
Malam itu, Mira dandan dengan anggun karena akan di ajak makan malam oleh Samuel.dia menyukai Samuel yang begitu menghormati Almira juga menjaganya dengan baik hubungan itu.
" Mira, Samuel sudah datang "
" Ya Bu bentar "
Mira segera turun untuk menemui Samuel.Samuel yang melihat wanitanya begitu cantik dan anggun itu merasa sangat bahagia.
" Ayo kita berangkat sekarang! Bu kami pamit dulu"
" Iya, hati-hati kalian ya "
" Iya Bu "
Samuel membukakan pintu untuk Almira.di dalam mobil, Samuel terus melirik ke arah Almira.membuat Mira merasa sangat malu.
" Kamu kenapa Sam, melihatku seperti itu "
" Kamu sangat cantik wanita ku.jadi ingin segera meminang mu "
" Sesuai perjanjian dounk, jangan melanggar ya hehe"
" Di langgar demi kebaikan kan gak apa-apa.iya kan ?"
" Hmmmm maunya ! Pokoknya sesuai perjanjian.gak mau tau "
" Kalau lagi gini kamu gemesin banget ya Sayang "
Mira hanya tertawa menanggapi ucapan Samuel.setelah sampai di rumah orang tua Samuel, Mira di gandeng mesra oleh Samuel.
Membuat semua mata tertuju pada mereka.
" Ehmmm kapan nih di resmikan ? "
Goda keponakan Samuel.
" Tunggu aja kartu undangan nya "
Jawab Samuel, sedangkan Mira hanya tersenyum.
Keluarga Samuel semua menyambut baik kehadiran Almira.berkat Almira, perusahaan mereka terhindar dari kolaps.
" Almira jangan sungkan, kami sudah menganggap mu sebagai putriku sendiri "
" Iya pah, terima kasih hehe "
Mereka makan dengan penuh kebersamaan dan keharmonisan keluarga.
*****
pagi ini Mira di beri tugas untuk pergi ke perusahaan dutakarya untuk mewakili pak Andi yang tidak bisa hadir.
pertemuan dengan para tim produksi dengan perusahaan dutakarya adalah pertemuan penting setiap tahun nya.
pak Andi yang sedang tidak enak badan akhirnya Absen dan di gantikan oleh Mira.
"selamat datang Bu Almira "
" terima kasih pak Budi "
" tinggal pak Bram yang belum hadir,mungkin sebentar lagi "
"baik pak"
tak berselang lama pak Bram datang dengan gaya cool nya itu.
lalu duduk di antara mereka yang sudah hadir.
pandangan Bram pertama datang adalah pada Mira . terlihat cantik dan memiliki daya tarik sehingga membuat laki-laki manapun akan terus menatap nya.
" ehmmm pak Bram sudah bisa di mulai? "
tegur sekretaris nya
" oh ayo mulai sekarang "
Pak Bram masih tetap menatap Mira sesekali.
setelah semua mengeluarkan pendapat,giliran Mira bersuara
mendengar suara Mira, pak Bram seperti terhipnotis olehnya.suaranya sangat merdu sekali' pikirnya .
" maaf nama anda siapa tadi? "
" saya Almira pak ,dari perusahaan Jaya utama "
" ohh yang punya CEO baru bernama Evano Bastian itu? "
" benar pak "
" biasanya pak Andi yang datang? "
" pak Andi sedang sakit,jadi saya yang di beri wewenang untuk hadir mewakili beliau "
" oke oke saya suka caramu menyampaikan pendapat tadi.oke Prisilia pake cara nona Almira untuk proyek selanjutnya"
Mira merasa sangat senang pendapat nya di pakai untuk proyek besar selanjutnya.
setelah acara selesai Mira langsung berniat kembali ke kantor.namun pak Bram mencegah nya.
" bisa kita bicara sebentar? "
" ada perlu apa ya pak? "
" ada beberapa yang ingin saya bicarakan dengan mu, kita cari tempat yang enak untuk ngobrol bagaimana? "
Almira berfikir sebentar, setelah itu mengangguk.
