Heart Treatise

Heart Treatise
bab.9 EVANO MENCURIGAI KARINA



keesokan harinya Karina terkejut mendapati dirinya dalam keadaan telanjang bulat.tubuhnya hanya di tutupi selimut hotel.terdengar gemericik air di kamar mandi, tak berselang lama William keluar dari kamar mandi dan mendapati Karina sudah bangun tidur.


"kamu sudah bangun sayangku, aku sangat menikmati permainan ranjang mu Karina" ucap William menggoda.


"kamu gila William, bagaimana bisa kamu melakukan ini padaku? bagaimana jika aku hamil William?" ucap Karina menangis


"aku akan bertanggung jawab untuk itu, dan mrngambilmu dari Evano.bagaimana jika kita melakukan nya lagi.masih pagi jika kita ingin melanjutkan Karina" William mencumbui Karina kembali


"Wil lepasin, badanku sakit semua karena mu.pergi dari sini!" usir Karina.


namun bukan memberontak tapi Karina kembali menikmati cumbuan William dan akhirnya mereka melanjutkan lagi persetubuhan itu hingga siang hari.


orang tua Karina yang melihat putrinya belum kembali mencoba menghubungi Evano.


"hallo nak Evano, apakah Karina bersama mu? dari semalam dia belum juga kembali?" ucap ibunya Karina di ujung telpon


"dari kemarin aku tidak bersama Karina tante.mungkin bersama teman club' nya" ucap Evano asal


"baiklah kalau begitu, jika kamu bertemu Karina, tolong kabari Tante ya.handphone nya lowbat seperti nya"


"baik Tante"


setelah itu telpon mati, Evano memilih melanjutkan lagi pekerjaan nya.


merasa heran karena Karina tidak pulang ke rumah, Evano mencoba cek lokasi terakhir Karina.


"hotel Mawar, ngapain dia ke hotel !" Evano penasaran dan menghubungi anak buahnya untuk mencari informasi tentang Karina di hotel itu.


Karina yang baru selesai melakukan ritual nya bersama William langsung pergi mandi untuk mengguyur tubuhnya yang terasa sakit semua akibat permainan William.


"apa yang sudah aku lakukan? aku bahkan menyerahkan tubuhku pada laki-laki lain" gumam Karina, lalu kembali mengguyur tubuhnya hingga merasa lebih baik.


Karina terlihat keluar kamar hotel bersama william.di gandeng mesra olehnya dan masuk ke dalam mobil.


semua aktifitas itu di photo dan di kirim ke Evano.


"William? Karina semalaman hingga siang hari bersama William di hotel? gilaaaa! menjijikkan jika aku harus menikahi nya setelah tubuhnya di berikan pada orang lain" umpat Evano kesal.


***


di tempat kerja Almira masih memikirkan apa yang dia lakukan semalam.sambil memegang bibir nya Almira membayangkan kembali malam itu.


"bisa gila aku lama-lama" gerutu Mira yang akhirnya kembali menyelesaikan pekerjaan nya, saat jam makan siang, Mira berencana ke kantin bersama Ririn.namun justru bertemu Evano di lift.


"kalian mau makan siang?" sapa Evano


"iya pak" jawab Ririn, Almira memilih diam saja.


"bagaimana kalau kita makan bersama, sekali-kali saya yang traktir" tawaran Evano membuat Ririn bersemangat.berbeda dengan Mira yang datar saja.


"serius nich Bapak mau traktir kita makan? aku sih yes, Mira ayo ikut pak Evano ya"


"oke" hanya itu jawaban Mira.dia tidak mau Ririn mencurigai dirinya ada sesuatu dengan Evano.


selama dalam perjalanan Mira memilih diam saja, sedang kan Evano terus mencuri pandang padanya.Ririn yang asik main game tidak memperhatikan mereka.


"silahkan pesan apa yang kalian mau " Evano mempersilahkan.


"terima kasih pak" jawab Mira basa basi


Mira hanya memesan Cake dan eskopi kesukaan nya dari dulu.Evano yang melihat itu tersenyum ke arahnya.


"kamu masih suka makan cake dengan es kopi Mira? belum berpindah selera juga ternyata " sindir Evano


"namanya udah kesukaan ya sulit berpindah selera pak, mau nyoba yang lain juga pasti akan kembali ke menu yang sama" ucap Mira asal.


