Heaven Peak

Heaven Peak
Chapter 14 : Ruo Wen, Musuh Baru



Ye Chen tertegun, dia kemudian tertawa sambil berkata. "Hahaha, padahal aku hanya berniat bercanda denganmu."


Darah di tubuh wanita itu mendidih, dia menatap tajam pada Ye Chen. Jika tatapan matanya bisa membunuh orang, Ye Chen mungkin sudah terbunuh rastusan kali.


"Apa katamu!..."


Niat membunuh merembes keluar dari tubuh wanita itu, dia berdiri dan berjalan mendekati Ye Chen dengan niat membunuh yang meluap-luap dari tubuhnya. Dia sudah menurunkan harga dirinya tetapi apa yang dia dapatkan adalah penghiaan, bagaimana mungkin dia tidak marah dengan hal itu.


Sementara itu, ekspresi Ye Chen berubah seketika. Senyum di wajahnya menghilang digantikan oleh ekspresi acuh seperti biasanya, "Pola di bagian kelima ini salah, kau harus menggantinya seperti ini."


Ye Chen menghapus rune yang telah di buat oleh wanita itu dan menggantinya dengan rune baru, dia kemudian membuat beberapa ukiran lagi di bagian tengah dan menyalurkan energi spiritualnya.


Detik berikutnya, pola di lantai kayu itu mengeluarkan cahaya emas. Kabut transparan menyebar dengan cepat mengelilingi rumah wanita itu, pandangan di depan Ye Chen juga berubah menjadi dataran tandus yang mengerikan.


"Hahh, ilusi seperti ini terlalu lemah untukku.."


Ye Chen memejamkan matanya, ketika dia membuka kembali kedua matanya. Pandangan di depannya kembali seperti semua, dia mendongak dan melihat bahwa wanita itu masih terjebak di dalam array ilusi hati.


"Aku akan membantumu kali ini gadis kecil.."


Ye Chen berjalan kemudian menepuk pundak wanita itu, hanya dalam sepersekian detik wanita itu kembali ke akal sehatnya. Nafasnya tidak beraturan, butiran keringat mengucur deras membasahi wajahnya.


Dia menatap Ye Chen kebingungan seolah dia ingin mengetahui apa yang baru saja terjadi padanya.


Ye Chen menghela nafas kemudian menjelaskan apa yang baru saja terjadi pada wanita itu. Setelah dengan cermat mendengarkan penjelasan Ye Chen yang mudah di pahami, wanita itu tersenyum sambil membungkukkan badannya.


"Terimakasih telah membantuku, aku telah mencoba memecahkan masalah ini selama sebulan. Karena bantuan dari anda, aku bisa menyelesaikan ini lebih cepat dari yang aku kira."


Wanita itu mengangkat wajahnya, matanya dan juga mata Ye Chen saling bertukar pandang. Dia merasakan jantungnya berdetak lebih cepat, wajahnya juga memerah seketika. Detik berikutnya, wanita itu mengalihkan pandangannya.


"A-Apa yang baru saja terjadi?"


Wanita itu bertanya-tanya, dia tidak mengerti apa yang telah terjadi padanya. Sampai saat ini, dia tidak pernah sekalipun berada sedekat itu dengan seorang pria kecuali ayahnya.


"Kau bisa mengembangkan array ini sekarang, sampai jumpa!." Karena rasa penasarannya telah terpenuhi, Ye Chen merasa tidak ada hal yang dia lakukan disana.


Begitu dia melangkah pergi keluar, wanita itu menarik lengannya. "Tunggu!"


Ye Chen berhenti, dia berbalik dan menatap wanita itu dengan ekspresi acuh. Sudut bibirnya terangkat, "Ada apa?"


"Aaa, itu..." Begitu wanita itu tersadar, wajahnya sekali lagi memerah. Dia meundukkan kepalanya lalu bertanya, "Apakah kamu bisa memberitahu namamu?"


Suaranya pelan, tetapi itu terdengar lembut di telinga Ye Chen.


Ye Chen menarik nafas panjang kemudian memberitahu namanya pada wanita itu, "Ye Chen, itu adalah namaku."


Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, Ye Chen berjalan keluar meninggalkan wanita itu sendirian di dalam rumah.


Hanya dalam beberapa detik, siluet Ye Chen telah menghilang sepenuhnya. Wanita itu menggumamkan nama Ye Chen dalam pikirannya beberapa kali hingga kemudian menyebut namanya.


"Nie Xin, itu namaku.."


***


Kediaman Ye Chen, puncak Hu.


"Apakah mungkin dia bukan anggota Klan Ye?" Mata tajam Ye Chen menunjukkan kecurigaan, tetapi dia menggelengkan kepalanya segera setelah membantah pikiran itu.


