya sambil mengangkat cangkir yang berisi arak.
"Hahaha, terimakasih untuk sanjunganmu brother Tian." Pria itu tertawa sambil mengangkat cangkirnya.
Setelah kedua orang itu meneguk arak satu sama lain, pria di samping Ye Tian bertanya. "Bagaimana kondisi putramu brother Tian? Aku menerima sebuah kabar bahwa bajingan tidak tahu malu dari Klan Mo itu telah melukai putramu dengan parah."
Meskipun pria paruh baya itu tidak memiliki hubungan dengan Ye Chen ataupun Klan Ye, tetapi dia dan Ye Tian adalah saudara yang telah bersumpah satu sama lain. Dia juga sering membantu Klan Ye beberapa tahun terakhir saat Klan Ye mengalami krisis.
"Ya kabar itu memang benar, para bajingan itu benar-benar telah melewati batas. Bahkan jika aku harus mengorbankan nyawaku, aku pasti akan membalas perbuatan mereka pada putraku." Ye Tian berkata dengan penuh amarah.
Dapat terlihat dari niat membunuh yang merembes keluar dari tubuhnya.
"Hmph, jika bukan karena perlindungan dari Akademi Kerajaan aku pasti sudah meratakan Klan Ye dari dulu."
Di saat mereka berdua berbicara tentang hal yang serius, Ye Chen datang dari bawah gunung dan terkejut setelah melihat pria paruh baya yang duduk di samping ayahnya.
"Chen'er kemarilah! Ada seseorang yang ingin kuperkenalkan padamu."
Ye Chen mengangguk dan segera datang ke ayahnya, tetapi pandangannya masih tidak bisa lepas dari pria paruh baya yang duduk di sampingnya. Meskipun dia terlihat tenang, tetapi Ye Chen bisa merasakan tekanan yang sangat kuat keluar darinya.
Bahkan itu terasa beberapa kali lebih kuat dibandingkan dengan ayahnya.
"Chen'er biar kuperkenalkan padamu sahabat ayah, kamu pernah bertemu dengannya dulu saat masih kecil. Namanya adalah Yang Lu, kamu bisa memanggilnya paman Lu."
Ye Chen mengangguk, dia membungkukkan badannya dan memberikan salam, "Salam paman Lu, aku Ye Chen."
Setelah perkenalan singkat itu, Ye Chen segera memberitahukan alasan kedatangannya. "Ayah, alasanku disini untuk menanyakan dua hal. Pertama adalah aku ingin mengetahui sumber keungan Klan Ye, dan untuk yang kedua ... apakah ayah tahu siapa wanita yang tinggal di hutan di puncak Hu?"
"Untuk pertanyaan pertamamu, sumber utama keuangan Klan Ye adalah penjualan pil dan juga senjata. Tapi Klan kita masih jauh dari Klan Beimimng. Sedangkan untuk pertanyaan keduamu..."
Ye Tian menghela nafas, "Dia adalah orang yang ayah maksudkan kemarin, orang yang pantas menggantikan Han Jian dan juga salah satu Alkemis terbaik di Kerajaan Xuanyu ... Namanya Nie Xin."
"Ha!?"
Ye Chen mengerutkan keningnya begitu mendengar penjelasan dari ayahnya, dia mencoba untuk tidak mempercayainya. "Gadis kecil itu Alkemis terbaik?"
Mengingat kembali bagaimana pertemuan mereka, Ye Chen menggelengkan kepalanya dan menganggap itu adalah hal yang lucu.
Melihat perubahan ekspresi di wajah putranya, Ye Tian tidak dapat menahan diri untuk bertanya. "Ada apa Chen'er, apakah kamu telah bertemu dengannya?"
Meskipun Ye Chen tidak menjawab tetapi Ye Tian tahu bahwa sesuatu telah terjadi di antara mereka berdua, "Meskipun dia sedikit aneh, tetapi jangan pernah membuat masalah dengannya. Bahkan ayah sekalipun tidak berani menyinggungnya."
Tepat setelah Ye Tian menyelesaikan ucapannya, terdengar suara teriakan wanita dari bawah. "Ye Chen sialan, beraninya kau menolak rasa terimakasihku."
Ketika sosok wanita itu naik ke Puncak Pedang, dia melihat Ye Chen bersama ayahnya dan juga seorang pria paruh baya tidak dikenal. "Hmph, jadi kau disini! Cepat ikuti aku.."
Bahkan dengan adanya Ye Tian dan juga Yang Lu, Nie Xin sama sekali tidak peduli. Dia berjalan menuju Ye Chen dan menarik tangannya.
"H-Hei, apa yang kau lakukan!.." Ye Chen mengerutkan keningnya dan mencoba melepaskan pergelangan tangannya dari Nie Xin.
"Hah?" Ye Chen tersentak saat merasakan seberapa kuat cengkeraman tangan Nie Xin, dia kemudian berbalik dan menatap ayahnya.
Dia melihat ayahnya dan juga Yang Lu bersikap seolah mereka tidak melihat apa-apa, "Kalian berdua!!" Ye Chen menggertakkan gigi berkata dalam hati, "Aku pasti akan membalasmu ayah.."
Dengan begitu, Ye Chen pergi bersama dengan Nie Xin menuruni gunung dan pergi ke pusat kota. Sementara itu, Yang Lu menatap Ye Tian dan berkata. "Brother Tian wanita itu, jangan bilang dia..."
Ye Tian mengangguk, "Ya, dia adalah putri dari orang itu. Setelah kepergian istriku, aku berjanji kepadanya akan menjaga putra kita dan juga dia.."
Yang Lu menghela nafas kemudian menepuk pundak Ye Tian, "Beban yang kamu tanggung terlalu berat saudaraku. Jika kamu merasa tidak kuat menanggung semua itu sendiri, kamu bisa memberitahuku."
Ye Tian tersenyum dan berkata, "Terimakasih.."
***
To Be Continued.