Ririn hanya tersenyum menanggapi ucapan Mira yang terlihat ketus pada bos nya itu.


tiba-tiba datang Samuel dari arah samping dan mengagetkan Almira.


Ririn tertawa malu


"eh pak Sam, iya nih di tawarin pak Evano"


"kebetulan tadi melihat mereka mau makan siang, jadi aku ajak saja buat makan bareng Sam.mau gabung gak? ada tunangan mu di sini"


"boleh sekali kalau begitu" Samuel langsung ikut duduk di sebelah Almira.


terlihat Samuel begitu memanjakan Mira membuat Evano merasa sangat cemburu namun berusaha menahan itu semua.


"kalian romantis sekali sih, duhhh bikin baper aja" cletuk Ririn.


"kamu juga gini kan kalau sama pasangan mu?" tanya Samuel pada Ririn


"ya iya tapi gak seromantis kalian gitu " jawab Ririn malu.


"pak Evano kok makanan nya cuma di aduk-aduk gak di makan?" tanya Ririn.


"eh iya, ini rasa sup nya kurang enak.padahal biasanya enak" jawab Evano asal karena tiba-tiba pikiran nya ngeblank melihat Sam memanjakan Almira.mendengar alasan yang tidak logis membuat Almira tersenyum saja.


Karina yang sudah sampai di rumah langsung masuk ke dalam kamar nya dan tidur kembali karena merasa sangat lelah.


Ibunya hanya menggeleng kan kepalanya melihat putrinya yang pulang dalam keadaan berantakan itu .


"Karina kamu dari mana? mama tanya ke teman-teman mu tapi tidak ada yang tau"


"main Bu di tempat teman yang baru, udah ya Karina pingin tidur"


ibunya Karina akhirnya kembali keluar sambil menggerutu.


"sejak kapan Karina sekacau itu? apakah mereka ribut?" ibunya Karina bergumam sendiri .


di tempat lain, Evano yang sudah kembali ke kantornya merasa panas sekali.padahal ruangan nya sangat dingin.rasa cemburunya melihat Almira di perlakukan begitu manis oleh Samuel membuat nya semakin ingin memisahkan mereka.


"aku kenapa sekacau ini sekarang? kenapa harus bertemu kembali jika itu hanya menyakitkan!" Evano merutuki dirinya sendiri yang benar-benar berantakan situasi hatinya.


di saat meeting pun Evano tidak bisa berkonsentrasi sehingga membuat semua direktur perusahaan saling pandang.


"pak Evano, bisa di jelaskan semua program proyek kita yang baru?" ucap salah satu manager


"oh maaf saya seperti nya sedang tidak enak badan, lisa bisa kamu gantikan saya kali ini? maaf sekali semuanya"


"baik pak" ucap Lisa yang melihat bos nya sedang memikirkan sesuatu yang rumit.


semua hanya mengangguk melihat Evano meninggalkan ruang meeting.Evano tidak kembali ke ruangan nya, melainkan pergi untuk merefresh kab otaknya.


Evano ke laut dan mengirim pesan pada Samuel untuk menemuinya.tak berselang lama Samuel datang.


"ada apa Van kamu memintaku kesini? pasti kamu ada masalah lagi ya?" tanya Samuel.


"sejak kapan kamu menyukai Almira Sam?"


"oh itu terjadi empat tahun yang lalu.ceritanya panjang hingga aku mengenal Almira dan menyukai nya hingga memutuskan melamarnya.kenapa kamu bertanya seperti itu?"


"ingin tau saja Sam"


"dia menolong perusahaan ku waktu itu dalam sebuah tender, perusahaan ku yang hampir collaps bisa berdiri kokoh seperti sekarang karena pertolongan Almira Van.dan aku lambat laun menyukai nya, bukan karena apapun tapi aku menyukai nya karena kegigihan nya, perempuan yang cerdas dan mengagumkan"


"dia kekasihku lima tahun lalu Sam!" ucap Evano tiba-tiba.


"apa? kekasihmu? ohh tapi Almira tidak pernah bercerita apapun pada ku.apa kamu masih mencintai nya Van?"


"iya Sam"


"tapi aku tidak akan membiarkan kamu mengambil Mira dariku" ucap Samuel setelah itu dia pergi berlalu dari hadapan Evano