
Ye Chen terdiam saat matanya menatap fokus pada kotak kayu misterius itu. Dia masih tidak bisa mempercayai bahwa kotak kayu itu memiliki pola rune yang sama dengan yang ada di Alam Immortal.
"Bagaiamanapun aku memikirkannya ini tetap tidak masuk akal, bagaimana ini bisaa.." Ye Chen memutar otaknya untuk menemukan jawaban yang masuk akal.
Tetapi seberapa keras dia berpikir, dia tidak mengetahui jawaban yang tepat untuk pertanyaannya.
"Haahh, mari lupakan hal itu untuk saat ini. Karena kotak kayu ini memiliki pola rune yang sama dengan Klan Ye..." Ye Chen menyeringai lebar, dia kemudian mulai melafalkan bahasa rune yang merupakan kunci untuk membuka kotak kayu.
Setelah beberapa detik berlangsung, Ye Chen akhirnya berhenti melafalkan bahasa rune itu. Dia melihat ke kotak kayu yang seluruh ukiran rune nya bercahaya, senyuman di wajahnya semakin melebar.
Klakk!!
Mendengar bunyi itu, Ye Chen dengan antusias segera membuka kotak kayu itu. Begitu kotak kayu itu terbuka sepenuhnya, aroma harum segera menyebar di seluruh ruangan. Selain itu juga, vahaya terang keluar dari dalam kotak kayu yang membuat Ye Chen menutup kedua matanya.
Begitu cahaya itu meredup, Ye Chen akhirnya melihat isi di dalam kotak kayu itu. Apa yang ada di dalamnya benar-benar membuatnya sangat terkejut.
Ketika Ye Chen melihat kedalamnya, ekspresinya seketika dipenuhi dengan keterkejutan.
Ada tiga barang di dalam kotak kayu itu, ketiga benda itu adalah ginseng yang berwarna putih terang, sebuah buku usang tanpa sampul, dan juga sebuah cincin hitam pekat.
Ye Chen mengetahui dua benda di dalam kotak kayu itu, tetapi dia mengerutkan kening ketika melihat buku usang tanpa sampul itu. Ye Chen lalu mengambil buku usang dan mengerutkan keningnya.
Dia melihat buku itu seklias tetapi dia tidak bisa menemukan adanya hal yang istimewa dari buku itu. Karena rasa penasarannya, Ye Chen membuka halaman pertama dari buku usang itu.
"Hmmm, aneh sekali!" Ye Chen membalik halaman berikutnya karena di halaman pertamanya sama sekali tidak ada satupun tulisan.
Setelah Ye Chen membuka halaman terakhir, dia menghela nafas panjang dengan ekspresi kecewa. "Hahh, aku kira buku ini meruapakan sesuatu yang dapat menarik minatku. Apa mungkin ada cara khusus untuk membaca isinya?"
Memikirkan kemungkinan itu, rasa kecewanya menghilang digantikan dengan senyuman tipis. Ye Chen menyimoan buku itu, dia kemudian mengalihkan pandangannya pada ginseng berwarna putih dan juga cincin hitam di dalam kotak kayu.
Dia kemudian mengambil ginseng putih dan berkata, "Keberuntungan sedang berada di pihakku kali ini. Aku tidak pernah menyangka bisa mendapatkan herbal langka seperti ini di Alam bawah."
Ginseng berwarna putih cerah yang ada di tangan Ye Chen bernama Ginseng suci, herbal itu hanya dapat tumbuh selama seribu tahun sekali dan hanya tersisa sedikit yang tersisa di Alam Immortal.
Kultivator normal di Alam Immortal biasanya tidak bisa mengkonsumsi hebral itu karena salah satu keluarga besar di Alam Immortal memonopolinya untuk keuntungan mereka sendiri.
"Dengan adanya herbal ini, aku tidak hanya berhasil menyembuhkan kerusakan pada Dantianku. Aku juga mungkin bisa memasuki tingkat ketiga dari ranah Qi Refining." ujar Ye Chen.
Selain itu juga, Ginseng suci memiliki kegunaan lain yang jarang di ketahui oleh banyak orang. Orang yang mengkonsumsinya dan dapat menyerap ginseng suci secara menyeluruh, ginseng suci akan membantunya mengolah QI-nya menjadi lebih murni.