"Jika dia bukan anggota Klan Ye, tidak mungkin ayah akan membiarkannya." ye Chen membilas tubuhnya beberapa kali kemudian pergi keluar.


"Aku akan mencari informasi tentang wanita itu besok pagi, untuk saat ini ... Mari berlatih."


Setelah mengganti pakaiannya, Ye Chen pergi ke ruang latihan. Tidak seperti sebelumnya, kali ini Ye Chen menaruh beberapa pelindung untuk menahannya saat melakukan terobosan ke tingkat berikutnya.


Setelah memasang pelindung, ye Chen duduk di tengah ruangan itu sambil mengeluarkan pil Refining yang telah ia buat. Dia menatap pil itu sejenak kemudian menghela nafas kecewa, "Haihh, karena kurangnya kekuatan jiwa pada saat pembentukan pil, kualitas pil ini mungkin akan jauh lebih baik."


Tanpa menunggu waktu lagi, Ye Chen menelan pil itu kemudian memejamkan matanya. Pil yang sudah larut di dalam tubuhnya dengan cepat menyebar dan bersirkulasi di meridian tubuhnya, dia menghirup energi spiritual kotor dan menghembuskannya.


Energi dari pil Refining dapat dengan cepat memurnikan energi spiritual kotor itu dan mengubahnya menjadi Qi yang tersimpan di dalam Dantiannya.


Selang dua hari berlalu, energi spiritual dalam jumlah besar merembes keluar melalui pori-pori kulit Ye Chen. Energi spiritual yang meluap itu akhirnya membuat ledakan di dalam Dantiannya, urat-urat lehernya terlihat jelas. Dalam beberapa detik berikutnya, ledakan besar terjadi di dalam ruang latihan.


Di tengah itu, Ye Chen membuka matanya secara perlahan. Energi di dalam tubuhnya telah di perkuat, bahkan persepsinya menjadi jauh lebih baik. Persepsinya yang awalnya hanya bisa melihat dalam jarak 50 meter, kini itu telah meningkat menjadi 70 meter.


Ye Chen merasa sangat puas dengan peningkatannya, dia menyimpan dua pil yang tersisa di dalam cincin ruang. Karena pakaiannya rusak karena ledakan dalam teobosannya, Ye Chen terpaksa mengganti pakaiannya dengan yang baru.


"Zhu Xhe, bisakah kamu datang?"


Dalam beberapa detik, seorang gadis muda yang energik datang dan memberi salam kepadanya. "Ada apa tuan muda?"


Gadis energik itu tidak lain adalah pelayan pribadi Ye Chen. Begitu dia sampai disana, wajahnya memerah seketika saat melihat otot di tubuh Ye Chen yang terbuka karena pakaiannya rusak.


"Bawakan aku baju ganti, aku ingin menemui ayahku segera."


Zhu Xhe mengangguk tanpa melihat Ye Chen, dia pergi dengan wajah yang masih memerah. Tak lama setelah Zhu Xhe kembali, Ye Chen segera mengganti pakaiannya dan pergi meninggalkan ruang latihan.


Sementara itu di sebuah tebing yang terletak di salah satu puncak tertinggi di Kerajaan Xuanyu, seorang pria tua sedang duduk sambil menyesap secangkir teh. Dia memakai pakaian berwarna putih polos dengan tulisan kecil di punggungnya ... Ruo Wen, Tetua Ketujuh Lembah obat.


Di saat dia sedang menikmati secangkir teh itu, seorang pria berpakaian hitam muncul di belakangnya. "Apakah ada berita penting?" Tanya Ruo Wen acuh.


Wajah pria berpakaian hitam itu pucat, meskipun wajahnya tertutup oleh kain hitam, tetapi dia tidak bisa menutupi rasa takutnya itu.


"T-Tetua ... Murid kelima anda, Han Jian telah terbunuh!"


Begitu mendengar berita itu, cangkir teh di tangan Ruo Wen pecah menjadi serpihan kecil. Urat-urat di wajahnya terlihat dengan jelas, matanya yang merah menatap pria berpakaian itu dan berkata.


"Siapa! Siapa yang berani membunuh muridku!!"


Tubuh pria itu bergetar, dia bahkan tidak bisa berpikir dan langsung mengatakan apa yang ada di kepalanya. "K-Klan Ye, Seorang tuan muda dari Klan Ye lah yang telah membunuh murid anda."


Bamm!!


"Lancang!! Beraninya Klan kecil seperti Klan Ye membunuh muridku, akan aku pastikan mereka membayar ratusan kali lipat untuk hal ini."


Ruo Wen berdiri, aura yang mengerikan keluar dari tubuhnya. Dia kemudian berkata, "Siapkan 50 pasukan gagak hitam, aku ingin mereka mengikutiku meratakan Klan Ye."


***


To Be Continued.