" baiklah mari "
Pak Bram mengajak Mira ke cafe yang agak jauh dari kantor nya agar lebih leluasa ngobrolnya.
Pak Bram menatap Mira dengan tatapan cinta pada pandangan pertama.
sedangkan Mira yang di tatap Bram merasa tidak nyaman.
" pak Bram mau membicarakan apa dengan saya? "
" kamu cantik sekali Mira ? apakah kamu sudah menikah? "
Mira yang mendapati pertanyaan itu hanya diam.
dia pikir mau membicarakan tentang pekerjaan ternyata malah ini.'buang buang waktu saja' pikirnya.
" saya belum menikah pak! "
" aku suka itu,maukah kau menikah dengan ku Mira? "
Pak Bram tanpa basa-basi langsung menembak hati Mira.
mendengar itu hati Mira menceloss .kaget sekali dengan pertanyaan konyol pak Bram itu.
" pak saya saja gak kenal bapak, Bagaimana bisa saya di hadapkan pertanyaan seperti itu? "
" baiklah begini saja, kita mulai perkenalan mulai sekarang? aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan mu Almira "
" Saya memang belum menikah, tapi akan segera menikah pak "
" Masih tunangan kan, aku masih punya kesempatan untuk memiliki mu "
Mira memilih tak mau ambil pusing, Mira segera pamit pulang.
saat akan pamit pulang, tangan pak Bram menahan nya.memegang kedua tangan Mira dan memohon untuk tinggal beberapa menit lagi.
Mira semakin pusing dengan sikap pak Bram padanya.
akhirnya Mira duduk kembali.tanpa mereka sadari ada pasang mata memperhatikan mereka dari jauh.
Evano Bastian sedang mengepalkan tangannya sambil menatap Mira dari kejauhan.
bagaimana bisa Mira kencan dengan Bram 'pikirnya.
sambil terus memperhatikan Mira dan Bram dari sebrang jalan . Evano sebentar-sebentar memukul stirnya.
ingin masuk ke sana dan menarik Mira untuk pergi tapi cctv di mana-mana.
dia tidak mau sampai orang mencurigai nya.
tapi rasa cemburu itu membakar hatinya.
di telpon nya handphone Mira, selang beberapa saat Mira mengangkat nya.
" sedang apa kamu bersama Bram di kafe itu? "
mendengar pertanyaan Evano dari telpon itu, Mira langsung menatap keluar dan mendapati mobil Evano terparkir di depan nya.
Mira berusaha menguasai dirinya.ada rasa takut, kawatir entah apa lagi .
dan Mira segera mematikan telpon nya.
"pak Bram saya permisi sekarang.orang kantor sudah menghubungi saya.saya tidak enak jika berlama-lama di luar "
"baiklah lain waktu aku akan menemui mu di luar jam kerja.kita makan romantis bersama bagaimana? "
" Saya tidak janji pak, karena saya sudah memiliki tunangan ! "
Mira hanya tersenyum kecut dan berlalu dari pandangan Bram.
Mira langsung keluar ke jalan raya untuk menghindari Evano yang masih menunggu nya.
tapi justru Evano mengikutinya dan menghentikan mobil nya tepat di samping nya.
" masuk cepat ! "
Mira tidak memperdulikan nya.hingga akhirnya Evano keluar mobil dan menarik Mira masuk ke dalam mobilnya dan mengunci dari dalam.Evano lantas melajukan mobilnya membelah jalan raya menuju pantai.
Mira yang kesal dengan sikap Evano itu memilih diam saja.
" ngapain kamu kencan dengan Bram? atau Bram itu tunangan mu ? "
" apa urusanmu? "
" jelas itu urusanku Mira! Aku cemburu, kamu itu milik ku! "
mendengar itu Mira menatap evano marah.
" aku milik diriku sendiri.kamu tidak punya hak mengaturku Evano "
" aku mencintaimu Mira,aku cemburu melihat mu dengan laki-laki lain, bersentuhan fisik lagi siall ! "
" gila! "
ucap Mira kesal.
