
Malam ini Mira akan menghadiri undangan acara Samuel dengan para pengusaha muda.
sekaligus mewakili perusahaan tempatnya bekerja.
Mira malam itu menggunakan dress panjang berwarna hitam dengan lengan panjang dan bagian dada berbentuk V.
rambutnya di Cepol dengan hiasan sedikit assesoris dan memasang anting mutiara yang cantik di padu Hells ukuran 10cm warna senada dengan dress nya.
begitu anggun dan menawan nya seorang Almira.
Samuel menjemput Mira dari salon pilihan favorit nya.dan saat Mira keluar dari salon kecantikan itu, Samuel terkejut begitu melihat Mira berjalan ke arahnya, pesona Mira menghipnotis Samuel, cantik dan mempesona sekali.
" Mira ini benar kamu? " tanya Samuel masih tidak percaya.
" Benar Sam ini aku Almira hehe "
" wow wanita ku cantik sekali! tidak dandan saja kamu cantik.sekarang lebih cantik lagi, ayo kita berangkat sekarang "
lalu Mira berjalan dengan anggun masuk ke mobil Samuel .
Evano dan Karina datang lebih dulu ke acara tersebut.
Evano langsung di sambut oleh para pengusaha yang bekerja sama dengan nya.
saat mobil Samuel berhenti di depan red karpet, semua mata tertuju padanya.apalagi saat Samuel membuka pintu dan keluarlah Almira dari mobil itu. semua tamu undangan terpesona dengan kecantikan nya.
semua kamera tertuju pada Almira dan Samuel. Karina yang melihat itu tampak mengernyitkan dahinya.
tadi pas dia datang, tidak ada penyambutan seperti itu.kenapa pas pasangan itu datang, bahkan kamera semua tertuju padanya.
ada rasa iri pada diri Karina.melihat Almira yang begitu anggun seperti artis Korea papan atas.
Evano menatap Mira tanpa berkedip.tidak percaya jika wanita yang di cintainya itu cantik dan anggun sekali malam ini.
rasa cemburu Evano semakin nyata saat melihat Samuel menggandeng mesra Almira.
'apa-apaan ini, sejak kapan mereka begitu dekat!'
batin Evano berkecamuk.
Karina melihat Evano yang sedang menatap lurus pada Almira merasa sangat cemburu.
" biasa aja kali natapnya!, gak sadar ada aku di sampingmu !"
begitu mendengar Karina berbicara demikian, Evano langsung tersadar dari lamunannya dan kembali fokus pada relasi kerjanya dan berbincang-bincang.
sesekali Evano melirik ke arah Mira yang sedang berbicara dengan tamu undangan lainnya.
Mira yang merasa sedang di perhatikan oleh Evano memilih membuang muka.
" hai Evano dan Karina apa kabar ? " sapa Samuel yang masih menggandeng Almira.
" baik Sam, seperti yang kamu lihat. ini ? " Evano ingin bertanya pada Samuel.
" oh kenalkan ini Almira teman SMA kita, kamu lupa? tapi bukankah dia bekerja di perusahaan mu ya ? "
" iya justru itu aku ingin bertanya pada mu ? "
" nanti aku jelaskan jika acara di mulai ya, oke aku mau menemui tamu lain nya.nikmati malam ini Evano "
" oke Samuel "
ada rasa cemburu saat Mira melihat Evano memperlihatkan kemesraan nya dengan Karina di depan umum.Begitu pun Evano merasa semakin gusar melihat begitu mesra Samuel menggandeng Almira.acara pun di mulai dan MC memanggil Samuel untuk penyambutan.Samuel mengajak Mira naik ke panggung bersama nya.tadinya Mira enggan, tapi Mira harus mendampingi calon suaminya itu.
" selamat malam semua para tamu undangan yang saya hormati, terima kasih atas kehadiran nya dan semoga kedepannya kita bisa menjadi relasi muda untuk generasi masa depan.dan perkenalkan wanita di sebelah saya ini, dia Almira Wijaya tunangan saya dan calon istri saya.yang selalu memberikan inspirasi untuk ide - ide cemerlang saya selama ini terima kasih "
sambutan meriah tepuk tangan dari para pengunjung pengusaha muda yang hadir di sana.
