Heaven Peak

Heaven Peak
Chapter 2 : Memulai Perang



Di sebuah pegunungan yang telah hancur sepenuhnya, seorang pria berlutut di atas tanah dengan tubuh yang penuh dengan bekas darah.


Bahkan beberapa pedang telah menancap di tubuhnya, aliran darah juga terus keluar melalui bekas luka itu.


Hanya menunggu waktu saja sebelum pria itu mati.


Khuakk!!


Pria itu meludahkan banyak darah dari mulutnya, wajahnya telah memucat karena telah kehilangan banyak darah.


Dia menatap muntahan darahnya di tanah sambil tersenyum pahit, "Mungkin hidupku akan berakhir disini. Aku tidak pernah menduga bahwa rekan-rekanku akan menghianatiku seperti ini."


Sementara itu, terdengar tawa keras dari seorang pria. "Hahaha, Ye Chen! Ini adalah akhir dari hidupmu!"


Pria itu tidak sendiri, terlihat ada hampir ratusan ribu pasukan di belakangnya. Dia melayang di udara kosong berlapiskan zirah emas dan juga sebilah pedang di tangannya.


Dia adalah ketua sekte Pedang Langit, salah satu Kultivator terkuat di Alam Immortal sekaligus sahabat baik Ye Chen.


Sedangkan Ye Chen sendiri, dia adalah seorang mantan Penguasa Alam Immortal. Tetapi dia melepaskan posisinya karena ingin fokus untuk berkultivasi.


"Yu Jiang, mengapa kau melakukan ini?" Ye Chen bertanya dingin, matanya menatap tajam Yu Jiang tanpa emosi.


"Mengapa? Hahaha, apakah kau idiot?" Yu Jiang mencibir dengan ekspresi jelek, dia kemudian berkata. "Orang yang seharusnya menjadi penguasa Alam Immortal adalah aku, tetapi kau mengambil itu dariku. Tidak hanya itu, bakat dan semua yang kau miliki juga harusnya menjadi milikku."


"Aku sudah muak diperlakukan seperti badut olehmu, dengan membunuhmu seluruh Alam Immortal akan tunduk kepadaku."


Ye Chen membeku, dia kemudian tertawa kecil. "Haha, aku pikir kau adalah satu-satunya teman baik yang aku miliki... Melihat dari energimu, kau sepertinya juga telah bersekongkol dengan ras Iblis biadab itu."


Yu Jian tersentak, dia kemudian menutup kedua matanya sambil tertawa lepas. "Hahahaha, hahaha ... Lucu sekali, jadi bagaiamana jika aku bersekongkol dengan ras iblis? Mereka memberiku kekuatan yang aku inginkan. Bahkan sekarang aku bisa membunuhmu dengan satu gerakan."


"Benarkah?" Ye Chen perlahan mengangkat pedangnya dan berdiri tegak.


Dia menatap ratusan ribu Kultivator yang berada di belakang Yu Jiang kemudian tersenyum tipis, "Bahkan jika aku harus mengorbankan nyawaku, aku tidak akan membiarkanmu menjadi penguasa!"


Mata Ye Chen melebar seketika, Qi dalam jumlah yang sangat banyak meluap keluar dari dalam tubuhnya. Dia mengenggam erat pedang di tangannya sambil melafalkan sebuah kata.


"Seni Ilahi, Seribu Pedang Kuno."


Seribu bayangan pedang sketika tercipta dari ayunan pedang Ye Chen. Ribuan oedang itu menyatu hingga menciptakan tekanan yang mendorong Yu Jiang dan juga bawahannya mundur.


Mata Yu Jiang melebar, tubuhnya bergidik karena tekanan dari serangan Ye Chen.


"A-Apakah aku baru saja ketakutan? Tidak mungkin!! Aku, Yu Jiang! Orang yang akan menjadi penguasa Alam Immortal, bagaiamana aku ketakutan hanya dengan serangan ini."


Yu Jiang menarik pedangnya, dia juga meminta bawahannya untuk mengeluarkan serangan terkuat mereka untuk menahan serangan Ye Chen.


Terabasan pedang besar melayang di udara dan bergerak cepat menuju kearah Yu Jiang dan juga bawahannya.


Ruang di udara terbelah ketika serangan itu melesat, Tekanan yang dirasakan Yu Jiang juga semakin besar. Bahkan tubuhnya terasa sangat berat untuk berdiri, kedua kakinya bergetar di bawah serangan itu.


"Sialan kau Ye Chenn!!"


Yu Jiang melepaskan tebasan pedang vertikal, itu adalah serangan terkuat yang dia miliki. Pedang Petir membelah langit.


Ketika serangan Yu Jiang dan Ye Chen saling berhantaman,terjadi ledakan besar yang membuat gelombang angin.


Itu menerbangkan beberapa bawahan Yu Jian yang memiliki basis Kultivasi rendah. Tanah terbelah menjadi dua dengan banyak sayatan pedang tercetak di atas bebatuan besar dan juga bukit.


Melihat itu, Yu Jian membusungkan dadanya dengan bangga. "Hahaha, apakah itu saja serangan terkuatmu Ye Chen?"


Tapi siapa yang menyangka, seranagan Yu Jiang sama sekali tidak mempengaruhi seribu pedang kuno.


Melihat bilah pedang kuno melesat kearahnya, Yu Jiang merasakan keringat dingin mengucur di wajahnya. Beberapa bawahannya juga melepaskan serangan, tetapi itu sama sekali tidak berpengaruh.


Karena dampak serangan itu juga sangat besar, menghindarinya adalah suatu hal yang mustahil.


"Ye Chen sialan, kau memaksaku mengeluarkan kartu trufku!"