" aku gila karena mu Mira! aku tergila-gila karena mu! "
" terus saja menyalahkan aku! kamu sendiri yang meninggal kan aku Evano! "
tanpa menjawab lagi Evano menghentikan mobilnya tepat di depan laut lepas.
melihat Mira akan turun dari mobil, Evano menariknya dan langsung mencium bibirnya,
******* nya dengan rakus.sembari ******* bibir itu, Evano mengatur tempat duduknya menjadi setengah tiduran
membuat Evano leluasa menikmati bibir Mira.
Mira yang mencoba melepaskan dekapan Evano sia-sia saja.
Evano mendekap tubuh Mira, setelah puas menjelajahi bibir ranum Mira, Evano menyusuri leher jenjang Mira ,lalu tangan nya menyusup ke dalam kemeja kerja Mira.
" Evano jangan gila kamu!! lepaskan aku Evano "
" aku menginginkan mu Mira ,sungguh ! "
" menikahlah denganku Mira ? "
" tidak! aku tidak mau Evano! dan tidak mungkin.aku sudah mempunyai tunangan "
" sungguh !, Pertunangan bisa saja di batalkan Almira. kamu benar-benar tidak mau menikah dengan ku? "
" Ya aku tidak mau ! "
"aku tidak peduli !"
Evano lantas melanjutkan lagi aksinya menyusuri tubuh Mira.
Mira yang masih berusaha melawan akhirnya terhanyut oleh permainan Evano, suara ******* lolos dari bibir mira.membuat Evano semakin bernafsu di buatnya.
semakin brutal menikmati ciuman panas itu hingga Mira menahan hasrat nya karena merasa gairah nya menggebu akibat permainan Evano.
" Evano lepaskan ! Ini tidak benar Evano ahhh ! "
" Bukankah kamu menikmati nya juga sayang ? Akan aku tunjukkan jika aku yang terbaik Mira "
namun Mira langsung menghentikan nya.
"jangan Evano aku mohon! jangan hancurkan masa depan ku !"
"aku akan menikahi mu segera Mira ! aku sungguh menginginkan mu !"
tiba-tiba handphone Evano berdering, hingga memecahkan pikiran Evano yang sedang di puncak nafsunya.Mira merasa terselamatkan oleh dering telpon itu.
Evano segera mengangkat telpon nya dan mendapati Karina menelpon.
" sayang kamu dimana? aku ke kantormu tapi kamu tidak ada! aku lihat di GPS kamu sedang di area pantai?? ngapain jam segini di sana,? "
berderet pertanyaan Karina membuat Evano memilih mematikan telpon nya.
melihat Mira yang sedang merapikan pakaiannya, evano merasa frustasi di buatnya.
" Mira, apakah kamu tidak percaya padaku? "
" tanyakan itu pada hatimu "
lalu Mira keluar dari mobil dan mencari taksi untuk menuju kantor Evano.
Evano yang melihat Mira keluar mobil dan naik taksi semakin kesal.
lalu Evano melajukan mobilnya ke kantor lebih cepat, dia mendapati Karina masih di kantor nya.
di kunci pintu kantor nya dan langsung melepaskan pakaian Karina dan membawanya ke ruangan pribadinya di kantor itu.
Evano melampiaskan pada Karina, dan membayangkan jika dia sedang melakukan itu pada Mira.
rintihan Karina membuat nafsu Evano semakin tinggi dan bergairah.
" sayanggg pelan-pelan, kamu kenapa begitu bernafsu! ini di kantor Evano ! "
Evano tak mempedulikan Karina bicara apapun, yang dia rasakan saat ini sedang menikmati dan membayangkan Mira yang sedang dia cumbu dengan mesra.
setelah puas menikmati tubuh Karina, Evano langsung ke kamar mandi membersihkan diri dan kembali ke meja kantor nya.
di biarkan Karina tertidur di kamar pribadi nya.