
Berita tentang Klan Ye yang mendeklarasikan perang kepada Klan Mo menyebar dengan cepat ke seluruh kabupaten Yunhai. Di sebuah ruanganyang sangat luas, terlihat seorang pria paruh baya dengan ekspresi dingin duduk di ruangannya.
Seorang pelayan datang dan memberinya sebuah kabar. "Tuan, Klan Ye saat ini sedang mendeklarasikan perang melawan kita."
Dia tersenyum kemudian tertawa pelan, "Hahaha, Ye tian yang bodoh. Apa dia berpikir bahwa Klan Ye masih menjadi Klan terkuat di antara keempat Klan? Dengan bantuan akademi kerajaan, Klan Mo ku akan menjadi penguasa Kabupaten Yunhai, dan pada saat itu juga ..." Mo han menyeringai jahat,
"Klan Ye kalian akan aku musnahkan.."
Mo Han juga segera memerintahkan pelayan itu untuk mengumpulkan seluruh prajurit Klan Mo di aula utama. "Secara keseluruhan, kekuatan Klan Mo jauh di bawah Klan Ye. Mereka hanya memiliki tiga orang di tingkat 9 dari ranag Golden Core. Sementara untuk Mo han, sendiri, dia sudah berada di ranah puncak Core Formation dan hanya butuh beberapa dorongan baginya untuk memasuki ranah Golden Core.
Tetapi karena putranya berhasil menjadi murid dari tetua Akademi Kerajaan, dia bisa memanfaatkan tetau itu untuk membantunya menghancurkan Klan Ye.
Di saat Mo Han datang ke halaman utama Klan Ye, dia melihat wanita bercadar berdiri di samping putranya. Dia kemudian menghampirinya dan berkata, "Tetua Yin, aku serahkan urusan ini padamu." Mo Han tersenyum lebar, dia sedikit membungkukkan badannya pada wanita bercadar itu.
"Hmph, aku membantu kalian karena Mo Jiang adalah muridku. Tetapi jika lain kali kau berpikir bisa memanfaatkanku seperti ini, jangan salahkan aku jika berbuat kejam." Tetua Yin menatap tajam, auranya yang keluar dari tubuhnya membuat Mo Han bergidik ketakutan.
Dia tidak berani secara langsung menatap Tetua Yin, tetapi jauh dalam hatinya. Dia berkata dengan senyum kemenangan, "Hahaha, Ye Tian tamatlah riwayatmu kali ini."
***
Setelah Mo Han menerima deklarasi perang Klan Ye, berita tentang perang antara Klan Ye dengan Klan Mo dengan cepat tersebar luas di seluruh Kabupaten Yunhai. Tidak sedikit orang yang tertarik dengan perang kedua Klan itu.
Mereka semua dengan jelas mengetahui kebencian antara kedua Klan itu, apalagi Mo Jiang telah menghancurkan meridian dari tuan muda Klan Ye.
Semua orang jelas mengetahui insiden itu, karena ada banyak sekali Kultivator-kultivator yang datang ke Kabupaten Yunhai untuk melihat kompetisi itu.
Pada kompetisi Klan berlangsung, mereka semua dengan jelas meliat bahwa pada saat itu perbedaan antara kekuatan Ye Chen dan Mo Jiang bagaikan langit dan bumi.
Mereka semua menduga bahwa Ye Chen lah yang akan memenangkan kompetisi itu. Tetapi keanehan terjadi saat Mo Jiang hampir dikalahkan dengan mudah oleh Ye Chen.
Secara tiba-tiba, Ye Chen tidak bisa mengontrol energi spiritual dalam tubuhnya. Melihat Ye Chen tidak segera mengakhiri Mo Jiang, banyak orang memiliki ekspresi terkejut di wajah mereka.
Sementara itu, Mo Jiang yang tidak melepaskan kesempatan itu dengan ganas memborbardir Ye Chen dengan keterampilannya. Bahkan dia dengan berani menghancurkan meridian Ye Chen di hadapan banyak orang dan juga Patriak Klan Ye. Akan sangat aneh jika Klan Ye akan membiarkan kejadian itu berlalu dengan mudah.
Di sebuah kamar mewah milik Ye Chen, seorang tuan muda Klan Ye. Setitik cahaya putih secara misterius memasuki tubuhnya, detak jantungnya yang telah terhenti mulai berdenyut kembali.
