Heaven Peak

Heaven Peak
Chapter 12 : Menyuling Pil



Setelah membunuh Han Jian, Ye Chen telah siap menghadapi konsekuensinya. Alasan sebenarnya kenapa dia membunuh Han Jian adalah karena Ye Chen pernah menghadapi hal yang sama di kehidupan pertamannya.


Awalnya dia melepaskan seorang tuan muda dari Klan Hu, berharap dia akan berubah suatu saat nanti. Tetapi pemikirannya terlalu naif, tuan muda dari Klan Hu datang kembali padanya dengan membawa dua tetua Klan Hu dengan basis Kultivasi tinggi.


Karena Ye Chen pada saat itu hanyalah seorang Kultivator bebas, dia hampir kehilangan nyawa di bawah hantaman dua tetua Klan Hu. Beruntungnya dia bisa selamat dengan cedera serius yang membutuhkan tiga bulan sepenuhnya untuk sembuh secara total.


Dua tahun setelahnya, Ye Chen datang kembali ke Klan Hu untuk membalas dendam. Dia memenggal seluruh Kultivator di Klan Hu kecuali wanita dan anak-anak. Dia menggantung kepala mereka di gerbang kota.


Kejadian itu seketika menggemparkan seluruh Alam Immortal, bahkan beberapa kekuatan besar di seluruh Alam Immortal meningkatkan kewaaspadaan mereka. Ye Chen juga mulai dikenal sebagai Dewa Pembantaian oleh sebagian orang.


Ye Chen menatap mayat Han Jian dengan ekspresi datar, dia kemudian mengalihkan pandangannya pada murid Han Jian.


Melihat tatapan dingin dari pria muda itu, puluhan murid Han Jian bergidik ketakutan. Mereka berlari kemudian bersujud meminta pengampuan kepada Ye Tian.


"Patriak, mohon maafkan kami. Pria tua itu yang memaksa kami, kami sama sekali tidak ada niatan untuk membelot melawan Klan Ye."


Ye Tian menatap mereka dengan jijik lalu mengalihkan pandangannya kepada putranya, entah mengapa Ye Tian merasa bahwa setiap keputusan yang di ambil oleh putranya adalah hal yang tepat.


Menyadari apa yang ayahnya lakukan, Ye Chen tersenyum kemudian tertawa. "Apa yang ayah pikirkan? Sebagai Patriak Klan Ye, ayah jelas lebih tahu hukuman apa yang pantas untuk seorang penghianat."


"Benar apa yang di katakan Chen'er.."


Tatapan dingin Ye Tian menatap puluhan murid Han Jian, dia memerintahkan beberapa prajurit Klan Ye untuk membawa mereka ke penjara.


"Baik Patriak!"


Setelah menerima perintah itu, puluhan prajurit Klan Ye membawa puluhan murid Han Jian ke penjara Klan yang berada di bawah tanah.


Sementara itu, Ye Chen mengabaikan hal tidak berguna itu dan berjalan masuk kedalam Ye Alkimia. Dia menghirup aroma harum dari herbal dari setiap sisi, wajahnya menunjukkan kegembiraan.


"Hahaha, dengan herbal sebanyak ini kurasa perkembangan Kultivasiku akan berjalan lebih cepat."


"Apa yang sedang kamu gumamkan Chen'er?"


Dari belakang, Ye Chen bisa mendengar suara Ye Tian memanggilnya. Dia seketika berbalik dan menatap ayahnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"T-Tidak ada ayah, apakah ayah memiliki Alkemis lain selain orang tua sombong itu?" Ye Chen bertanya.


Ye Tian menyentuh dagunya sambil berpikir, dia menemukan satu orang yang memiliki kemampuan yang cocok tetapi dia memiliki kebiasaan yang aneh.


"Ayah menemukan satu orang yang cocok, tapi kemungkinan besar orang ini akan menolaknya." Jawab Ye Tian.


"Begitukah, kalau begitu aku akan mencarinya lain kali ayah."


"Benar juga, kamu bilang akan menunjukkan keterampilan Alkimia mu pada ayah. Apakah kamu akan memperlihatkannya sekarang?"


ye Chen mengangguk, dia dan Ye Tian kemudian pergi ke gudang herbal. Disana terlihat seorang pria tua yang menggunakan kacamata, dia memberi salam pada Ye Tian kemudian bertanya.


"Jarang sekali melihat Patriak datang kesini, apakah Patriak Ye memiliki urusan denganku?"


"Tidak, aku hanya putraku ingin menyuling beberapa pil. Biarkan dia mengambil herbal-herbal di dalam."


