Heaven Peak

Heaven Peak
Chapter 8 : Beriming Chen



Selama Ye Chen berlatih di dalam Pagoda surgawi, sudah tiga hari berlalu di luar. Karena perbedaan waktu yang cukup signifikan, sudah hampir dua minggu berlalu di dalam Pagoda Surgawi.


Di tengah-tengah aula yang berada di lantai pertama dari Pagoda Surgawi, Ye Chen masih mempertahankan sikap lotus dengan kedua telapak tangannya menyatu. Di sekujur tubuhnya terlihat cairan hitam kental dengan aroma yang sangat busuk.


Cairan itu tidak lain adalah kotoran di dalam tubuh Ye Chen yang keluar karena energi dari ginseng suci, dengan bantuan dari ginseng itu fisik Ye Chen saat ini telah di tingkatkan ke tingkat yang jauh berbeda dibandingkan sebelumnya.


Selain meningkatkan fisiknya, energi spiritual itu juga membersihkan pori-pori Ye Chen dan juga organ-organ dalamnya.


Beberapa menit kemudian, cahaya biru pucat itu mengumpul di Dantian Ye Chen dan warnanya kemudian menghitam sepenuhnya karena dimurnikan di dalam Dantian. Detik berikutnya, tubuh Ye Chen meledak dan melepaskan energi spiritual yang sangat kuat.


Asap yang begitu tebal mengumpul disekitar tubuh Ye Chen, dia kemudian berdiri dan berjalan melewati asap debu itu. Ketika ia melewati asap debu itu, terihat otot tubuhnya yang sudah sangat berkembang.


Ye Chen juga menduga bahwa dia tumbuh tinggi beberapa cm, selain itu juga wajahnya juga menjadi semakin tampan.


"Hahh, setelah menerobos ke tingkat kedua dari ranah Qi Refining, tubuhku menjadi lebih segar saat ini."


Ye Chen meregangkan otot-ototnya sambil menstabilkan pondasinya. Dia kemudian mengepalkan tinjunya dan mengambil kuda-kuda, aliran energi spiritual mengalir secara teratur melewati meridian tangannya. Tidak ada kelebihan atau kekurangan dalam aliran energi itu seolah kontrol Ye Chen akan energi spiritual sudah berada di tingkat yang jauh melampaui nalar manusia.


Bang!!


Sebuah pukulan di lepaskan, kini daya ledak dari pukulan Ye Chen jauh melampaui apa yang bisa di bayangkan oleh para Kultivator pada umumnya. Bahkan Ye Chen sendiri yakin bisa mengalahkan seorang Kultivator satu tingkat di atasnya dengan mudah, Ye Chen juga yakin bahwa dia bisa menahan seorang Kultivator dua tingkat di atasnya.


Melihat daya serangannya, Ye Chen mengangguk puas. Dia meregangkan otot-ototnya sebelum berkata. "Saatnya kembali.'


***


Wilayah utara, Klan Mo.


Di aula utama pertemuan Klan Mo, terlihat ada puluhan petinggi Klan Mo berkumpul untuk membahas sesuatu. Di kursi yang terbuat dari emas, Mo Han duduk dengan ekspresi jelek di wajahnya. Dia sudah bisa membayangkan kehancuran Klan Ye tepat di depan matanya, tetapi karena Ye Tian tiba-tiba menarik seluruh pasukannya, itu membuat seluruh rencananya menjadi sia-sia.


Selain itu juga, tetua Yin juga tidak ingin melanjutkan perang setelah melihat seluruh pasukan Ye Tian kembali.


Mengingat kembali semua itu, kemarahan Mo Han kembali muncul. Dia bahkan memukul meja di depannya dengan keras yang mengakibatkan beberapa tetua terkejut.


"Sialann!! Ye Tian b*jingan, dasar pengecut."


Melihat Mo Han melepaskan amarahnya, beberapa tetua memandang satu sama lain tanpa mengucapkan sepatah kata sedikitpun. Mereka merasakan keringat dingin membanjiri punggung mereka.


Seluruh aula itu menjadi hening, hingga beberapa detik kemudian terdengar suara dari luar aula. "Hmph! Saudara Mo, teman lamamu telah datang dan kau tidak menyambutku? Ckckck...'


Nada suara itu terdengar sedikit berani, dia bahkan sedikit mengolok Mo Han dalam ucapanya seolah menjelaskan bahwa statusnya lebih tinggi dari Mo Han.


Tetua dan juga Mo Han mengalihkan pandangan keluar aula, suara itu terasa sangat tidak asing di telinga mereka.


Tepat di pintu masuk aula, seorang pria paruh baya seumuran dengan Mo Han dan Ye tian berdiri tegak dengan senyuman khas di wajahnya. Dia memiliki aura yang cukup menekan dan juga dua mata yang tajam seolah mengetahui semua yang sedang terjadi.