Aliran darahnya yang berhenti beredar kembali bersirkulasi dengan normal. Hanya dalam beberapa detik, tuan muda dari Klan Ye itu tiba-tiba membuka kedua matanya.
"Whah!!.."
Begitu dia membuka mata, nafasnya terasa sangat berat. Butiran keringat tanpa henti mengucur keluar di wajahnya. Ye Chen menatap kesekelilingnya dan melihat tempat yang sangat asing baginya.
"Dimana ini? Bukankah waktu itu... Arghhh."
Tepat pada saat itu juga, Ye Chen dikejutkan oleh rasa sakit di sekujur tubuhnya. Keterkejutan terlintas di wajahnya.
Dia tidak pernah menduga saat dia membuka kembali matanya, dia akan dikejutkan oleh rasa sakit yang luar biasa.
''Beruntung bahwa aku telah mengalami banyak rasa sakit di kehidupan pertamaku, jika itu orang lain. Dia mungkin akan pingsan seketika karena rasa sakit ini."
Betapa terkejutnya dia ketika mengetahui bahwa Dantiannya hancur dan juga beberapa tulangnya remuk. Ye Chen tidak tahu harus merasa senang atau sedih saat ini.
Disisi lain, dia mendapatkan kesempatan kedua untuk memulai hidup. Disisi lainnya, tubuhnya ternyata jauh lebih parah dari yang ia harapkan.
"Hahaha, sebagai seorang mantan penguasa Alam Immortal, aku tidak menyangka akan jatuh dalam posisi seburuk ini. Ria mungkin akan menertawaiku saat melihat kondisiku saat ini." Ye Chen tertawa masam sambil mengingat kembali cintanya.
Dia merasa sangat menyesal bahwa dia tidak bisa menepati janjinya, "Ria, aku pasti akan kembali. Aku harap kamu bisa menungguku sampai saat itu."
Karena tubuhnya saat ini amat sangat lemah, Ye Chen tidak bisa melakukan apapun selain berteriak minta tolong. Beruntungnya, pelayan pribadinya sedang berjaga di luar kamarnya. Dia kemudain masuk kedalam kamarnya dan dikejutkan oleh tuannya yang tergeletak di lantai.
"Ahh tuan muda!!" Dia berteriak karena terkejut kemudian membantu Ye Chen kembali ke atas kasur.
"Apa yang kamu lakukan tuan muda, itu berbahaya tahu!" Pelayan itu memarahi Ye Chen sekaligus merasa khawatir dengan kondisinya.
"Aku tidak apa-apa, terimakasih sudah membantuku." Ye Chen tersenyum kepada pelayan itu.
Dia kemudian meminta pelayan itu untuk membantunya berdiri, dan memintanya untuk menemaninya menuju ke keluar. Tetapi ketika dia hendak melangkahkan kakinya keluar, rasa sakit yang luar biasa menusuk kedalam kepalanya.
"Arghhh!!"
Ye Chen terjatuh di lantai sambil mengerang kesakitan. Meskipun dia pernah mengalami pertempuran yang tidak terhitung jumlahnya di masa lalu, tetapi jenis rasa sakit yang ia rasakan saat ini benar-benar jauh berbeda.
Melihat tuan mudanya mengerang kesakitan, pelayan itu segera berlari keluar dengan cemas untuk memanggil seorang tabib.
Setelah pelayan itu kembali ke kamar Ye Chen bersama seorang tabib, mereka berdua melihat tubuh Ye Chen tergeletak tidak sadarkan diri di lantai.
Tubuh Ye Chen benar-benar basah karena keringat, tetapi apa yang tidak mereka ketahui adalah sesuatu yang misterius baru saja bangkit dalam tubuh Ye Chen.
Benda itu tidak lain adalah Pagoda Surgawi!!
***
Sementara itu di hutan tempat Ye Tian dan pasukannya beristirahat, Ye Tian tiba-tiba merasakan perasaan aneh yang tidak bisa di jelaskan.
"Perasaan apa ini, aku harap Chen'er baik-baik saja.."
Di sebuah ruangan kosong tanpa satu bendapun, Ye Chen terbangun dari tidurnya. Dia melihat kesekelilingnya dan menyadari bahwa tempat itu adalah tempat yang sangat aneh.
"Hmm, bagaiamana aku bisa terbangun disini? Mungkinkah ini adalah tempat lain di dalam tubuh baruku?"
Ye Chen tersenyum tipis, "Menarik... Kalau begitu, haruskah aku mulai berlatih untuk saat ini?"
***
To Be Continued.