
Tepat ketika Ye Chen akan melatih tubuhnya, kepingan ingatan secara perlahan muncul di kepalanya. Ingatan itu tidak lain adalah milik pemilik tubuh sebelumnya.
Setelah terdiam karena ingatan yang muncul secara tiba-tiba, Ye Chen mengepalkan tangannya. Urat-urat di tubuhnya terlihat dengan jelas, sorot matanya yangtajam membuat siapapun bergidik hanya dengan melihatnya.
"Klan Mo, Mo Jiang!! Aku pasti akan membalas semua ini.." Ye Chen berkata, dia bisa merasakan seberapa besar rasa sakit dan penghinaan yang di tanggung oleh Ye Chen saat dia kehilangan Dantiannya.
Pantas saja dia memilih menghabiskan waktunya untuk mabuk-mabukan dan bermain dengan para gadis di rumah bordil.
Setelah beberapa saat, Ye Chen kemudian menghela nafas panjang untuk membuang hal-hal yang tidak berguna. Dia kemudian menatap ke sekelilingnya dan masih sedikit kagum dengan ruangan itu.
"Karena Dantianku hancur, aku tidak bisa berkultivasi dulu untuk saat ini."
Ye Chen duduk bersila, dia mulai memilah-milah ingatan miliknya yang berisikan teknik-teknik penguatan fisik yang ia temukan di reruntuhan kuno.
"Kualitas tubuh ini terlalu buruk, aku perlu melakukan latihan dasar terlebih dulu."
Ye Chen melepas pakaiannya, terlihat bahwa tubuhnya sangat kurus layaknya orang yang belum makan selama seminggu. Selain itu juga, tulang-tulangnya bahkan hampir terlihat oleh mata telanjang.
Setelah melihat seberapa buruk kualitas tubuhnya, Ye Chen tersenyum pahit. Dia kemudian mulai berlari mengitari area Pagoda selama kurang lebih 5 jam lamanya. Tubuhnya sekarang telah dipenuhi oleh butiran keringat, dia menarik banyak nafas dan menghembuskannya dengan cepat.
"Hahh, setelah istirahat lima menit. Aku akan beralih melatih seluruh otot tubuhku." Ye Chen menyeka keringat yang mengalir melalui matanya.
Dia duduk dan merilekskan tubuhnya, setelah lima menit berlalu Ye Chen kemudian melanjutkan latihan fisiknya. Dia melakukan itu untuk beberapa waktu hingga tak terasa sudah tiga hari berlalu di tempat itu.
Tubuh lemah Ye Chen kini telah berubah menjadi jauh berbeda. Tubuhnya yang awalnya hanya terdapat tulang dan daging kini telah digantikan oleh otot-otot yang terlihat kuat. Bahkan tulangnya juga telah sembuh sepenuhnya.
"Haha jika aku terus berlatih seperti ini, tidak akan butuh lama bagiku untuk memasuki tahap pertama dari teknik penguatan fisik kuno." Ye Chen tertawa bangga. Dia tidak menyangka latihan yang ia lakukan akan menghasilkan hasil yang sangat memuaskan seperti itu.
Detik berikutnya, kesadaran Ye Chen ditarik oleh sebuah energi misterius. Ketika dia membuka kembali kedua matanya, dia melihat tempat yang sama seperti yang ia lihat terakhir kali sebelum ia kehilangan kesadaran dirinya.
Tapi, Ye Chen tidak melihat pelayan yang membantunya terakhir kali. Sebaliknya, terlihat seorang wanita cantik sedang menggengam tangan Ye Chen sambil terus mengumamkan namanya.
Karena Ye Chen telah mendapatkan kenangan dari pemilik tubuh aslinya, dia segera mengenali siapa wanita cantik yang sedang mengenggam tangannya. Dia tidak lain adalah bibinya, Ye Jin.
Melihat Ye Chen membuka baru saja terbangun, Ye Jin seketika dipenuhi dengan sukacita, dia kemudian memeluk Ye Chen sambil bertanya.
"Ahh, Chen'er kamu sudah bangun? Bagaiamana kondisimu sekarang?"
"Umm, bibi sudah berapa hari aku tidak sadarkan diri?' Tanya Ye Chen sambil melihat ke sekelilingnya.
"Hiks..." Ye Jin menyeka air mata di wajahnya sambil melepas pelukannya dari tubuh Ye Chen.
Dia kemudian menjelaskan kejadian kemarin malam saat Ye Chen tidak sadarkan diri. Ye Jin juga menjelaskan bahwa tulang-tulang yang hancur telah kembali sembuh secara sempurna.