Yu Jiang membakar basis Kultivasinya untuk meningkatkan kekuatan serangannya, tubuhnya dipenuhi dengan simbol aneh berbentuk iblis. Bahkan tanda bunga teratai merah muncul di tengah kening Yu Jiang.


Dia menatap dingin pada serangan Ye Chen dan berkata, "Ini adalah suatu kebanggaan mu Ye Chen, aku akan memperlihatkan teknik terkuatku setelah bersatu dengan iblis.


Gelombang yang begitu besar muncul ketika Yu Jiang melepaskan serangannya, serangannya dengan cepat menahan tebasan pedang Ye Chen.


Ketika kedua serangan itu saling berhantaman, getaran yang begitu besar mengguncang seluruh Alam Immortal.


Ledakan!!


Tubuh Yu Jian terlempar jauh ke belakang, wajahnya pucat seolah dia baru saja menderita luka dalam. Ribuan bawahannya yang memiliki basis Kultivasi rendah meledak ketikaa menderita serangan dari ledakan itu.


Sementara itu, tubuh Ye Chen berubah menjadi butiran cahaya hingga menghilang sepenuhnya dari dunia.


Sebelum kesadarannya menghilang sepenuhnya, perlaan berubah menjadi cahaya. Ye Chen melihat sosok bayangan gadis muda yang sangat cantik memanggil namanya, "Kakak Chen, bisakah kamu berjanji satu hal kepadaku?"


"Janji? Haha jika adik Ria, aku pasti akan menepatinya. Katakan apa yang kamu inginkan." Ucap Ye Chen.


Gadis muda itu memerah karena malu, dia kemudian memberanikan diri untuk mengatakan keinginannya. "Kakak Chen, aku menyukaimu ... Apakah kita bisa menikah suatu saat nanti?"


Mendengar itu Ye Chen sedikit terkeju, dia kemudian tersenyum sambil menggelus kepala gadis muda itu. "Tentu saja, kita akan menikah begitu aku berhasil menemukan cara untuk menyembuhkan tubuhmu."


"Benarkah? Terimakasih kakak Chen.."


Wanita itu, satu-satunya orang yang ia cintai. Ye Chen merasa sangat bersalah karena tidak bisa menepati janjinya. Ketika bayangan gadis muda itu menghilang, Ye Chen bergumam sebelum dia menghilang sepenuhnya.


"Maaf Ria, aku tidak bisa menepati janji kita.."


Dengan begitu, Ye Chen mantan Penguasa Alam Immortal mati dalam pertempuran melawan para ketua sekte besar dengan jutaan bawahannya.


***


Kota Jiwa, Klan Ye.


Setelah Ye Chen terluka parah oleh Mo Jiang, prajurit Klan Ye segera membawanya kembali ke kediaman utama milik Klan Ye


Setelah mereka berada di Klan Ye, patriak Klan Ye yang mendengar tentang keadaan putranya segera keluar dari tempat Kultivasinya untuk mengecek keadaan putranya.


"Chen'er!! bagaimana keadaan putraku.." Patriak Klan Ye, Ye Tian melesat terbang kedalam kediaman Ye Chen.


Disana terlihat terlihat seorang pria tua dan juga seorang wanita wanita dewasa berdiri di samping tempat tidur. Sedanghkan di atas tempat tidur, terlihat tubuh Ye Chen terbaring dengan bercak darah yang menutupi sekujur tubuhnya.


Wajahnya pucat dan juga tubuhnya terbaring lemas di atas tempat tidur, jantungnya berdenyut semakin pelan. Ini menunjukkan seberapa parah kondisi Ye Chen saat ini.


Melihat kedatangan Ye Tian, wanita dewasa itu segera berlari dan memeluk Ye Tian dengan tangisan yang pecah.


"Kakak!! Bagaiamana bisa Chen'er berakhir separah ini. Bajingan dari Klan Mo itu, aku ingin mereka membayar atas apa yang mereka lakukan pada Chen'er.'' Wanita cantik yang tidak lain adalah bibi Ye Chen, Ye Jin.


sementara itu, Ye Tian menggengam erat kepalan tangannya.


Dia benar-benar sangat marah melihat kondisi putranya seperti itu. Bagaiamana bisa dia disebut sebagai ayah jika dia tidak bisa melindungi putranya.


"Keparat itu!!."


Ye Tian menatap pria tua yang sedang membungkuk kepadanya, "Bagaiamana kondisi Chen'er?" Tanya Ye Tian pada pria tua itu.


"Maaf Patriak, kondisi tuan muda saat ini sangat parah. Beberapa tulang rusuknya patah dan juga karena tuan muda telah kehilangan Dantiannya, penyembuhannya menjadi sangat lambat." Tabib tua itu berhenti berbicara, dia terlihat sedikit ragu untuk mengatakan sesuatu.


Ye Tian segera menyadari sesuatu, dia seketika berkata degan suara dalam. "Cepat katakan itu!"


Tabib tua itu seketika ketakutan, dia segera berlutut dan berkata dengan panik, "Maaf Patriak, kondisi tuan muda saat ini tidak bisa disembuhkan. Bahkan jika tuan muda berhasil sembuh nanti, dia mungkin akan menjadi orang yang cacat."


Bammm!!


Ye Tian memukul dinding di sampingnya hingga menbuat dinding itu hancur, padahal dinding itu sendiri terbuat dari batuan yang sangat kuat.


"Klan Mo sialan!! jika aku tidak bisa membalas perlakuan kalian pada putraku, maka jangan pernah memanggilku dengan Ye Tian!."


Ye Tian segera mengumumkan perintahnya untuk mengumpulkan seluruh Klan Ye di aula utama, dia benar-benar bersiap untuk memulai perang dengan Klan Mo.


***


To Be Continued.