Klan Mo dan Klan Beiming mulai bersekutu setelah kompetisi Klan tahun lalu. Putri sulung dari Klan Beiming adalah seorang jenius dalam Kultivasi, dia diterima di sebuah sekte besar di Kerajaan Xuanyu. Bahkan akademi kerajaan sama sekali tidak berada di tingk yang sama dengan sekte itu.


Sekte itu bernama sekte Pedang gunung, hanya orang-orang jenius yang dapat memasuki sekte itu. Putri sulung Beiming Chen cukup beruntung karena lahir dengan fisik bunga pedang, dia di terima oleh seorang tetua dari sekte Pedang Langit beberapa bulan lalu.


Jauh sebelum kompetisi Klan, putri sulung Beiming Chen yang bernama Beiming Xi adalah tunangan Ye Chen. Mereka berdua sama-sama saling mencintai sampai kejadian itu datang.


Ketika Ye Chen kehilangan seluruh basis Kultivasinya dan Dantiannya di hancurkan oleh Mo Jiang, sikapnya kepada Ye Chen berubah 180 derajat. Beiming Xi yang awalnya selalu bersikap manis dan manja kini bersikap dingin bahkan menghina Ye Chen.


Dia juga telah membatalkan petunangannya dengan Ye Chen tak lama setelah itu. Karena pembatalan pertunangan itu, Ye Chen lebih sering ke rumah bordil dan menghabiskan lebih banyak waktunya untuk gadis-gadis disana.


Saat ini di aula utama Klan Mo, Beiming Chen dengan sombong duduk di kursi emas yang seharusnya tempat duduk Mo Han. Dia kemudian dengan angkuh menatap Mo Han dan bertanya, "Ada apa? apakah aku tidak boleh duduk di sini?"


Mo Han menahan amarahnya ketika menghadapi sikap sombong Beiming Chen, tetapi dia menahannya dan mencoba bersikap seramah mungkin. Mo Han memiliki keinginan yang kuat untuk menikahkan Beiming Xi dengan putranya, Mo Jiang.


Jika kedua orang itu menikah, Klan Mo tidak hanya akan tumbuh semakin kuat. Hubungan mereka dengan Klan Beiming juga semakin dekat. Meskipun Klan Beiming berada di ururtan paling bawah di antara ke empat Klan di Kabupaten Yunhai, tetapi kekayaan mereka bukanlah sesuatu yang bisa Mo Han bayangkan.


Bahkan jika ketiga Klan lain menyatukan kekayaan mereka, itu masih belum cukup untuk bisa dibandingkan dengan kekayaan Klan Beiming.


"Ah, tidak apa-apa. Saudara Beiming pasti lelah setelah perjalanan jauh kesini, pelayan!!."


Mo Han duduk di tempat duduk yang jaraknya cukup dekat dengan Beiming Chen, dia mulai berbincang-bincang beberapa saat hingga kemudian beberapa pelayan datang.


"Saudaraku Beiming datang berkunjung, aku ingin kalian membawakan makanan yang enak dan juga arak anggrek api.'' Ucap Mo Han acuh.


Sementara itu, Beiming Chen tersenyum puas melihat pelayanan dari Klan Mo. Dia tersenyum tanpa sadar sambil memikirkan kembali alasannya datang.


"Hmm, kurasa usulan Mo Han waktu itu tidak terlalu buruk. Putranya juga seorang jenius yang diterima di Akademi Kerajaan, mungkin dia akan cocok dengan putriku." Batin Beiming Chen.


Setelah beberapa pelayan datang sambil membawa makanan dan juga arak, mereka segera bergegas kembali. "Silakan di nikmati dulu saudara Beiming."


"Hahaha, aku sangat puas dengan semua ini Saudara Mo." Beiming Chen membalas.


Melihat reaksi dari Beiming Chen, beberapa petinggi tersenyum diam-diam. Mereka bisa melihat masa depan Klan Mo yang cerah jika mereka bisa mempererat hubungan dengan Klan Beiming.


Seorang pelayan wanita muda yang cantik menuangkan secangkir arak untuk Beiming Chen dan juga Mo Han.


Mereka berdua bersulang dan meneguk secangkir arak itu tanpa tersisa. Mo Han tertawa kemudian mulai bertaya, "Jadi saudara Beiming, bisakah aku mengetahui alasan kedatanganmu kesini?"


Beiming Chen tanpa pikir panjang menjawab, "Hahaha, aku datang kesini untuk menerima usulan yang saudara Mo berikan waktu itu ... Aku setuju untuk menjodohkan putriku dengan putramu.''


***


To Be Continued.