" perempuan nya cantik sekali, cocok dengan pak Samuel "
" pantes usaha miliknya semakin maju, karena di dampingi perempuan cantik yang menginspirasi "
kasak kusuk para tamu undangan di dengar Evano dan Karina.Evano seperti tersambar petir malam itu, sahabatnya karib nya justru malah yang menggantikan posisinya saat ini.
setelah turun dari panggung, Mira pamit ke toilet .
" Sam aku ke toilet sebentar ya? "
" mau aku antar? "
" tidak perlu hehe "
lalu Mira menuju toilet untuk menenangkan hatinya.
ada rasa cemburu di hatinya saat melihat Evano tampak mesra dengan Karina.
padahal Mira jadi pusat perhatian para tamu undangan, tapi tak membuat Mira senang.Ada rasa nyeri di hatinya saat melihat Evano mesra dengan perempuan lain .
setelah merasa tenang, Mira keluar dari toilet dan kembali ke acara.
tapi di kagetkan dengan kehadiran Evano di samping toilet.
dan menarik tangan Mira lalu mengajak Mira ke suatu tempat.
" Evano, lepaskan tanganku ! mau kemana ini! "
Evano diam saja dan terus berjalan tanpa melepaskan tangan Mira.
setelah sampai di sebuah tempat penuh dengan bunga yang rindang Evano melepaskan tangan Mira dan menatap nya tajam.
" sejak kapan kamu bertunangan dengan Samuel? "
" sudah setahun yang lalu " jawab Almira cuek.
" kenapa kamu tidak memberitahu ku Mira, kenapa harus Samuel yang menjadi tunangan mu ? dan kamu sengaja pamer kemesraan di depan ku di depan semua orang "
Mira tertawa sinis pada Evano.
" apa bedanya kamu pamer kemesraan dengan Karina? aku calon istri Samuel, dan aku yang selama ini mendampingi nya "
sambil Mira membuang muka pada Evano
" kamu cemburu Mira? katakan padaku kalau kamu cemburu! "
Evano memegang kedua pundak Mira sambil menatap nya lekat.
" cemburu? untuk apa aku cemburu! kamu itu cuma masa lalu aku Evano!v"
Mira tak tahan dengan hatinya yang perih akhirnya menangis kembali di depan Evano.
Evano yang melihat Mira menangis langsung memeluknya erat .
" jangan menangis Mira, maafkan aku kalau sikap ku menyakiti mu "
" aku cemburu saat melihat mu dengan Samuel bergandengan tangan mesra, makanya aku juga menunjukkan itu pada mu agar kamu tau kalau aku sangat cemburu kamu dengan laki-laki lain "
Mira menundukkan wajahnya, perasaan apa ini setiap kali berada di hadapan Evano, jantung nya berdegup kencang sekali.
melihat Mira menundukkan kepalanya Evano mengangkat wajah nya .
" tolonglah Mira, jangan kau bagi cintamu itu dengan orang lain dan tetap lah jadi milik ku seutuhnyab"
Mira merasa gila jika harus menuruti keinginan Evano.
" kamu Meminta ku untuk setia padamu? aku siapa mu? lalu apa kabar dengan mu yang sudah bertunangan lebih dulu dengan Karina? "
" maafkan aku, hanya itu yang bisa aku lakukan.dan aku ingin memilikimu seutuhnya dengan menikahi mu "
Mira terhenyak mendengar pernyataan Evano
" kamu gila Evano!, aku sudah bertunangan dengan Samuel dan kami akan segera menikah "
" aku gila karena mu Almira "
lalu Evano mengecup lembut bibir ranum Mira dengan penuh cinta.
Mira tidak menolaknya justru membalas ciuman panas itu.
di sebuah taman yang sepi mereka memadu kasih, saling ******* dan bertukar Saliva melepaskan hasrat cemburu yang saling di pendam.
hanya terdengar nafas memburu di antara keduanya.
begitu lama mereka melakukan ciuman panas itu, hingga mereka kehabisan nafas lalu berhenti dan saling menatap dengan nafas memburu.
lalu Evano kembali ******* bibir Mira dengan lebih rakus lagi.
tak memberikan Mira kesempatan untuk bernafas.
Evano menggiring Mira ke arah tembok pojok taman itu agar lebih leluasa menikmati ciuman itu karena
Evano sudah terbakar gairah nya .
membuka paksa gaun Mira dan menyesap leher jenjang Mira dengan rakus lalu turun ke bagian dada indah Mira.