Mendengar penjelasan Ye Jin, Ye Chen mengerutkan keningnya. Dia juga menyadari bahwa rasa nyeri yang ia rasakan kemarin malam telah menghilang. Pandangannya saat ini juga semakin jelas dan jauh lebih tajam.
"Hmm, ruangan selama aku tidak sadarkan diri. Tempat apa sebenarnya itu, perbandingan waktu di sana juga sangat mengerikan." Ye Chen mengingat dengan jelas bahwa dia telah menghabiskan tiga hari untuk berlatih disana.
Tapi mengapa baru satu hari berlalu di dunia luar, hal itulah yang menjadi pertanyaan dalam benak Ye Chen saat ini.
"Oh benar juga, bibi! dimana ayah sekarang?''
Karena dia baru terbangun, Ye Tian harusnya segera menemuinya. Dari ingatan pemilik sebelumnya, Ye Chen mengetahui bahwa ayah dari pemilik tubuh ini sangat menyayanginya. Akan aneh jika dia tidak datang di saat putranya baru saja terbangun setelah terluka sanat parah.
"Emm, Kakak saat ini sedang dalam perjalanan ke Klan Mo. Dia berniat memulai perang dengan Klan Mo setelah mereka membuatmu sekarat."
Begitu Ye Chen mendengar itu, darah di tubuhnya tiba-tiba mendidih. "Klan Mo, Klan Mo. Kalian lagi-lagi membuat masalah denganku."
Ye Chen mengepalkan tangannya erat, tetapi dia juga sadar dengan kemampuannya. Karena dia baru saja bereinkarnasi, tidak mungkin dia bisa langsung meratakan Klan Mo. Apalagi Klan Mo juga mendapat dukungan dari seorang tetua dari Akademi Kerajaan.
Mengingat tekanan yang dikeluarkan wanita itu saat di rumah bordil, basis Kultivasinya setidaknya berada di tingkat ketiga dari ranah Golden Core. Sedangkan Ayahnya hanya berada di tingkat pertama dari ranah Golden Core.
Jika ayahnya membuat masalah dengan Klan Mo sekarang, itu sama saja dengan mencari kematian. Sebagai putranya, bagaimana Ye Chen bisa membiarkan hal itu terjadi.
"Bibi Jin, aku ingin kamu mengirim pesan kepada ayahku. Katakan padanya bahwa tidak perlu berperang dengan Klan Mo untuk saat ini."
Ye Jin terkejut dengan perkataan keponakannya, tetapi ketika melihat kepercayaan diri yang tercermin dari wajah keponakannya. Ye Jin bisa melihat sosok Ye Tian ketika dia masih muda dulu.
"Baiklah, aku akan mengirim pesan kepada ayahmu." Ye Jin berjalan keluar dari kamar Ye Chen dan segera pergi kedalam kamarnya sendiri.
Dia kemudian menuliskan pesan kepada Ye Tian menggunakan merpati Klan Ye.
"Hmph..." Ye Chen mengukir senyuman kecil di wajahnya, dia mendongak keatas dan melihat bintang-bintang di atas langit.
"Setengah Tahun-, Tidak! dalam tiga bulan aku berjanji untuk meratakan Klan Mo." Ye Chen berkata dengan percaya diri.
Jika dia tidak memiliki tempat misterius dalam dirinya, dia mungkin akan membutuhkan setidaknya stengah tahun untuk memasuki Ranah Core Transformation.
Melihat tidak ada seorangpun di sekitarnya, Ye Chen teringat dengan sebuah kotak misterius yang ada di bawah kasurnya. Ye Chen lalu ergi ke kasurnya dan mengecek dibawah kasurnya, terlihat sebuah kotak kayu yang cukup besar tetapi penuh dengan debu. Entah sudah berapa lama kotak kayu itu tersimpan disana.
Ye Chen menyeret kotak kayu itu keluar dari bawah kasur, setelah melihat kotak kayu itu lebih dekat. Ye chen menemukan bahwa kotak kayu itu memiliki pola yang sedikit aneh.
"Hmm... Apa!!"
Mata Ye Chen seketika melebar saat menyadari keanehan dari pola di kotak kayu itu, "I-Ini, bukankah ini rune kuno dari Klan Ye di Alam Immortal! Bagaiamana bisa kotak kayu ini memiliki pola rune yang sama." Ye Chen mengerutkan keningnya.
***
To Be Continued.