Ye Chen mengangguk puas, setelah dia menyimpan ginseng suci, dia sekrang mengambil cincin hitam itu dari dalam kotak kayu. Di antara ketiga benda itu, cincin hitam ini adalah benda yang paling berharga menurut Ye Chen.
"Cincin ruang ini, biarkan aku melihat apa yang ada di dalamnya."
Ye Chen tertawa, dia kemudian memejamkan matanya dan mengirim kesadarannya masuk kedalam cincin ruang itu.
Bang!!
Dia terkejut sesaat kemudian tertawa kecil, "Hahaha, lucu sekali! Penghalang kecil ini berani menolak kesdaranku? Akan aku perlihatkan seberapa kuatnya kesadaran dari seorang mantan Penguasa Alam Immortal."
Ye Chen kembali memejamkan kedua matanya dan mengirim kesdarannya kedalam cincin hitam itu. Tidak seperti yang terjadi pertamakali, Ye Chen saat ini jauh lebih siap. Ketika dia merasakan adanya penolakan, dia segera memperkuat kesadarannya.
Tekanan yang begitu kuat dari penghalang itu mendorong kesdaran Ye Chen pergi. Penolakan itu menjadi semakin kuat saat kesadaran Ye Chen semakin dekat dengan inti penghalang.
"Bahkan jika aku kehilangan basis Kultivasiku, jangan berpikir penghalang kecil seperti ini bisa menahan kesadaranku."
Ye Chen memaksakan tubuhnya untuk menerobos tekanan itu, ketika dia sampai di inti penghalang dia mengepalkan tangannya kemudian menghancurkan inti penghalang itu.
Bam!!
Ketika inti penghalang itu hancur menjadi kepingan kecil, penghalang yang menolak keberadaan Ye Chen seketika menghilang sepenuhnya. Ye Chen menarik nafas berat, wajahnya masih memperlihatkan senyuman puas yang tak terlukiskan.
"Hahh, itu tadi sangat mengejutkan. Melihat seberapa kuat penolakan penghalang itu, orang yang menaruh penghalang di cincin ini setidaknya berada di ranah Mahayana atau di atasnya."
Ruang di sekitarnya seketika hancur, kegelapan di dalam cincin itu seketika menghilang digantikan dengan herbal-herbal dan juga artefak yang hanya ada di Alam Immortal.
"I-Ini..."
Melihat isi cincin ruang itu, Ye Chen melebarkan matanya. Dia tidak bisa mempercayai apa saja yang ada di dalam cincin ruang itu.
"Meskipun semua ini adalah barang-barang dengan kualitas atas, tetapi kekuatanku sekarang terlalu lemah. Barang-barang ini tidak ada bedanya dengan sampah!" Ye Chen menghela nafas. Meskipun dia tidak bisa menggunakan satupun benda dari dalam cincin ruang, dia setidaknya merasa puas dengan semua yang ia dapatkan.
Setelah menarik kesadarannya dari dalam cincin ruang, Ye Chen memasang cincin ruang itu di jari manis pada tangan kanannya. Dia kemudian menutup kembali kotak kayu itu dan mendorongnya kebawah kasurnya.
"Untuk sekarang, aku harus segera membentuk ulang Dantianku yang rusak."
Ye Chen memanggil pelayan pribadinya, dia adalah wanita muda yang cantik dan juga energik. Setelah dia datang, Ye Chen segera memberitahunya bahwa tidak seorangpun diperbolehkan masuk bahkan jika itu adalah ayahnya sendiri.
"Emm, tuan muda ... Apakah itu tidak apa-apa?" Tanya pelayan itu sedikit ragu-ragu.
Ye Chen tersenyum kemudian berkata, "Tidak apa-apa, ayahku pasti akan langsung menyadari apa yang sedang aku lakukan."
Pelayan itu mengangguk kemudian tersenyum, "Baik tuan muda!."
Dia memberi hormat kepada Ye Chen sebelum pergi, "Jangan memaksakan dirimu tuan muda, anda juga harus memeperhatikan kesehatanmu atau tuan akan memarahiku."
Ye Chen tidak menjawabnya, setelah pelayan itu pergi dari ruangannya Ye Chen segera memulai pembentukan ulang Dantiannya.
"Hmm, aku menjadi sangat bersemangat. Aku berharap ginsing suci ini memberikan efek yang jauh lebih baik dari yang aku bayangkan."
***
To Be Continued.