" Evano hentikan! jangan Evano ! bisa rusak dress ku ini! "
" aku bisa mengganti nya dengan yang lebih mahal! "
tak mengindahkan ucapan Mira, Evano tetap mencumbui Mira dengan perasaan yang tak bisa di jelaskan.
terdengar nafas mereka saling memburu dan ******* lirih dari Mira yang lolos begitu saja.
saat sedang menikmati permainan panas di taman itu, handphone Evano berdering.namun justru di matikan oleh Evano.
" Evano lepaskan aku, Samuel pasti mencariku.tolonggg sudahi ini semua! "
mendengar Mira mengatakan itu, Evano menghentikan ciuman itu.
lalu memperbaiki pakaian nya.
karena merasa dirinya sudah berantakan gara-gara Evano, Mira masuk kembali ke toilet merapikan pakaian dan makeup nya.
sedangkan Evano kembali ke gedung pertemuan.
Karina yang sudah mondar mandir tidak mendapati Evano itu kawatir dan resah yang dia rasakan.begitu juga Samuel yang merasa aneh karena Mira belum juga kembali dari toilet.
namun tiba-tiba Samuel melihat Mira sedang mengambil minuman dan meneguknya.untuk merilekskan pikiran nya.
" kamu kemana saja Mira, aku kawatir dengan mu ? "
" maaf Sam, tadi aku keliling saja.melihat taman yang indah di luar gedung ini "
" oh iya, nanti aku ajak kamu kesana setelah acara ini selesai "
" oke ,ayo kembali temui para tamu undangan "
mereka kembali bergandengan tangan dengan mesra.
seperti janji Samuel, setelah acara selesai.Samuel mengajak Mira kembali ke taman dan Samuel memeluk Mira dengan mesra.
" Mira, kamu bahagia dengan ku ? "
" tentu saja Sam, kenapa menanyakan itu ? "
" tidak aku hanya cemburu melihat semua orang menatap mu selama acara berlangsung.aku tidak rela orang lain memikirkan mu "
" Sam, aku milikmu "
lalu Sam menatap wajah cantik Mira dan mencium lembut bibir ranum itu, lalu di balas oleh Mira.mereka saling memadu kasih di taman itu dengan penuh cinta.
dalam pikiran Mira, dia sedang melakukan itu dengan Evano.Samuel merasa sangat bahagia bisa memiliki Almira yang selalu menenangkan hati dan pikiran nya.
begitu lama mereka bermesraan dengan ciuman panas itu, dan akhirnya mereka sudahi.Sam tidak mau khilaf sebelum pernikahan itu terjadi.
" aku tidak mau khilaf sebelum adanya pernikahan sayang, ayo kita kembali pulang "
" ayo Sam, terima kasih untuk hari ini yah.aku bahagia sekali "
sesampainya di rumah Mira langsung mandi, saat berada di kamar mandi nya justru Mira mengingat Evano.
" Evano kenapa harus seperti ini! "
sambil tubuhnya di guyur air hangat dari sower Merasakan sensasi menenangkan.
" kamu tadi kemana saja Evano? aku mencarimu kemana-mana! "
" aku keluar sebentar dengan teman lamaku tadi.ngobrol di luar gedung karena privasi maaf kalau membuatmu cemas "
" ayo pulang, aku sudah lelah !"
Karina merasa sudah sangat lelah karena harus keliling gedung mencari Evano.dia takut Evano pergi dengan wanita lain . karena banyak perempuan cantik di sana.
" apakah kamu mempunyai wanita lain Evano? "
pertanyaan itu tiba-tiba muncul dari bibir Karina.
" apa magsud mu Karina, hanya karena aku keluar bertemu teman lamaku.lantas kamu menuduhku sedang dengan wanita lain hah? "
" aku hanya bertanya Evano? "
" pertanyaan mu ini memancing retaknya hubungan kita tau! "
setelah itu tidak ada pertengkaran lagi.masing-masing diam dengan pikiran mereka sendiri.hingga sampai di rumah Karina, Evano tidak turun dan langsung pulang lalu secepatnya kembali ke rumah dan memilih ke ruangan kerjanya saja.
orang tuanya yang melihat anaknya diam saja hanya menghelai nafas panjang.