Pria tua itu sedikit ragu, dia kemudian menatap Ye Chen dan bertanya. "Bukankah putra anda telah kehilangan Kultivasinya, bagaimana bisa dia menyuling tanpa bantuan dari Kekuatan Jiwa?"


"Hmph, kau akan melihatnya sendiri nanti. Buka saja pintunya.." Orang yang berkata saat ini adalah Ye Chen.


Jadi setiap detik saat ini adalah waktu yang berharga. Dan apa itu kekuatan jiwa yang disebutkan oleh penjaga gudang?.


Kekuatan jiwa adalah energi yang terbentuk saat orang berhasil memasuki ranah Qi Refining. Berbeda dengan energi spiritual yang terkumpul di dalam Dantian dan dapat memulihkannya dengan cepat, energi jiwa membutuhkan waktu yang lama untuk di Kultivasi.


Pusat energi jiwa seorang Kultivator adalah di otak mereka, jika energi jiwa mereka hancur. Kultivator itu dapat dipastikan 100 persen mati.


Maka dari itu, kelemahan seorang Alkemis adalah seorang pengguna kekuatan jiwa yang mengolah teknik serangan jiwa. Mereka adalah seorang Kultivator yang berfokus pada kekuatan jiwa, tetapi mereka bukanlah seorang Alkemis.


"Hmm, sungguh bocah yang sombong. Aku akan melihat bagaimana kau akan menyuling pil nanti tanpa kekuatan jiwa." Pria tua itu menulis sebuah kalimat dengan tinta khusus.


Begitu dia selesai, pintu kalimat yang dia tulis di pintu mengeluarkan cahaya emas.


Klak!


Pintu batu itu terbuka secara perlahan, cahaya biru dan juga aroma herbal seketika menyebar dengan cepat. Beberapa Alkemis magang yang mengikuti di belakang Ye Tian merasakan tubuh mereka menjadi segar setlah menghirup aroma dari herbal itu.


Sedangkan untuk Ye Chen, dia berjalan masuk dan mengambil beberapa herbal secara acak dalam waktu kurang dari tiga tarikan nafas.


"Benar juga, basis Kultivasiku terlalu rendah untuk menyuling pil secara langsung. Aku membutuhkan sebuah tungku untuk menyuling pil ini."


"Ayah, dimana aku bisa mendapatkan tungku untuk menyuling pil?"


Pria tua penjaga gudang herbal itu menghela nafas dan berkata, "Ikuti aku."


Dia berjalan kedalam sebuah ruangan khusus yang berada jauh di dalam Ye Alkimia. Ketika Ye Chen dan juga Ye tIan memasukinya, mereka berdua merasakan bahwa pikiran mereka menjadi lebih segar.


"Kamu juga bisa merasakannya juga Chen'er? Ini adalah array khusus yang di buat oleh orang yang ayah sebutkan tadi."


"Hmm, lumayan juga." Jawab Ye Chen acuh.


Meskipun Ye Chen berkata dengan suara pelan, tetapi untuk seorang Kultivator di ranah Foundation Estabilishment hal itu sama sekali bukan masalah.


"Tch, dasar bocah yang tidak tahu diri. Bagaimana jika dia putra Patriak? Kau tidak akan hidup lama jika hanya mengandalkan ayahmu."


Selang beberapa waktu kemudian, ketiga orang itu berhenti. Penjaga gerbang itu berkat, "Disana adalah tungku Alkimia yang biasanya digunakan oleh Alkemis Klan dan juga Alkemis magang."


Ye Chen meregangkan otot-ototnya dan berkata, "Haahh, haruskah aku memulainya sekarang."


Ye Chen melompat kearah salah satu tungku yang berada tidak jauh darinya, dia kemudian duduk bersila sambil mengeluarkan herbal-herbal yang dia ambil secara acak tadi.


Dia memejamkan matanya dan meletakkannya di tutup tungku sambil mengalirkan kekuatan jiwanya. Nyala api yang sangat kecil perlahan muncul, itu kemudian membesar sesuai dengan kontrol yang Ye Chen lakukan.


"Hmm, ini sudah cukup."


Ye Chen memasukkan seluruh herbal menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya terus mengontrol nyala api di dalam pil.


Penjaga gerbang dan juga Alkemis magang yang melihatnya mengepalkan tangan menahan amarah mereka, "Apa-apaan itu sialan. Bagaimana bisa seorang Alkemis menyuling pil seperti itu."


Hanya dalam kurun waktu setengah jam, tungku pil itu meledak. Ketika Ye Chen membuka tutup tungku pil, kejutan terjadi.


***


To Be Continued.